“Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." KJV - Yeremia 9:24
Nubuatan-nubuatan yang diberikan oleh AKU INILAH yang besar dalam Firman-Nya, menyambung mata rantai demi mata rantai dalam rangkaian peristiwa, sejak dari zaman yang kekal dahulu sampai kepada zaman yang kekal di masa yang akan datang, memberitahukan di mana kita sekarang berada dalam zaman yang sedang berlangsung ini dan apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Semua yang nubuatan ramalkan akan terjadi, sampai pada masa kini, telah ditelusuri dalam halaman-halaman sejarah, dan kita boleh memastikan bahwa semua yang belum terjadi akan digenapi pada waktunya. PK 536.3
“Sekarang tanda-tanda zaman menyatakan bahwa kita sedang berdiri di ambang pintu peristiwa-peristiwa besar dan khidmat. Segala sesuatu yang ada di dunia kita adalah hasutan. Di depan mata kita sedang digenapi nubuatan Juruselamat mengenai peristiwa-peristiwa yang mendahului kedatangan-Nya: "Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. . . . Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat." Matius 24:6,7. PK 536.4
“Masa kini adalah suatu zaman penuh perhatian kepada segala yang hidup. Para raja dan negarawan, manusia yang menduduki jabatan yang dipercayakan dan berkuasa, pria dan wanita dari segala golongan yang berpikir, mengarahkan perhatian mereka terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekeliling kita. Mereka sedang mengamati-amati hubungan yang ada di antara bangsa-bangsa. Mereka mengadakan pengamatan terhadap kehebatan yang terjadi pada setiap unsur di bumi, dan mereka mengetahui bahwa sesuatu yang besar dan menentukan sudah hendak terjadi,--bahwa dunia berada di tepi krisis yang mencengangkan.” PK 537.1
“Alkitab, dan hanya Alkitab saja, yang memberikan pandangan yang benar tentang perkara-perkara ini. Di sinilah disingkapkan pemandangan-pemandangan besar terakhir dalam sejarah dunia kita, peristiwa-peristiwa yang sudah membayang sebelumnya, bunyi peristiwa-peristiwa yang sudah dekat itu menyebabkan bumi bergetar, dan hati manusia yang tidak menghendakinya menjadi takut.” PK 537.2
Bacalah Matius 24:15; Wahyu 1:3; Matius 11:29; dan Yeremia 9:23, 24. Apakah yang tersirat dalam ayat-ayat ini tentang maksud Allah untuk membuat diri-Nya dimengerti?
"Apabila kamu [para pengikut-Nya yang masih hidup pada waktu tanduk yang berkuasa itu bekerja melawan Allah, kebenaran-Nya, dan umat-Nya] akan melihat kekejian yang membinasakan itu, yang dibicarakan oleh nabi Daniel, maka berdirilah di tempat kudus, (barangsiapa yang membacanya, hendaklah ia memahaminya)... Kata-kata yang jelas dari Kristus sendiri ini, menempatkan pekerjaan tanduk yang berkuasa itu pada masa yang akan datang dari zaman-Nya.
Karena Sabat itu (yang sehari-hari) telah ditiadakan, dan “kekejian ditegakkan”, maka apa yang telah menggantikan tempat Sabat yang Suci itu, dan kebenaran mengenai Tempat Kesucian, ia itu telah disebut “kekejian”. Dengan sendirinya, maka pemeliharaan Hari Minggu dan suatu keimamatan yang palsu merupakan satu-satunya yang dapat diaplikasikan kepada sebutan “kekejian”, karena hari yang ketujuh itu telah diganti dengan hari yang pertama di dalam minggu, yaitu Hari Minggu -- yaitu “kekejian yang membinasakan”. Artinya, Sabat itu telah dilupakan, atau “telah dibuang ke tanah”, sampai tahun 1844, bersama-sama dengan kebenaran mengenai tempat kesucian. Karena kebenaran mengenai pelayanan tempat kesucian itu telah “dibuang ke tanah”, (kebenaran mengenai keimamatan Kristus di dalam tempat kesucian surga), maka keimamatan Kafir, atau Kepausan, seperti yang dikenal sekarang, telah ditegakkan, sehingga dengan demikian meniadakan dari sidang tugas perantara Kristus yang sebenarnya. Kebenaran mengenai tempat kesucian, bersama-sama dengan kebenaran Sabat, telah diberitakan dalam tahun 1844, pada waktu mana pehukuman (penghapusan dosa) dimulai di dalam tempat kesucian surga.
Kata nabi itu, "Berbahagialah ia yang membacakan,"—karena ada yang tidak mau membaca, berkat itu bukan bagi mereka. "Dan mereka yang mendengarkan"—karena juga ada orang yang menolak mendengarkan mengenai nubuatan-nubuatan, sehingga berkat itu bukan bagi golongan manusia seperti itu. "Dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya"—banyak yang menolak amaran-amaran dan petunjuk-petunjuk yang ada dalam buku Wahyu, tak seorang pun dari orang-orang ini yang berhak menuntut berkat-berkat yang dijanjikan itu. Semua orang yang menghina pokok-pokok nubuatan, dan mengejek lambang-lambang yang diberikan di sini dengan khidmat, semua yang menolak membarui kehidupan mereka dan mempersiapkan diri bagi kedatangan Anak Manusia, tidak akan diberkati. GC 341.2
Dengan memandang kepada kesaksian Ilham, begitu beraninya orang mengajarkan bahwa buku Wahyu itu adalah misteri, dan berada di luar jangkauan pengertian manusia. Itu adalah misteri yang diungkapkan, sebuah buku yang dibukakan. Penyelidikan buku Wahyu akan menuntun pikiran kepada nubuatan-nubuatan nabi Daniel, dan keduanya menyajikan petunjuk yang paling penting yang diberikan Allah kepada manusia mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi menjelang penutupan sejarah dunia ini. KA 341.3
Yeremia 9:23, 24. Hampir tidak mungkin pikiran manusia dapat memahami luasnya dan dalamnya dan tingginya pencapaian-pencapaian rohani daripadanya yang mendapat pengetahuan ini. AA 531.1
Tidak perlu seorang pun gagal untuk mencapai kesempurnaan tabiat Kristen. Oleh pengorbanan Kristus, persediaan diadakan untuk orang percaya menerima segala perkara mengenai kehidupan dan kesalehan. Allah memanggil kita untuk mencapai kesempumaan dan menempatkan teladan tabiat Kristus. Dalam kemanusiaan-Nya, disempurnakan oleh kehidupan yang melawan kejahatan, Juruselamat menunjukkan bahwa oleh bekerja sama dengan Tuhan, umat manusia dalam kehidupan ini dapat mencapai kesempurnaan tabiat. Inilah jaminan Allah bagi kita bahwa kita juga dapat mencapai kemenangan yang sempurna. AA 531.2
Apakah yang disiratkan oleh ayat-ayat berikut ini tentang pemahaman Allah dibandingkan dengan pemahaman kita? Mazmur 139:1-6, Mazmur 147:5, Roma 11:33, 1 Yohanes 3:20.
Mazmur 139:1-6 – "Ada pekerjaan masing-masing orang untuk dikerjakan. Hubungan antara Allah dan setiap jiwa begitu jelas dan penuh, seolah-olah tidak ada jiwa lain di dunia ini yang dapat berbagi perhatian Bapa surgawi kita, tidak ada jiwa lain yang untuknya telah Ia berikan kepada Anak-Nya yang terkasih. "Engkau memahami pikiranku dari jauh," kata pemazmur. "Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kau maklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kau ketahui, ya TUHAN." "Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kau taruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kau daftarkan?" Di sini kita memiliki gambaran kebesaran Allah yang tak terselami, sementara kita hanya dapat terkesan dengan pengetahuan-Nya yang mendalam tentang semua jalan kita, dan dengan kelembutan-Nya yang luar biasa yang dinyatakan kepada objek-objek ciptaan-Nya." ST 21 Agustus 1884, par. 12
Mazmur 147:5 – "Pernyataan tentang diri-Nya yang diberikan Allah dalam firman-Nya adalah untuk kita pelajari. Kita boleh berusaha untuk memahaminya. Tetapi lebih dari itu, kita tidak boleh melampauinya. Akal budi yang paling tinggi dapat membebani dirinya sendiri hingga lelah dalam menduga-duga tentang sifat Allah, tetapi usaha itu tidak akan membuahkan hasil. Masalah ini tidak diberikan kepada kita untuk dipecahkan. Tidak ada pikiran manusia yang dapat memahami Tuhan. Tidak ada yang boleh memanjakan diri dalam spekulasi mengenai sifat-Nya. Di sini, keheningan adalah kefasihan. Yang Mahatahu Itu berada di atas pembahasan." MH 429.3
Roma 11:33 – Namun pikiran manusia yang fana tidak sepenuhnya cukup untuk mengerti rencana-rencana dan tujuan-tujuan dari Yang Kekal Itu. Tidak akan pernah kita menemukan Allah oleh mencarinya. Kita tidak boleh mencoba untuk mengangkat dengan tangan kita yang lancang tirai yang menutupi kebesaran-Nya. Rasul mengatakan, "O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah." (Roma 11:33). Sejauh ini kita dapat mengerti perhatian-Nya kepada kita dan motif-motif yang mendorongnya, sehingga kita boleh melihat kasih-Nya dan kemurahan-Nya yang tidak terduga bersatu dengan kuasa yang tak terbatas. Bapa kita yang di surga mengatur segala sesuatu di dalam hikmat dan kebenaran, dan kita tidak akan merasa tidak puas dan curiga melainkan harus tunduk dengan rasa hormat. la akan menyatakan kepada kita maksud-maksud-Nya sebanyak yang kita perlukan untuk kebaikan kita, dan selebihnya kita harus percayakan kepada tangan Yang Mahakuasa dan kepada Hati yang penuh dengan kasih itu. KA 527.1
1 Yohanes 3:20 – "Sikap mementingkan diri sendiri menandai jalan hidup banyak orang. ‘Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." 2T 161.1
Bacalah Daniel 12:4. Apakah yang dikatakan oleh Tuhan kepada Daniel di sini? (Bandingkan dengan Wahyu 22:10.)
Daniel diperintahkan supaya menutup dan memeteraikan atau menyegel buku itu sampai kepada akhir zaman. Oleh karena itu, buku itu tidaklah diperuntukkan untuk dimengerti oleh umat pada sebelum masa akhir zaman. Demikian itulah, kemudian, apabila buku itu dibuka dari meterainya lalu dapat dimengerti dapatlah kiranya diketahui, bahwa masa akhir zaman itu telah tiba.
Walaupun demikian, disamping tanda ini, masih terdapat lagi tanda tentang orang-orang yang berlari pergi datang, dan dari hal bertambahnya pengetahuan. Seluruh dunia mengetahui bahwa sepanjang tahun-tahun sejarah mendahului sejarah kita sekarang, kuda adalah merupakan alat pengangkutan dan komunikasi manusia yang tercepat, dan metode ini berlangsung sepanjang berabad-abad lamanya. Walaupun demikian malaikat itu memberitahukan kepada Daniel bahwa di dalam masa akhir zaman kelak akan terjadi suatu perubahan yang pasti, sehingga orang akan berlari ke sana sini pada masa itu. Lalu menyinggung kepada masa akhir zaman sesuai dengan ramalan nubuatan Nahum, maka Ilham menyatakan : “Kereta- kereta akan melaju di jalan-jalan, mereka akan kejar mengejar di jalan-jalan raya : mereka akan terlihat seperti obor-obor, sekaliannya itu akan berlarian seperti kilat .” Nahum 2 : 4.
Kini pengetahuan telah berkembang semenjak abad yang lalu, atau jauh sebelumnya, dan sekarang tenaga uap, minyak, dan mesin-mesin listrik telah merubah dunia dengan cepat, dan telah memungkinkan bagi orang-orang untuk berlari pergi datang dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya, hal ini nyata sejelas kristal bahwa kita kini hidup di dalam masa akhir zaman itu. Tak mungkin dapat dibantah mengenai ini. Inilah kebenaran yang positif, yaitu kebenaran yang tak dapat kamu sangkal walaupun belum mempercayai Alkitab dan sejarah.
“Kitab yang dimeteraikan bukanlah kitab Wahyu, tetapi bagian dari nubuat Daniel yang berhubungan dengan akhir zaman. Alkitab berkata, “Tetapi engkau, hai Daniel, sembunyikanlah segala firman itu dan meteraikanlah kitab itu sampai pada kesudahannya, maka banyak orang akan lari ke sana kemari dan pengetahuan akan bertambah” (Daniel 12:4). Ketika kitab itu dibuka, sebuah pernyataan dibuat, “ Waktunya tidak akan lama lagi.” (Lihat Wahyu 10:6.) Kitab Daniel sekarang telah dibuka, dan wahyu yang diberikan oleh Kristus kepada Yohanes akan sampai kepada semua penduduk bumi. Dengan bertambahnya pengetahuan, suatu umat akan dipersiapkan untuk dapat bertahan pada hari-hari terakhir.” 2SM 105.1
Bacalah Matius 5:18, 2 Timotius 3:15-17, dan Lukas 24:27. Apakah yang diajarkan ayat-ayat ini kepada kita tentang cara kita yang seharusnya dalam menyikapi nubuat Alkitab?
Dan Kristus sendiri berkata, "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat.... Karena Aku berkata kepadamu "membuat pernyataan ini setegas-tegasnya.—"Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." Matius 5:17, 18. Di sini Ia mengajarkan, bukan semata-mata apa yang menjadi tuntutan dari pada hukum Allah pada saat itu, tetapi juga bahwa tuntutan-tuntutan itu akan tetap berlaku selama langit dan bumi ada. Hukum Allah sama kekalnya seperti takhta-Nya. Itu akan tetap mempertahankan tuntutannya kepada manusia sepanjang zaman. PP 365.1
2 Timotius 3:16-17 – Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
2 Petrus 1:20-21 – Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
Dinyatakan dengan tegas, seluruh Kitab Suci adalah diilhami, bukan hanya sebagian saja. Dinyatakan secara negatif, tidak ada satu pun dari Kitab Suci yang ditafsirkan secara pribadi, karena Kitab Suci tidak berasal dari manusia, melainkan dari Allah; artinya, sebagaimana Roh Allah mendiktekan Kitab Suci kepada manusia, demikian pula Roh Allah harus menafsirkan Kitab Suci kepada manusia, sehingga tidak ada seorang pun secara pribadi (tanpa Ilham) yang dapat menyingkapkan nubuatan-nubuatan yang dimeteraikan, atau menafsirkan sebagian darinya, atau bahkan dapat memahami pentingnya nubuatan-nubuatan tersebut setelah ditafsirkan, kecuali oleh karunia Roh Kebenaran. Oleh karena itu "tidak seorang pun dari orang-orang fasik akan mengerti, tetapi orang-orang bijak akan memahaminya." Daniel 12:10.
Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di jalan ke Emaus, dan "Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia di dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari Kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi."(Lukas 24:27). Hati murid-murid itu digerakkan. Iman mereka dinyalakan. Mereka "dilahirkan kembali kepada pengharapan yang hidup," bahkan sebelum Yesus menyatakan diri-Nya kepada mereka. Ia bermaksud memberi terang kepada pengertian mereka dan menggantungkan iman mereka kepada "perkataan nubuatan yang lebih pasti." Ia rindu agar kebenaran berakar kuat di dalam pikiran mereka, bukan saja karena didukung oleh kesaksian pribadi-Nya, tetapi juga karena bukti-bukti yang tidak diragukan lagi yang diberikan dengan lambang dan bayangan hukum, dan nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama. Sangat perlu bagi pengikut Kristus untuk memiliki iman yang berdasarkan pengetahuan, bukan saja demi kepentingan mereka, tetapi agar mereka dapat membawa pengetahuan mengenai Kristus kepada dunia ini. Dan sebagai langkah pertama untuk memberikan pengetahuan ini, Yesus mengarahkan murid- murid-Nya kepada "kitab Musa dan nabi-nabi." Demikianlah kesaksian yang diberikan oleh Juruselamat yang bangkit itu mengenai nilai pentingnya Alkitab Perjanjian Lama. GC 349.1
Carilah teks-teks berikut ini, yang memungkinkan Alkitab untuk menjadi penafsirnya sendiri (mendefinisikan istilah-istilahnya sendiri). Apakah lambang nubuatan yang umum pada teks-teks tersebut dalam setiap kasus, dan apakah yang Alkitab katakan melambangkannya?
Daniel 7:7, Daniel 8:3, Daniel 7:24 Oleh karena sepuluh tanduk ini muncul sebagai suatu kelompok, maka mereka melambangkan penguasa-penguasa yang sejaman. Apabila tanduk-tanduk melambangkan penguasa-penguasa yang ada satu menyusul yang lainnya, maka Ilham tidak gagal untuk menunjukkan dengan memperlihatkan berapa tanduk yang muncul dan tanduk-tanduk lainnya yang berguguran. Sebagai contoh, tiga buah dari tanduk-tanduk binatang Daniel yang keempat telah ‘tercabut sampai dengan akar-akarnya’, dan sebagai gantinya muncul sebuah tanduk-kepala yang terkenal. Sama halnya, sewaktu tanduk besar dari kambing jantan itu patah, maka telah muncul empat buah mengambil tempatnya, dan sebuah lagi yang kelima, yaitu tanduk yang sangat besar yang menyusul kemudian (Daniel 7 dan 8). Kemudian juga, bahkan binatang-binatang itu sendiri, bahwa dalam menggambarkan dunia di dalam masing-masing masa periodenya, sekaliannya telah keluar dari laut yang satu menyusul yang lainnya. Demikianlah semua simbolisasi Ilahi memperlihatkan kekuasaan-kekuasaan secara tepat sesuai masa dan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan mereka itu muncul atau menghilang, sesuai keadaan permasalahannya. --{15TR 72.3}
Wahyu 1:16, Ephesus 6:17, Ibrani Hebrews 4:12 - Bukankah “Firman Allahmu itu hidup, dan berkuasa, lebih tajam daripada pedang yang bermata dua, yang menusuk sampai membelah memisahkan jiwa dan roh, dan yang memperhatikan pikiran orang dan maksud-maksud hati?” --{2SR 264.4}
“Allah telah menyediakan sarana yang berlimpah untuk peperangan yang sukses melawan kejahatan yang ada di dunia. Alkitab adalah gudang senjata di mana kita dapat memperlengkapi diri kita untuk berjuang. Ikat pinggang kita haruslah kebenaran. Pelindung dada kita haruslah kebenaran. Perisai iman harus ada di tangan kita, ketopong keselamatan ada di dahi kita; dan dengan pedang Roh, yaitu firman Allah, kita harus memotong jalan kita melalui rintangan-rintangan dan jerat-jerat dosa.” AA 502.2
Wahyu 12:1; Wahyu 21:2; Efesus 5:31, 32, Yeremiah 6:2 - Dalam Wahyu 17, Babel digambarkan sebagai seorang wanita - sebuah figur yang digunakan dalam Alkitab sebagai simbol sebuah gereja, wanita yang saleh mewakili gereja yang murni, dan wanita yang keji mewakili gereja yang murtad. GC 381.1
Pelajaran dimulai dengan menunjukkan kurangnya minat terhadap nubuatan-nubuatan dalam Alkitab, terutama karena banyak di antaranya ditulis dalam bentuk gambar dan lambang. Akan tetapi, hal ini tidak boleh menghalangi kita karena "Semua nubuatan yang telah dinubuatkan sedang digenapi, sampai saat ini, telah ditelusuri dalam lembaran-lembaran sejarah, dan kita boleh yakin bahwa semua yang akan datang akan digenapi sesuai dengan urutannya." PK 536.3
Pelajaran hari Minggu membahas tentang memahami Firman Tuhan ketika dibaca atau dipelajari. Buku Daniel dulunya adalah sebuah kitab yang dimeteraikan tetapi sekarang telah dibuka dan harus dipelajari dan dimengerti. Sebuah berkat diucapkan kepada semua orang yang membaca dan memahami nubuat-nubuat di dalam kitab Wahyu.
Pelajaran hari Senin membahas tentang memahami Firman Tuhan. "Namun pikiran manusia yang fana tidak sepenuhnya cukup untuk mengerti rencana-rencana dan tujuan-tujuan dari Yang Kekal Itu. Tidak akan pernah kita menemukan Allah oleh mencarinya." GC 527.1
Pelajaran hari Selasa menunjuk pada kitab Daniel yang pernah dimeteraikan tetapi sekarang telah dibuka. "Kitab yang dimeteraikan bukanlah kitab Wahyu, tetapi bagian dari nubuat Daniel yang berhubungan dengan akhir zaman. Alkitab berkata, "Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah firman itu dan meteraikanlah kitab itu sampai pada akhir zaman, sebab banyak orang akan berlari ke sana kemari dan pengetahuan akan bertambah" (Daniel 12:4). Ketika kitab itu dibuka, diumumkanlah, "Waktu tidak akan lama lagi." (Lihat Wahyu 10:6.) Kitab Daniel sekarang tidak dimeteraikan lagi." 2SM 105.1
Pelajaran hari Rabu membahas tentang mempelajari Firman Tuhan. Beberapa ayat Alkitab diberikan untuk menunjukkan bahwa Firman Allah datang kepada kita melalui ilham Roh Kudus dan bahwa Firman Allah hanya dapat dipahami dengan benar melalui Roh yang sama yang mengilhami manusia untuk menuliskannya.
Pelajaran hari Kamis membahas tentang Alkitab sebagai penafsirnya sendiri. "Bahasa Alkitab harus dijelaskan sesuai dengan artinya yang sebenarnya, kecuali menggunakan lambang atau gambar. Kristus telah berjanji, "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri." (Yohanes 7:17). Jikalau manusia menerima Alkitab sebagaimana ia dibaca, jikalau tidak ada guru-guru palsu yang menyesatkan dan membingungkan pikiran mereka, pekerjaan akan tercapai yang membuat malaikat-malaikat senang, dan yang akan membawa ke pihak Kristus ribuan orang yang sekarang sedang mengembara dalam kesalahan. GC 598.3