“Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” KJV -Yesaya 50:4
“Budaya yang benar dan penggunaan kuasa perkataan yang tepat berhubungan dengan setiap bidang pekerjaan Kristen; hal itu masuk ke dalam kehidupan rumah tangga dan ke dalam semua hubungan kita satu sama lain. Kita harus membiasakan diri berbicara dengan nada yang menyenangkan, menggunakan bahasa yang murni dan benar, serta kata-kata yang baik dan sopan. Kata-kata yang manis dan penuh kebaikan adalah seperti embun dan hujan yang lembut bagi jiwa. Alkitab berkata tentang Kristus bahwa kasih karunia dicurahkan ke atas bibir-Nya bahwa Ia “tahu memberikan kata-kata yang menguatkan pada saat yang tepat kepada orang yang lelah dan putus asa.” (Mazmur 45:2; Yesaya 50:4). Dan Tuhan memerintahkan kita, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih karunia” (Kolose 4:6), “supaya perkataanmu dapat memberikan kasih karunia kepada mereka yang mendengarnya” (Efesus 4:29). COL 336.4
“Dalam usaha memperbaiki atau membaharui orang lain, kita harus berhati-hati dengan perkataan kita. Perkataan kita dapat menjadi aroma hidup yang membawa kepada kehidupan, atau aroma mati yang membawa kepada kematian. Dalam memberikan teguran atau nasihat, banyak orang menggunakan kata-kata yang tajam dan keras, perkataan yang tidak cocok untuk menyembuhkan jiwa yang terluka. Melalui ungkapan-ungkapan yang tidak bijaksana ini, perasaan menjadi tersinggung, dan sering kali mereka yang bersalah justru terdorong untuk memberontak. Semua orang yang hendak membela prinsip-prinsip kebenaran perlu menerima minyak kasih dari surga. Dalam segala keadaan, teguran harus disampaikan dengan kasih. Dengan demikian, kata-kata kita akan memperbaiki dan bukan membangkitkan kemarahan atau kepahitan. Kristus melalui Roh KudusNya akan memberikan kekuatan dan kuasa. Itulah pekerjaanNya” COL 337.1
“Janganlah satu kata pun diucapkan tanpa pertimbangan. Tidak ada fitnah, tidak ada pembicaraan yang sembrono, tidak ada keluhan yang menggerutu atau saran yang tidak murni, yang akan keluar dari bibir orang yang mengikuti Kristus. Rasul Paulus, menuliskan melalui Roh Kudus, berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu.” Efesus 4:29. Perkataan kotor tidak hanya berarti kata-kata yang keji. Itu berarti mencakup setiap ungkapan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kudus dan agama yang murni dan tidak tercemar. Itu termasuk syarat yang tidak murni dan sindiran terselubung tentang kejahatan. Jika tidak segera ditolak, hal-hal ini akan menyebabkan dosa besar.” COL 337.2
Bacalah Amanat Agung dalam Matius 28: 18-20. Tuliskan berbagai pesan Yesus ketika Ia berkata "segala" atau "senantiasa" (dalam bahasa Yunani: pas).
Injil harus disampaikan, bukannya sebagai suatu teori yang tidak ada kehidupan dalamnya, melainkan sebagai tenaga hidup untuk mengubahkan kehidupan. Allah menghendaki agar para penerima anugerah-Nya menjadi saksi-saksi bagi kuasanya. Mereka yang tingkah lakunya paling menjijikkan bagi-Nya diterima-Nya dengan bebas, bila mereka bertobat, diberikan-Nya kepada mereka Roh Ilahi-Nya, ditempatkan-Nya mereka dalam kedudukan yang penuh tanggung jawab, dan diutus-Nya mereka ke dalam perkemahan orang-orang yang tidak setia untuk memasyhurkan kemurahan-Nya yang tidak berhingga. Ia menghendaki agar hamba-hamba-Nya memberikan kesaksian tentang kenyataan bahwa oleh anugerah-Nya manusia dapat memiliki tabiat yang serupa dengan Kristus, dan dapat bergembira dalam jaminan kasih-Nya yang besar, la menghendaki agar kita memberikan kesaksian tentang kenyataan bahwa Ia tidak dapat merasa puas sampai umat manusia dibaharui dan dikembalikan kepada martabatnya yang semula dalam hak mereka yang suci sebagai anak-anak-Nya. DA 826.2
Bacalah Kisah Para Rasul 1: 8 dan 4: 13. Seperti apakah kesaksian di gereja mula-mula? Dampak apakah yang diberikan Petrus dan Yohanes kepada mereka yang mendengarkan kesaksian mereka?
Di bawah pendidikan Kristus, murid-murid telah dituntun untuk merasa keperluan mereka akan Roh itu. Di bawah pengajaran Roh mereka menerima kecakapan terakhir, dan pergi kepada pekerjaan seumur hidup mereka. Mereka tidak lagi bodoh dan tidak beradab. Mereka bukan lagi kumpulan orang-orang yang berdiri sendiri atau elemen-elemen yang tidak selaras dan bertentangan. Tidak lagi pengharapan mereka didasarkan atas kebesaran duniawi. Mereka “dengan sehati,” “sehati dan sejiwa.” Kisah 2:46; 4:32. Kristus memenuhi pikiran mereka; kemajuan kerajaan-Nya adalah tujuan mereka. Dalam pikiran dan tabiat mereka telah menjadi seperti Tuhan mereka, dan manusia “mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.” Kisah 4:13. Acts 4:13. AA 45.2
Hari Pentakosta membawa mereka kepada penerangan surga. Kebenaran-kebenaran yang tidak dapat mereka pahami ketika Kristus berada bersama-sama dengan mereka, sekarang terbuka. Dengan iman dan jaminan yang mereka belum ketahui sebelumnya, mereka menerima ajaran-ajaran dari sabda Yang Kudus. Hal itu bukanlah suatu persoalan iman dengan mereka bahwa Kristus adalah Anak Allah. Mereka mengetahui bahwa, meskipun berpakaikan jubah kemanusiaan, Ia adalah sesungguhnya Mesias, dan mereka menceritakan pengalaman mereka kepada dunia dengan suatu keyakinan yang membawanya dengan keyakinan bahwa Allah beserta dengan mereka. AA 45.3
Setiap jiwa yang enggan menyerahkan dirinya kepada Allah adalah di bawah pengendalian kuasa yang lain. Ia bukanlah miliknya sendiri. Ia mungkin berbicara tentang kebebasan, tetapi ia berada dalam perhambaan yang paling hina. Ia tidak diperkenankan melihat keindahan kebenaran, karena pikirannya dikuasai Setan. Meskipun ia memuji dirinya bahwa ia sedang mengikuti bisikkan dari pertimbangannya sendiri, namun ia menaati kehendak putra kegelapan. Kristus datang untuk memutuskan belenggu perhambaan dosa dari jiwa. “Jikalau Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam .Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” Roma 8:2. DA 466.3
Dalam pekerjaan penebusan tidak ada paksaan. Tidak ada paksaan yang digunakan dari luar. Di bawah pengaruh Roh Allah, manusia diberi kebebasan memilih siapa yang hendak dilayaninya. Dalam perubahan yang terjadi bila jiwa berserah kepada Kristus, terdapatlah rasa kebebasan yang paling tinggi. Pembuangan dosa adalah tindakan jiwa itu sendiri. Memang benar, kita tidak mempunyai kuasa untuk membebaskan diri dari pengendalian Setan; tetapi bila kita ingin dibebaskan dari dosa, dan dalam keperluan kita yang besar berseru untuk mendapat kuasa di luar yang melebihi kuasa diri sendiri, maka kuasa jiwa dipenuhi dengan tenaga Ilahi dari Roh Kudus, dan mereka menaati bisikan dalam memenuhi kehendak Allah. DA 466.4
Satu-satunya keadaan yang memungkinkan kemerdekaan manusia ialah menjadi satu dengan Kristus. “Kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu,” dan Kristus ialah kebenaran itu. Dosa dapat menang hanya oleh melemahkan pikiran, dan membinasakan kebebasan jiwa. Takluk kepada Allah ialah pemulihan kepada diri sendiri—kemuliaan sejati dan keluhuran manusia. Hukum Ilahi, yang kepada-Nya kita harus takluk, adalah “hukum yang memerdekakan orang.” Yak. 2:12. DA 466.5
Bacalah 1 Petrus 3: 8-15. Apakah yang Firman Allah sampaikan kepada kita melalui ayat-ayat ini?
Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati. 1 Petrus 3:8. AG 234.1
“Kristus datang untuk membawa keselamatan yang dapat dijangkau oleh semua orang. Di atas salib Kalvari, Ia membayar harga penebusan yang tak terhingga untuk dunia yang hilang.... Misi-Nya adalah untuk orang berdosa, orang berdosa dari setiap tingkatan, dari setiap bahasa dan bangsa.... Orang yang paling sesat, yang paling berdosa, tidak diabaikan; pekerjaan-Nya terutama adalah untuk mereka yang paling membutuhkan keselamatan yang Ia bawa. Semakin besar kebutuhan mereka akan perubahan, semakin dalam minat-Nya, semakin besar simpati-Nya, dan semakin sungguh-sungguh pekerjaan-Nya. Hati-Nya yang penuh kasih tergerak hingga ke kedalamannya untuk orang-orang yang keadaannya sangat tidak berpengharapan dan yang sangat membutuhkan kasih karunia-Nya yang mengubahkan.... AG 234.2 “Kita harus memupuk semangat yang dengannya Kristus bekerja untuk menyelamatkan orang-orang yang sesat. Mereka sama berharganya bagi-Nya seperti kita. Mereka sama-sama mampu menjadi piala kasih karunia-Nya dan ahli waris kerajaan. Tetapi mereka rentan terhadap jerat musuh yang licik, rentan terhadap bahaya dan pencemaran, dan tanpa kasih karunia keselamatan Kristus, menuju kehancuran yang pasti.” Jika kita memandang masalah ini dengan benar, betapa semangat kita akan semakin membara dan upaya tulus serta penuh pengorbanan kita akan berlipat ganda, sehingga kita dapat mendekati mereka yang membutuhkan bantuan, doa, simpati, dan kasih sayang kita! 5T 605.2
“Hanya mereka yang hidup untuk Kristus dan menghormati nama-Nya yang setia kepada Guru mereka dalam berusaha menyelamatkan yang hilang. Kesalehan sejati pasti akan menunjukkan kerinduan yang mendalam dan kerja keras yang sungguh-sungguh dari Juruselamat yang disalibkan untuk menyelamatkan mereka yang untuknya Dia mati. Jika hati kita dilembutkan dan ditaklukkan oleh kasih karunia Kristus, dan bersinar dengan kesadaran akan kebaikan dan kasih Allah, akan ada luapan alami kasih, simpati, dan kelembutan kepada orang lain. Kebenaran yang dicontohkan dalam kehidupan akan mengerahkan kekuatannya, seperti ragi tersembunyi, kepada semua orang yang bersentuhan dengannya.” 5T 606.2
“Datanglah mendekat kepada Hati yang agung penuh kasih sayang, dan biarkan arus belas kasihan ilahi itu mengalir ke dalam hatimu dan dari dirimu ke hati orang lain. Biarlah kelembutan dan belas kasihan yang telah Yesus nyatakan dalam hidup-Nya yang berharga menjadi teladan bagi kita tentang bagaimana kita seharusnya memperlakukan sesama kita, terutama mereka yang adalah saudara-saudara kita di dalam Kristus. Banyak yang telah lemah dan berkecil hati dalam perjuangan hidup yang hebat, yang satu kata penyemangat dan dorongan yang baik akan menguatkan mereka untuk mengatasinya. Jangan pernah, jangan pernah menjadi tidak berperasaan, dingin, tidak simpatik, dan suka menghakimi. Jangan pernah kehilangan kesempatan untuk mengucapkan sepatah kata untuk menyemangati dan menginspirasi harapan. Kita tidak dapat mengatakan seberapa jauh jangkauan kata-kata kebaikan kita yang lembut, upaya kita yang seperti Kristus untuk meringankan beban seseorang. Orang yang tersesat tidak dapat dipulihkan dengan cara lain selain dalam roh kelemahlembutan, kelembutan hati, dan kasih sayang yang lembut.” 5T 612.3
Efraim, bangsa pilihan Allah, menyimpang dari Allah. Apakah yang dikatakan dalam Hosea 4: 17 dan Hosea 7 mengenai dosa-dosa Efraim?
“Melalui Amos, pekabaran Tuhan kepada Israel adalah: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup; tetapi janganlah mencari Betel, janganlah memasuki Gilgal, dan janganlah melewati Beersheba; sebab Gilgal pasti akan ditawan, dan Betel akan binasa. Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup.... Carilah Dia yang menjadikan tujuh bintang dan Orion, yang mengubah bayangan maut menjadi pagi, dan yang menjadikan siang gelap seperti malam; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi; TUHANlah nama-Nya.” Amos 5:4-8. RH February 5, 1914, par. 10
“‘Carilah kebaikan, dan bukan kejahatan, supaya kamu hidup; dan dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang telah kamu katakan. Bencilah kejahatan dan cintailah kebaikan, dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN Allah semesta alam akan berbelas kasih kepada sisa keturunan Yusuf.’ Ayat 14, 15. RH February 5, 1914, par. 11
“Tetapi jauh lebih banyak orang yang mendengar ajakan-ajakan itu menolak untuk mengambil manfaat darinya. Yang sangat bertentangan dengan keinginan jahat orang-orang yang tidak bertobat adalah perkataan salah seorang utusan Allah, sehingga imam penyembah berhala di Betel mengirim utusan kepada penguasa di Israel, katanya: “Amos telah bersekongkol melawan engkau di tengah-tengah umat Israel: negeri ini tidak sanggup menanggung semua perkataannya.” Amos 7:10. Dan melalui Hosea, Tuhan menyatakan: “Ketika Aku hendak menyembuhkan Israel, maka kejahatan Efraim dan kejahatan Samaria telah terungkap.” Hosea 7:1. “Kesombongan Israel menjadi saksi di hadapan-Nya: dan mereka tidak kembali kepada Tuhan Allah mereka, dan tidak mencari Dia meskipun demikian.” Ayat 10. RH February 5, 1914, par. 12
“Dari generasi ke generasi Tuhan bersabar terhadap anak-anak-Nya yang durhaka, sampai Ia tak dapat berbuat apa-apa lagi bagi mereka. “Hai Efraim,” seru-Nya, “apa yang akan Kulakukan bagimu? Hai Yehuda, apa yang akan Kulakukan bagimu? Sebab kebaikanmu seperti awan pagi, dan seperti embun pagi ia lenyap.” Hosea 6:4. RH February 5, 1914, par. 13
“Kejahatan yang telah melanda negeri dan meresapi semua lapisan masyarakat, telah menjadi tak tersembuhkan, dan atas Israel dijatuhkan hukuman yang mengerikan, “Efraim telah bergabung dengan berhala-berhala: biarkanlah dia sendiri.” Hosea 4:17. “Hari-hari penghakiman telah tiba, hari-hari pembalasan telah tiba; Israel akan mengetahuinya.” Hosea 9:7. “Mereka akan seperti awan pagi, dan seperti embun pagi yang lenyap, seperti sekam yang diterbangkan angin puting beliung dari tempat penyimpanan, dan seperti asap dari cerobong asap.” Hosea 13:3.” RH February 5, 1914, par. 14
Alih-alih menangisi anak yang sesat, Rahel diminta untuk memiliki pengharapan. Apa lagikah yang disampaikan dalam pasal ini? Baca Yeremia 31: 18-19.
Betapa berbedanya Efraim pada saat pembebasannya dibandingkan dengan keadaannya ketika ditawan! Dahulu ia seperti lembu liar; tetapi sekarang ia jinak.
“Gereja membutuhkan teguran dan hukuman yang keras. Tetapi teguran yang Allah kirimkan selalu disampaikan dengan kasih sayang yang lembut, dan dengan janji damai sejahtera bagi setiap orang percaya yang bertobat. “Barangsiapa mendengar suara-Ku dan membuka pintu, Aku akan masuk kepadanya dan makan bersama dia dan dia bersama Aku.” Wahyu 3:20. Orang-orang percaya dinasihati, “Berjaga-jagalah dan kuatkanlah apa yang masih tinggal, yang hampir mati.” “Aku datang segera: pegang teguhlah apa yang telah engkau miliki, supaya jangan seorang pun mengambil mahkotamu.” Ayat 2, 11.” TT 307.3
Zakharia 10 membagikan pesan-pesan yang indah tentang bagaimana Allah membawa umat-Nya kembali kepada-Nya. Bacalah pasal ini dengan perlahan dan perhatikan pesan-pesan utamanya.
Zakharia 10:6 – “Maka Aku akan memperkuat isi rumah Yehuda, dan Aku akan menyelamatkan isi rumah Yusuf, dan Aku akan membawa kembali mereka untuk menempatkan mereka ; karena Aku mengasihani akan mereka itu : dan mereka akan jadi seperti Aku tidak pernah membuang mereka : sebab Akulah Tuhan Allah mereka, dan Aku akan mendengarkan mereka itu.”
Sebutan - sebutan, “Aku akan memperkuat,” gantinya menyelamatkan, “isi rumah Yehuda,” dan “Aku akan menyelamatkan” gantinya memperkuat “isi rumah Yusuf,” mengandung arti bahwa isi rumah Yehuda diselamatkan sebelum isi rumah Yusuf diselamatkan, dan untuk menyelamatkan isi rumah Yusuf Ia memperkuat isi rumah Yehuda. Buah - buah kedua perlu diselamatkan, namun buah - buah pertama perlu dipersiapkan bagi tugas itu. Kedua-duanya dihimpunkan ke dalam suatu tempat, yaitu (“lumbung”, Kerajaan itu ). Tuhan berkenan memberikan ini kepada keduanya. Sebab Ia telah mengasihani mereka dan Ia akan melayani mereka seolah - olah mereka tidak pernah membuat Dia membuang akan mereka itu sebelumnya.
Zakhari 10:7 – “Maka mereka yang dari Efraim akan jadi bagaikan orang perkasa, dan hati mereka akan bersukacita seperti karena air anggur : sesungguhnya, semua anak mereka akan menyaksikannya, dan bergembira, hati mereka akan bersuka cita dalam Tuhan.”
Bapa-bapanya akan bergembira dan anak-anaknya akan menyaksikannya. Demikianlah Ia akan “membalikkan hati para bapa kepada anak-anaknya, dan hati segala anak kepada bapa-bapanya…” Mal. 4:6.
Zakharia 10:10 – “Aku juga akan membawa mereka kembali keluar dari negeri Mesir, dan mengumpulkan mereka dari Assiria; dan Aku akan membawa mereka ke dalam negeri Gilead dan Libanon; sehingga tempat tidak akan cukup bagi mereka.”
Orang - orang pilihan itu akan dikumpulkan dari mana - mana dan akan menyebar jauh sampai ke negeri Gilead dan Libanon. Tetapi pun pada waktu itu tempat akan terlalu kecil bagi mereka.
Zakharia 10:11,12 –”Maka ia akan mengarungi laut dengan kepicikan, dan akan memalu ombak - ombak di laut, dan segala kedalaman sungai akan kering: dan keangkuhan Assiria akan diturunkan, dan tongkat kerajaan Mesir akan berlalu. Maka Aku akan menguatkan mereka di dalam Tuhan; dan mereka akan pergi datang dalam nama-Nya demikianlah firman Tuhan.”
Artinya, tidak ada yang dapat menghalangi pengumpulan orang - orang itu. Setiap penghalang akan disingkirkan. Merajalelanya dosa akan diakhiri. Bangsa-bangsa yang pernah memperbudak umat Allah akan direndahkan, dan tongkat - tongkat kerajaaan mereka ( tahta-tahta mereka) akan lenyap.
Be strong in the Lord, walk up and down happy and without fear, saith the Lord.
Kuatkanlah dirimu di dalam Tuhan, berjalanlah turun dan naik dengan gembira dan tanpa takut, demikianlah firman Tuhan.
Pekerjaan yang telah dimulai Allah dalam hati manusia melalui terang dan pengetahuan Ilahi, harus terus berlanjut. “. . . Setiap individu harus menyadari kebutuhannya sendiri. Hati harus dikosongkan dari setiap kekotoran, dan dibersihkan untuk tempat tinggal Roh Kudus. Melalui pengakuan dan meninggalkan dosa, melalui doa yang sungguh-sungguh dan pengabdian diri kepada Allah, murid yang mula-mula mempersiapkan diri untuk pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Pekerjaan yang sama, hanya dalam tingkat yang lebih besar, harus dilakukan sekarang. Saat itu, manusia hanya perlu meminta berkat, dan menunggu Tuhan untuk menyempurnakan pekerjaan yang berkaitan dengannya. Allah-lah yang memulai pekerjaan itu, dan Dia akan menyelesaikan pekerjaan-Nya, menjadikan manusia sempurna di dalam Yesus Kristus. Tetapi tidak boleh ada pengabaian terhadap kasih karunia yang dilambangkan oleh hujan awal itu.”
“Hanya mereka yang hidup sesuai dengan terang yang mereka miliki, yang akan menerima terang yang lebih besar. Kecuali kita setiap hari maju dalam meneladani kebajikan-kebajikan Kristen yang aktif, kita tidak akan mengenali manifestasi Roh Kudus dalam hujan akhir zaman. Mungkin hujan itu turun di hati orang-orang di sekitar kita, tetapi kita tidak akan memahaminya atau menerimanya.” “Testimonies to Ministers,” hlm. 507.