“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." KJV - Kejadian 3:15
Manusia yang jatuh ke dalam dosa adalah tawanan resmi Setan. Misi Yesus Kristus adalah menyelamatkan orang-orang dari kuasa musuh besarnya. Manusia secara alami cenderung mengikuti saran Setan, dan mereka tidak dapat berhasil melawan musuh yang begitu mengerikan kecuali bersama Kristus, pahlawan yang amat berkuasa itu, tinggal di dalam dirinya, yang memimpin segala keinginannya dan memberikan kekuatan kepadanya. Hanya Allah yang dapat membatasi kuasa Setan.
Setan selalu mengelilingi dunia dan berjalan ke sana ke mari. Dia tidak pernah lengah sedetik saja, karena takut kehilangan satu kesempatan untuk membinasakan jiwa-jiwa. Penting bagi umat Allah untuk memahami hal ini, supaya mereka terlepas dari tipu dayanya. Setan sedang mempersiapkan tipu dayanya, agar dalam pekerjaannya yang paling terakhir melawan umat Allah, mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah pekerjaan setan. 2 Korintus 11:14: “Hal itu tidak mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” Sementara beberapa jiwa yang tertipu menyatakan bahwa tidak ada setan, maka setan benar-benar ada menawan mereka, dan bekerja dengan luas sekali oleh perantaraan mereka itu. Setan lebih mengetahui daripada umat Allah, betapa lebih berkuasa umat itu dari padanya, apabila kuasa mereka ada di dalam Kristus. Setan terlalu licik untuk datang secara terbuka, dengan berani, dengan godaan-godaannya; karena pada saat itu iman orang Kristen yang mengantuk akan bangkit, dan mereka akan bersandar pada Sang Pembebas yang kuat dan perkasa. Namun, dia datang tanpa diketahui, dan bekerja secara terselubung melalui anak-anak durhaka yang mengaku saleh.” 1T 341.1
“Sang Juruselamat dunia tidak mempunyai pertentangan dengan Setan, dia yang diusir dari surga karena dia tidak lagi layak mendapat tempat di sana. Setan yang mempengaruhi para malaikat Allah untuk melawan Penguasa Tertinggi, dan melawan PutraNya, komandan mereka yang penuh kasih, dan meminta belas kasihan mereka untuk dirinya sendiri, mampu melakukan penipuan apa pun. Selama empat ribu tahun setan telah berperang melawan pemerintahan Allah, dan tidak kehilangan sedikitpun keterampilan atau kekuatannya untuk mencobai dan menipu.” 1SM 279.1
Bacalah Matius 13:24-27. Bagaimana perumpamaan ini menolong kita untuk memahami kejahatan di dunia ini?
Pengajaran dari perumpamaan ini dilukiskan dalam perlakuan Allah sendiri terhadap manusia dan malaikat-malaikat. Setan adalah penipu. Ketika ia berdosa di dalam surga, bahkan malaikat-malaikat yang setia tidak melihat jelas tabiatnya. Itulah sebabnya Allah tidak segera membinasakan Setan. Kalau itu dilakukan-Nya, malaikat-malaikat suci tidak akan dapat memahami keadilan dan kasih Allah. Suatu kebimbangan terhadap kebaikan Allah akan menjadi seperti sebuah benih yang jahat, yang akan menghasilkan buah pahit dari dosa dan malapetaka. Oleh sebab itu pelaku utama kejahatan dibiarkan, untuk menyatakan tabiatnya yang sesungguhnya. Sepanjang berabad-abad lamanya Allah memikul sengsara memandang pekerjaan kejahatan, Ia telah memberikan Anugerah yang tidak terbatas dari Golgota, gantinya meninggalkan seorang saja untuk ditipu oleh penyalah tafsiran terhadap orang jahat; karena lalang itu tidak dapat dicabut tanpa bahaya ikut tercabutnya gandum yang berharga itu. Dan apakah kita tidak akan sama sabarnya terhadap sesama manusia seperti Tuhan atas langit dan bumi menunjukkan kesabarannya terhadap Setan? COL 72.2
Bacalah Matius 13:28-30 dalam terang penjelasan Kristus dalam Matius 13:37-40. Bagaimana hal ini juga menjelaskan sifat dari konflik kosmik?
Meski ada amaran dari Kristus, manusia telah berusaha untuk mencabut lalang-lalang itu. Untuk menghukum orang yang dianggap berbuat kejahatan, umat Tuhan telah menggunakan kekuasaan pemerintah. Orang yang berbeda pendirian dari doktrin-doktrin yang telah ditetapkan telah dipenjarakan, disiksa sampai mati oleh hasutan manusia yang mengaku bertindak di bawah izin Kristus. Tetapi itu adalah roh Iblis, bukan Roh Kristus yang mengilhami perbuatan-perbuatan yang demikian. Ini adalah cara Setan sendiri untuk menaklukkan dunia ini di bawah pemerintahannya. Allah telah disalah gambarkan oleh gereja dengan cara memperlakukan orang yang dianggap telah murtad. COL 74.1
Pengajaran dari perumpamaan Kristus bukanlah mengenai pehukuman atau tuduhan terhadap orang lain, melainkan kerendahan hati dan jangan percaya kepada diri sendiri. Tidak semua benih yang ditaburkan di ladang merupakan biji yang baik. Kenyataan bahwa manusia berada di dalam jemaat tidak membuktikan mereka sebagai umat Allah. COL 74.2
Lalang itu amat menyerupai gandum manakala tunasnya masih hijau; tetapi bila ladang itu menguning siap untuk dituai, rumput-rumput yang tidak berguna itu tidak menyerupai gandum yang merunduk karena bulirnya yang penuh, dan matang. Orang berdosa yang berpura-pura saleh yang berbaur dengan pengikut-pengikut Kristus dan berlagak sebagai umat beragama ternyata akan menipu banyak orang; tetapi pada masa penuaian dunia tidak ada kemiripan di antara yang baik dan yang jahat. Barulah orang yang telah bersekutu dengan umat Tuhan, tetapi tidak bersekutu dengan Kristus dinyatakan. COL 74.3
Lalang-lalang diizinkan bertumbuh di tengah gandum, mendapat segala keuntungan dari matahari dan hujan; tetapi pada musim menuai engkau akan "melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya." Maleakhi 3:18. Kristus sendiri akan menentukan siapa yang layak tinggal bersama keluarga surga. Ia akan menghukumkan setiap orang sesuai dengan perkataan dan perbuatannya. Pengakuan tidak berarti apa-apa pada saat itu. Tabiatlah yang menentukan nasib. COL 74.4
Bacalah Kejadian 1:31. Apakah yang diungkapkan oleh firman Allah tentang keadaan ciptaan ketika Allah selesai menciptakannya, dan mengapa jawaban ini penting?
Penciptaan itu sekarang sudah sempuma. "Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya." "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik." Eden bertumbuh dengan semaraknya di atas bumi. Adam dan Hawa mempunyai kebebasan atas pohon alhayat itu. Tidak ada cemar dosa ataupun bayang-bayang kematian menodai alam kejadian yang indah itu." "Bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai." Ayub 38:7. PP 47.1
Allah yang agung itu telah menjadikan bumi ini; Ia telah menjadikan bumi ini seluruhnya dengan jubah keindahan dan memenuhinya dengan benda-benda yang berguna bagi manusia; Ia telah menciptakan segala keajaiban-keajaiban di darat dan di dalam lautan. Dalam enam hari pekerjaan untuk menciptakan itu telah dilaksanakan. "Berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu." Allah memandang akan hasil perbuatan tangan-Nya dengan puas. Segala sesuatunya sempuma, layak disebut ciptaan Ilahi, dan Ia pun berhenti, bukan seperti seorang manusia yang merasa lelah, melainkan karena merasa senang dengan segala hasil dari pada hikmat, kebajikan serta pernyataan kemuliaan-Nya. PP 47.2
Bacalah Kejadian 3:1-7. Apakah yang dapat kita pelajari dari kisah ini tentang bagaimana kejahatan masuk ke bumi? Apakah yang dijelaskan oleh ayat ini tentang sifat dari konflik kosmik? (Lihat juga Wahyu 12:7-9).
Oleh karena tidak ada lagi kebebasan untuk membangkitkan pemberontakan di surga, permusuhan Setan terhadap Tuhan mendapat satu arena baru dalam rencananya untuk menghancurkan umat manusia. Di dalam kebahagiaan dan damai yang dinikmati oleh pasangan yang suci di Eden, ia melihat satu gambaran kemuliaan yang telah hilang dari padanya untuk selama-lamanya. Didorong oleh rasa iri hati, ia bertekad untuk menghasut mereka agar memberontak, dan mendatangkan kepada mereka kesalahan dan hukuman dosa. Ia akan mengubah kasih mereka menjadi sifat tidak percaya, dan nyanyian pujian mereka menjadi kata-kata celaan terhadap Khalik mereka. Dengan demikian ia bukan saja akan menjerumuskan makhluk-makhluk yang tidak berdosa ini ke dalam penderitaan yang sama yang sedang dialaminya tetapi juga akan mendatangkan celaan kepada Allah, dan menimbulkan kedukaan di dalam surga. PP 52.1
Sambil memakan buah pohon itu, ia mengatakan, bahwa mereka akan tiba pada suatu keadaan hidup yang lebih mulia dan memasuki satu bidang pengetahuan yang lebih luas lagi. Ia sendiri telah memakan buah yang dilarang itu dan sebagai akibatnya, ia telah memperoleh kesanggupan untuk berkata-kata. Dan ia telah menghasutnya sambil mengatakan bahwa Tuhan didorong oleh rasa cemburu telah menahan buah ini dari mereka, agar jangan mereka itu menjadi setara dengan diri-Nya. Adalah disebabkan oleh karena khasiatnya yang ajaib, yang dapat memberikan hikmat dan kuasa, sehingga Ia telah melarang mereka untuk mengecap bahkan menjamahnya. Si penggoda itu menjelaskan bahwa amaran Ilahi itu tidak akan menjadi satu kenyataan; itu hanya sekadar menakut-nakuti mereka. Bagaimana mungkin mereka itu akan mati? Bukankah mereka sudah memakan buah pohon alhayat? Tuhan sedang berusaha mencegah mereka jangan tiba kepada satu keadaan yang lebih mulia dan memperoleh kebahagiaan yang lebih besar. PP 54.2
Begitulah cara Setan bekerja sejak zaman Adam sampai sekarang ini, dan melalui cara ini ia telah beroleh hasil yang gemilang. Ia menggoda manusia untuk meragukan kasih Allah dan hikmat-Nya. Ia senantiasa berusaha membangkitkan roh ingin tahu yang tidak hormat, satu keinginan yang didorong oleh rasa gelisah dan bertanya-tanya untuk mendalami rahasia hikmat serta kuasa Ilahi. Di dalam usaha mereka untuk menyelidiki apa yang disembunyikan Tuhan dari mereka, banyak orang telah mengabaikan kebenaran-kebenaran yang telah dinyatakanNya dan yang perlu bagi keselamatan. Setan menggoda manusia untuk berbuat pelanggaran oleh memimpin mereka untuk mempercayai bahwa mereka sedang memasuki satu bidang pengetahuan yang ajaib. Tetapi semuanya ini adalah suatu penipuan belaka. Dirangsang oleh keinginan untuk lebih maju, mereka, dengan menginjak-injak tuntutan Allah, sedang menjejakkan kaki mereka pada jalan yang menuntun mereka kepada kemerosotan dan kebinasaan. PP 54.3
Bacalah Yehezkiel 28:12-19 dalam terang Keluaran 25:19,20. Apakah sifat alamiah dari kejatuhan makhluk ini?
Tetapi ada seorang yang menyalahgunakan kebebasan ini. Dosa bermula dari dia yang, setelah Kristus, paling dihormati Allah, dan yang berkuasa paling tinggi dan yang paling mulia dari antara penghuni surga. Sebelum kejatuhannya, Lucifer adalah yang terutama dari kerub-kerub yang berjaga, kerub yang suci dan yang tidak bercacat cela. “Beginilah firman Tuhan Allah: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di Taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga.” “Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga (engkau adalah kerub yang menaungi—terjemahan langsung), di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan, di tengah-tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tidak bercela di dalam tingkah lakumu sejak dari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.” (Yehezkiel 28:12-15). GC 493.3 (KA 517.1)
Sebenarnya Lucifer bisa saja tetap berkenan kepada Allah, dikasihi dan dihormati oleh seluruh malaikat surga, dan menjalankan kuasanya yang mulia untuk memberkati yang lain-lain serta memuliakan Penciptanya. Tetapi kata nabi itu, “Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu.” (Yehezkiel 28:17). Sedikit demi sedikit Lucifer memanjakan suatu keinginan untuk meninggikan diri sendiri. “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.” “Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi.” (Yehezkiel 28:6; Yesaya. 14:13-14). Gantinya berusaha membuat Allah yang tertinggi dalam kasih dan kesetiaan makhluk-makhluk ciptaan-Nya, Lucifer berusaha untuk memenangkan pelayanan dan penghargaan mereka untuk dirinya sendiri. Dan karena menginginkan kehormatan yang dikaruniakan Bapa Semawi kepada Anak-Nya, lalu penghulu malaikat ini menginginkan kuasa yang hanya Kristus saja memiliki hak prerogatif itu. GC 494.1 (KA 517.2)
Bacalah Yesaya 14:12-15. Apa penjelasan tambahan yang diberikan oleh hal ini mengenai asal-usul pertentangan besar ini?
Kepada kita diceritakan, bahwa Setan, bukanlah satu-satunya orang berdosa di dalam surga, sebab bersama-sama dengan dia telah terlempar keluar dari surga sepertiga dari malaikat yang banyak itu. (Wahyu 12 : 4). Semua mereka ini telah tercampak keluar dari Surga, sebab mereka menaruh harap pada kata-kata Lucifer, yaitu kepada seseorang yang di dalam Surga, sebagai gantinya menaruh harap kepada firman Allah. Inilah kejatuhannya malaikat-malaikat itu. Lucifer sendiri jatuh sewaktu ia bercita-cita untuk menjadi sama dengan Allah.
Kedua dosa ini, yaitu percaya kepada manusia, dan keinginan untuk meninggikan diri sendiri, masih juga merupakan unsur-unsur dosa yang terkemuka pada waktu ini di bumi. Di masa lalu inilah batu sandungan Hawa dan bagi banyak orang di waktu inipun inilah batu sandungannya. Bukan hanya selera makan yang telah merupakan penyebab kejatuhannya Hawa. Ular itu tidak mengatakan, “Engkau supaya memakan buah ini karena buahnya indah, lebih enak daripada setiap buah yang lain di dalam taman Allah.” Melainkan katanya : “Allah mengetahui bahwa pada hari engkau memakannya, maka matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, yang mengetahui baik dan jahat.” Kejadian 3 : 5.
“Buah itu, tentunya menarik kepadanya, tetapi ia tergoda oleh pikiran dari hal memperoleh kesempatan untuk diangkat ke atas tahta Allah, untuk ditinggikan kepada kedudukan yang sama seperti yang dicita-citakan oleh Lucifer sendiri. Lucifer harus secara jujur percaya bahwa ia akan bisa jadi seperti Allah jika segala malaikat di dalam Surga berikut semua orang di bumi hanya mau tunduk kepada perintah-perintahnya.”
Bacalah Matius 4:1-11. Bagaimanakah realitas pertentangan besar antara Kristus dan Iblis dinyatakan di sini?
Sekarang Setan menyangka bahwa ia telah menghadapi Yesus pada pendirian-Nya sendiri. Musuh yang licik itu sendiri kini mengemukakan ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Allah. Ia masih saja kelihatan seperti seorang malaikat terang, dan ia membuktikan bahwa ia mahir dalam soal-soal Alkitab, serta mengerti pentingnya apa yang tertulis. Sebagaimana Yesus menggunakan firman Allah untuk mempertahankan iman-Nya, penggoda itu kini menggunakan firman Allah pula untuk membenarkan penipuannya. Ia mengatakan bahwa ia hanya menguji kesetiaan Yesus, dan sekarang ia memuji keteguhan-Nya. Karena Juruselamat telah menunjukkan percaya pada Allah, Setan mendesak Dia pula supaya memberikan lagi bukti-bukti lain untuk iman-Nya itu. DA 124.3
Akan tetapi pencobaan itu didahului lagi dengan sindiran yang mengandung rasa tak percaya, “Jikalau Engkau Anak Allah.” Kristus tergoda untuk menjawab "jikalau" itu; tetapi Ia sedikit pun tidak mau menerima kebimbangan itu. Ia tidak mau membahayakan nyawa-Nya hanya untuk memberikan bukti kepada Setan. DA 124.4
Penggoda itu berpikir hendak mengambil keuntungan dari kemanusiaan Kristus, serta membujuk Dia untuk bertindak takabur. Akan tetapi meskipun Setan dapat membujuk, ia tidak dapat memaksa berbuat berdosa. Katanya kepada Yesus, "Jatuhkanlah diri-Mu ke bawah," karena mengetahui bahwa ia tidak dapat menjatuhkan Dia ke bawah; karena Allah akan campur tangan untuk melepaskan Dia. Tidak pula Setan dapat memaksa Yesus menjatuhkan diri-Nya ke bawah. Kecuali Kristus menyerah kepada pencobaan itu, Ia tidak dapat dikalahkan. Segenap kuasa dunia ini atau neraka sekalipun tidak dapat memaksa Dia sedikit pun untuk menyimpang dari kehendak Bapa-Nya. DA 125.1
Penggoda itu tidak akan pernah dapat memaksa kita untuk melakukan kejahatan. Ia tidak dapat mengendalikan pikiran kecuali pikiran itu diserahkan ke bawah kekuasaannya. Kehendak mesti setuju, iman mesti melepaskan pegangannya dari Kristus, barulah Setan dapat menggunakan kuasanya atas kita. Tetapi setiap keinginan jahat yang kita sayangi memberikan kepadanya tempat bertumpu. Setiap perkara yang dalamnya kita gagal untuk mencapai standar Ilahi, merupakan sebuah pintu terbuka yang melaluinya ia dapat masuk untuk menggoda serta membinasakan kita. Dan setiap kegagalan atau kekalahan di pihak kita memberikan kesempatan bagi dia untuk mempersalahkan Kristus. DA 125.2
Ketika Setan mengutip janji, "Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya," ia tidak menyebutkan ucapan, "untuk menjaga Engkau di segala jalan-Mu" yaitu, pada segala jalan pilihan Allah. Yesus tidak mau keluar dari jalan penurutan. Sementara menunjukkan iman yang sempurna pada Bapa-Nya, Ia tidak mau menempatkan diri-Nya sendiri, dengan tidak disuruh, pada suatu kedudukan yang akan memerlukan campur tangan Bapa-Nya untuk menyelamatkan Dia dari maut. Ia tidak mau memaksa Allah datang meluputkan Dia, dan dengan demikian gagal untuk memberikan kepada manusia satu teladan iman dan penurutan. DA 125.3
Yesus berkata kepada Setan, "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Aliahmu." Perkataan ini diucapkan oleh Musa kepada bani Israel ketika mereka kehausan di padang belantara, lalu menuntut supaya Musa memberikan air kepada mereka, dengan berseru, "Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?" Keluaran 17:7. Allah telah mengerjakan hal-hal yang ajaib bagi mereka; namun dalam kesusahan mereka meragukan Dia, serta menuntut bukti bahwa Ia tengah menyertai mereka. Dalam keadaan kurang percaya itu, mereka berusaha hendak menguji Dia. Maka Setan pun mendesak Kristus untuk berbuat sedemikian juga. Allah telah membuktikan bahwa Yesus adalah Anak-Nya; dan kini untuk meminta bukti bahwa ialah Anak Allah, berarti menguji firman Allah—mencobai Dia. Jika demikian maka adalah benar meminta apa yang tidak dijanjikan Allah. Hal itu akan menunjukkan adanya kurang percaya, serta benar-benar menguji atau mencobai Dia. Jangan hendaknya kita menyampaikan permohonan kita kepada Allah untuk membuktikan apakah Ia akan menepati janji-Nya, melainkan karena Ia akan menepatinya; bukannya untuk membuktikan bahwa Ia mengasihi kita, melainkan karena Ia mengasihi kita. “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibrani 11:6. DA 125.4
Bacalah Yohanes 8:44, 45 dalam terang Wahyu 12:7-9. Apakah yang diungkapkan oleh ayat-ayat ini tentang karakter Iblis dan strateginya?
Perbuatan mereka menyaksikan tentang hubungan mereka kepada dia yang menjadi seorang penipu dan pembunuh. “Iblislah yang menjadi bapamu,” kata Yesus, “dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu! Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran .. Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.” Yoh. 8:44, 45. Adanya bukti bahwa Yesus mengucapkan kebenaran dan dengan kepastian menyebabkan Ia tidak diterima oleh para pemimpin Yahudi. Kebenaranlah yang menyakiti hati orang-orang yang merasa diri benar. Kebenaran membeberkan kesalahan yang menyesatkan, kebenaran itu mempersalahkan ajaran dan kebiasaannya, dan tidak disambut dengan baik. Mereka lebih suka menutup mata terhadap kebenaran daripada merendahkan diri untuk mengakui bahwa mereka sudah bersalah. Mereka tidak menyukai kebenaran itu. Mereka tidak menghendakinya, meskipun hai itu benar adanya. DA 467.3
Dalam kitab Wahyu pasal dua belas, kita melihat simbol seekor naga merah yang sangat besar. Dalam ayat kesembilan dari pasal tersebut, simbol ini dijelaskan sebagai berikut: “Maka dilemparkanlah naga besar itu, yaitu si ular tua, yang disebut Iblis atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia; ia dilemparkan ke bumi dan malaikat-malaikatnya turut dilemparkan ke bumi bersama-sama dengan dia.” Tidak diragukan lagi, naga itu terutama melambangkan Iblis. Tetapi Setan tidak muncul di bumi secara langsung; ia bekerja melalui agen-agennya. Dalam diri orang-orang jahatlah ia berusaha untuk menghancurkan Yesus segera setelah Ia dilahirkan. Di mana pun Setan dapat mengendalikan suatu pemerintahan secara penuh sehingga pemerintahan itu dapat melaksanakan rancangannya, maka bangsa itu menjadi wakil Setan pada saat itu. Inilah yang terjadi pada semua bangsa kafir yang besar. Sebagai contoh, lihat Yehezkiel 28, di mana Setan digambarkan sebagai raja Tirus yang sebenarnya. Hal ini karena ia sepenuhnya mengendalikan pemerintahan tersebut. Pada abad-abad pertama era Kristen, Roma, dari semua bangsa kafir, adalah agen utama Setan dalam menentang Injil, dan karena itu diwakili oleh naga. GC88 679.4
“Namun, ada saatnya ketika paganisme di kekaisaran Romawi jatuh sebelum bentuk kekristenan yang semakin maju. Kemudian, seperti yang dinyatakan di halaman 54, “paganisme telah memberikan tempat kepada kepausan. Naga itu telah memberikan kepada binatang itu 'kekuatannya, dan kedudukannya, dan kekuasaannya yang besar'.” Artinya, Setan kemudian mulai bekerja melalui kepausan, sama seperti sebelumnya ia bekerja melalui paganisme. Tetapi kepausan tidak diwakili oleh naga, karena perlu untuk memperkenalkan simbol lain untuk menunjukkan perubahan dalam bentuk perlawanan terhadap Tuhan. Sebelum munculnya kepausan, semua perlawanan terhadap hukum Allah telah dilakukan dalam bentuk paganisme, Allah telah ditentang secara terbuka; tetapi sejak saat itu, perlawanan itu dilakukan dengan kedok kesetiaan kepada-Nya. Kepausan, bagaimanapun juga, tidak kurang merupakan alat Iblis dibandingkan dengan Roma yang kafir; karena semua kekuasaan, kedudukan, dan otoritas kepausan yang besar, diberikan oleh naga itu. Jadi, meskipun paus mengaku sebagai wakil Kristus, pada kenyataannya ia adalah wakil Iblis - ia adalah antikristus.” GC88 680.1
“Kita Berada di Tanah Musuh, 27 Oktober
“Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Wahyu 12:9. TDG 309.1
"Ketika umat Tuhan menunjukkan tekad mereka untuk mengikuti terang yang telah Tuhan berikan, musuh akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mematahkan semangat mereka. Namun, mereka tidak boleh menyerah karena kesulitan yang muncul ketika mereka mencoba mengikuti nasihat Tuhan. Allah telah memberikan kepada kita pekerjaan-Nya untuk dilakukan, dan jika kita memenuhi tuntutan-tuntutan-Nya, kita akan diberkati. .... TDG 309.2
"Musuh sedang bekerja secara aktif, seperti yang akan engkau lihat ketika engkau melakukan perjalanan di wilayahnya, membuka Firman Allah kepada orang-orang. Ketika pekabaran terakhir tentang belas kasihan diberitakan oleh bibir-bibir manusia, Setan akan mencoba untuk menyerbu ke garis depan. Tetapi ia tidak dapat menang melawan Kristus. Ketika kita menyajikan kebenaran yang menunjukkan kepada orang-orang kejahatan dari angan-angannya, kemarahannya akan bangkit, dan dia akan melakukan segala daya untuk menghalangi upaya kita. Tetapi teruslah menyampaikan "Beginilah Firman Tuhan," dengan mengingat bahwa Allah adalah penolongmu. Janganlah memberi jalan kepada musuh .... TDG 309.3
"Setan pernah menjadi malaikat yang paling mulia di istana surga. Tetapi dia membiarkan keinginan untuk menguasai dirinya, sehingga dia diusir dari surga. Dia datang ke bumi ini, dan masuk dengan semangat yang besar. Dan kecuali kita berdiri dengan setia dan benar di sisi Raja Imanuel, kita akan terjerat .... TDG 309.
"Di masa depan, hal-hal aneh akan terjadi. Aku mengatakan hal ini kepadamu agar kamu tidak terkejut dengan apa yang akan terjadi. Kita semua harus memelihara hubungan yang erat dengan Tuhan. Akhir zaman sudah lebih dekat daripada ketika kita pertama kali percaya." .... TDG 309.5
"Di bawah kepemimpinan Setan, ada orang-orang yang saat ini berusaha sekuat tenaga untuk menjerumuskan dunia ke dalam perselisihan. Dengan demikian, Setan sedang berusaha menciptakan suatu kondisi yang akan membuat dunia menjadi tidak beradab. Ia ingin melihat hal-hal yang aneh terjadi, yang tidak ditetapkan oleh Allah, yang terlalu bijaksana untuk berbuat salah. Tetapi Tuhan, ya, Tuhan kita, akan menjadi Penguasa langit dan bumi. Jika pria dan wanita mau melaksanakan ketentuan-ketentuan-Nya, maka akan terlihat bahwa Ia adalah Penguasa, yang melaksanakan kehendak ilahi-Nya. —Letter 114, October 27, 1910, to Elder A. G. Daniells, president of the General Conference.” TDG 309.6