Bersinar seperti Cahaya di Malam Hari

Pelajaran 5, Triwulan 1, 24-30 Januari 2026

img rest_in_christ
Bagikan Pelajaran ini
Download PDF

Sabat Sore, 24 Januari

Ayat Hafalan:

“Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” KJV - Filipi 2:14-15


“Dari setiap rumah tangga Kristen satu terang yang suci harus bersinar. Kasih harus dinyatakan dalam perbuatan. Itu harus mengalir di dalam setiap hubungan dalam rumah tangga, menunjukkan dirinya dalam sifat manis budi, kelemahlembutan dan sopan santun. Ada rumah-rumah tangga di mana Allah disembah dan kasih yang paling sejati memerintah. Dari rumah-rumah tangga seperti ini doa pagi dan petang naik kepada Allah sebagai satu dupa yang harum, dan rahmat serta berkat-Nya turun ke atas mereka seperti embun pagi.” PP 144.2

“Rumah tangga Kristen yang tertata dengan baik merupakan argumen yang kuat untuk membuktikan kebenaran agama Kristen—argumen yang tidak dapat dibantah oleh orang kafir. Semua orang dapat melihat bahwa ada pengaruh yang bekerja dalam keluarga yang memengaruhi anak-anak, dan bahwa Allah Abraham menyertai mereka. Jika rumah tangga orang Kristen yang mengaku beriman memiliki tata cara keagamaan yang benar, mereka akan memberikan pengaruh yang besar untuk kebaikan. Mereka benar-benar akan menjadi ‘terang dunia.’ Allah di surga berbicara kepada setiap orang tua yang setia dengan kata-kata yang ditujukan kepada Abraham: ‘Aku mengenal dia, bahwa ia akan memerintahkan anak-anaknya dan kepada keturunannya, supaya mereka tetap mengikuti jalan Tuhan, untuk melakukan keadilan dan penghakiman; supaya Tuhan mendatangkan kepada Abraham apa yang telah difirmankan-Nya kepadanya.’” PP 144.3

Minggu, 25 Januari

Kita Mempraktikkan Apa yang Allah Tanamkan dalam Diri Kita


Bacalah Filipi 2: 12, 13. Apakah yang Paulus maksud dengan pernyataan "Tetaplah Kerjakan keselamatanmu"? Bagaimanakah Anda menggambarkan hubungan antara iman dan perbuatan?

Perkataan ini dicatat untuk menolong setiap jiwa yang bergumul. Paulus meninggikan ukuran kesempurnaan dan menunjukkan bagaimana itu dapat dicapai. Karena itu “tetaplah kerjakan keselamatanmu” ia mengatakan, “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu. AA 482.1

Pekerjaan memperoleh keselamatan adalah sesuatu kerjasama yang harus dikerjakan bersama-sama. Ada kerja sama antara Allah dan orang berdosa yang bertobat. Hal ini perlu untuk pembentukan prinsip-prinsip yang benar dalam tabiat. Manusia harus mengadakan usaha yang sungguh-sungguh untuk mengalahkan sesuatu yang menghalangi dia dari mencapai kesempurnaan. Tetapi ia bergantung sepenuhnya kepada Allah untuk kemajuan. Usaha manusia sendiri tidaklah cukup. Tanpa usaha pertolongan Ilahi ia tidak akan mencapai sesuatu. Allah bekerja dan manusia bekerja. Perlawanan akan pencobaan harus datang dari manusia, yang harus mendapat kuasanya dari Allah. Di satu sisi ada akal budi yang tidak terbatas, belas kasihan, dan kuasa; di sisi lain, kelemahan, sifat berdosa, ketidakberdayaan yang mutlak. AA 482.2

Allah menginginkan agar kita menguasai diri kita sendiri. Tetapi Ia tidak dapat menolong kita tanpa persetujuan dan kerjasama kita. Roh Ilahi bekerja melalui kuasa dan kesanggupan yang diberikan kepada manusia. Tentang diri kita sendiri, kita tidak sanggup untuk membawa maksud dan keinginan dan kecenderungan selaras dengan kemauan Allah; tetapi jika kita “mau untuk dijadikan rela” Juruselamat akan melaksanakannya untuk kita, “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan setiap pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” 2 Korintus 10:5. AA 482.3

Bacalah Roma 3: 23, 24; Roma 5: 8, dan Efesus 2: 8-10. Apakah yang ayat-ayat ini ajarkan mengenai keselamatan?

“Kasih karunia yang melimpah telah disediakan agar jiwa yang percaya dapat terbebas dari dosa; karena seluruh surga, dengan sumber dayanya yang tak terbatas, telah disediakan bagi kita. Kita harus mengambil dari sumur keselamatan. Kristus adalah tujuan hukum Taurat untuk kebenaran bagi setiap orang yang percaya. Dalam diri kita sendiri kita adalah orang berdosa; tetapi di dalam Kristus kita adalah orang benar. Setelah menjadikan kita benar melalui kebenaran Kristus yang diperhitungkan, Allah menyatakan kita benar, dan memperlakukan kita sebagai orang benar. Ia memandang kita sebagai anak-anak-Nya yang terkasih. Kristus bekerja melawan kuasa dosa, dan di mana dosa berlimpah, kasih karunia jauh lebih berlimpah. ‘Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.’ (Roma 5:1, 2).” 1SM 394.1

Senin, 26 Januari

Terang dalam Dunia yang Gelap


Bacalah Filipi 2: 15, 16. Bagaimanakah Paulus menggambarkan, apa yang harus kita wujudkan dan kita lakukan sebagai anak-anak Allah?

“Tidak seorang pun boleh bersikap lancang atau mencolok, tetapi kita harus dengan tenang menjalani agama kita, dengan pandangan tunggal kepada kemuliaan Allah.... Maka kita akan bersinar sebagai terang di dunia, tanpa kebisingan atau gesekan. Tidak seorang pun perlu gagal; sebab Dia yang bijaksana dalam nasihat, unggul dalam pekerjaan, dan berkuasa untuk mewujudkan rencana-Nya, ada bersama mereka. Ia bekerja melalui para agen-Nya, yang terlihat maupun yang tidak terlihat, manusia dan ilahi. Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang agung, dan akan diteruskan untuk kemuliaan Allah, jika semua yang terhubung dengannya menjadikan pekerjaan mereka sesuai dengan pengakuan iman mereka. Kemurnian pikiran harus dijunjung tinggi sebagai hal yang sangat diperlukan untuk pekerjaan mempengaruhi orang lain. Jiwa harus dikelilingi oleh suasana yang murni dan kudus, suasana yang akan cenderung mempercepat kehidupan rohani semua orang yang menghirupnya.” SD 316.2

“Yesus dihormati atau dinodai oleh perkataan dan tingkah laku para pengikut-Nya yang mengaku beriman. Hati harus dijaga tetap murni dan kudus, karena dari situlah sumber kehidupan. Jika hati dimurnikan melalui ketaatan kepada kebenaran, tidak akan ada pilihan egois, juga tidak ada motif yang korup. Tidak akan ada keberpihakan, tidak ada kemunafikan....” SD 316.3

“Dalam keadaan masyarakat saat ini, dengan moral yang lemah bukan hanya di kalangan orang muda tetapi juga mereka yang sudah tua dan berpengalaman, ada bahaya besar untuk menjadi ceroboh, dan memberikan perhatian khusus kepada kesenangan-kesenangan, sehingga menimbulkan iri hati, cemburu, dan prasangka buruk. Tetapi sedikit yang menyadari bahwa mereka mengusir Roh Allah dengan pikiran dan perasaan egois mereka, pembicaraan mereka yang bodoh dan sepele.... Jika kasih karunia Kristus ditanamkan di dalam hati mereka, dan menancapkan akarnya dalam-dalam ke tanah yang subur, mereka akan menghasilkan buah yang sama sekali berbeda.... Kuasa Allah yang mengubah saja sudah cukup untuk menegakkan prinsip-prinsip murni di dalam hati, sehingga si jahat tidak akan menemukan apa pun untuk diserang.... Kemurnian dalam berbicara, dan kesopanan Kristen sejati harus selalu dipraktikkan.” Letter 74, 196, 91, SD 316.4

Selasa, 27 Januari

Persembahan yang Hidup


Bacalah Filipi 2: 17; 2 Timotius 4: 6; Roma 12: 1, 2, dan 1 Korintus 11: 1. Apakah yang Paulus katakan dalam ayat-ayat ini?

Adalah untuk memberikan suatu gambaran tentang sifat tidak mementingkan diri dalam kehidupan-Nya sendiri sehingga Yesus datang dalam bentuk manusia. Dan semua orang yang menerima prinsip ini harus menjadi teman sekerja dengan Dia dalam menunjukkan hal itu dalam kehidupan praktis. Memilih yang benar oleh sebab hal itu adalah benar; untuk berdiri demi kebenaran meskipun harus menderita dan berkorban—“Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba Tuhan dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman Tuhan” (Yesaya 54:17). MPS 141.2

Ditebus oleh pengorbanan Kristus, dibasuh dari dosa dalam darah-Nya, dan dipakaikan dalam kebenaran-Nya, Paulus menyaksikan dalam dirinya bahwa jiwanya adalah berharga pada pemandangan PenebusNya. Hidup-Nya disembunyikan dengan Kristus di dalam Allah, dan ia diyakinkan bahwa Dia yang telah mengalahkan kematian sanggup untuk memelihara sesuatu yang dipercayakan kepada-Nya. Pikirannya mengerti janji Juruselamat, “Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” Yohanes 6:40. Pikiran dan pengharapan-Nya dipusatkan pada kedatangan Tuhan kedua kalinya. Sementara pedang algojo turun dan bayangbayang kematian berkumpul keliling orang yang mati syahid itu, pikirannya yang terakhir timbul, sebagaimana yang mula-mula dalam kebangunan yang besar, untuk bertemu dengan Pemberi Hidup, yang akan menyambut dia kepada kesukaan orang-orang yang diberkati. KR 433.1

“Kita harus menyerahkan diri kita sepenuhnya untuk melayani Allah, dan kita harus berusaha untuk mempersembahkan persembahan yang sedekat mungkin dengan kesempurnaan. Allah tidak akan puas dengan apa pun yang kurang dari yang terbaik yang dapat kita persembahkan. Mereka yang mencintai-Nya dengan segenap hati, akan menginginkan untuk memberikan pelayanan terbaik dalam hidup mereka, dan mereka akan terus berusaha untuk menyelaraskan setiap aspek keberadaan mereka dengan aturan-aturan yang akan meningkatkan kemampuan mereka untuk melaksanakan kehendak-Nya.” CIHS 47.1

“Ketika Daud memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan hukum Allah, maka menaati perintah itu menjadi dosa. ‘Pemerintah-pemerintah yang ada telah ditetapkan oleh Allah’ (Roma 13:1), tetapi kita tidak boleh menaati mereka jika bertentangan dengan hukum Allah. Rasul Paulus menetapkan prinsip yang harus kita ikuti: ‘Jadilah pengikutku, sebagaimana aku juga adalah pengikut Kristus.’ 1 Korintus 11:1.” EP 522.1

Rabu, 28 Januari

Karakter yang Teruji


Mengapa, menurut Anda, Paulus berbicara begitu positif dan panjang lebar tentang Timotius di sini (lihat Flp. 2: 19-23)? Apa lagi yang Paulus katakan tentangnya (lihat 1 Kor. 4: 17; 2 Tim. 1: 5)?

“Betapa indahnya kesaksian yang diberikan dalam surat kepada Timotius: “Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” 13LtMs, Ms 65, 1898, par. 7

“Rasul yang baik itu adalah seorang bapa bagi kawanan domba. Timotius adalah anaknya dalam Injil. Sejak kecil ia telah dididik dalam pengetahuan tentang Kitab Suci. Rasul itu tidak puas hanya dengan mengajar murid-muridnya dengan pengetahuan teoritis semata; ia merasa bertanggung jawab atas kesejahteraan rohani mereka. Inilah beban besar dalam pekerjaannya. Mereka harus mengenal Allah yang benar, dan Yesus Kristus yang telah diutus-Nya. Ia sering memanggil mereka kepadanya, dan berdoa bersama mereka. Rasul itu mengajarkan kepada Timotius bahwa ia tidak hanya harus membaca dan mengajarkan Firman, tetapi juga harus menjadi seorang pelajar Kitab Suci yang tekun.” 13LtMs, Ms 65, 1898, par. 10

Bila orang-orang yang menjanjikan dan memiliki kemampuan bertobat, seperti halnya dengan Timotius, Paulus dan Barnabas berusaha dengan sungguh-sungguh berusaha menunjukkan kepada mereka pentingnya bekerja dalam kebun anggur. Dan waktu rasul-rasul berangkat ke tempat lain, iman orang-orang ini tidak luntur, tetapi sebaliknya bertambah-tambah. Mereka telah diajarkan dengan setia dalam jalan Tuhan, dan telah diajar bagaimana bekerja dengan tidak mementingkan diri, dengan sungguh-sungguh, dengan tabah, untuk keselamatan sesama manusia. Latihan saksama bagi orang yang masih baru bertobat ini adalah suatu faktor yang penting dalam kemajuan yang luar biasa yang menyertai khotbah Injil Paulus dan Barnabas di negeri-negeri kafir. AA 186.3

Duduk berhari-hari dalam selnya yang gelap, mengetahui bahwa oleh satu perkataan atau anggukan dari Nero, nyawanya bisa dikorbankan, Paulus memikirkan tentang Timotius dan mengambil keputusan untuk memanggil dia. Kepada Timotius telah dipercayakan penjagaan sidang di Efesus, dan sebab itu ia telah ditinggalkan ketika Paulus mengadakan perjalanannya yang terakhir ke Roma. Paulus dan Timotius terikat bersama-sama dengan suatu kasih yang dalam dan kuat. Sejak pertobatannya, Timotius telah mengambil bagian dari pekerjaan dan penderitaan Paulus, dan persahabatan antara kedua orang ini telah bertumbuh menjadi lebih kuat, lebih dalam, dan lebih suci, sampai segala sesuatu yang dapat diperbuat oleh seorang anak kepada bapa yang dikasihi dan dihormati, demikianlah diperbuat oleh Timotius kepada rasul yang sudah tua dan lelah itu. Tidaklah mengherankan lagi kalau dalam kesunyian dan kesepiannya, Paulus merindukan untuk melihat dia. AA 498.2

Kamis, 29 Januari

Hormatilah Orang-Orang seperti Dia


Bacalah Filipi 2: 25-30. Bagaimanakah Paulus menggambarkan Epafroditus? Apakah Sikap dan tindakan spesifik dari pekerja Kristen ini yang menunjukkan karakternya?

Surat Paulus kepada orang-orang Filipi, seperti sesuatu kepada orang-orang Kolose, ditulis sementara ia seorang tahanan di Roma. Gereja di Filipi telah mengirim pemberian kepada Paulus dengan tangan Epafroditus, yang Paulus sebut “saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.” Sementara di Roma, Epafroditus sakit, “nyaris mati, tetapi Allah mengasihi dia.” Paulus menulis, “bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah.” Mendengar tentang penyakit Epafroditus, orang-orang percaya di Filipi dipenuhi dengan kecemasan mengenai dia, dan ia mengambil keputusan untuk kembali kepada mereka. ‘’Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.... Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitamu. Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia. Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.” AA 479.1

Oleh Epafroditus, Paulus mengirim sebuah surat kepada orang-orang percaya di Filipi, dalam mana ia berterima kasih kepada mereka untuk pemberian mereka kepadanya. Dari semua sidang, dari Filipilah yang paling murah hati untuk menyokong keperluan-keperluan Paulus. “Kamu sendiri juga tahu,” rasul itu berkata dalam suratnya, “pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan utang dan piutang dengan aku selain daripada kamu. Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. Kini aku telah menerima semua yang perlu daripadamu, malahan lebih daripada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.” AA 479.2

Jumat, 30 Januari

Pendalaman

Di antara para penduduk bumi yang tersebar di seluruh negeri, ada orang-orang yang tidak pernah menyembah Baal. Laksana bintang-bintang di langit, yang hanya muncul pada waktu malam, orang-orang yang setiawan ini akan memancarkan sinarnya apabila kegelapan menudungi bumi dan kegelapan pekat meliputi umat manusia. Di Afrika yang kafir, di negeri Katolik Eropa dan Amerika Selatan, di Tiongkok, di India, di pulau-pulau yang tersebar di laut, dan ke seluruh pelosok bumi yang gelap, Allah mempunyai orang-orang yang terpilih di cakrawala yang akan bersinar di tengah-tengah kegelapan, yang menyatakan dengan jelas kepada dunia yang murtad akan kuasa yang mengubahkan terhadap penurutan pada hukum-Nya. Sekarang pun mereka muncul pada setiap bangsa, kaum dan bahasa; dan di saat kemurtadan yang dalam, ketika usaha Setan dilakukan mati-matian untuk menyebabkan “semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba,” untuk menerima hukuman kematian, tanda kesetiaan pada hari perhentian yang palsu, orang-orang yang setiawan ini, “tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela,” akan “bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.” Wahyu 13:16; Filipi 2:15. Semakin gelap malam itu, semakin cemerlang cahaya mereka. PK 188.2