
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Filipi 4: 4).
“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.” KJV - Lukas 6:22-23
“Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: "Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu!" Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu.” - KJV Yesaya 66:5
“Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu." Dapatkah direbut kembali jarahan dari pahlawan atau dapatkah lolos tawanan orang gagah? Sungguh, beginilah firman TUHAN: "Tawanan pahlawan pun dapat direbut kembali, dan jarahan orang gagah dapat lolos, sebab Aku sendiri akan melawan orang yang melawan engkau dan Aku sendiri akan menyelamatkan anak-anakmu. Aku akan memaksa orang-orang yang menindas engkau memakan dagingnya sendiri, dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Maha kuat, Allah Yakub." KJV - Yesaya 49:23-26
Bacalah Efesus 3:2 dan Filemon 1. Apa makna penting dari cara Paulus melukiskan pemenjaraannya?
“‘Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah,’ —Ia memang pantas mengatakan itu. Pemberitaan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi itulah yang membuatnya dipenjara.” 16LtMs, Ms 179, 1901, par. 1
“Bacakanlah kata-kata ini kepada pendengarmu dan tanamkanlah dalam pikiran mereka. Bacalah juga pasal keempat dari Efesus. Bacalah pasal-pasal ini dengan sungguh-sungguh. Ajaran yang terkandung di dalamnya sangat berarti bagi kita. Banyak orang telah menjadi keras hati karena mereka benar-benar asing dengan pekerjaan Roh Kudus. Perlu ada reformasi besar dalam kehidupan orang percaya, dalam perkataan dan perbuatan mereka serta pemahaman rohani mereka. Kita perlu menangkap ilham para malaikat di istana surgawi. Kita perlu menghirup atmosfer surga setiap hari.” 21LtMs, Lt 60, 1906, par. 11
“Oh, betapa hatiku gemetar karena kita semua. Kecuali kekerasan hati itu dilenyapkan oleh kasih karunia Yesus Kristus, kita tidak akan pernah tahu apa itu surga. Aku sangat sedih ketika melihat dan merasakan cara-cara yang keras hati dalam memperlakukan warisan Tuhan. Aku merasa sangat malu atas nama Kristus, karena aku melihat betapa sedikitnya rasa hormat dan kekaguman yang ditunjukkan terhadap penebusan darah-Nya.” 21LtMs, Lt 60, 1906, par. 12
“Kepada mereka yang begitu bebas menjalankan wewenang manusiawi mereka, saya diperintahkan untuk mengatakan: Jangan melangkah lebih jauh sebelum Anda tahu bagaimana menangani penebusan darah Kristus. Ada kebutuhan akan kuasa pertobatan Allah di setiap keluarga. Jika kuasa ini hadir, tidak akan terlihat kurangnya simpati; sebaliknya, akan terlihat penerimaan yang sungguh-sungguh akan kasih karunia Kristus untuk dibagikan kepada orang lain.” 21LtMs, Lt 60, 1906, par. 13
“Biarlah setiap akar kepahitan dicabut dari hati. Biarlah pekerjaan yang paling teliti dilakukan terhadap diri sendiri. Biarlah para pemimpin menjaga hati mereka di bawah kendali Roh Kudus. Janganlah mereka memperlakukan orang-orang seolah-olah mereka hanyalah sekarung gandum—orang-orang yang memiliki pikiran yang telah dan sedang dikerjakan oleh Allah. Biarlah mereka berhati-hati dengan tindakan mereka. Mereka tidak dapat, dengan persetujuan Allah, meruntuhkan, mencabut, dan memindahkan orang-orang yang mengerti apa artinya diajar dan digerakkan oleh Roh Allah.” 21LtMs, Lt 60, 1906, par. 14
“Begitu banyak kekasaran, begitu kurangnya kesopanan Kristen, telah masuk ke dalam kehidupan orang-orang yang menduduki jabatan resmi sehingga hati saya sakit dan sedih, dan saya hanya bisa menangis melihat betapa sedikitnya kelembutan Kristus yang mereka bawa dalam berurusan dengan anak-anak Allah, yang telah ditebus dengan darah Anak-Nya yang tunggal.” 21LtMs, Lt 60, 1906, par. 15
Bacalah 2 Korintus 4:7-12. Dalam ayat-ayat ini, apakah yang menunjukkan bagaimana Paulus mampu bertahan menghadapi pencobaan yang ia sedang hadapi? Apakah yang tampaknya menjadi fokus kehidupannya?
Kecukupannya bukanlah dalam dirinya sendiri, tetapi dalam kehadiran dan perantaraan roh Ilahi-Nya yang memenuhi jiwanya dan membawa tiap-tiap ingatan ke dalam penaklukan kepada kemauan Kristus. Nabi itu menyatakan, “Yang hatinya teguh, Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.” Yesaya 26:3. Damai yang berasal dari surga yang dinyatakan pada wajah Paulus memenangkan banyak jiwa kepada Injil. AA 510.1
Paulus berada dalam suasana surga. Semua yang bergaul dengan dia merasakan pengaruh persatuannya dengan Kristus. Fakta bahwa kehidupannya sendiri memberikan contoh tentang kebenaran yang dimasyhurkannya, memberikan kuasa yang meyakinkan tentang khotbahnya. Di sinilah terletak kuasa kebenaran. Pengaruh yang tidak dipelajari dan tidak disadari dari kehidupan rohani adalah khotbah yang paling meyakinkan yang dapat diberikan untuk Kekristenan. Bantahan, meskipun bila tak dapat dijawab, dapat menimbulkan perlawanan; tetapi suatu teladan yang saleh mempunyai suatu kuasa yang tidak mungkin dilawan sepenuhnya. AA 510.2
Bacalah 2 Korintus 6:3-7. Sumber daya rohani apakah yang Paulus miliki untuk menolongnya menghadapi kesulitan-kesulitan ini?
Hati Paulus penuh dengan suatu perasaan yang mendalam dan teguh terhadap tanggung jawabnya; dan ia bekerja dengan hubungan yang erat dengan Dia yang adalah sumber keadilan, kemurahan, dan kebenaran. Ia bergantung pada salib Kristus sebagai satu-satunya jaminan keberhasilannya. Kasih Juruselamat adalah motif yang tidak akan padam yang menguatkannya dalam peperangannya dengan diri sendiri dan dalam pergumulannya melawan kejahatan, sebagaimana dalam pekerjaan Kristus ia mendesak maju melawan ketidakbaikan dunia dan perlawanan musuh-musuhnya. GW 61.1
Apa yang diperlukan gereja pada zaman berbahaya ini, adalah suatu pasukan pekerja yang sama seperti Paulus, mendidik diri mereka sendiri supaya berguna, yang memiliki pengalaman yang mendalam di dalam perkara perkara Allah, yang penuh dengan kesungguh-sungguhan dan keberanian. Orang-orang yang dikuduskan, yang mau menyangkali diri yang diperlukan, orang-orang yang berani dan benar; orang-orang yang di dalam hatinya Kristus telah didirikan, “yang adalah pengharapan akan kemuliaan,” (Kolose 1:27), dan yang dengan bibir yang disentuh dengan api kudus akan “memberitakan firman” (2 Timotius 4:2). Karena kekurangan pekerja seperti itu pekerjaan Allah merana, dan kesalahan fatal, laksana racun mematikan, menodai moral dan menghilangkan pengharapan sebagian besar bangsa manusia. GW 61.2
Waktunya telah tiba agar Injil diberitakan di seberang ke perbatasan Asia Kecil. Jalan itu adalah untuk menyediakan bagi Paulus dan teman-teman sekerjanya untuk menyeberang ke Eropa. Di Troas, di perbatasan Laut Tengah, “pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: ‘Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami.” KR 179.1
Panggilan itu sangatlah berkesan, tidak mungkin ditangguhkan. “Setelah Paulus melihat penglihatan itu,” kata Lukas, yang menemani Paulus dan Silas dan Timotius pada perjalanannya ke Eropa, “segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma.” KR 179.2
“Pada hari Sabat,” Lukas meneruskan, “Kami keluar pintu gerbang kota. Kami menyusuri tepi sungai dan menemukan tempat-tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ. Seorang daripada perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya.” Lidia menerima kebenaran dengan sangat senang hatinya. Ia dan kaum keluarganya bertobat dan dibaptiskan dan ia memohon kepada rasul-rasul untuk menjadikan rumahnya sebagai rumah mereka sendiri. KR 179.3
Rasul-rasul itu tidak menganggap sebagai sia-sia pekerjaan mereka di Filipi. Mereka telah menemui banyak pertentangan dan aniaya; tetapi campur tangan Yang Mahakuasa untuk kepentingan mereka, dan pertobatan penunggu penjara dan rumah tangganya, lebih daripada menebus malu dan kesengsaraan yang telah diderita. Kabar tentang pemenjaraan mereka yang tidak adil dan kelepasan yang ajaib, diketahui di seluruh jajahan itu, dan ini membawa pekerjaan rasul-rasul kepada perhatian suatu jumlah yang besar yang kalau tidak dengan ini tidak dapat dicapai. KR 185.2
Pekerjaan Paulus di Filipi berhasil dengan didirikannya sebuah gereja yang anggota-anggotanya tetap bertambah. Semangat dan pengabdiannya, dan lebih dari semuanya, kemauannya untuk menderita bagi Kristus, dan memberikan diri mereka dengan pengorbanan yang ikhlas kepada pekerjaan Penebus mereka. KR 185.3
Bacalah Filemon 15, 16. Lihat juga Kolose 4:9. Tindakan apakah yang dengan lembut Paulus dorong agar Filemon lakukan terhadap Onesimus?
Di antara mereka yang memberikan hati mereka kepada Allah oleh pekerjaan Paulus di Roma adalah Onesimus, seorang budak kafir yang telah berbuat salah kepada tuannya, Filemon, seorang Kristen yang percaya di Kolose, dan telah melarikan diri ke Roma. Dalam kebaikan hatinya, Paulus berusaha meringankan kemiskinan dan kedukaan dari pelarian yang sedih dan kemudian berusaha menyebarkan terang kebenaran ke dalam pikirannya yang gelap. Onesimus mendengar perkataan kehidupan, mengaku dosa-dosanya, dan dipertobatkan kepada iman Kristus. AA 456.1
Onesimus membuat dirinya dikasihani oleh Paulus oleh kesalehan dan kesungguh-sungguhannya, tidak kurang daripada penjagaannya yang lembut untuk kesejahteraan rasul itu, dan semangatnya dalam memajukan pekerjaan Injil. Paulus melihat di dalam dia sifat-sifat tabiat yang akan menjadikannya suatu penolong yang berguna dalam pekerjaan misionaris, dan ia menasihatkan dia untuk kembali tanpa bertangguh kepada Filemon, memohon keampunannya, dan merencanakan untuk masa depan. Rasul itu berjanji untuk bertanggung jawab atas jumlah yang telah dirampoknya dari Filemon. Ketika Tikhikus hampir menyampaikan surat-surat resmi ke berbagai sidang di Asia Kecil, ia mengutus Onesimus mendampinginya. Itu adalah suatu ujian yang berat bagi hambanya untuk menyerahkan dirinya sendiri kepada tuannya yang ia telah berbuat kesalahan, tetapi ia telah benar-benar bertobat dan ia tidak mengesampingkannya dari kewajiban ini. AA 456.2
Paulus menjadikan Onesimus pembawa surat kepada Filemon, dalam mana dengan kebijaksanaan dan keramahtamahannya yang luar biasa, rasul itu memohon sebab dari budak yang bertobat dan menyatakan suatu keinginan untuk memelihara pekerjaannya untuk masa yang akan datang. Surat itu diawali dengan salam yang mengharukan kepada Filemon sebagai sahabat dan teman sekerja: AA 456.3
Rasul itu teringat kepada Filemon bahwa tiap-tiap maksud yang baik dan sifat tabiat yang ia miliki adalah karena rahmat Kristus; hal ini saja telah menjadikan dia berbeda dari sifat yang suka melawan dan yang berdosa. Rahmat yang sama dapat menjadikan penjahat yang bejat menjadi seorang anak Allah dan seorang pekerja yang berguna dalam Injil. AA 457.1
Paulus dapat mendesak kepada Filemon kewajibannya sebagai seorang Kristen; tetapi ia lebih suka memilih bahasa permohonan: “Aku Paulus, yang sudah menjadi tua, lebih lagi sekarang di penjara karena Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yaitu Onesimus, dulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna bagimu dan bagiku.” AA 457.2
Bukanlah pekerjaan rasul itu untuk menggulingkan sewenang-wenang atau mengubah dengan tiba-tiba peraturan yang berlaku dalam masyarakat. Mencoba hal ini berarti menghalangi pekerjaan Injil. Tetapi ia mengajarkan prinsip-prinsip yang menjadi pukulan yang paling mendasar terhadap perbudakan, yang jika dijalankan dengan sebenarnya, sungguh-sungguh akan merusak seluruh sistem ini. “Di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” 2 Korintus 3:17. Bila bertobat, budak itu menjadi anggota tubuh Kristus, dan yang sedemikian ia harus dikasihani dan diperlakukan sebagai seorang saudara, menjadi teman sewaris dengan tuannya kepada berkat-berkat Allah dan hak-hak Injil.” Efesus 6:6. AA 459.3
Bacalah Filipi 2:1-3 dan Kolose 1:1, 2. Bagaimanakah gereja-gereja di Filipi dan Kolose digambarkan, dan apakah makna dari penggambaran tersebut?
Marilah kita semua menjadikan semangat ini milik kita. Rasul merasa bersyukur bahwa jemaat Filipi telah bertobat kepada iman, dan setelah memberi berkat kepada mereka, ia menyatakan ketertarikannya, “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu, dan selalu dalam setiap doaku aku memohon dengan sukacita.” [Ayat 3, 4.] Inilah seharusnya sikap para pelayan Tuhan terhadap jemaat-jemaat yang baru menerima iman; dan inilah seharusnya sikap jemaat-jemaat dalam perbuatan baik dan karakter seperti Kristus, agar para pelayan Tuhan yang telah bekerja untuk mereka dapat memohon kepada Allah bagi mereka dengan sukacita. Rasul melihat alasan, karena ketulusan iman mereka, untuk memiliki keyakinan bahwa Dia yang telah memulai pekerjaan baik di dalam mereka akan menyelesaikannya sampai hari Yesus Kristus. Mereka senantiasa mengingat hari Kristus. Inilah yang harus menjadi pekerjaan kita.” 13LtMs, Ms 187, 1898, par. 46
“Melalui tulisan dan suara, kita harus mendorong jemaat-jemaat yang baru menerima iman. Ada keharmonisan, persekutuan Kristen, persatuan yang penuh kasih antara Paulus dan Timotius bagi orang-orang Kristen yang baru bertobat. Bagi mereka, prospeknya menggembirakan bahwa mereka akan melanjutkan pekerjaan baik yang telah dimulai untuk mereka. “Sebagaimana layaknya aku berpikir demikian tentang kamu sekalian, karena aku mengasihi kamu dalam hatiku: baik dalam tahananku maupun dalam pembelaan dan peneguhan Injil, kamu sekalian turut serta dalam kasih karunia-Ku.” [Ayat 7.] Ia membalut orang-orang yang baru bertobat dengan kasih sayang hatinya sendiri. 13LtMs, Ms 187, 1898, par. 47
“Dalam suratnya kepada “saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose” yang ditulis sementara ia seorang tahanan di Roma, Paulus menyebutkan kesukaannya tentang keteguhan mereka dalam iman, kabar mana telah dibawa kepadanya oleh Epafras, yang rasul itu menulis “telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh. Sebab itu,” ia melanjutkan, “sejak waktu kami mendengarnya, kami tidak berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, agar kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempuma, sehingga hidupmu layak serta berkenan di hadapan-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, serta dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaanNya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.” AA 471.1
Dengan demikian Paulus mengatakan kerinduannya untuk orangorang percaya di Kolose. Betapa tinggi cita-cita dari perkataan ini di hadapan pengikut Kristus! Mereka menunjukkan kemungkinan-kemungkinan yang ajaib dari kehidupan Kristen dan menjelaskan bahwa tidak ada batas kepada berkat-berkat yang dapat diterima oleh anak-anak Allah. Bertambah dengan tetap dalam pengetahuan akan Allah, mereka meneruskan dari kekuatan kepada kekuatan, dari ketinggian sampai kepada ketinggian dalam pengalaman Kristen, sampai oleh “kuasa kemuliaan-Nya” mereka dilayakkan “untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” AA 471.2
“Kamu akan melihat bahwa isi surat ini bukan keluhan, melainkan ucapan syukur dan pujian kepada Allah. Surat ini ditujukan kepada “orang-orang kudus dan saudara-saudara yang setia dalam Kristus yang ada di Kolose: Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Kami mengucap syukur kepada Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, dan kami selalu berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu kepada Kristus Yesus dan tentang kasihmu kepada semua orang kudus, karena pengharapan yang tersimpan bagimu di surga, yang telah kamu dengar sebelumnya dalam firman kebenaran Injil.” Kolose 1:2-5. 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 2
“Di sinilah disajikan alasan-alasan terpenting mengapa kita harus selalu penuh syukur, memupuk kasih kepada Tuhan dan selalu mengungkapkan kasih itu dalam setiap doa yang dipanjatkan untuk orang-orang kudus. Ini berarti bahwa kita harus selalu mengingat firman Injil, kebenaran yang telah datang kepada kita untuk melembutkan, menundukkan, dan meluluhkan hati kita menjadi kelembutan, memberikan bukti dalam kata-kata bahwa kita memiliki iman di dalam hati kita yang bekerja melalui kasih dan menyucikan jiwa.” 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 3
‘...yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh. Ayat 6-8. 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 4
“Inilah buah yang Tuhan harapkan dari setiap orang, yaitu kasih kepada Kristus; dan kasih yang sama yang telah Kristus nyatakan kepada jiwa-jiwa yang datang untuk diselamatkan-Nya, harus kita semua pelihara dan nyatakan dalam hidup dan tabiat kita. Maka kita tidak akan mengeluh, tidak akan mencari-cari kesalahan, dan tidak akan mengkritik. Ungkapan ketidakpuasan menyakiti setiap jiwa yang mengucapkan kata-kata yang mengecewakan. Kita memiliki begitu banyak hal yang dapat kita renungkan yang menggembirakan, mendorong, dan membangkitkan semangat.” 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 5
“Rasul itu terdorong oleh kabar baik itu, yang lahir dari kasih dalam Roh dari mereka yang mengenal kasih karunia Allah dalam kebenaran; iman itu adalah sesuatu yang sejati. Iman itu bekerja seperti ragi yang baik, sebagaimana kebenaran Injil selalu bekerja ketika diterima dengan segala kasih karunia yang berharga ke dalam hati.” 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 6
“Betapa besar kesaksian yang dapat diberikan setiap orang jika ia mau membuka jendela jiwanya ke arah surgawi dan menutup rapat jendela jiwanya ke arah duniawi—jendela-jendela yang melaluinya debu dan sampah duniawi masuk ke dalam hati, yang merusak pengalaman yang Tuhan rancang untuk setiap orang percaya di dalam Kristus! Kita diberi hak istimewa untuk merenungkan segala sesuatu yang surgawi dan memandangnya dengan mata iman.” 15LtMs, Ms 88, 1900, par. 7