Kesetiaan Tertinggi: Beribadah di Zona Perang

Pelajaran 7, Triwulan 4, 8 November–14 November 2025

img rest_in_christ
Bagikan Pelajaran ini
Download PDF

Sabat Sore, 8 Nopember

Ayat Hafalan:

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kerajaannya; dan semua perkara ini akan ditambahkan kepadamu KJV — Matius 6:33


“Operasi militer sekarang dihentikan, agar supaya segenap bangsa Israel bisa mengambil bagian dalam satu upacara keagamaan yang khidmat. Orang banyak rindu sekali untuk memperoleh tempat tinggal di Kanaan; karena sampai saat itu mereka belum mempunyai rumah atau tanah untuk keluarga mereka, tetapi pekerjaan yang penting ini harus ditunda, oleh karena ada satu tugas yang lebih mulia yang memerlukan perhatian mereka yang utama.” PP 499.2

“Sebelum mewarisi pusaka mereka, mereka harus membarui perjanjian setia mereka kepada Allah. Di dalam petunjuk-petunjuk Musa yang terakhir, telah dua kali perintah diberikan agar suku-suku bangsa itu dihimpun di atas bukit Ebal dan Gerizim, di Sikhem, untuk pengakuan yang khidmat akan hukum Allah. Di dalam penurutan kepada perintah ini segenap bangsa itu, bukan hanya kaum lelaki, tetapi “perempuan - perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta” telah meninggalkan perkemahan mereka di Gilgal, dan berjalan melalui negeri musuh-musuh mereka, menuju Lembah Sikhem, dekat dengan pusat negeri itu. Sekalipun dikelilingi oleh musuh-musuh mereka yang belum dikalahkan, mereka aman di bawah perlindungan Allah selama mereka setia kepada-Nya. Sekarang, seperti halnya pada zaman Yakub, “kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka” (Kejadian 35:5), dan bangsa Israel itu pun tidak mendapat gangguan.” PP 499.3

“Tempat yang telah ditetapkan untuk upacara yang khidmat ini adalah satu tempat yang suci sehubungan dengan sejarah dari leluhur mereka. Di tempat inilah Abraham telah mendirikan mezbahnya yang pertama bagi Tuhan di negeri Kanaan. Disinilah, baik Abraham dan juga Yakub telah mendirikan kemah mereka. Di tempat inilah Yakub telah membeli sebidang tanah di mana suku-suku bangsa itu harus menguburkan mayat Yusuf. Di tempat ini jugalah terdapat sumur yang telah digali oleh Yakub, dan pohon kayu jati tempat ia menguburkan patung-patung berhala rumah tangganya.” PP 499.4

Minggu, 9 November

Perjanjian Lebih Dahulu


Bacalah Yosua 5: 1-7. Mengapa Tuhan memerintahkan Yosua untuk menyunat generasi kedua bangsa Israel pada masa penaklukan ini?

 Karena manusia sekali lagi berpaling dari Allah, Tuhan telah memilih Abraham, tentang dia, TUHAN berkata, “Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepadaKu, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.” Kejadian 26:5. Kepadanya diberikan upacara sunat, yang menjadi satu tanda bahwa mereka yang menjalankannya telah diserahkan kepada pelayanan akan Allah—satu janji bahwa mereka akan tetap memisahkan diri dari penyembahan berhala, dan akan menurut hukum Allah. PP 363.2

Jikalau manusia telah menurut hukum Allah, sebagaimana yang telah diberikan kepada Adam setelah kejatuhannya, telah dipelihara oleh Nuh dan diturut oleh Abraham, maka tidak perlu diadakan upacara sunat. Dan jikalau keturunan Abraham telah memelihara perjanjian itu, untuk mana sunat adalah merupakan satu tanda, mereka tidak akan pernah terjerat oleh penyembahan berhala, dan tidak perlu bagi mereka untuk menderita perbudakan di Mesir; mereka akan memelihara hukum Allah di dalam pikiran mereka, dan hukum itu tidak perlu diumumkan dari Sinai atau diukir di atas loh batu. Dan kalau bangsa itu mempraktikkan prinsip-prinsip Sepuluh Hukum itu, maka tidak perlu petunjuk-petunjuk tambahan diberikan kepada Musa. PP 364.2

Tidak jauh dari Yordan bangsa Israel telah mendirikan perkemahan mereka yang pertama di Kanaan. Di tempat ini Yosua “telah menyunat bangsa Israel,” “sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah.” Ditiadakannya upacara sunat semenjak pemberontakan di Kadesy telah menjadi satu bukti yang tetap kepada Israel bahwa perjanjian mereka dengan Allah, untuk mana upacara itu merupakan sebagai lambang yang telah ditetapkan, telah dibatalkan. Dan dihentikannya upacara Paskah, peringatan kelepasan mereka dari Mesir, telah menjadi satu bukti murka Tuhan terhadap keinginan mereka untuk kembali ke tanah perbudakan. Namun demikian, sekarang tahun-tahun penolakan itu telah berakhir. Sekali lagi Allah telah mengakui Israel sebagai umat-Nya dan tanda perjanjian itu pun dipulihkan kembali. Upacara sunat dilaksanakan terhadap semua orang Israel yang telah dilahirkan di padang gurun. Dan TUHAN menyatakan kepada Yosua, “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu,” dan sebagai peringatan terhadap hal ini, tempat perkemahan mereka itu disebut Gilgal, “satu penolakan.” PP 485.2

Bangsa-bangsa kafir telah menghina Tuhan dan umat-Nya oleh sebab orang Israel telah gagal memiliki Kanaan, sebagaimana yang mereka harapkan, begitu meninggalkan Mesir. Musuh-musuh mereka telah menang oleh sebab Israel telah mengembara begitu lama di padang belantara, dan mereka telah menyatakan dengan penuh olok-olokan bahwa Allah Israel tidak sanggup membawa mereka ke dalam Tanah Perjanjian. Dengan nyata Tuhan sekarang telah menunjukkan kuasa dan kasihan-Nya dengan membelah Sungai Yordan di hadapan umat-Nya, dan musuh-musuh mereka pun tidak lagi menghina mereka. PP 486.1

Senin, 10 November

Paskah


Mengapa penting bahwa Yosua memilih untuk merayakan Paskah meskipun ada tugas yang mendesak dan besar untuk merebut Tanah Perjanjian? Bacalah Yos. 5: 10; Kel. 12: 6; Im. 23: 5; Bil. 28: 16; Ul. 16: 4, 6.

 Tuhan mengumumkan: “Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, …. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.” PP 274.2

Untuk memperingati kelepasan yang besar ini satu upacara perayaan harus diadakan setiap tahun oleh orang Israel di dalam generasi-generasi mendatang. “Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi Tuhan turun temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.” Apabila mereka mengadakan pesta perayaan itu pada tahun-tahun mendatang, mereka harus menceritakan kembali kepada anak-anak mereka cerita tentang kelepasan yang besar itu, sebagaimana yang diperintahkan oleh Musa kepada mereka, “Maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi Tuhan yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir; ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” PP 274.3

Dan dihentikannya upacara Paskah, peringatan kelepasan mereka dari Mesir, telah menjadi satu bukti murka Tuhan terhadap keinginan mereka untuk kembali ke tanah perbudakan. PP 485.2

“Pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang,” Paskah itu telah dirayakan di dataran Yerikho. “Lalu pada hari sesudah Paskah, mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga. Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.” Tahun-tahun yang lama dari pengembaraan mereka di padang belantara telah berakhir. Kaki orang Israel akhirnya menginjak Tanah Perjanjian itu. PP 486.2

Selasa, 11 November

Mezbah Pembaruan


Apakah motivasi Yosua membangun mezbah bagi Tuhan? Bacalah Yosua 8:30,31; bandingkan dengan Ulangan 11:26-30, Ulangan 27:2-10.

Sebelum mewarisi pusaka mereka, mereka harus membaharui perjanjian setia mereka kepada Allah. PB2 92.3

Sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan oleh Musa, satu tugu yang terbuat dari batu-batu besar telah didirikan di atas bukit Ebal. Di atas batu-batu ini, yang sebelumnya telah dilapisi oleh kapur, hukum itu telah disuratkan—bukan hanya hukum yang telah diucapkan dari atas Sinai dan yang telah diukirkan pada dua loh batu, tetapi juga hukum-hukum yang telah disampaikan kepada Musa, dan olehnya telah disuratkan di dalam sebuah buku. Di samping tugu ini juga didirikan sebuah mezbah yang dibuat dari satu batu yang tidak dipahat, yang di atasnya korban-korban dipersembahkan kepada Tuhan. Kenyataan bahwa mezbah itu telah didirikan di atas bukit Ebal, bukit di atas mana kutuk itu ditempatkan, mengandung arti, bahwa oleh sebab pelanggaran-pelanggaran mereka terhadap hukum Allah, Israel telah menerima murka Allah dengan adil, dan bahwa hukuman itu akan segera dijatuhkan, jikalau bukan karena penebusan Kristus, telah digambarkan oleh mezbah korban itu. PB2 93.2

Enam dari antara suku-suku bangsa itu—semua turunan dari Lea dan Rakhel ditempatkan di atas bukit Gerizim; sementara mereka yang berasal dari turunan hamba-hamba, bersama-sama dengan Ruben dan Zebulon, mengambil tempatnya di atas bukit Ebal, imam-imam dengan peti perjanjian berada di lembah di antara kedua bukit itu. Bunyi terompet menandakan bahwa mereka harus berdiam; dan kemudian di tengah-tengah keheningan ini, dan di hadapan perhimpunan orang banyak ini, Yusak, sambil berdiri di samping peti perjanjian itu, membacakan berkat-berkat yang akan mengikuti penurutan kepada hukum Allah. Semua suku bangsa yang berada di atas bukit Gerizim menyahutnya dengan menyebutkan Amin. Kemudian ia membacakan kutuk-kutuk, dan suku-suku bangsa yang ada di atas bukit Ebal dengan cara yang sama memberikan jawab mereka, ribuan suara itu bersatu padu seolah-olah suara dari satu orang saja dalam memberikan sahutan mereka yang khidmat. Sesudah itu dibacakanlah hukum Allah, bersama-sama dengan segala peraturan-peraturan yang telah diberikan kepada mereka oleh Musa. PB2 93.3

Rabu, 12 November

Ditulis di Atas Batu


Bacalah Yosua 8: 32-35. Apakah makna dari tindakan yang digambarkan dalam ayat-ayat ini, dan apakah yang seharusnya dikatakannya kepada kita saat ini?

 Tempat yang telah ditetapkan untuk upacara yang khidmat ini adalah satu tempat yang suci sehubungan dengan sejarah dari leluhur mereka. Di tempat inilah Abraham telah mendirikan mezbahnya yang pertama bagi Tuhan di negeri Kanaan. Di sinilah, baik Abraham dan juga Yakub telah mendirikan kemah mereka. Di tempat inilah Yakub telah membeli sebidang tanah di mana suku-suku bangsa itu arus menguburkan mayat Yusuf. Di tempat ini jugalah terdapat sumur yang telah digali oleh Yakub, dan pohon kayu jati tempat ia menguburkan patung-patung berhala rumah tangganya. PP 499.4

Tempat yang telah dipilih itu adalah satu tempat yang paling indah di seluruh tanah Palestina, dan layak dipakai sebagai satu tempat diadakannya upacara yang hebat dan mengesankan itu. Lembah yang indah itu, padang-padang hijaunya yang ditandai oleh kebun-kebun pohon zaitun, diairi oleh anak-anak sungai dari mata air yang hidup, dan dihiasi oleh bunga-bunga liar, terbentang menarik sekali di antara bukit-bukit yang tandus. Ebal dan Gerizim, yang terletak berhadapan di kedua tepi lembah itu, dan berdekatan satu dengan yang lainnya, lereng-lereng sebelah bawahnya seolah-olah membentuk satu mimbar alam, setiap kata yang diucapkan dari atas bukit yang satu dengan jelas terdengar sampai kepada yang lainnya, lereng-lerengnya memberikan ruangan yang cukup untuk menampung orang banyak itu. PP 500.1

Mengapa perlu menulis salinan perjanjian itu pada sebuah tugu yang dapat dilihat oleh semua orang? (Lihat Ul. 4:31; Ul. 6:12; Ul. 8:11, 14; 2 Raj. 17:38; Mzm. 78:7.)

 Israel telah menerima hukum itu langsung dari mulut Allah di Sinai; dan peraturan-peraturannya yang suci itu, yang ditulis oleh tangan-Nya sendiri, masih tetap disimpan di dalam tabut perjanjian itu. Sekarang hukum itu telah dituliskan kembali dimana semua orang dapat membacanya. Semua mendapat kesempatan untuk melihat dengan mata mereka sendiri syarat-syarat perjanjian di bawah mana mereka akan mewarisi negeri Kanaan. Semuanya harus menyatakan penerimaan mereka akan syarat-syarat perjanjian itu, dan memberikan persetujuan mereka kepada berkat-berkat atau kutuk-kutuk, bergantung atas penurutan atau pelanggaran mereka. Hukum itu bukan hanya dituliskan di atas batu-batu peringatan itu saja, tetapi dibacakan oleh Yosua sendiri di hadapan segenap bangsa Israel. Baru beberapa minggu berlalu semenjak Musa memberikan seluruh kitab Ulangan dalam khotbahnya kepada segenap bangsa itu, namun demikian sekarang Yosua membacakan hukum itu sekali lagi. PP 500.4

Bukan hanya kaum lelaki Israel saja, melainkan juga “seluruh kaum wanita dan anak-anak kecil” mendengar pembacaan hukum itu, karena adalah penting bagi mereka untuk mengetahui dan melakukan tugas mereka. Allah telah memerintahkan Israel sehubungan dengan hukum-Nya: “Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu,... supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.” Ulangan 11:18-21. PP 503.1

Kamis, 13 November

Kerinduan akan Kehadiran-Nya


Bacalah Yosua 18: 1, 2. Kegiatan apakah yang membuat Yosua menghentikan sementara proses pembagian negeri itu?

Hingga saat ini Gilgal telah menjadi markas besar bangsa itu, dan tempat kedudukan kaabah. Tetapi sekarang kaabah itu harus dipindahkan ke tempat yang telah dipilih sebagai tempatnya yang tetap. Tempat itu adalah Silo, sebuah kota kecil di tanah Efrayim. Itu terletak dekat dengan pusat negeri itu, dan mudah untuk didatangi oleh semua suku-suku bangsa itu. Di sini sebahagian daripada negeri itu telah seluruhnya ditaklukkan, sehingga orang-orang yang akan berbakti tidak akan terganggu lagi. “Maka segenap sidang bani Israelpun berhimpunlah di Silo, dan didirikannyalah di sana akan kemah perhimpunan.” Suku-suku bangsa yang masih berkemah pada waktu kaabah dipindahkan dari Gilgal, mengikutinya, dan mendirikan tendanya di dekat Silo. Di tempat ini suku-suku bangsa ini tinggal sampai mereka terpencar ke tempat warisan mereka. PP 514.3

Peti perjanjian tetap tinggal di Silo selama tiga ratus tahun, sampai, oleh sebab dosa-dosa keluarga Eli, tempat itu jatuh ke tangan orang Filistin, dan Silo dihancurkan. Peti perjanjian itu tidak pernah dikembalikan lagi ke dalam kaabah di tempat ini, pekerjaan kaabah akhirnya dipindahkan ke kaabah di Yerusalem dan Silopun menjadi tidak berarti lagi. Hanya tinggal puing-puingnya saja yang menandai tempat di mana kota itu pernah berdiri. Lama sesudah itu nasibnya telah digunakan sebagai satu amaran terhadap Yerusalem. “Karena cobalah kamu pergi ke tempat kedudukanku dahulu, yaitu ke Silo,” kata Tuhan melalui nabi Yermia, “tempat kutaruh nama-Ku dahulu, lihatlah olehmu barang yang sudah kuperbuat akan dia olehkarena sebab segala kejahatan umatku Israel. . . . Maka sebab itu Aku akan melakukan atas rumah ini, yang atasnya telah disebut Namaku, dan yang kamu harap padanya, dan atas tempat ini, yang sudah kukaruniakan kepada leluhurmu, barang yang sudah kuperbuat akan Silo dahulu.” Jeremiah 7:12-14.” PP 514.4

Baca Ibrani 6:19, 20; Ibrani 9:11, 12; dan Ibrani 10:19-23. Apa yang dapat kita pelajari dari Yosua sebagai orang Kristen yang tidak memiliki tempat suci di bumi yang menampung kehadiran fisik Allah di tengah-tengah kita?

“Di masa depan akan ada kebingungan, kesusahan, dan penipuan. Keselamatan satu-satunya bagi umat Allah adalah kesatuan mereka dalam pekerjaan yang telah Dia berikan kepada mereka untuk dilakukan, di mana hanya Dia yang dapat bertindak sebagai pengawas. Semua yang mempertahankan awal keyakinan mereka dengan teguh hingga akhir akan menerima tanda Allah di dahi mereka. Tentang mereka, Dia akan berkata, ‘Engkau mempunyai beberapa orang di Sardis yang tidak menodai pakaian mereka; dan mereka akan berjalan bersama-Ku dalam pakaian putih: sebab mereka layak’ (Wahyu 3:4). Pada waktu yang telah ditentukan, kabar gembira tentang pembebasan mereka akan datang, mengisi hati mereka dengan kegembiraan dan bibir mereka dengan puji-pujian yang penuh sukacita.” 21MR 272.1

Saat ini, keselamatan bagi mereka yang menaati perintah Allah hanya ada dalam kesatuan hati, terikat dengan Kristus dan satu sama lain, tersembunyi bersama Kristus dalam Allah. (Yohanes 13:33-35.) Sang Penyelamat memandang pertempuran yang akan datang dan Ia menyerukan kepada umat-Nya untuk memperkuat diri dengan berpegang pada kekuatan-Nya, dengan berdamai dengan-Nya, sehingga ketika mereka diuji, seperti yang akan terjadi, Allah dapat memberikan kepada mereka pengalaman Yakub, memungkinkan mereka untuk mengklaim kata-kata janji: “Lagipula Aku akan membuat perjanjian damai dengan mereka; itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka: dan Aku akan menempatkan mereka, dan memperbanyak mereka, dan akan menempatkan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selamanya. Kemah-Ku juga akan bersama mereka; ya, Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan bangsa-bangsa akan tahu bahwa Aku, Tuhan, menguduskan Israel, ketika tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya” (Yehezkiel 37:26-28). 21MR 272.2

Jumat, 14 November

Pendalaman

 Setan selalu berusaha memutarbalikkan apa yang telah dikatakan Allah, untuk membutakan pikiran dan menggelapkan pengertian, dan dengan demikian menuntun manusia ke dalam dosa. Inilah sebabnya mengapa Tuhan begitu teliti, dan menjadikan tuntutan-tuntutan-Nya begitu jelas sehingga tidak seorang pun bisa keliru. Allah senantiasa berusaha menarik manusia ke bawah perlindungan-Nya, agar Setan tidak dapat menggunakan kuasanya yang kejam dan penuh tipuan terhadap mereka. Ia telah merendahkan diri untuk berbicara kepada mereka dengan suara-Nya sendiri, untuk menuliskan dengan tangan-Nya sendiri akan hukum-hukum yang hidup itu. Dan kata-kata yang penuh berkat ini, yang dipenuhi kehidupan dan diterangi oleh kebenaran diserahkan kepada manusia sebagai satu penuntun yang sempurna. Oleh karena Setan selalu siap sedia untuk menarik pikiran serta memalingkan perhatian kita dari janji-janji dan tuntutan-tuntutan Allah, maka kewaspadaan yang lebih besar diperlukan untuk menanamkan semuanya itu di dalam pikiran dan di dalam hati. PP 503.3

Perhatian yang lebih besar harus diberikan oleh para pemimpin agama untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada orang banyak tentang kenyataan dan pelajaran-pelajaran dari sejarah Alkitab, dan amaran-amaran serta tuntutan-tuntutan Tuhan. Semuanya ini harus dikemukakan dalam bahasa yang sederhana, disesuaikan kepada pengertian anak-anak. Haruslah menjadi bagian dari pekerjaan pendeta-pendeta dan para orangtua untuk melihat bahwa anak-anak muda memperoleh pengajaran Alkitab. PP 504.1

Orang tua dapat dan harus membuat agar anak-anak mereka tertarik kepada berbagai pengetahuan yang terdapat di dalam lembaran-lembaran Kitab Suci. Tetapi jikalau mereka mau agar anak-anak mereka menaruh perhatian dalam firman Allah, maka mereka pun harus menaruh perhatian pada hal itu. Mereka harus paham dengan pengajaran-pengajarannya, dan sebagaimana diperintahkan Allah kepada Israel, berbicaralah tentang itu, “apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Ulangan 11:19. Mereka yang menghendaki anak-anak mereka menyukai dan menghormati Allah harus berbicara tentang kebajikan-Nya, keagungan-Nya, dan kuasa-Nya, sebagaimana yang telah dinyatakan di dalam sabda-Nya dan di dalam pekerjaan penciptaan. PP 504.2

Setiap pasal dan setiap ayat Alkitab adalah satu komunikasi dari Allah kepada manusia. Kita harus mengikatkan setiap peraturannya sebagai tanda pada tangan kita, dan sebagai patam di antara kedua belah mata kita. Jikalau dipelajari dan ditaati, itu akan memimpin umat Allah, sebagaimana Israel telah dipimpin, oleh tiang awan pada siang hari dan tiang api pada waktu malam hari. PP 504.3