
“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” KJV - Filipi 1:6
Untuk menjadi seorang Kristen dalam pemandangan Allah anda harus tidak pernah memuji dirimu sendiri, melainkan anda harus memuji Allah dan kebaikan-Nya. Jangan sekali menyombongkan dirimu karena kepentingan-kepentingan dan hasil-hasil usahamu sendiri, melainkan banggakanlah dirimu karena kepentingan-kepentingan Allah dan hasil-hasil pekerjaan-Nya. Jangan sekali mencoba untuk mempromosikan usahamu sendiri, melainkan selalu mencoba mempromosikan pekerjaan Allah. Jangan sekali berdoa memohonkan terang untuk mengetahui apa yang akan dilakukan, dan kemana harus pergi agar supaya usahamu, kepentingan-kepentinganmu dapat maju berkembang, melainkan supaya berdoa memohonkan terang agar kiranya Allah dapat menolong kamu melaksanakan perkara atau pergi ke mana anda dapat membaktikan diri dengan baik dalam pekerjaan-Nya, supaya kiranya dapat Ia memimpin anda dan mengajarkan anda bagaimana caranya memajukan kerajaan-Nya. Kemudian, dan hanya kemudian daripada itu, anda akan mengetahui bahwa anda tidak pernah berjalan salah! Setiap motif yang lain daripada ini akan membawa anda dimana tidak Allah kehendaki, dan di mana anda akan harus memikul sendiri beban anda tanpa bantuan-Nya.
Oleh sebab itu apabila anda menjadikan Kerajaan Allah itu perhatian anda yang terutama, maka anda akan pasti menemukan diri anda pada tempat yang benar pada waktu yang tepat, melaksanakan perkara yang benar dan memungut hasil berkat-berkat Allah yang kaya. Maka anda boleh merasa yakin bahwa Ia akan membuka jalan dan akan membawa anda ke mana anda kehendaki bahkan kalaupun Ia harus mengeluarkan anda dari dalam sumur, dan memberitahukan kepada orang-orang keturunan Ismael itu untuk membawa anda ke Mesir dan menaruh anda bekerja di dalam rumah Potifar. Bahkan Ia mungkin sekali harus memasukkan anda ke dalam penjara sebelum Ia mendudukkan anda bersama dengan Firaun di atas tahta. Atau Ia akan membuat anda lari meninggalkan Mesir dan menugaskan anda menjaga domba-domba di sekeliling Gunung Horeb. Ia mungkin akan membawa anda menghadapi Laut Merah sementara orang-orang Mesir mengejar anda dari belakang. Ia mungkin akan membawa anda ke dalam padang belantara dimana tidak ada makanan ataupun air. Singa dan beruang mungkin akan datang merebut domba-dombamu. Goliat akan datang membunuh umatmu, dan raja mungkin akan mencampakkan anda ke dalam dapur api, atau ke dalam kandang singa.
Bacalah Filipi 1: 3–8. Untuk apakah Paulus bersyukur? Penghiburan apakah yang ia berikan kepada jemaat di Filipi, dan mengapa hal itu penting?
“Dalam surat Paulus kepada jemaat di Filipi, ia berkata, “Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” Filipi 1:1-6 13LtMs, Ms 151, 1898, par. 38
“Marilah kita semua menjadikan semangat ini milik kita. Rasul Paulus merasa bersyukur karena jemaat di Filipi telah bertobat kepada iman, dan setelah memberikan berkatnya kepada mereka, ia mengungkapkan rasa syukurnya, “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.” [Ayat 3, 4]. Inilah seharusnya sikap para pelayan Tuhan terhadap jemaat-jemaat yang baru menerima iman; dan inilah seharusnya sikap jemaat-jemaat yang berbuat baik dan memiliki karakter seperti Kristus, agar para pelayan Tuhan yang telah bekerja keras bagi mereka dapat memohon kepada Allah bagi mereka dengan sukacita. 13LtMs, Ms 151, 1898, par. 39
“Rasul Paulus melihat alasan, karena ketulusan iman mereka, untuk yakin bahwa Dia yang telah memulai pekerjaan baik di dalam mereka akan menyelesaikannya sampai hari Yesus Kristus. Mereka senantiasa mengingat hari Kristus. Inilah pekerjaan kita. Melalui tulisan dan suara kita harus mendorong jemaat-jemaat yang baru bertobat. Ada keharmonisan, persekutuan Kristen, persatuan yang penuh kasih antara Paulus dan Timotius bagi orang-orang Kristen yang baru bertobat itu. Bagi mereka, prospek itu menggembirakan bahwa mereka akan melanjutkan pekerjaan baik yang telah dimulai bagi mereka. “Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.” [Ayat 7.] Ia mengikat orang-orang yang baru bertobat dengan kasih sayang hatinya sendiri. 13LtMs, Ms 151, 1898, par. 40
“Tuhan ingin kita di sini pagi ini untuk mempelajari pelajaran tentang kelembutan dan belas kasihan. ‘Karena Allah adalah saksiku,’ kata Paulus, ‘betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,’” [Ayat 8, 9.] 13LtMs, Ms 151, 1898, par. 41
“Kita harus mempertimbangkan pernyataan ini. Kita harus meningkatkan pemahaman yang lebih cerdas dan lebih baik tentang apa yang Allah tuntut dari kita. Kita harus menjadi pelajar yang sungguh-sungguh dan penuh minat, tidak terpaku pada tingkat yang rendah, melainkan meningkat ke tingkat yang tinggi dan kudus. Meskipun saudara-saudara ini dipuji oleh Paulus, mereka didorong untuk terus maju, dan tidak puas dengan pencapaian mereka saat ini. Mereka harus dengan tekun meningkatkan kasih, dan berlimpah dalam pengetahuan dan dalam segala hal kebijaksanaan.” 13LtMs, Ms 151, 1898, par. 42
“Maka biarlah pujian dan ucapan syukur mengalir dari hatimu, supaya pengaruhmu diberkati, supaya hatimu dikuatkan dan bersukacita di dalam Allah. Perkataanmu mengandung kebaikan atau kejahatan. Kiranya Allah menolong kita untuk menjadi rekan kerja-Nya, dan ketika kamu dengan rendah hati dan penuh doa berusaha untuk menerangi orang lain, kamu akan tersembunyi di dalam Kristus. Dan malaikat-malaikat Allah akan memberikan kesan yang diberkati pada hati orang-orang yang kamu usahakan untuk selamatkan.” 13LtMs, Ms 151, 1898, par. 43
Bacalah doa Paulus dalam Filipi 1: 9-11. Apakah fokus doanya, dan permintaan besar apakah yang ia sampaikan? Apakah yang dia katakan tentang doa?
“Di mana ada kehidupan, di situ akan ada pertumbuhan dan berbuah; tetapi jika kita tidak bertumbuh dalam kasih karunia, kerohanian kita akan menjadi kerdil, lemah, dan tidak berbuah. Hanya dengan bertumbuh dan berbuah, kita dapat memenuhi tujuan Allah bagi kita. “Di sinilah Bapa-Ku dimuliakan,” kata Kristus, “yaitu jika kamu berbuah banyak” (Yohanes 15:8). Untuk berbuah banyak, kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya hak istimewa yang kita miliki. Kita harus menggunakan setiap kesempatan yang diberikan kepada kita untuk memperoleh kekuatan. ST June 12, 1901, par. 2
“Sifat yang murni dan mulia, dengan segala kemungkinannya yang besar, telah disediakan kepada setiap manusia. Namun, banyak orang yang tidak memiliki kerinduan yang sungguh-sungguh untuk memiliki sifat semacam itu. Mereka tidak bersedia melepaskan kejahatan agar dapat memperoleh kebaikan. Kesempatan besar telah ditempatkan dalam jangkauan mereka. Namun, mereka mengabaikan berkat-berkat yang dapat menempatkan mereka dalam keselarasan dengan Allah. Mereka bekerja dengan tujuan yang bertentangan dengan Dia yang menginginkan kebaikan mereka. Mereka adalah cabang-cabang mati, yang tidak memiliki ikatan hidup dengan Pokok Anggur. Mereka tidak dapat tumbuh.” ST June 12, 1901, par. 3
“Salah satu rencana ilahi untuk pertumbuhan adalah pemberian. Orang Kristen memperoleh kekuatan dengan menguatkan orang lain. “Barangsiapa yang memberi minum, ia pun akan diberi minum” (Amsal 11:25). Ini bukan sekadar janji; ini adalah hukum ilahi, hukum yang dengannya Allah merancang agar aliran kebaikan, seperti air laut yang luas, tetap mengalir terus-menerus, selalu kembali ke sumbernya. Dalam pelaksanaan hukum ini terletak rahasia pertumbuhan rohani.” ST June 12, 1901, par. 4
“Kita dapat menjadi lebih dari sekadar pemenang melalui Dia yang telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita. Jika kita datang kepada Allah dengan iman, Dia akan menerima kita dan memberi kita kekuatan untuk naik menuju kesempurnaan. Jika kita memperhatikan setiap perkataan dan perbuatan, agar kita tidak melakukan apa pun yang menghina Dia yang telah mempercayakan kita, jika kita memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan kepada kita, kita akan bertumbuh menjadi pria dan wanita yang sempurna di dalam Kristus. Janji-janji yang sangat besar dan berharga telah diberikan kepada kita agar kita dapat melakukan hal ini.” ST June 12, 1901, par. 6
“Saudara-saudara seiman, apakah Kristus telah dinyatakan di dalam kita? Apakah kita melakukan segala daya upaya untuk memperoleh tubuh yang tidak mudah lemah, pikiran yang melihat melampaui diri sendiri untuk memahami sebab dan akibat dari setiap tindakan, yang mampu menghadapi masalah-masalah sulit dan menaklukkannya, serta kehendak yang teguh untuk melawan kejahatan dan membela kebenaran? Apakah kita menyalibkan diri kita sendiri? Apakah kita bertumbuh menjadi pria dan wanita sejati di dalam Kristus, bersiap untuk menanggung penderitaan sebagai prajurit salib yang baik?” ST June 12, 1901, par. 8
Bacalah Filipi 1: 12-18. Bagaimanakah Paulus memandang pemenjaraannya? Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari sikapnya, meskipun ia berada dalam keadaan yang sulit?
Ada suatu pelajaran bagi kita dalam pengalaman Paulus ini, karena hal itu menyatakan jalan Allah untuk bekerja. Tuhan dapat memberikan kemenangan yang nampaknya kepada kita boleh jadi penaklukan dan kekalahan. Kita ada dalam bahaya melupakan Allah, melihat pada perkara-perkara yang kelihatan, gantinya memandang dengan mata iman perkara-perkara yang tidak kelihatan. Bila kemalangan atau malapetaka datang, kita bersedia untuk membebankan kepada Allah dengan kelalaian dan kebengisan. Jika Ia melihat cocok untuk memotong kegunaan kita dalam beberapa bagian, kita bersusah, tidak memikirkan bahwa dengan berbuat demikian Allah boleh mengerjakan untuk kebaikan kita. Kita perlu belajar bahwa hukuman adalah sebagian dari rencana Allah yang besar dan di bawah cambuk kesusahan, orang Kristen kadang-kadang boleh berbuat lebih banyak untuk Tuhan dari pada bila ia giat bekerja. KR 406.1
Sebagai teladan mereka dalam kehidupan Kristen, Paulus menunjukkan orang-orang Filipi kepada Kristus, yang “walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” KR 406.2
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih,” ia meneruskan, “kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Aliahlah mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintangbintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.” KR 406.3
Perkataan ini dicatat untuk menolong setiap jiwa yang bergumul. Paulus meninggikan ukuran kesempurnaan dan menunjukkan bagaimana itu dapat dicapai. Karena itu “tetaplah kerjakan keselamatanmu” ia mengatakan, “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu.” KR 406.4
Bacalah Kolose 1: 3-8. Apakah Tiga hal yang membuat Paulus bersyukur kepada Tuhan?
“‘Anda akan melihat bahwa isi surat ini bukan berupa keluhan, melainkan ucapan syukur dan pujian kepada Allah. Surat ini ditujukan “kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil. Kolose 1:2-5. 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 2
“Di sini disajikan alasan-alasan terpenting mengapa kita harus selalu penuh syukur, memupuk kasih kepada Tuhan dan selalu mengungkapkan kasih itu dalam setiap doa yang dipanjatkan untuk orang-orang kudus. Ini berarti bahwa kita harus selalu mengingat akan kata-kata Injil, kebenaran yang telah datang kepada kita untuk melembutkan, menundukkan, dan meluluhkan hati kita menjadi kelembutan, sehingga terlihat dalam kata-kata bahwa kita memiliki iman di dalam hati kita yang bekerja melalui kasih dan menyucikan jiwa.” 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 3
“...yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.” Verses 6-8. 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 4
“Inilah buah yang Tuhan harapkan dari setiap orang, yaitu kasih kepada Kristus; dan kasih yang sama yang telah Kristus nyatakan kepada jiwa-jiwa yang datang untuk diselamatkan-Nya, harus kita semua pelihara dan nyatakan dalam hidup dan karakter kita. Maka kita tidak akan mengeluh, tidak akan mencari-cari kesalahan, dan tidak akan mengkritik. Ungkapan ketidakpuasan menyakiti setiap jiwa yang mengucapkan kata-kata yang mengecewakan. Kita memiliki begitu banyak hal yang dapat kita renungkan yang menggembirakan, mendorong, dan membangkitkan semangat.” 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 5
“Rasul itu terdorong oleh kabar baik itu, yang lahir dari kasih dalam Roh dari mereka yang mengenal kasih karunia Allah dalam kebenaran; iman itu adalah sesuatu yang sejati. Iman itu bekerja seperti ragi yang baik, sebagaimana kebenaran Injil selalu bekerja ketika diterima dengan segala kasih karunia yang berharga ke dalam hati.” 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 6
“Betapa besar kesaksian yang dapat diberikan setiap orang jika ia mau membuka jendela jiwanya ke arah surga dan menutup rapat jendela jiwanya ke arah duniawi—jendela-jendela yang melaluinya debu dan sampah duniawi masuk ke dalam hati, yang merusak pengalaman yang Tuhan rancang untuk setiap orang percaya di dalam Kristus! Kita diberi hak istimewa untuk merenungkan segala hal surgawi dan memandangnya dengan mata iman.” 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 7
Bacalah Kolose 1: 9-12. Apakah permohonan khusus yang Anda temukan dalam doa Paulus?
“Mari kita pertimbangkan janji-janji yang menjamin kita dapat menjadi anak-anak Allah. Mari kita pelajari doa Paulus untuk saudara-saudaranya di Kolose. “Karena itu,” tulisnya, “sejak hari kita mendengarnya, kita tidak henti-hentinya berdoa untuk kalian, dan berharap agar kalian dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak-Nya dalam segala hikmat dan pengertian rohani; agar kalian hidup layak di hadapan Tuhan, menyenangkan-Nya dalam segala hal, berbuah dalam setiap pekerjaan yang baik, dan bertambah dalam pengetahuan akan Allah; diperkuat dengan segala kuasa, sesuai dengan kuasa-Nya yang mulia, untuk segala kesabaran dan ketekunan dengan sukacita.” [Kolose 1:9-11.].17LtMs, Lt 179, 1902, par. 21
“Betapa lengkapnya doa ini! Tidak ada batas bagi berkat-berkat yang menjadi hak istimewa kita untuk menerimanya. Kita dapat ‘dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak-Nya.’” [Ayat 9.] Roh Kudus tidak akan pernah mengilhami Paulus untuk mengucapkan doa ini atas nama saudara-saudaranya, jika tidak mungkin bagi mereka untuk menerima jawaban dari Allah sesuai dengan permohonan tersebut. Karena hal ini, kita tahu bahwa kehendak Allah dinyatakan kepada umat-Nya ketika mereka membutuhkan pemahaman yang lebih jelas tentang kehendak-Nya. 17LtMs, Lt 179, 1902, par. 22
“Kepada jemaat di Efesus, Paulus menulis: “Karena itu aku berlutut di hadapan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, dari siapa seluruh keluarga di sorga dan di bumi mengambil namanya, supaya Ia mengaruniakan kepadamu, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, untuk dikuatkan dengan kuasa oleh Roh-Nya di dalam manusia batinmu; supaya Kristus diam di dalam hatimu oleh iman; supaya kamu, yang telah ditanamkan dan didasarkan dalam kasih, dapat memahami bersama-sama dengan semua orang kudus apa itu lebar, panjang, dalam, dan tinggi; dan untuk mengenal kasih Kristus, yang melampaui pengetahuan, supaya kamu dipenuhi dengan segala kepenuhan Allah. Sekarang kepada Dia yang berkuasa melakukan jauh melebihi segala yang kita minta atau pikirkan, sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam kita, kepada-Nyalah kemuliaan di dalam gereja oleh Kristus Yesus sepanjang segala zaman, sampai selama-lamanya.” [Efesus 3:14-21.]17LtMs, Lt 179, 1902, par. 23
“Di sini ditunjukkan kemungkinan-kemungkinan kehidupan Kristen. Betapa jauh gereja saat ini dari mencapai standar ini! Pertengkaran, perselisihan, kesombongan pendapat, pengagungan diri—diri, diri, diri—semua ini terlihat pada mereka yang mengaku sebagai pengikut Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Kapan kita akan terbangun? Kapan kita akan memenuhi harapan Kristus?”17LtMs, Lt 179, 1902, par. 24
“Bukankah kita seharusnya bersatu dengan doa Kristus dan doa Paulus, dan, dalam persekutuan kudus seperti itu, memperkaya pengalaman kita dengan kata-kata kasih yang berharga dan kesopanan sejati serta tata krama Kristen, ‘dipenuhi dengan buah-buah kebenaran, yang oleh Yesus Kristus, untuk kemuliaan dan pujian Allah’?” SW June 18, 1903, par. 10
“Segera saudara-saudara itu bergegas naik ke kapal, karena kapal yang ditumpangi Paulus dan rombongannya akan berlayar untuk melanjutkan perjalanan mereka. Tetapi rasul itu sendiri memilih jalan darat yang lebih pendek antara Troas dan Asos, berjumpa dengan sahabat-sahabatnya di kota yang terakhir. Keadaan ini memberikan sedikit waktu untuk merenung dan berdoa. Kesulitan-kesulitan dan bahaya-bahaya sehubungan dengan kunjungan berikutnya ke Yerusalem, sikap gereja di sana terhadap dia dan pekerjaannya, sama seperti keadaan sidang-sidang dan minat pekerjaan Injil di daerah-daerah menjadi tujuan pikiran yang sungguh-sungguh, ia mengambil kesempatan istimewa untuk mencari Allah bagi kekuatan dan bimbingan. AA 391.4
”Berdoalah di dalam kamarmu; demikian pula ketika engkau berangkat menuju pekerjaanmu sehari-hari biarlah hatimu sering diangkat kepada Allah. Dengan demikianlah Henoch berjalan bersama Allah. Doa sendirian ini bangkit bagai bau-bauan yang harum di hadapan tahta kemurahan. Setan tidak dapat menaklukkan orang yang hatinya selalu berharap pada Allah.” SC 98.3
“Tiada tempat dan waktu yang tidak cocok untuk menghadapkan satu permohonan kepada Allah. Tiada sesuatu yang dapat mencegah kita daripada mengangkat hati kita di dalam doa yang sungguh-sungguh. Di jalan-jalan yang ramai, di tengah-tengah segala kesibukan dagang, kita dapat melayangkan sebuah permohonan kepada Allah, memohon bimbingan ilahi, seperti yang telah dilakukan Nehemia ketika dia mengadakan permohonan di hadapan Raja Artahsasta. Satu hubungan yang intim dapat diperoleh di manapun kita berada. Kita harus mempunyai hati yang senantiasa terbuka dengan doa yang selalu dilayangkan supaya Yesus dapat datang dan tinggal sebagai tamu surga di dalam jiwa.” SC 99.1