“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” KJV - Kolose 3:14
“Dalam usahanya untuk mencapai cita-cita Allah baginya, orang Kristen jangan pernah putus asa. Kesempurnaan akhlak dan rohani, oleh rahmat dan kuasa Kristus, dijanjikan kepada semua orang. Yesus adalah sumber kuasa, mata air kehidupan. Ia membawa kita kepada firman-Nya, dan dari pohon kehidupan Ia memberikan kepada kita daun-daun untuk penyembuhan jiwa-jiwa yang sakit karena dosa. Ia memimpin kita ke takhta Allah, dan menempatkan ke dalam mulut kita suatu doa dengan mana kita dibawa ke dalam hubungan yang langsung dengan Dia. Demi kita, Ia menggerakkan kekuatan-kekuatan surga yang mahakuasa. Di setiap langkah kita menyentuh kuasa-Nya yang hidup.” AA 478.2
“Allah tidak menaruh batas kepada kemajuan mereka yang ingin “supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.” Oleh doa, oleh kewaspadaan, oleh pertumbuhan dalam pengetahuan dan pengertian, mereka harus “dikuatkan dengan segala kekuatan, oleh kuasa kemuliaan-Nya.” Dengan demikian mereka disediakan untuk bekerja bagi orang lain. Adalah tujuan Juruselamat agar manusia, yang dimurnikan dan dikuduskan, menjadi tangan penolong-Nya. Untuk hak istimewa yang besar ini, marilah kita mengucap syukur kepada Dia yang 'telah menjadikan kita layak untuk menjadi bagian dari warisan orang-orang kudus dalam terang: yang telah membebaskan kita dari kuasa kegelapan, dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih.” AA 478.3
Bacalah Kolose 3: 1-4. Kondisi apakah yang Paulus tunjukkan sebagai syarat agar kita dapat berpikiran surgawi? Menurut Anda apakah artinya itu?
la yang telah mengambil keputusan untuk masuk ke dalam kerajaan rohani akan mendapati bahwa semua kuasa dan hawa nafsu dari sifat yang belum diperbaharui, didukung dengan kuasa kerajaan kegelapan, dipersiapkan melawan dia. Setiap hari ia harus memperbarui penyerahannya, setiap hari ia harus mengadakan pertempuran dengan kejahatan. Kebiasaan-kebiasaan yang lama, kecenderungan-kecenderungan bawaan untuk berbuat kesalahan, akan berusaha untuk menguasainya, dan terhadap ini ia harus selalu waspada, berjuang dalam kekuatan Kristus untuk kemenangan. AA 476.3
“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi,” Paulus menulis kepada jemaat di Kolose; “Dulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang ke luar dari mulutmu .... Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain; apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.” AA 477.1
Surat kepada jemaat di Kolose dipenuhi dengan pelajaran-pelajaran yang tertinggi nilainya kepada semua orang yang mengambil bagian dalam pelayanan Kristus, pelajaran-pelajaran yang menunjukkan keesaan maksud dan keagungan tujuan yang akan kelihatan dalam kehidupan dari dia yang dengan benar menggambarkan Juruselamat. Meninggalkan segala sesuatu yang akan menghalangi dia dari mengadakan kemajuan di dalam jalan yang menuju ke atas atau yang akan mengalihkan kaki orang lain dari jalan yang sempit, orang percaya akan menyatakan dalam kehidupannya setiap hari kemurahan, kebaikan, kerendahan hati, kelemahlembutan, panjang sabar, dan kasih Kristus. AA 477.2
Bacalah Kolose 3: 5, 6 (lihat juga Roma 6: 1-7). Bagaimanakah kita mengalami makna mati terhadap diri sendiri dan keduniawian serta hidup untuk "perkara-perkara yang di atas" (Kol. 3: 1)?
Pada saat pertobatan dan baptisan mereka, orang-orang percaya di Kolose menjanjikan kepada diri mereka sendiri untuk menghindarkan kepercayaan-kepercayaan dan kebiasaan-kebiasaan yang sampai pada waktu itu menjadi bagian dari kehidupan mereka, dan menjadi benar dalam penurutan mereka kepada Kristus. Dalam suratnya, Paulus mengingatkan kepada mereka tentang ini, dan memohon kepada mereka untuk tidak melupakan bahwa untuk memelihara perjanjian mereka, mereka harus memberikan usaha yang tetap terhadap kejahatan yang berusaha menguasai mereka. “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus” ia mengatakan “carilah perkara yang di atas di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” AA 475.3
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5:17. Melalui kuasa Kristus, pria dan wanita telah memutuskan rantai kebiasaan yang berdosa. Mereka telah meninggalkan sifat cinta diri sendiri. Yang tidak senonoh telah menjadi hormat, yang pemabuk telah menjadi tidak pemabuk, dan yang cabul telah menjadi suci. Jiwa-jiwa yang mengambil rupa Setan telah diubahkan ke dalam peta Allah. Perubahan ini dengan sendirinya adalah mukjizat dari segala mukjizat. Suatu perubahan yang dikerjakan oleh Sabda itu adalah salah satu dari rahasia yang terdalam dari Sabda itu. Kita tidak dapat mengertinya; kita hanya dapat percaya, sebagaimana dinyatakan oleh Kitab Suci, ialah “Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” AA 476.1
Bila Roh Allah mengendalikan pikiran dan hati, jiwa yang bertobat bersorak dengan suatu nyanyian yang baru; karena ia menyadari bahwa dalam pengalamannya janji Allah telah digenapi, bahwa pelanggarannya telah diampuni, dosanya telah ditutupi. Ia telah mengadakan pertobatan kepada Allah karena pelanggaran hukum Ilahi, dan iman kepada Kristus, yang mati untuk pembenaran manusia. “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” Roma 5:1. AA 476.2
Kuasa dari kehidupan yang lebih tinggi, lebih suci, dan lebih mulia adalah keperluan kita yang besar. Dunia terlalu banyak menyita pikiran kita, dan kerajaan surga terlalu sedikit. AA 478.1
Bacalah Kolose 3: 6-11. Bagaimanakah Paulus melanjutkan alur pemikirannya ini?
“Kamu sudah mati bagi keinginan daging, mati bagi nafsu yang menggebu-gebu dan membakar yang menghabiskan kasih dan kelemahlembutan, kebaikan, dan sopan santun Kristen. Tidak cukup bagi seorang Kristen untuk berkata, ‘Aku pernah bertobat.’ Terlalu banyak Kristen yang mendasarkan iman dan harapan mereka bukan pada pengalaman saat ini, bukan pada apa yang mereka sekarang, tetapi pada apa yang mereka dulu ketika pertama kali mengaku Kristus. Jika pertobatan tidak membawa kita ke dalam keadaan baru di hadapan Allah, mengubah seluruh keberadaan kita, maka untuk apa gunanya bagi kita? Orang yang dilahirkan kembali dapat berkata, Segala sesuatu yang lama, temperamen yang cepat dan tidak sabar, kebencian, iri hati, balas dendam, semangat pembalasan, kesombongan hati, segala persaingan, dan keinginan untuk menjadi yang pertama, akan dikalahkan, akan dibuang dari hatiku dan tidak terlihat dalam hidupku. 2LtMs, Ms 2, 1875, par. 10
“Apakah orang yang telah bertobat akan bebas dari godaan untuk bicara dan bertindak salah? Dia akan terus-menerus dikejar oleh godaan iblis, dan dia harus bersenjatakan iman dan doa untuk menolaknya. Akan ada arus bawah yang kuat yang bekerja melawan, yang bergerak dengan cepat untuk membawanya kembali ke keadaan dosa lamanya, untuk memuaskan nafsu alami hati yang belum diperbarui. Tidak ada hati yang dapat tetap suci tanpa terus-menerus diberi garam oleh kasih karunia ilahi. Tidak ada orang yang dapat tetap bertobat kecuali ia terus berdoa, menjaga jiwanya tetap erat bersatu dengan Kristus, mempercayai-Nya setiap saat, memaksa dirinya menuju surga melawan arus kenikmatan dosa, mendayung melawan angin dan arus, menggunakan kedua dayung—iman dan perbuatan. Pertobatan adalah mengerahkan semua kekuatan kita untuk Penyelamat yang telah meninggalkan kemuliaan-Nya, kehormatan-Nya, kekayaan-Nya, dan datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Ia mengasihi manusia dengan kasih yang tak terbatas. Ia memberikan hidup-Nya untuk manusia yang miskin dan memberontak. Apa lagi yang dapat Allah lakukan untuk umat manusia selain yang telah Ia lakukan? Apa yang akan dilakukan manusia sekarang untuk dirinya sendiri dan untuk keselamatan sesamanya, untuk menunjukkan bahwa ia menghargai pengorbanan yang telah dibuat dan rahmat yang telah diberikan kepadanya? Apakah ia tidak akan, mengingat cinta yang besar dan rahmat yang tak terbatas ini, berpegang teguh pada Penyelamat dengan kesetiaan yang konstan dan gigih?” 2LtMs, Ms 2, 1875, par. 11
Apa yang Paulus maksud dengan "manusia lama" sebagai lawan dari "manusia baru"? Lihat Roma 6: 6 dan Efesus 4: 22-24.
“Tanggung jawab besar datang kepada mereka yang telah dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Berusahalah untuk memahami arti kata-kata, ‘Kamu telah mati, tetapi hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah.’ Dalam hidup baru yang telah kamu masuki, kamu berjanji untuk mewakili hidup Kristus. Setelah mengenakan manusia baru, ‘yang diperbarui dalam pengetahuan menurut gambar Dia yang menciptakannya,’” 19MR 236.1
“Mereka yang memilih untuk menjadi anggota keluarga kerajaan, anak-anak Raja surgawi, harus mengungkapkan pilihan mereka dengan menyelaraskan perkataan dan perbuatan mereka dengan prinsip-prinsip yang mereka anut. Saudara-saudariku, apakah kerajaan Allah bertahta di dalam hatimu oleh kehadiran Kristus yang tinggal di sana? Atau apakah ego masih menjadi kekuatan yang mengendalikan di dalam dirimu? Milik siapakah kamu? Jika roh egois terus menghalangimu untuk melayani Kristus, berdoalah, “Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” 18MR 105.1
Bacalah Kolose 3: 12-14. Bagaimanakah orang-orang percaya digambarkan, dan menurut Anda, bagaimanakah hal itu berkaitan dengan sifat-sifat yang harus mereka "kenakan"?
“Kata-katanya lugas, jelas, dan tanpa basa-basi. Tidak seorang pun perlu terjebak ke dalam perangkap yang telah dipasang Setan bagi kaki orang-orang yang lengah. Biarlah mereka yang ingin menjadi seperti Kristus berdoa dengan iman dan berjaga-jaga dalam doa, lalu, dengan percaya, menyanyikan lagu-lagu pujian dan syukur mereka.” 20LtMs, Lt 225, 1905, par. 13
“Tuhan Yesus melihat orang-orang yang mengaku percaya kepada-Nya berkumpul bersama dalam kapasitas gereja, tetapi tidak semuanya memiliki kebenaran. Tidak semuanya taat kepada perintah-perintah. Dalam banyak kasus ada orang-orang yang telah menyimpang. Jika mereka terus berusaha mengenal Tuhan, mereka akan memahami betapa besarnya kasih Allah kepada setiap jiwa. “Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya barangsiapa percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” “Allah tidak mengutus Anak-Nya ke dunia untuk menghukum dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya tidak dihukum, tetapi barangsiapa tidak percaya sudah dihukum, karena ia tidak percaya kepada nama Anak Allah yang tunggal. Dan inilah penghukuman itu: terang telah datang ke dunia, tetapi manusia lebih mencintai kegelapan daripada terang, karena perbuatan-perbuatan mereka jahat. Karena setiap orang yang berbuat jahat membenci terang dan tidak datang kepada terang, supaya perbuatannya tidak dikecam. Tetapi orang yang berbuat benar datang kepada terang, supaya perbuatannya dinyatakan, bahwa perbuatannya dilakukan di dalam Allah.” [Yohanes 3:16-21.] 20LtMs, Lt 225, 1905, par. 14
“Betapa besarnya tugas yang ada di hadapan kita. Kita tidak dapat melihat akhir dari permulaan. Kita harus terus melangkah untuk mengenal Tuhan, langkah demi langkah. Dia sedang memimpin kita, dan Dia akan memberikan kita terang yang lebih besar.” 20LtMs, Lt 225, 1905, par. 15
“Ada orang-orang yang perlu melakukan perubahan nyata dalam hidup mereka. Mereka tidak mengikuti jalan kebenaran dan keadilan. Minat mereka terhadap pekerjaan Tuhan telah berkurang dan kesetiaan mereka telah pudar, karena mereka tidak berjalan dalam nasihat Tuhan, tetapi dalam banyak hal telah mengikuti jejak dunia. Mereka tidak menjaga pikiran mereka tetap murni, bersih, dan kudus. Mereka tidak dikelilingi oleh pengaruh rohani yang harum yang akan menandai mereka sebagai orang-orang yang mengasihi Tuhan dan menaati perintah-Nya. 20LtMs, Lt 225, 1905, par. 16
“Mereka dapat melepaskan diri dari jerat musuh jika mereka menyadari bahwa mereka telah melanggar hukum Allah, dan menunjukkan penyesalan kepada Allah dan Yesus Kristus. Ketika persepsi rohani mereka dibangkitkan kembali, mereka akan menyadari bahwa mereka belum menghormati Allah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh hukum-Nya. Allah berkata kepada mereka, ‘Persepsi kalian memerlukan penyempurnaan kasih karunia ilahi, agar dapat dibersihkan dari setiap noda ketidaksucian dalam pikiran, perkataan, atau perbuatan.’” 20LtMs, Lt 225, 1905, par. 17
Bacalah Kolose 3: 16, 17. Apakah yang secara khusus menjadikan Kristus penguasa hidup kita, dan bagaimanakah musik berperan dalam hal ini?
“Kehidupan lama yang penuh dosa telah mati, kehidupan baru telah diperoleh di dalam Kristus melalui janji baptisan. Praktikkan kebajikan karakter Juruselamat. Biarlah firman-Nya “berdiam di dalam kamu dengan limpah dalam segala hikmat, saling mengajarkan dan menasihati dalam mazmur, himne, dan nyanyian rohani, serta menyanyikan pujian kepada Tuhan dengan penuh kasih karunia di dalam hatimu. Dan apa pun yang kamu lakukan, baik dalam perkataan maupun perbuatan, lakukanlah semuanya dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah Bapa melalui Dia” [ayat 16, 17]. 19MR 236.2
“Hal-hal ini harus dipersembahkan di gereja-gereja. Kasih, belas kasihan, dan kelembutan harus dinyatakan di antara kita. Kenakanlah, sebagai orang pilihan Allah, belas kasihan dan kebaikan. Dosa-dosa yang dilakukan sebelum pertobatan harus ditanggalkan bersama manusia lama. Bersama manusia baru, Kristus Yesus, harus dikenakan “kebaikan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran.” 19MR 236.3
“Mereka yang telah bangkit bersama Kristus untuk hidup dalam kehidupan baru adalah orang-orang pilihan Allah. Mereka kudus bagi Tuhan, dan diakui oleh-Nya sebagai orang-orang yang dikasihi-Nya. Karena itu, mereka berada di bawah perjanjian yang khidmat untuk membedakan diri mereka dengan menunjukkan kerendahan hati. Mereka harus mengenakan pakaian kebenaran. Mereka terpisah dari dunia, dari rohnya, dari kebiasaannya, dan mereka harus menyatakan bahwa mereka belajar dari Dia yang berkata, “Aku lemah lembut dan rendah hati.” Jika mereka menyadari bahwa mereka telah mati bersama Kristus, jika mereka menepati janji baptisan mereka, dunia tidak akan mempunyai kuasa untuk menarik mereka ke samping untuk menyangkal Kristus. Jika mereka hidup dalam kehidupan Kristus di dunia ini, mereka menjadi bagian dari kodrat ilahi. Maka, Dialah yang adalah hidup kita, akan tampak, mereka juga akan tampak bersama Dia dalam kemuliaan.” 19MR 236.4
“Umat Allah harus saling mengasihi sebagai saudara dan saudari. Mereka harus bersikap baik dan sopan. Mereka harus saling mengampuni seperti Kristus telah mengampuni mereka. Mereka harus mengikuti teladan-Nya dalam segala hal; karena hidup mereka tersembunyi bersama Dia di dalam Allah. Saudara-saudariku, pertimbangkanlah kemungkinan-kemungkinan kehidupan seperti itu. Persatuan Kristen adalah hal yang agung dan indah. Berusahalah untuk itu. ‘Sebagaimana Dia yang telah memanggil kamu adalah kudus, demikianlah hendaklah kamu kudus dalam segala tingkah laku; karena ada tertulis: Jadilah kudus, sebab Aku kudus.... Karena kamu telah menyucikan jiwamu dengan taat kepada kebenaran melalui Roh Kudus sehingga kamu mengasihi saudara-saudaramu dengan tulus, maka hendaklah kamu saling mengasihi dengan hati yang murni dan sungguh-sungguh: karena kamu telah dilahirkan kembali, bukan dari benih yang dapat binasa, tetapi dari benih yang tidak dapat binasa, oleh firman Allah yang hidup dan kekal selama-lamanya’[1 Petrus 1:15, 22, 23].” 19MR 237.1
“Saudara-saudariku, maukah kalian mendengarkan seruan ini? Karena seruan ini dibacakan kepada anggota-anggota jemaat yang berbeda oleh orang yang akan menggantikan posisiku, karena aku tidak dapat hadir di antara kalian secara langsung, biarlah orang-orang percaya menanggapinya. Bersujudlah di hadapan Allah, dan akuilah dosa-dosamu yang telah menjauh dari-Nya. Dengan kerendahan hati, terimalah kata-kata Kristus, ‘Barangsiapa mau mengikut Aku, biarlah ia menyangkal dirinya sendiri, memikul salibnya, dan mengikut Aku’ [Matius 16:24]. “Pikullah kuk-Ku dan belajarlah dari-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan mendapat ketenangan jiwa. Sebab kuk-Ku mudah dan beban-Ku ringan” [Matius 11:29, 30]. 19MR 237.2
“Kita perlu bekerja bersatu dan bersama Kristus, agar kita tidak tergoyahkan dari iman. Pada malam hari saya menyampaikan kata-kata ini kepada jemaat-jemaat di Melbourne, menekankan kepada mereka pentingnya mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus. Kita perlu sangat bersungguh-sungguh sekarang; karena banyak waktu telah terbuang karena hidup kita tidak tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Saat saya menyampaikan hal-hal ini, pergerakan Roh Allah yang dalam terasa, dan terang masuk ke dalam pertemuan. Pengakuan yang rendah hati disampaikan. Beberapa orang yang pada awalnya tampak acuh tak acuh, akhirnya menyerah dan mengakui dosa-dosa mereka, dan reformasi pun dimulai.” 19MR 238.1
“Aku menuliskan hal-hal ini kepadamu karena aku percaya ini akan menjadi sarana untuk membantumu keluar dari kegelapan menuju terang. —Letter 32, 1907.” 19MR 238.2