
“Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!” KJV - Zakharia 9:12
Beberapa tahun telah berlalu sejak orang banyak itu menetap di tanah pusaka mereka, dan sudah dapat dilihat munculnya dosa-dosa yang sama yang hingga saat itu telah mendatangkan hukuman ke atas diri Israel. Apabila Yosua merasakan kelemahan-kelemahan masa tuanya menghinggapi dirinya, dan menyadari bahwa pekerjaannya segera akan berakhir, ia dipenuhi oleh rasa cemas akan masa depan bangsanya. Dengan disertai suatu perhatian yang lebih daripada seorang ayah ia telah memberikan pesannya kepada mereka, sementara mereka berkumpul mengelilingi pemimpin mereka yang sudah tua itu. “Kamu ini telah melihat,” katanya, “segala yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada semua bangsa di sini demi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang telah berperang bagi kamu.” Sekalipun bangsa Kanaan telah ditaklukkan, mereka masih menguasai sebagian dari negeri yang telah dijanjikan kepada Israel, dan Yosua menasihatkan umatnya untuk tidak berpuas diri dan melupakan perintah Tuhan untuk mengusir orang-orang kafir ini.” PP 521.2
“Orang banyak itu pada umumnya lambat dalam menyempurnakan pekerjaan untuk mengusir orang kafir itu. Suku-suku bangsa itu telah berpencar ke tanah pusaka mereka, bala tentara telah dibubarkan, dan usaha untuk mengadakan peperangan lagi dianggap sebagai satu pekerjaan yang sulit dan meragukan. Tetapi Yosua mengumumkan: “TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan mengusir dan menghalau mereka dari depanmu, sehingga kamu menduduki negeri mereka, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri.” PP 521.3
Bacalah Kejadian 2: 15 dan Kejadian 3: 17-24. Apa sajakah konsekuensi dari Kejatuhan, sejauh menyangkut ruang hidup pasangan manusia pertama?
Setelah mereka berbuat dosa, Adam dan Hawa tidak lagi diizinkan tinggal di Eden. Mereka memohon dengan sungguh-sungguh agar mereka diizinkan untuk tetap bermukim di rumah mereka yang penuh kebahagiaan di saat-saat mereka masih dalam keadaan yang suci. Mereka mengaku bahwa mereka telah kehilangan segala hak untuk mendiami tempat yang penuh kesukaan itu, tetapi mereka berjanji bahwa di masa mendatang mereka akan mentaati dengan saksama akan perintah Allah. Tetapi kepada mereka diberitahukan bahwa keadaan diri mereka telah dirusak oleh dosa; mereka telah menyebabkan berkurangnya kekuatan mereka untuk melawan kejahatan dan telah membuka jalan bagi Setan untuk lebih leluasa menggoda mereka. Di dalam keadaan mereka yang suci mereka telah menyerah kepada pencobaan; dan sekarang, di dalam satu keadaan yang sadar bahwa mereka itu bersalah, mereka memiliki kuasa yang lebih kecil untuk mempertahankan kesetiaan mereka. PP 61.4
Di dalam kehinaan dan duka yang tidak terkatakan mereka telah meninggalkan rumah mereka yang indah dan pergi untuk hidup di dunia ini, di mana kutuk dosa berada. Udara yang dulunya begitu sejuk serta seragam suhunya, sekarang telah mengalami berbagai perubahan dan Tuhan dengan penuh rahmat telah menyediakan bagi mereka satu jubah yang terbuat dari kulit sebagai satu alat pelindung dari suhu yang sangat panas dan sangat dingin itu. PP 61.5
Bagaimanakah para bapa leluhur memandang janji tentang negeri itu? (Lihat Kej. 13: 14, 15; Kej. 26: 3, 24; Kej. 28: 13.) Menurut Anda, apakah artinya bagi kita, sebagai orang Advent, untuk hidup sebagai ahli waris janji-janji itu (Ibr. 6: 11-15)?
Tuhan telah turun untuk memasuki satu perjanjian dengan hamba-Nya, dan dengan menggunakan cara-cara yang menjadi adat kebiasaan di antara manusia untuk mensahkan satu sumpah yang khidmat. Oleh petunjuk Ilahi, Abraham telah mengorbankan seekor lembu betina, seekor kambing betina dan seekor domba jantan, masing-masing tiga tahun umurnya. Badan binatang-binatang itu dibelah dua dan masing-masing bagian diletakkan agak berjauhan. Kepada semua ini ditambahkan seekor burung tekukur dan seekor anak merpati, tetapi keduanya itu tidak dibelah. Setelah itu dilakukan, dengan penuh hormat ia berjalan di antara bagian-bagian dari pada korban itu, sambil mengadakan satu sumpah yang khidmat kepada Allah bahwa ia akan tetap menurut… Dan suara Allah terdengar mengatakan kepadanya agar jangan mengharap untuk memiliki Tanah Perjanjian itu dengan segera, dan menunjuk ke depan kepada penderitaan yang akan dialami oleh keturunannya sebelum mereka menetap di Kanaan. Rencana penebusan dinyatakan kepadanya saat itu, di dalam kematian Kristus, korban yang besar itu dan kedatangan-Nya di dalam kemuliaan. Abraham juga melihat bumi yang dipulihkan kepada keindahannya seperti Eden, yang akan diberikan kepadanya sebagai miliknya yang kekal, sebagai kegenapan yang sempurna dan yang terakhir dari pada perjanjian itu. PP 137.1
Bacalah Keluaran 3: 8; Imamat 20: 22; Imamat 25: 23; Bilangan 13: 27; Ulangan 4: 1, 25, 26; Ulangan 6: 3; dan Mazmur 24: 1. Apakah hubungan khusus antara Allah, Israel, dan Tanah Perjanjian?
Sebagai satu jaminan perjanjian antara Allah dengan manusia, satu dapur api yang berasap dan sebuah lampu yang menyala, lambang-lambang dari hadirat Ilahi, telah berlalu di antara korban-kobran yang terbelah itu, dan menghabiskan semuanya itu. Dan kembali satu suara terdengar oleh Abraham, meneguhkan janji pemberian tanah Kanaan kepada keturunannya, “mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.” PP 137.2
Ketika bani Israel berkemah di perbatasan Negeri Perjanjian, tidak cukup bagi mereka hanya memperoleh pengetahuan tentang Kanaan, atau menyanyikan lagu-lagu Kanaan. Ini saja tidak akan membuat mereka memiliki kebun anggur, dan pohon-pohon zaitun dari negeri yang subur itu. Sesungguhnya mereka dapat memiliki negeri itu hanya dengan mendudukinya, dengan memenuhi syarat-syaratnya, dengan menunjukkan iman yang hidup kepada Allah, dengan mengambil untuk diri mereka sendiri janji-janji-Nya, sambil mereka menuruti perintah-Nya. MB 149.1
Sebelum menyerahkan jabatannya sebagai pemimpin Israel yang kelihatan, Musa diperintahkan untuk mengulangi kepada mereka sejarah tentang kelepasan mereka dari Mesir dan pengembaraan mereka di padang gurun, dan juga mengulangi secara singkat hukum yang telah diberikan di Sinai. Pada waktu hukum diberikan, hanya sedikit saja dari jemaah yang ada sekarang ini yang cukup dewasa untuk memahami betapa khidmatnya peristiwa itu. Karena mereka akan segera menyeberangi Yordan dan merebut Tanah Perjanjian itu, Allah menghadapkan kepada mereka tuntutan-tuntutan hukum-Nya dan menyatakan kepada mereka bahwa penurutan adalah sebagai syarat kemakmuran mereka. PP 463.2
Dengan setia Tuhan telah menggenapi, di pihak-Nya, janji-janji yang telah diadakan dengan Israel; Yosua telah menghancurkan kekuasaan bangsa Kanaan, dan telah membagikan negeri itu kepada suku-suku bangsa. Bagian mereka hanyalah, dengan berharap kepada jaminan pertolongan Ilahi, menyempurnakan pekerjaan mengusir penduduk negeri itu. Tetapi hal ini telah gagal mereka lakukan. Dengan mengadakan persetujuan dengan bangsa Kanaan, mereka secara langsung telah melanggar perintah Allah, dan dengan demikian telah gagal memenuhi syarat atas mana Ia telah berjanji untuk menempatkan mereka sebagai pemilik tanah Kanaan. PP 543.2
Bacalah Yosua 13: 1-7. Meskipun Tanah Kanaan adalah anugerah dari Tuhan, apa sajakah tantangan yang muncul ketika kita memiliki tanah itu?
Satu demi satu kota-kota itu direbut, dan Hazor, benteng kekuatan sekutu itu, dibakar. Peperangan berlangsung terus beberapa tahun lamanya, tetapi akhirnya Yusak telah menjadi pemimpin dalam negeri Kanaan. “Maka berhentilah negeri itu daripada perang.” PB2 105.1
Tetapi sekalipun kuasa bangsa Kanani telah dihancurkan, mereka belum direbut seluruhnya. Di sebelah barat, bangsa Filistin masih menguasai satu padang yang subur di sepanjang pantai, sementara di sebelah utara mereka terdapat daerah bangsa Sidon. Libanon juga masih dimiliki oleh bangsa ini, dan di sebelah selatan, ke arah Mesir, tanah itu masih dikuasai oleh musuh-musuh Israel. PB2 105.2
Namun demikian, Yusak tidak akan meneruskan peperangan itu. Ada satu pekerjaan lain yang harus dilakukan oleh pemimpin besar ini sebelum ia meninggalkan jabatan sebagai pemimpin Israel. Seluruh negeri itu, baik bahagian-bahagian yang sudah ditaklukkan ataupun yang belum direbut, harus dibagi-bagi di antara suku-suku bangsa itu. Dan adalah tugas masing-masing suku merebut tanah waris bagi mereka sendiri. Jikalau bangsa itu terbukti setia kepada Allah, maka Ia akan mengusir musuh-musuh mereka dari hadapan mereka, dan Ia telah berjanji akan memberikan kepada mereka pusaka yang lebih besar lagi jikalau mereka setia kepada perjanjianNya. PB2 105.3
Kepada Yusak dan Eliezar imam besar itu, dan kepala-kepala suku bangsa, tugas untuk membagi-bagi negeri itu telah dipercayakan, dan tempat kedudukan masing-masing suku ditentukan melalui undi. Musa sendiri telah menentukan batas-batas negeri itu apabila itu akan dibagi-bagikan di antara suku-suku bangsa itu, pada waktu mereka sudah menguasai Kanaan dan telah menunjuk seorang penghulu masing-masing suku untuk ikut serta dalam pembahagian itu. Suku Lewi, yang sudah diserahkan untuk melayani pekerjaan kaabah, tidak termasuk dalam pembahagian ini, tetapi empat puluh delapan kota di berbagai bagian negeri itu telah ditetapkan kepada suku Lewi sebagai pusaka mereka. PB2 105.4
Bacalah Imamat 25: 1-5, 8-13. Apakah tujuan dari tahun Sabat dan Tahun Yobel?
Dalam rencana Allah bagi Israel, setiap keluarga memiliki rumah di tanah tersebut, dengan lahan yang cukup untuk ditanami. Dengan demikian, disediakan baik sarana maupun insentif untuk hidup yang bermanfaat, rajin, dan mandiri. Dan tidak ada rancangan manusia yang pernah memperbaiki rencana tersebut. Keterpisahan dunia dari rencana itu sebagian besar disebabkan oleh kemiskinan dan kesengsaraan yang ada saat ini. MH 183.3
Pada saat Israel menetap di Kanaan, tanah tersebut dibagi di antara seluruh bangsa, kecuali suku Lewi yang bertugas sebagai pelayan bait suci, yang dikecualikan dari pembagian yang sama rata. Suku-suku dihitung berdasarkan keluarga, dan kepada setiap keluarga, sesuai dengan jumlah anggotanya, diberikan bagian warisan. MH 184.1
“Dan meskipun seseorang mungkin untuk sementara waktu dapat menjual miliknya, ia tidak dapat secara permanen menukarkan warisan anak-anaknya. Ketika ia mampu menebus tanahnya, ia bebas melakukannya kapan saja. Utang-utang dihapuskan setiap tujuh tahun, dan pada tahun ke-50, atau tahun Yobel, semua tanah kembali kepada pemilik aslinya.” MH 184.2
“‘Tanah itu tidak boleh dijual selamanya,’ demikian perintah Tuhan; ‘sebab tanah itu milik-Ku; sebab kamu adalah orang asing dan pendatang di hadapan-Ku. Dan di seluruh tanah milikmu, kamu harus memberikan hak tebusan atas tanah itu. Jika saudaramu menjadi miskin dan menjual sebagian dari miliknya, dan jika ada kerabatnya yang datang untuk menebusnya, maka ia harus menebus apa yang telah dijual saudaranya. Dan jika orang itu ... sendiri mampu menebusnya; ... ia dapat kembali ke tanah miliknya. Tetapi jika ia tidak mampu mengembalikannya kepadanya, maka apa yang telah dijual akan tetap di tangan orang yang membelinya sampai tahun Yobel.” Imamat 25:23-28. MH 184.3
“‘Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan mengumumkan kebebasan di seluruh negeri kepada semua penduduknya; itu akan menjadi tahun Yobel bagimu; dan setiap orang harus kembali ke miliknya, dan setiap orang harus kembali masing-masing kepada kaumnya.’ Ayat 10. MH 185.1
“Dengan demikian, setiap keluarga dijamin kepemilikannya, dan terlindungi dari segala macam kelebihan atau kekurangan.” MH 185.2
Bacalah Yeremia 24: 6; Yeremia 31: 16; Yehezkiel 11: 17; Yehezkiel 28: 25; dan Yehezkiel 37: 14, 25. Apakah janji Allah mengenai kembalinya Israel ke Tanah Perjanjian dan bagaimana janji itu digenapi?
Yeremia 31 : 7, 8 : “Karena demikianlah firman Tuhan; Bersorak-soraklah dengan sukacita bagi Yakub dan berseru-serulah di antara penghulu segala bangsa : beritakanlah olehmu, pujilah olehmu, dan katakanlah : Ya Tuhan, selamatkanlah umat-Mu, mereka yang lagi tinggal dari Israel. Tengoklah, Aku akan menghantarkan mereka kemari dari negeri di sebelah utara, dan mengumpulkan mereka itu dari semua pesisir bumi, maka bersama-sama dengan mereka itu orang-orang buta dan orang-orang timpang, wanita dengan anaknya dan wanita yang mengandung, suatu perhimpunan besar orang-orang akan kembali kemari.”
Yeremia membukakan, bahwa pengumpulan orang-orang ke dalam Yehuda itu akan jadi dari empat penjuru bumi. Sesungguhnya, Yeremia, Musa dan Yesaya, ketiganya, membicarakan masalah yang sama itu juga. Jika tidak, maka adakah anda lebih daripada orang-orang Yahudi itu?
Baca Yehezkiel 36: 17-27:
Apalagi yang dapat Ilham katakan untuk membuat masalah itu lebih jelas? Dengan jelas dan dengan sungguh-sungguh Allah berjanji untuk menciptakan kembali dan untuk membangun kembali kerajaan kuno itu, untuk memperdirikannya di tanahnya sendiri. Inilah yang akan diperbuat-Nya setelah Yehuda dan Israel tersebar di antara segala bangsa Kapir, dan berasimilasi dengan mereka -- sesudah mereka kehilangan ciri-ciri rasialnya -- kemudian sebagai orang-orang Kristen, bukan sebagai orang-orang Yahudi, Ia akan mengumpulkan mereka dari empat penjuru bumi lalu membawa mereka ke negeri mereka sendiri. (Dan lagi pula, buku-buku Injil mengajarkan, bahwa mereka adalah bagaikan pasir di pantai laut karena banyaknya). Anda saksikan, inilah yang akan diperbuat-Nya, bukan karena mereka itu patut memperolehnya, bukan karena mereka itu sebelumnya adalah baik, atau selama tersebarnya mereka di antara bangsa-bangsa kapir itu mereka adalah baik, melainkan karena Ia sungguh-sungguh ingin menguduskan nama-Nya sendiri di antara segala bangsa Kapir.
Lalu selanjutnya, sesudah Ia mengumpulkan mereka dari semua negeri dan membawa mereka ke dalam negerinya sendiri, kemudian ialah, bahwa Ia menjanjikan untuk menyucikan mereka untuk selama-lamanya dari semua kekotoran mereka dan dari semua penyembahan berhala tahinya -- menghapuskan semua cacat yang diakibatkan oleh dosa atas mereka itu. Kemudian ialah, bahwa Ia mengaruniakan kepada mereka suatu hati baru, memberikan kepada mereka Roh-Nya dan memungkinkan mereka untuk secara tak dapat dihindari memeliharakan semua hukum-Nya. Catatlah dengan seksama, bahwa terlepas dari berbagai pendapat dan pengertian kita semua perkara ini akan jadi sesudah umat Allah kembali ke negeri leluhurnya.
144.000 orang keturunan Yakub itu, yang para leluhurnya telah berasimilasi dengan semua bangsa Kapir dan yang dengan demikian itu selama berabad-abad lamanya sampai kepada hari ini telah kehilangan ciri-ciri rasialnya, adalah buah-buah pertama, yang pertama-tama sekali dikumpulkan kepada Yehuda. Mereka adalah orang-orang yang berdiri di atas “Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu.” Wahyu 14 : 1. Keturunan-keturunan yang setia dari orang-orang Yahudi yang membentuk sidang Kristen yang mula-mula, dan yang telah kehilangan ciri-ciri kebangsaannya oleh karena menamakan dirinya orang-orang Kristen (Kisah Segala Rasul 11 : 26), juga akan dikumpulkan dari mana-mana dan akan dibawa ke Yehuda.
Pada akhirnya, jika semua nubuatan ini tidak akan digenapi seperti yang diperkirakan oleh malaikat sidang Laodikea, dan jika umat Allah tidak akan kembali ke tanah airnya sendiri, maka bagaimanakah akan dapat mereka disucikan dari segala kekotoran mereka, sebab penyucian itu hanya akan terlaksana di sana? Bagaimana akan dapat mereka memperoleh hatinya yang berobah? Dan apakah yang akan membuat mereka itu memeliharakan semua syariat-Nya dan semua hukum-Nya, jika tidak sesuai dengan yang dijanjikan mendahului perolehan Roh-Nya di Tanah Perjanjian? Sesungguhnya jika semua nubuatan ini gagal, maka bagaimanakah umat Allah akan dapat mampu berdiri di hadapan hadirat suatu Allah yang suci dan murni? Dan bagaimanakah akan mereka memperoleh hidup yang tiada mati dan siap sesuai rencana bagi pengubahan jika mereka tidak menyesuaikan diri dengan nubuatan-nubuatan, dengan ucapan kemauan dan kehendak-Nya bagi umat-Nya? Dan jika mereka melalaikan semua nubuatan ini, yang kegenapannya adalah selama masa Pehukuman bagi Orang Hidup, masa penuaian, masa pengumpulan itu, maka kesempatan apakah bagi mereka untuk dapat tahan berdiri menghadapi hari Tuhan yang besar dan mengerikan pada waktu itu?
Untuk lebih tegas, jika organisasi gagal untuk mengakui dan menyambut semua janji ini, maka kemanakah para anggota akan dibawa semenjak dari sekarang? Tentu saja bukan menuju ke Kerajaan itu jika para pemimpin mereka tidak mempercayai-Nya. Atau adakah anda masih lebih mempercayai dongeng-dongeng ciptaan manusia?
Anak-anak Israel akan menduduki seluruh wilayah yang Allah tetapkan bagi mereka. Bangsa-bangsa yang menolak menyembah dan berbakti kepada Allah yang benar tidak akan memiliki apa-apa.… Apabila jumlah orang Israel makin bertambah banyak, mereka harus memperluas perbatasan tanahnya sampai kerajaan mereka merangkul dunia. PK 19.1
Kisah panggilan Israel, akan sukses dan kegagalan mereka, akan pemilihan mereka kepada kebaikan Ilahi, akan penolakan mereka terhadap Tuan kebun anggur, dan akan hal membawa rencana zaman berzaman oleh suatu umat sisa yang terpilih di mana pada merekalah segala perjanjian yang dijanjikan akan digenapi – inilah tema utusan-utusan Allah kepada gereja-Nya selama berabad-abad yang telah berlalu. Kini pekabaran Allah bagi gereja-Nya ialah – mereka yang menjadi para penggarap kebun anggur-Nya sebagai penjaga-penjaga kebun yang setia – tidak lain daripada yang telah disabdakan melalui nabi dahulu: PK 22.1
Yang direncanakan Allah untuk dilakukan bagi dunia melalui Israel, bangsa pilihan itu, akhirnya Ia akan selesaikan melalui gereja-Nya di bumi sekarang. Ia telah membiarkan kebun anggurnya “disewakan kepada penggarap-penggarap lain,” yaitu kepada umat yang memelihara perjanjian-Nya, yang dengan setia, “menyerahkan hasilnya kepada-Nya pada waktunya.” Belum pernah Tuhan tanpa wakil-wakil yang benar di bumi ini yang telah menjadikan perhatian-Nya menjadi milik mereka. Saksi-saksi bagi Allah banyak jumlahnya di antara Israel rohani, dan kepada mereka akan digenapkan segala perjanjian yang dijanjikan oleh Yehova kepada umat-Nya dahulu kala. PK 713.1