EnglishBahasa Indonesia中文 (Chinese)DeutschEspañolFrançaisFilipinoItaliano한국어 (Korean)MagyarPortuguês BrasileiroRomânăрусскийSwahili

Pelajaran 6, Triwulan 3, 1-7 Agustus 2026

Karunia-Karunia Rohani

Theme

Sabat Sore, August 1

Ayat Hafalan:

“Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” KJV - 1 Korintus 14:1
“Pada permulaan zaman Kekristenan ditandai oleh pencurahan Roh Kudus dan manifestasi berbagai karunia rohani. Di antara karunia-karunia itu terdapat karunia nubuat. Dalam kitab Kisah Para Rasul kita membaca tentang perkataan-perkataan yang diilhamkan kepada Petrus, Stefanus, dan orang-orang lain yang berhubungan dengan gereja Kristen mula-mula; juga tentang keempat anak perempuan Filipus, yang masih perawan, ‘yang beroleh karunia untuk bernubuat’; serta tentang seorang nabi bernama Agabus”. Kisah Para Rasul 21:9, 10. CET 240.1
“Rasul Paulus mendapat penglihatan tentang kemuliaan surga. Lihatlah 2 Korintus 12:1–7. Dia menulis dengan panjang lebar dalam pasal kedua belas dari 1 Korintus mengenai karunia-karunia Roh yang diberikan, bukan hanya untuk satu zaman saja, tetapi ‘sampai kita semua menjadi satu dalam iman dan dalam pengetahuan tentang Anak Allah, menjadi manusia sempurna, sesuai dengan ukuran kepenuhan Kristus.” Efesus 4:13. Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar, selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.” 1 Korintus 12:28. CET 240.2
“Yohanes, orang terakhir yang hidup dari kedua belas rasul Yesus, adalah seorang nabi. Dalam kitab terakhir Alkitab, dia menceritakan penglihatan-penglihatan yang diberikan kepadanya ketika ia berada dalam pembuangan di Pulau Patmos. Dalam mencatat penglihatan-penglihatan itu, dia menyatakan bahwa semuanya adalah ‘Wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada dia, supaya menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya hal-hal yang akan segera terjadi.’ dan dia mengatakan bahwa Kristus “mengutus dan menyatakannya melalui malaikat-Nya kepada hamba-Nya Yohanes: yang memberi kesaksian tentang firman Allah, dan tentang kesaksian Yesus Kristus, dan tentang segala sesuatu yang dilihatnya.” Wahyu 1:1, 2.” CET 240.3

Minggu, 2 Agustus

Berbagai Karunia

Bacalah 1 Korintus 12: 1–6. Apakah penekanan dari perikop ini?
Pembentukan sidang di Yerusalem adalah sebagai suatu contoh untuk pelayanan pembentukan sidang-sidang di setiap tempat di mana pesuruh-pesuruh kebenaran harus memenangkan orang-orang bertobat kepada Injil. Kepada mereka yang diberikan tanggung jawab untuk pengawasan sidang bukan berbuat seolah-olah berkuasa atas warisan Allah, melainkan sebagaimana gembala yang bijaksana, adalah untuk “gembalakanlah kawanan domba Allah, . . . menjadi teladan bagi kawanan domba itu” (1 Petrus 5:2, 3); dan diaken-diaken itu adalah orang-orang “yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat.” Orang-orang ini harus mengambil kedudukan mereka dengan bersatu di pihak kebenaran dan untuk mempertahankannya dengan teguh dan pasti. Dengan demikian mereka akan mempunyai suatu pengaruh yang bersatu atas seluruh kawanan domba. AA 91.1
Kemudian dalam sejarah sidang yang mula-mula, bila di berbagai-bagai tempat di dunia ini banyak kelompok orang percaya telah dibentuk ke dalam sidang, selanjutnya pembentukan sidang disempurnakan, supaya peraturan keseragaman tindakan dapat dipertahankan. Tiap-tiap anggota dinasihatkan untuk melakukan bagiannya dengan baik. Masing-masing harus melakukan dengan bijaksana akan talenta-talenta yang dipercayakan kepadanya. Beberapa orang dikaruniai oleh Roh Kudus dengan pemberian istimewa – “pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar, selanjutnya, pemberian karunia untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.” 1 Korintus 12:28. Tetapi segala golongan pekerja ini harus bekerja dengan keselarasan. AA 91.2
“Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu, yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mukjizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu sekali pun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. ” 1 Korintus 12:4-12. AA 92.1

Senin, 3 Agustus

Kesatuan melalui Keberagaman

Bacalah 1 Korintus 12: 12–31. Mengapa analogi tubuh dengan banyak anggotanya cocok untuk mewakili jemaat dan para anggotanya?
“Pasal kedua belas dari surat 1 Korintus berisi petunjuk bagi semua orang yang melayani di hadapan Allah. Rasul itu berkata, ‘Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada rupa-rupa perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.... Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota tubuh itu, walaupun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus’” (1 Korintus 12:4-6, 12). 21MR 276.2
“Pohon anggur memiliki banyak cabang, namun meskipun semua cabang itu berbeda, mereka tidak saling bertengkar. Dalam keberagaman terdapat kesatuan. Semua cabang memperoleh nutrisi dari satu sumber. Ini adalah gambaran tentang kesatuan yang seharusnya ada di antara para pengikut Kristus. Dalam bidang pekerjaan yang berbeda-beda, mereka semua hanya memiliki satu Kepala. Roh yang sama, dengan cara yang berbeda-beda, bekerja melalui mereka. Terdapat tindakan yang selaras, meskipun karunia-karunia yang dimiliki berbeda. Pelajarilah pasal ini. Anda akan melihat darinya bahwa orang yang benar-benar bersatu dengan Kristus tidak akan pernah bertindak seolah-olah dirinya adalah sosok yang utuh dan mandiri dengan kekuatannya sendiri.” 21MR 276.3
Allah akan memakai Anda ketika Anda bersedia dipakai menurut cara yang telah Ia tetapkan. Ingatlah bahwa jemaat orang-orang percaya merupakan tubuh Kristus dan bahwa “jangan sampai terjadi perpecahan dalam tubuh itu, melainkan supaya anggota-anggotanya saling memperhatikan” (ayat 25). Allah memanggil Anda untuk bersatu dengan saudara-saudaramu. Ia telah menetapkan karunia yang berbeda-beda bagi setiap anggota tubuh-Nya. Ia telah memberikan karunia dan kesempatan yang paling menunjang kemuliaan-Nya serta kemajuan kerajaan-Nya. Nama-Nya dipermalukan ketika anggota-anggota tubuh-Nya bekerja secara bertentangan satu sama lain. 21MR 276.4
Seseorang tidak memperoleh kesempurnaan dan pengaruh dengan melakukan pekerjaan orang lain, melainkan dengan setia menunaikan tugasnya sendiri sebagai bagian dari keseluruhan yang agung. Semua anggota tubuh Kristus harus dipersatukan oleh rasa saling peduli dan kesetiaan kepada Kristus. Dengan iman yang rendah hati, mereka harus melakukan pekerjaan mereka, bekerja sesuai dengan arahan Kristus. Orang yang berjalan dan bekerja menjauhi Kristus pada akhirnya akan sampai pada posisi yang paling rendah, terlepas dari bagaimana kedudukan dan pengaruhnya saat ini. 21MR 276.5

Selasa, 4 Agustus

Jalan yang Lebih Utama Lagi

Bacalah 1 Korintus 13: 1–7 dan 1 Petrus 4: 8–11. Apakah peran kasih sejauh yang menyangkut karunia-karunia rohani?
Dan kemudian, dalam kata-kata yang ada pada zaman itu hingga sekarang menjadi suatu sumber inspirasi dan dorongan kepada kaum pria dan wanita, Paulus menyatakan pentingnya kasih yang harus dihormati oleh para pengikut Kristus: “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki segala pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.” KR 268.1
Bagaimanapun tingginya pekerjaan seseorang, yang hatinya tidak dipenuhi kasih kepada Allah dan sesamanya manusia dia bukanlah murid Kristus yang benar. Walaupun dia mempunyai iman yang besar dan mempunyai kuasa untuk melakukan tanda-tanda ajaib, namun tanpa kasih imannya akan menjadi sia-sia. Dia mungkin menunjukkan kebaikan yang besar; tetapi seandainya dia, dari beberapa alasan yang lain daripada kasih sejati, menyerahkan seluruh hartanya untuk menjamu orang miskin, perbuatan yang demikian tidak menjadi alasan untuk memperkenankan Allah. Dalam semangatnya, dia mungkin menjadi seorang yang mati syahid, namun jika dia tidak digerakkan oleh kasih, dia akan dianggap oleh Allah sebagai seorang yang suka memperdaya diri sendiri atau seorang munafik yang berambisi. KR 268.2
Kasih kepada Tuhan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Hanya dengan demikianlah kita dapat menunjukkan kasih sejati kepada sesama manusia. Ketika hal ini terwujud, ketika Kristus bertahta di dalam hati kita, kita menyatakan melalui kehidupan sehari-hari kita, melalui perkataan kita, melalui kepedulian tanpa pamrih kita terhadap sesama, serta melalui kasih kita yang mendalam terhadap jiwa-jiwa, bahwa kita adalah pelaku Firman Tuhan. Kenyataan dari pembicaraan kita ditandai oleh kesalehan yang tulus dan mendalam, yang menyucikan jiwa, dan tanpa henti bekerja demi kebaikan bagi sesama. ST March 11, 1897, par. 14
“‘Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita saling mengasihi; sebab kasih itu berasal dari Allah.’ ‘Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama; oleh karena itu, kasih adalah penggenapan hukum Taurat.’ ‘Akhir segala sesuatu sudah dekat; karena itu, jadilah bijaksana dan berjaga-jagalah dalam doa. Dan di atas segalanya, miliki kasih yang tulus di antara sesamamu; sebab kasih akan menutupi banyak dosa.’” ST March 11, 1897, par. 15

Rabu, 5 Agustus

Karunia Bahasa Roh

Bacalah 1 Korintus 14: 5, 13, 26, 27 dan 1 Korintus 12: 10, 30. Petunjuk khusus apakah yang diberikan Paulus mengenai karunia bahasa roh?
Dalam segala pengaturan Tuhan, tidak ada yang lebih indah daripada rencana-Nya untuk mengaruniakan berbagai karunia kepada laki-laki dan perempuan. Gereja adalah taman-Nya, yang dihiasi dengan berbagai jenis pohon, tanaman, dan bunga. Dia tidak mengharapkan tanaman hisop tumbuh sebesar pohon aras, ataupun pohon zaitun mencapai ketinggian pohon palem yang megah. Banyak orang hanya menerima pendidikan agama dan intelektual yang terbatas, namun Allah memiliki pekerjaan bagi mereka, asalkan mereka mau bekerja dengan kerendahan hati dan mengandalkan Dia. ST March 15, 1910, par. 4
“Allah memiliki cara kerja yang beragam, dan Dia memiliki pekerja-pekerja yang berbeda yang kepadanya Dia memercayakan berbagai karunia. Seorang pekerja mungkin pandai berbicara; yang lain mahir menulis; ada pula yang memiliki karunia doa yang tulus, sungguh-sungguh, dan penuh semangat; yang lain memiliki karunia menyanyi; dan ada pula yang memiliki keahlian khusus dalam menjelaskan Firman Allah dengan jelas. Setiap karunia itu harus menjadi kekuatan untuk kebaikan, karena Allah sendiri yang bekerja bersama para pekerja tersebut. Kepada seseorang Allah memberikan karunia hikmat, kepada yang lain karunia pengetahuan; namun semuanya bekerja di bawah satu Kepala yang sama. Keragaman karunia menghasilkan keragaman cara kerja; namun “Allah jualah yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.” ST March 15, 1910, par. 5
Prinsip yang disampaikan Paulus mengenai karunia bahasa roh juga berlaku bagi penggunaan suara dalam doa maupun pertemuan bersama. Kita tidak ingin ada seorang pun yang memiliki keterbatasan dalam hal ini berhenti memanjatkan doa di depan umum atau berhenti bersaksi tentang kuasa dan kasih Kristus. CT 245.1
Saya menulis hal-hal ini bukan untuk membungkam Anda, karena sudah terlalu banyak keheningan dalam pertemuan-pertemuan kita; namun saya menulis agar Anda dapat menguduskan suara Anda bagi Dia yang telah mengaruniakan karunia ini kepada Anda, serta menyadari perlunya melatih suara tersebut supaya Anda dapat membangun jemaat melalui perkataan Anda. Jika Anda telah terbiasa berbicara dengan suara pelan dan tidak jelas, anggaplah hal itu sebagai suatu kekurangan dan berupayalah dengan sungguh-sungguh untuk mengatasinya, demi memuliakan Allah dan membangun anak-anak-Nya. CT 245.2
Dalam pertemuan ibadah kita, suara kita hendaknya mengungkapkan—melalui doa dan pujian—penyembahan kita kepada Bapa Surgawi, agar semua orang mengetahui bahwa kita menyembah Allah dalam kesederhanaan dan kebenaran, serta dalam keindahan kekudusan. Sungguh berharga di dunia yang penuh dosa dan ketidaktahuan ini adalah karunia kemampuan berbicara dan merdunya suara manusia, manakala hal itu dipersembahkan untuk memuji Dia yang telah mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya bagi kita. CT 245.3

Kamis, 6 Agustus

Karunia Nubuat

Bacalah Efesus 4: 11–13 dan 1 Korintus 14: 3, 4. Apakah yang dikatakan perikop-perikop ini tentang tujuan dari karunia-karunia rohani secara umum dan karunia nubuat secara khusus?
Sudah menjadi ciri khas nabi-nabi palsu untuk melihat penglihatan tentang damai sejahtera; mereka akan menyerukan damai dan keamanan tepat ketika kebinasaan yang tiba-tiba menimpa mereka. Sebaliknya, nabi yang sejati akan dengan berani menegur dosa dan memperingatkan tentang murka yang akan datang. 1 SG 11.1
“Nubuat yang bertentangan dengan pernyataan yang jelas dan tegas dalam firman Tuhan harus ditolak. Contohnya terlihat pada cara kedatangan Kristus yang kedua kali. Ketika Yesus naik ke surga di hadapan murid-murid-Nya, para malaikat menyatakan dengan sangat jelas bahwa Yesus yang sama itu akan datang kembali dengan cara yang sama seperti saat mereka melihat-Nya naik ke surga. Oleh karena itu, saat memperingatkan tentang nabi-nabi palsu di akhir zaman, Yesus berkata: jika mereka berkata kepadamu, "Lihat, Dia ada di padang gurun," janganlah pergi ke sana; atau "Lihat, Dia ada di dalam bilik," janganlah percaya. Segala nubuat yang benar mengenai hal itu harus mengakui kedatangan-Nya yang nyata dari surga. Mengapa Yesus tidak berkata, "Tolaklah segala nubuat pada masa itu, karena tidak akan ada nabi yang benar"? 1 SG 11.2
“Efesus 4:11-13.”Dan Ialah yang memberikan baik rasul - rasul maupun nabi - nabi, baik pemberita - pemberita Injil maupun gembala - gembala dan pengajar - pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” 1 SG 12.1
“Kita belajar dari ayat sebelumnya bahwa ketika Kristus naik ke tempat tinggi, Ia memberikan karunia-karunia kepada manusia. Di antara karunia-karunia tersebut disebutkan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar. Tujuan pemberian karunia-karunia itu adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus dalam kesatuan dan pengetahuan. Saat ini, ada pihak-pihak yang mengaku sebagai gembala dan pengajar namun berpendapat bahwa karunia-karunia tersebut telah sepenuhnya mencapai tujuannya sekitar delapan belas abad yang lalu, dan karenanya telah berakhir. Mengapa mereka tidak sekalian saja menanggalkan gelar gembala dan pengajar tersebut? Jika berdasarkan ayat ini jabatan nabi dibatasi hanya untuk gereja mula-mula, maka demikian pula halnya dengan jabatan pemberita Injil dan jabatan-jabatan lainnya; sebab tidak ada perbedaan yang dibuat di antara semuanya itu.” 1 SG 12.2

Jumat, 7 Agustus

Pendalaman Alkitab

Pada hari Pentakosta murid-murid telah dipenuhi oleh kuasa dari atas. Tetapi janji Kristus ini, sebagaimana halnya nubuatan Yoel, tidaklah terbatas hanya kepada peristiwa itu saja. Oleh karena Ia telah memberikan kepada mereka janji yang sama dalam bentuk yang lain dengan memberikan jaminan bahwa Ia akan menyertai mereka senantiasa sampai kepada akhir zaman. Matius 28:20. Markus memberitahukan kepada kita dalam hal apa dan bagaimana caranya Tuhan akan beserta dengan mereka. Ia berkata, “Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” Markus 16:20. Dan Petrus, pada hari Pentakosta itu, bersaksi tentang kekekalan pekerjaan Roh yang telah mereka saksikan itu. Pada waktu orang-orang Yahudi yang merasa berdosa itu berkata kepada rasul-rasul, “Apakah yang harus kami perbuat?” Petrus menjawab, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita. Kisah Para Rasul 2:38, 39. Ini tentu menjamin adanya pekerjaan Roh Kudus di dalam gereja, di dalam kenyataan-kenyataan yang istimewa, pada masa mendatang selama rahmat Kristus masih mengundang manusia untuk menerima kasih yang mengampuni itu. PP 23.1
Dua puluh delapan tahun kemudian di dalam suratnya kepada orang orang di Korintus, Paulus membentangkan kepada gereja itu tentang persoalan ini. Ia berkata, “Sekarang tentang karunia-karunia Roh, aku mau, Saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.” 1 Korintus 12:1. Begitu penting hal ini sehingga ia merasa bahwa itu harus dimengerti oleh gereja Kristen. Setelah menyatakan bahwa sekali pun Roh itu satu, Ia bekerja dalam berbagai macam cara dan menjelaskan cara-cara yang berbeda itu, ia memberikan gambaran dengan menyebutkan tentang tubuh manusia, dengan berbagai macam anggota-anggotanya untuk menunjukkan bagaimana gereja itu terdiri dari berbagai macam pekerjaan dan karunia. Dan sebagaimana tubuh itu mempunyai anggota-anggota tubuh yang berbeda-beda, masing-masing mempunyai tugas tersendiri untuk dilaksanakannya, dan semuanya itu bekerja bersama-sama dengan satu tujuan sehingga terjadilah satu keselarasan, begitu juga Roh itu bekerja melalui saluran yang berbeda-beda di dalam gereja sehingga terbentuklah satu tubuh agama yang sempurna. Paulus kemudian melanjutkan dengan kata-kata seperti berikut ini: “Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.” PP 23.2
Pernyataan bahwa Allah telah menetapkan beberapa orang di dalam gereja, dst., berarti lebih luas daripada hanya sekadar menyatakan bahwa kesempatan selalu terbuka untuk datangnya karunia-karunia itu jikalau keadaan kebetulan mengizinkan. Melainkan itu menyatakan bahwa kesemuanya itu akan menjadi satu bagian yang tetap dari tubuh gereja secara rohani, dan jikalau hal-hal ini tidak bekerja dengan aktif maka gereja itu akan berada dalam keadaan yang sama seperti tubuh manusia, yang anggota-anggotanya oleh karena kecelakaan atau penyakit telah menjadi timpang atau lumpuh. Sekali hal itu telah ditetapkan di dalam gereja maka karunia-karunia ini harus tetap berada di sana sampai semuanya itu secara resmi ditiadakan. Tetapi tidak ada catatan bahwa itu akan ditiadakan. PP 24.1
Lima tahun kemudian rasul itu juga menulis kepada orang-orang Efesus sehubungan dengan karunia-karunia yang sama itu, dengan jelas menyebutkan tujuannya, dan dengan demikian secara tidak langsung menunjukkan bahwa semuanya itu akan tetap berlanjut sampai tujuan itu terlaksana. Ia berkata, “Itulah sebabnya kata nas: ‘Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.... Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil mau pun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” Efesus 4:8, 11-13. PP 24.2
Gereja belum tiba kepada satu persatuan seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat itu di dalam zaman rasul-rasul; dan segera setelah zaman itu, kemurtadan rohani yang hebat telah mulai melanda gereja; dan tentu saja dalam keadaan kemerosotan ini, kesempurnaan Kristus dan persatuan iman itu tidak tercapai. Dan itu tidak akan tercapai sampai pekabaran rahmat yang terakhir akan memanggil dari tiap-tiap suku dan bangsa, dari tiap tingkatan masyarakat dan dari tiap-tiap agama yang palsu, satu umat yang sempurna di dalam pembaruan Injil sambil menunggu-nunggu akan kedatangan Anak Manusia. Dan sesungguhnya, jikalau ada satu masa di mana gereja di dalam pengalamannya akan memerlukan pertolongan dari setiap alat yang telah ditetapkan untuk menghibur dan memimpinnya, untuk memberikan dorongan serta perlindungan maka itu tidak lain adalah pada waktu berada di tengah-tengah bahaya akhir zaman bilamana kuasa kejahatan, yang hampir-hampir telah menjadi sempurna oleh pengalaman serta latihan dan perbuatan jahatnya itu, akan menipu sekalian umat yang terpilih dengan cara-cara yang hebat sekali. Oleh sebab itu, sangat tepat sekali adanya nubuatan-nubuatan istimewa sehubungan dengan kecurahan Roh demi keuntungan gereja pada akhir zaman. PP 24.3

Untuk pelajaran lebih lanjut, silakan hubungi:

contact@advancedsabbathschool.org

Lompat Ke

Sabat SoreMingguSeninSelasaRabuKamisJumat 🏠 Home

Hubungi Kami

WhatsApp: (+62)812-8772-7543WhatsApp: (+1)840-888-9396

Bagikan

Display Settings

Reading Font
Text Size
Theme