Konflik di Balik Semua Konflik

Pelajaran 4, Triwulan 4, 18 Oktober–24 Oktober 2025

img rest_in_christ
Bagikan Pelajaran ini
Download PDF

Sabat Sore, 18 Oktober

Ayat Hafalan:

“Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.” KJV - Yosua 10:14


“Allah tidak menghendaki kebinasaan siapa pun. "Demi Aku yang hidup, firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari jalanmu yang jahat, sebab mengapakah kamu akan mati?" Yehezkiel 33:11. Sepanjang masa percobaan, Roh-Nya terus memohon manusia untuk menerima anugerah kehidupan. Hanya mereka yang menolak permohonan-Nya yang akan binasa. Allah telah menyatakan bahwa dosa harus dimusnahkan sebagai kejahatan yang merusak alam semesta. Mereka yang berpegang teguh pada dosa akan hancur hidupnya dalam kebinasaan.” KOL 123:3

“Tuhan dianggap kejam oleh banyak orang karena menuntut umatNya berperang dengan bangsa lain. Mereka mengatakan bahwa hal itu bertentangan dengan karakter-Nya yang penuh belas kasih. Tetapi Dia yang menciptakan dunia, dan membentuk manusia untuk tinggal di bumi, memiliki kendali tidak terbatas atas semua pekerjaan tangan-Nya, dan adalah hak-Nya untuk melakukan apa saja yang Dia kehendaki, dan apa yang Dia kehendaki dengan pekerjaan tangan-Nya. Manusia tidak berhak bertanya kepada Penciptanya, "Mengapa Engkau berbuat demikian?" Tidak ada ketidakadilan dalam karakter-Nya. Dia adalah Penguasa dunia, dan sebagian besar umat-Nya telah memberontak terhadap kewenangan-Nya, dan telah menginjak-injak hukum-Nya. Dia telah menganugrahkan berkat-berkat yang berlimpah kepada mereka, dan menyediakan mereka dengan segala yang dibutuhkan, namun mereka tunduk kepada patung-patung dari kayu dan batu, perak dan emas, yang dibuat oleh tangan mereka sendiri. Mereka mengajarkan kepada anak-anak mereka bahwa allah-allah mereka yang memberikan mereka kehidupan dan kesehatan, membuat tanah mereka subur, dan memberi mereka kekayaan dan kehormatan. Mereka mencemooh Allah Israel. Mereka meremehkan umat-Nya, karena perbuatan mereka benar. "Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah! Busuk dan jijik perbuatan mereka," (Mazmur 14:1). Allah telah bersabar terhadap mereka sampai mereka menggenapi takaran kejahatan mereka, dan kemudian Dia mendatangkan kebinasaan yang cepat atas mereka. Dia telah menggunakan umat-Nya sebagai alat murka-Nya, untuk menghukum bangsa-bangsa jahat, yang telah menindas mereka dan menyesatkan mereka ke dalam penyembahan berhala." 2SM 333.1

Minggu, 19 Oktober

Panglima Bala Tentara Tuhan


Bacalah Yosua 5: 13-15. Apakah yang dikatakan ayat ini tentang latar belakang penaklukan Kanaan?

 Salah satu benteng yang paling kuat di negeri itu – kota Yerikho yang besar dan mewah itu – terbentang tepat di hadapan mereka, tetapi sedikit agak jauh dari perkemahan mereka di Gilgal. Di perbatasan dari satu padang subur yang berkelimpahan dengan hasil bumi yang beraneka ragam, istana-istana dan kuil-kuil tempat tinggalnya kemewahan serta kejahatan, kota yang sombong ini, terlindung di balik bentengnya yang kukuh, menghadapkan satu tantangan kepada Allah bangsa Israel. Yerikho adalah salah satu pusat utama penyembahan berhala, yang dikhususkan kepada ilah Asytoret, dewi bulan itu. Di tempat inilah terpusat segala bentuk yang paling jahat dan paling keji dari agama bangsa Kanaan. Bangsa Israel, yang di dalam pikirannya masih segar tergambar akibat-akibat yang menakutkan dari dosa mereka di Baal-Peor, memandang kepada kota kafir ini dengan penuh rasa jijik dan ngeri. PP 487.2

Penghancuran Yerikho oleh Yosua dianggap sebagai langkah pertama dalam menaklukkan Kanaan. Tetapi pertama-tama ia mencari jaminan pimpinan Ilahi, dan itu telah diberikan kepadanya. Dengan mengasingkan diri dari perkemahan itu untuk mengadakan meditasi dan berdoa agar Allah bangsa Israel mau berjalan di hadapan umat-Nya, ia melihat seorang serdadu yang bersenjata, yang berperawakan tinggi dan berwibawa, “dengan pedang yang terhunus di tangannya. Kepada tantangan yang dihadapkan oleh Yosua, “Kawankah engkau atau lawan?” jawab yang diberikan, “Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Perintah yang sama yang diberikan kepada Musa di Horeb, “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus,” menunjukkan karakter yang sebenarnya dari orang asing yang penuh rahasia itu. Adalah Kristus, Yang ditinggikan, yang berdiri di hadapan pemimpin Israel itu. Dengan penuh kegentaran, Yosua bersujud dan menyembah, dan mendengar jaminan, “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa,” dan ia menerima petunjuk untuk menaklukkan kota itu. PP 487.3

Bandingkan Yosua 5:14, 15 dengan 2 Raja-raja 6:8–17, Nehemia 9:6, dan Yesaya 37:16. Apa yang Anda pelajari tentang identitas panglima bala tentara Tuhan?

 Ketaatan terhadap setiap firman Allah adalah syarat lain untuk kesuksesan. Kemenangan tidak diraih melalui upacara atau penampilan, tetapi melalui ketaatan yang sederhana kepada Panglima Tertinggi, Tuhan Allah di surga. Siapa pun yang percaya pada Pemimpin ini tidak akan pernah mengalami kekalahan. Kekalahan datang ketika bergantung pada metode manusia, penemuan manusia, dan menempatkan yang ilahi di urutan kedua. Ketaatan adalah pelajaran yang ingin diajarkan oleh Panglima Bala Tentara Tuhan kepada pasukan Israel yang besar—ketaatan dalam hal-hal yang tidak mungkin mereka capai. Ketika ada ketaatan terhadap suara Pemimpin kita, Kristus akan memimpin pertempuran-Nya dengan cara yang akan mengejutkan kekuatan terbesar di bumi. 6T 140.1



Senin, 20 Oktober

Perang di Surga


Yosua memahami bahwa pertempuran itu adalah bagian dari konflik yang lebih besar. Apakah yang kita ketahui tentang konflik yang melibatkan Allah sendiri? Bacalah Why. 12: 7-9, Yes. 14: 12-14, Yeh. 28: 11-19, dan Dan. 10: 12-14?

 “Lucifer merasa iri dan cemburu terhadap Yesus Kristus. Namun, ketika semua malaikat bersujud kepada Yesus untuk mengakui keunggulan-Nya, otoritas-Nya yang tinggi, dan pemerintahan-Nya yang sah, Lucifer pun ikut bersujud bersama mereka; namun hatinya dipenuhi dengan iri hati dan kebencian. Kristus telah dimasukkan ke dalam musyawarah khusus Allah mengenai rencana-rencana-Nya, sementara Lucifer tidak mengetahui hal itu. Ia tidak mengerti, dan juga tidak diizinkan untuk mengetahui, maksud-maksud Allah. Tetapi Kristus diakui sebagai penguasa surga, kekuasaan dan otoritas-Nya sama dengan Allah sendiri. Lucifer mengira dirinya adalah favorit di surga di antara para malaikat. Ia telah sangat dimuliakan, tetapi hal itu tidak menimbulkan rasa syukur dan pujian kepada Penciptanya. Ia mengincar kedudukan Allah sendiri. Ia bangga dengan kedudukannya yang tinggi. Ia tahu bahwa ia dihormati oleh para malaikat. Ia memiliki misi khusus yang harus dijalankan. Ia pernah dekat dengan Pencipta yang agung, dan sinar cahaya yang tak henti-hentinya yang mengelilingi Allah yang kekal telah bersinar khususnya padanya. Ia berpikir bagaimana para malaikat menaati perintahnya dengan kegembiraan yang menyenangkan. Bukankah pakaiannya terang dan indah? Mengapa Kristus harus dihormati di atas dirinya? SR 14.1

Dia meninggalkan hadirat Bapa, merasa tidak puas dan dipenuhi iri hati terhadap Yesus Kristus. Menyembunyikan niat sebenarnya, dia mengumpulkan pasukan malaikat. Dia memperkenalkan topik pembicaraannya, yaitu dirinya sendiri. Sebagai seseorang yang merasa dirugikan, dia menceritakan tentang pilihan Allah yang memberikan keistimewaan kepada Yesus sementara mengabaikan dirinya. Dia memberitahu mereka bahwa mulai saat itu, kebebasan yang dinikmati malaikat-malaikat telah berakhir. Bukankah telah ditunjuk seorang penguasa atas mereka, kepada siapa mereka harus menyerahkan penghormatan yang patuh mulai saat itu? Ia menyatakan kepada mereka bahwa ia telah mengumpulkan mereka untuk meyakinkan mereka bahwa ia tidak akan lagi menoleransi pelanggaran hak-haknya dan hak-hak mereka; bahwa ia tidak akan pernah lagi tunduk kepada Kristus; bahwa ia akan mengambil kehormatan yang seharusnya diberikan kepadanya, dan akan menjadi komandan bagi semua yang bersedia mengikuti dan menaati perintahnya. SR 14.2

Ada perselisihan di antara para malaikat. Lucifer dan para pendukungnya berusaha untuk mereformasi pemerintahan Allah. Mereka merasa tidak puas dan sedih karena tidak dapat memahami kebijaksanaan-Nya yang tak terduga dan mengetahui tujuan-Nya dalam mengangkat Anak-Nya, serta memberikan kepada-Nya kuasa dan kekuasaan yang tak terbatas. Mereka memberontak melawan otoritas Anak. SR 15.1

“Kemudian terjadilah perang di surga. Anak Allah, Pangeran Surga, dan malaikat-malaikat-Nya yang setia bertempur melawan penghulu pemberontak dan mereka yang bersekutu dengannya. Anak Allah dan malaikat-malaikat setia yang sejati menang; dan Setan beserta para pendukungnya diusir dari surga. Seluruh pasukan surga mengakui dan memuja Allah yang adil. Tidak ada jejak pemberontakan yang tersisa di surga. Segala sesuatu kembali damai dan harmonis seperti sediakala. Malaikat-malaikat di surga berduka atas nasib mereka yang pernah menjadi teman mereka dalam kebahagiaan dan kenikmatan. Kehilangan mereka dirasakan di surga.” SR 19.1

Anda mengetahui penjabaran ini sebagai Lucifer; namun, nubuat ini ditujukan kepada raja Tirus, sama seperti dalam Yesaya 14, raja Babel dikaitkan dengan Lucifer. Dengan ini, kita memahami bahwa baik “Tirus” maupun “Babel” dihasut oleh Setan dan dibentuk untuk melakukan pekerjaan jahat yang sama di bumi, sama seperti yang dilakukan Setan di surga. Namun, di sini kita diberitahu bahwa kekalahan Setan dalam usaha-usaha ini akan lengkap dan memalukan.

Sementara Setan berjuang untuk mempengaruhi penguasa-penguasa tertinggi dalam kerajaan Media Persia supaya berlaku kurang senang kepada umat Allah, maka malaikat-malaikat bekerja demi keselamatan orang-orang yang berada dalam pembuangan. Peperangan itu hanyalah satu di mana segenap surga menaruh perhatian. Melalui nabi Daniel kita diberi sepercik kenyataan tentang perjuangan yang dahsyat ini antara kekuatan-kekuatan kebaikan dan kekuatan-kekuatan kejahatan. Tiga minggu lamanya Gabriel bergumul dengan kuasa-kuasa kegelapan, berusaha melawan pengaruh-pengaruh yang bekerja pada pikiran Kores, dan sebelum pertandingan berakhir, Kristus sendiri datang membantu Gabriel itu. PK 571.2

Selasa, 21 Oktober

Tuhan Adalah Pahlawan


Bacalah Keluaran 2: 23-25; Keluaran 12: 12, 13; dan Keluaran 15: 3--11. Apakah artinya bahwa Allah adalah pejuang?

Nyanyian dan kelepasan besar yang diperingatinya, telah meninggalkan satu kesan yang tidak pernah akan dapat dihapuskan dari bangsa Ibrani. Dari zaman ke zaman nyanyian itu dilagukan kembali oleh nabi-nabi dan penyanyi-penyanyi Israel, yang menyaksikan bahwa Tuhan adalah kekuatan dan kelepasan mereka yang berharap kepada-Nya. Nyanyian itu bukanlah milik orang Yahudi saja. Itu menunjuk ke depan kepada kebinasaan segala musuh kebenaran dan kemenangan terakhir dari bangsa Israel milik Allah. Nabi yang ada di Pulau Patmos melihat orang banyak yang berjubah putih yang telah “memperoleh kemenangan,” berdiri di tepi “laut kaca bercampur api,” memegang “kecapi Allah. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba.” Wahyu 15:2, 3. PP 289.1 (SRNJ1 334.2)

Demikianlah, demi kebaikan sedikit orang yang setia, yang kebahagiaannya terancam oleh pengaruh hasutan para anggota keluarga yang memberontak, ia memisahkan diri dari keluarganya dan mengusir anak-anaknya yang tidak taat, sementara pada saat yang sama ia berusaha mendekatkan diri kepada mereka yang masih setia dan taat. Semua orang akan menghormati langkah bijak dan adil seorang orang tua yang menghukum dengan sangat keras anak-anaknya yang tidak taat dan memberontak. 2SM 334.2

Allah telah memperlakukan anak-anak-Nya demikian. Namun, manusia, dalam kebodohannya, akan mengabaikan kejahatan-kejahatan orang-orang fasik, dan berlalu tanpa memperhatikan ketidakbersyukuran yang terus-menerus, pemberontakan, dan dosa-dosa yang menantang langit dari mereka yang menginjak-injak hukum Allah dan menentang otoritas-Nya. Mereka tidak berhenti di situ, tetapi bersukacita dalam merusak umat-Nya, dan mempengaruhi mereka dengan tipu daya mereka untuk melanggar dan menunjukkan penghinaan terbuka terhadap tuntutan-tuntutan bijaksana Yehova.” 2SM 334.3

“Beberapa orang hanya melihat kehancuran musuh-musuh Allah, yang bagi mereka tampak kejam dan keras. Mereka tidak melihat sisi lain. Namun, hendaklah syukur yang kekal diberikan, bahwa manusia yang impulsif dan berubah-ubah, dengan segala kebaikan yang dibanggakannya, bukanlah penentu dan pengendali peristiwa. ‘Kasih sayang orang jahat itu kejam” (Amsal 12:10) —Spiritual Gifts 4a:49-52.” 2SM 334.4

Sebelum senja datang, janji Allah kepada Yosua telah digenapi. Seluruh bala tentara musuh telah diberikan ke tangannya. Peristiwa yang terjadi pada hari itu berkesan lama di dalam ingatan bangsa Israel, “Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa Tuhan mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.” “Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat. Dalam kegeraman Engkau melangkah melintasi bumi, dalam murka Engkau menggasak bangsa-bangsa. Engkau berjalan maju untuk menyela-matkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kauurapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kaubuka dasarnya sampai batu yang penghabisan.” Habakuk 3:11-13. PP 508.3 (SRNJ2 116.1)

Rabu, 22 Oktober

Tuhan Akan Berperang untuk Kamu


Menurut Keluaran 14: 13, 14, 25, apakah rencana Allah yang asli dan ideal mengenai keterlibatan bangsa Israel dalam peperangan?

Memang benar, kelepasan mereka tidak mungkin terlaksana kecuali Allah sendiri campur tangan; tetapi karena untuk mentaati petunjuk Ilahi sehingga mereka telah berada dalam situasi ini, Musa tidak merasa takut akan akibat-akibatnya. Jawabnya yang tenang dan penuh kepastian itu adalah, “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” PP 284.1

Tetapi sekarang, apabila tentara Mesir itu mendekati mereka, dengan pengharapan akan dapat menjadikan mereka itu sebagai mangsa yang empuk, tiang awan itu naik dengan megahnya menjulang ke angkasa dan bergerak melewati orang-orang Israel, kemudian turun di antara mereka dan bala tentara Mesir itu. Satu dinding kegelapan mengantarai orang yang dikejar dengan orang-orang yang mengejarnya. Orang-orang Mesir tidak dapat lagi melihat kemah-kemah orang Ibrani, dan mereka dipaksa berhenti. Tetapi apabila kegelapan malam semakin pekat, dinding awan itu menjadi satu terang yang besar kepada orang Israel, memenuhi seluruh tenda-tenda mereka itu dengan terang seperti siang hari. PP 284.3

Kemudian pengharapan berangsur-angsur menyala kembali di hati orang Israel. Dan Musa berseru kepada Tuhan. Dan Tuhan berfirman pada Musa, “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah aimya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.” PP 287.1

Pemazmur dalam menggambarkan perjalanan Israel melalui laut itu, menyanyikan, “Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan. Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun.” Mazmur 77:20, 21. Apabila Musa mengangkat tongkatnya, air laut itu terbelah dan Israel berjalan di tengah-tengahnya, di atas tanah yang kering, sementara air laut tegak di samping mereka seperti satu dinding. Terang dari tiang api Allah itu bersinar-sinar ke atas ombak yang berbuih-buih serta menerangi jalan yang membujur seperti satu garis besar menembusi air laut, yang kemudian hilang dalam kesamaran di pantai seberang. PP 287.2

“Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka—segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda—sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, Tuhan yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.” Awan yang misterius itu berubah menjadi satu tiang api di hadapan mata mereka yang keheran-heranan itu. Guntur bergemuruh dan kilat sabung menyabung, “Awan-awan mencurahkan air, awan-gemawan bergemuruh, bahkan anak-anak panah-Mu beterbangan. Deru guntur-Mu menggelinding, kilat-kilat menerangi dunia, bumi gemetar dan bergoncang.” Mazmur 77:18, 19. PP 287.3

Orang Mesir ditimpa oleh kebingungan dan kekecewaan. Di tengah-tengah amukan alam itu, di mana mereka mendengar suara dari Allah yang murka, mereka berusaha untuk mundur dan melarikan diri ke tepi pantai yang telah mereka tinggalkan. Tetapi Musa mengangkat tongkatnya dan air laut yang seperti tembok itu, dengan suara yang gemuruh dan bergelora telah melanda dan menelan mangsanya, dan orang-orang Mesir itu dikubur hidup-hidup di dalam laut yang dalam dan pekat itu. PP 287.4

Kamis, 23 Oktober

Opsi Terbaik Kedua


Bacalah Keluaran 17: 7-13 dan Yosua 6: 15-20. Kesamaan apakah yang Anda temukan di antara kedua narasi perang lni? Bagaimanakah keduanya berbeda?

“Musa mengangkat tangannya ke arah langit, dengan tongkat Allah di tangan kanannya, memohon pertolongan dari Allah. Kemudian Israel berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dan mengusir mereka. Ketika Musa menurunkan tangannya, terlihat bahwa Israel segera kehilangan semua yang telah mereka menangkan dan mulai dikalahkan oleh musuh-musuhnya. Musa kembali mengangkat tangannya ke arah langit, dan Israel berhasil mengalahkan musuh-musuhnya, dan musuh-musuh itu diusir kembali. 3 SG 258.1

“Tindakan Musa yang mengangkat tangannya ke arah Allah ini bertujuan untuk mengajarkan kepada Israel bahwa selama mereka menjadikan Allah sebagai kepercayaan mereka, berpegang pada kekuatan-Nya, dan memuliakan takhta-Nya, Allah akan berperang untuk mereka dan menaklukkan musuh-musuh mereka. Namun, jika mereka melepaskan pegangan mereka pada kekuatan-Nya dan bergantung pada kekuatan mereka sendiri, mereka akan menjadi lebih lemah daripada musuh-musuh mereka yang tidak mengenal Allah, dan musuh-musuh mereka akan menguasai mereka. Kemudian Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan pedang. Dan Tuhan berfirman kepada Musa, “Tuliskanlah ini sebagai peringatan dalam sebuah kitab, dan bacakanlah kepada Yosua; sebab Aku akan menghapuskan ingatan tentang Amalek dari bawah langit.” Dan Musa membangun mezbah, dan menamainya Jehovah-nissi, sebab ia berkata, ‘Sebab Tuhan telah bersumpah bahwa Tuhan akan berperang melawan Amalek dari generasi ke generasi.’ Jika anak-anak Israel tidak mengeluh melawan Tuhan, Ia tidak akan membiarkan musuh-musuh mereka berperang melawan mereka. 3SG 258

“Allah bermaksud menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa penaklukan Kanaan bukanlah hasil usaha mereka sendiri. Panglima Pasukan Tuhanlah yang menaklukkan Yerikho. Dia dan malaikat-malaikat-Nya lah yang terlibat dalam penaklukan tersebut. Kristus memerintahkan pasukan sorga untuk merobohkan tembok Yerikho dan menyiapkan jalan masuk bagi Yosua dan pasukan Israel. Dalam mukjizat yang luar biasa ini, Allah tidak hanya memperkuat iman umat-Nya akan kuasa-Nya untuk menaklukkan musuh-musuh mereka, tetapi juga menegur ketidakpercayaan mereka yang terdahulu. 4aSG 64.1

“Jericho telah menantang pasukan Israel dan Allah di Surga. Ketika mereka melihat pasukan Israel berbaris mengelilingi kota mereka setiap hari, mereka merasa takut; tetapi mereka melihat pertahanan yang kokoh, tembok-tembok yang tinggi dan kuat, dan yakin bahwa mereka dapat menahan serangan apa pun. Tetapi ketika tiba-tiba tembok-tembok kokoh mereka goyah dan runtuh dengan dentuman yang mengerikan, seperti guntur yang paling keras, mereka terdiam karena ketakutan dan tidak dapat memberikan perlawanan.” 4aSG 64.2

Jumat, 24 Oktober

Pendalaman

Perintah agar Israel jangan memasuki Kanaan selama empat puluh tahun lamanya merupakan satu kekecewaan yang amat menggetirkan bagi Musa dan Harun, Kaleb dan Yosua; tetapi tanpa persungutan mereka menerima keputusan Ilahi. Tetapi mereka yang telah bersungut-sungut atas perlakuan Allah terhadap mereka, dan menyatakan bahwa mereka ingin kembali ke Mesir, menangis dan meratap pada waktu berkat-berkat yang telah mereka tidak abaikan itu ditarik dari mereka. Mereka telah menangis tanpa alasan, dan sekarang Allah telah memberikan sebab untuk menangis. Jikalau mereka telah meratap karena dosa mereka pada waktu itu dinyatakan kepada mereka dengan sebenarnya, maka hukuman ini tidak akan diucapkan; tetapi mereka meratap karena hukuman itu; kesedihan mereka bukan merupakan satu penyesalan, dan hukuman mereka tidak dapat diubahkan. PP 392.1

Malam itu dilalui dengan ratap tangis, tetapi dengan datangnya pagi hari datang pula suatu pengharapan. Mereka bertekad untuk menebus sikap mereka yang pengecut itu. Pada waktu Allah menyuruh mereka maju dan mengambil tanah itu, mereka telah menolak; dan sekarang pada waktu Allah menyuruh mereka mundur mereka memberontak. Mereka bertekad merebut negeri itu dan memilikinya; siapa tahu Allah akan menerima usaha mereka itu dan mengubah maksud-Nya bagi mereka. PP 392.2

Allah telah menjadikannya sebagai satu kesempatan dan satu tugas bagi mereka untuk memasuki negeri itu pada waktu yang telah ditetapkan-Nya, tetapi melalui kelalaian mereka yang disengaja maka izin itu telah ditarik kembali. Setan telah mencapai tujuannya dalam menghalangi mereka memasuki Kanaan; dan sekarang ia menganjurkan kepada mereka untuk terus melakukan, sekalipun telah ada larangan Ilahi, apa yang mereka enggan melakukannya pada waktu Tuhan memerintahkan-Nya. Dengan demikian si penipu besar itu telah memperoleh kemenangan oleh menuntun mereka kepada pemberontakan untuk kedua kalinya. Mereka tidak mempercayai kuasa Allah untuk bekerja sama dengan usaha mereka, untuk memperoleh tanah Kanaan itu; tetapi sekarang mereka mau mengandalkan kekuatan mereka sendiri untuk melaksanakan tugas itu tanpa pertolongan Ilahi. Mereka berseru, “Kami berbuat dosa kepada TUHAN. Kami mau maju berperang, menurut segala yang diperintahkan kepada kami oleh TUHAN, Allah kita.” Ulangan 1:41. Oleh pelanggaran mereka telah dibutakan sama sekali. Tuhan tidak pernah memerintahkan mereka supaya “pergi dan berperang.” Bukanlah maksud-Nya agar mereka itu memperoleh negeri itu melalui peperangan, melainkan oleh penurutan yang ketat atas perintah-perintah-Nya. PP 392.3