EnglishBahasa Indonesia中文 (Chinese)DeutschEspañolFrançaisFilipinoItaliano한국어 (Korean)MagyarPortuguês BrasileiroRomânăрусскийSwahili

Pelajaran 3, Triwulan 3, 11-17 Juli 2026

Kesatuan dalam Kristus

Theme

Sabat Sore, 11 Juli

Ayat Hafalan:

“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” KJV - 1 Korintus 1:10
Ingatlah bahwa “Setan itu hidup, dan senantiasa giat, maka setiap hari kita perlu berseru dengan sungguh-sungguh kepada Allah memohon bantuan dan kekuatan untuk melawannya. Selama Setan masih memerintah kita harus mampu mengalahkan diri sendiri, mengalahkan semua serangannya, dan tidak ada satupun tempat berhenti, tidak ada satupun titik yang akan kita capai lalu mengatakan kita telah sepenuhnya berhasil.
“Kehidupan Kristen selalu merupakan perjalanan maju. Yesus duduk sebagai pemurni dan pencuci umat-Nya; dan ketika gambar-Nya dipantulkan dengan sempurna di dalam mereka, mereka menjadi sempurna dan kudus, serta siap untuk diangkat ke surga. Suatu pekerjaan besar dituntut dari setiap orang Kristen. Kita dinasehati untuk menyucikan diri kita dari segala kenajisan daging dan roh, menyempurnakan kekudusan yang takut akan Allah. Di sinilah letak pekerjaan besar itu. Ada pekerjaan yang terus-menerus bagi orang Kristen. Setiap ranting dalam pokok anggur harus memperoleh kehidupan dan kekuatan dari pokok anggur itu, agar dapat menghasilkan buah.” 1T 340.4
Oleh sebab itu, adalah wajib agar setiap penganut Kebenaran Sekarang mengajarkan dan mempraktekkan hanya Kebenaran Sekarang -- jangan mengajar kurang atau melampaui semua yang sudah diterbitkan, jangan memasukkan ke dalamnya interpretasi-interpretasi atau tafsiran-tafsiran pribadi, teori-teori dan pendapat-pendapat, dan jangan menambah-nambah atau mengurang-ngurangi apapun daripada yang diajarkan oleh pekabaran itu.

Minggu, 12 Juli

Masalah Klik di dalam Gereja

Bacalah 1 Korintus 1: 12–17. Bagaimanakah perikop ini membantu kita memahami betapa tidak masuk akalnya membentuk klik-klik di sekitar para pemimpin lokal? Apakah solusi dari Paulus?
Dalam gereja Kristen yang mula-mula ada beberapa orang yang menolak untuk mengakui baik Paulus atau Apolos, tetapi mengatakan bahwa Petrus lah pemimpin mereka. Mereka menegaskan bahwa Petrus telah erat sekali dengan Kristus sementara Tuhan mereka tinggal di atas dunia, sementara Paulus adalah penganiaya orang-orang percaya. Pandangan dan perasaan mereka terikat oleh prasangka. Mereka tidak menunjukkan keleluasaan, kemurahan hati, dan sikap lemah lembut, yang menunjukkan bahwa Kristus tinggal di dalam hati. AA 279.3
Ada bahaya bahwa roh yang berpihak ini akan berakibat dalam kejahatan yang besar kepada gereja Kristen, dan Paulus dinasihatkan oleh Tuhan untuk mengutarakan perkataan nasihat yang sungguh-sungguh dan kecaman yang serius. Tentang mereka yang berkata, “Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus itu terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?” “Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia,” ia memohon, “sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.” 1 Korintus 1:12, 13: 3:21-23. AA 280.1
Paulus dan Apolos adalah dalam keselarasan yang sempurna. Orang terakhir ini dikecewakan dan disusahkan sebab perpecahan dalam sidang di Korintus; ia tidak mengambil keuntungan yang memihak yang ditunjukkan kepada dirinya sendiri, pula tidak menganjurkannya, tetapi dengan lekas meninggalkan ladang pergumulan. Sesudah itu bila Paulus mendesak dia untuk berkunjung kembali ke Korintus, ia menolak dan tidak lagi bekerja di sana sampai jauh sesudahnya apabila sidang telah mencapai keadaan kerohanian yang lebih baik. AA 280.2
Bacalah Roma 1: 29, Roma 13: 13, 1 Korintus 3: 3, 2 Korintus 12: 20, dan Galatia 5: 20. Dosa-dosa apa lagi yang disebutkan bersama dengan eris ("perselisihan", "pertengkaran")? Apakah yang dikatakan hal ini kepada kita tentang betapa buruknya hal tersebut?
“Dalam surat ini, Paulus berusaha menunjukkan kepada jemaat Korintus kuasa Kristus untuk melindungi mereka dari kejahatan. Untuk membantu mereka melepaskan diri dari perbudakan dosa, Paulus menekankan klaim akan Dia yang kepada-Nya mereka telah mengabdikan hidup mereka: “Kamu bukanlah milikmu sendiri; kamu telah dibeli dengan harga yang mahal. Karena itu muliakanlah Allah dalam tubuhmu.” TT 163.25
“Paulus memohon kepada mereka untuk mengendalikan nafsu dan hasrat duniawi. Ia membangkitkan sifat baik mereka dan menginspirasi mereka untuk berjuang demi kehidupan yang lebih tinggi. Ia tahu bahwa di setiap langkah dalam perjalanan hidup Kristen, orang-orang percaya di Korintus akan ditentang oleh Setan dan bahwa mereka harus terlibat dalam konflik setiap hari. Mereka harus menolak kebiasaan lama dan kecenderungan alami, selalu berjaga-jaga dalam doa. Tetapi Paulus juga tahu bahwa di dalam Kristus yang disalibkan, mereka ditawari kuasa yang cukup untuk memungkinkan mereka menolak semua godaan kejahatan.” TT 163.3
“Orang-orang percaya di Korintus baru melihat sinar pertama dari fajar kemuliaan Allah. Keinginan Paulus bagi mereka adalah agar mereka terus mengenal Dia yang kedatangan-Nya telah dipersiapkan seperti fajar, dan belajar tentang Dia sampai mereka mencapai puncak iman Injil yang sempurna.” TT 163.4

Senin, 13 Juli

Berpusat pada Yesus

Bacalah 1 Korintus 1: 10. Menurut Anda, apakah yang dimaksud Paulus dengan "erat bersatu dan sehati sepikir"?
“Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk persatuan. Berdoalah untuk itu, bekerjalah untuk itu. Itu akan membawa kesehatan rohani, pemikiran yang luhur, karakter yang mulia, pikiran surgawi, yang memungkinkan Anda untuk mengatasi keegoisan dan prasangka buruk, dan untuk menjadi lebih dari pemenang melalui Dia yang mengasihi Anda dan menyerahkan diri-Nya untuk Anda. Salibkan diri sendiri; hargailah orang lain lebih dari diri Anda sendiri. Dengan demikian Anda akan dipersatukan dengan Kristus. Di hadapan alam semesta surgawi, dan di hadapan gereja dan dunia, Anda akan memberikan bukti yang tak terbantahkan bahwa Anda adalah putra dan putri Allah. Allah akan dimuliakan dalam teladan yang Anda berikan.” 9T 188.1
“Dunia perlu menyaksikan secara nyata keajaiban yang mengikat hati umat Allah dalam kasih Kristen. Dunia perlu melihat umat Tuhan duduk bersama di tempat-tempat surgawi di dalam Kristus. Tidakkah Anda akan memberikan bukti dalam hidup Anda tentang apa yang dapat dilakukan kebenaran Allah bagi mereka yang mengasihi dan melayani Dia? Allah tahu apa yang dapat Anda capai. Dia tahu apa yang dapat dilakukan kasih karunia ilahi bagi Anda jika Anda mau menjadi bagian dari kodrat ilahi.” 9T 188.2
“‘Aku memohon kepadamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu semua seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu; tetapi hendaklah kamu bersatu sepenuhnya dalam pikiran dan penilaian yang sama.’” 5T 236.1
“Persatuan adalah kekuatan; perpecahan adalah kelemahan. Ketika mereka yang percaya pada kebenaran masa kini bersatu, mereka memberikan pengaruh yang besar. Setan sangat memahami hal ini. Tidak pernah ia lebih bertekad daripada sekarang untuk membuat kebenaran Allah menjadi tidak berarti dengan menimbulkan kepahitan dan perselisihan di antara umat Tuhan.” 5T 236.2

Selasa, 14 Juli

Hikmat dan Kedewasaan

Bacalah 1 Korintus 3: 1–4. Bagaimanakah Paulus di sini menggambarkan ketidakdewasaan rohani jemaat Korintus?
Selama satu setengah tahun yang digunakan oleh Paulus di Korintus, ia bermaksud untuk mempersembahkan Injil dalam kesederhanaannya. “Aku tidak datang dengan kata-kata yang indah” di Korintus; “tetapi dengan takut dan gentar, dan “dengan keyakinan akan kekuatan Roh telah ia nyatakan “kesaksian Allah,” bahwa mereka “jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” 1 Korintus 2:1, 4, 5. KR 228.2
Paulus perlu menyesuaikan cara mengajarnya kepada keadaan sidang. “Aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani,” ia sesudah itu menerangkan kepada mereka, “tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya.” 1 Korintus 3:1,2. Banyak dari orang-orang percaya di Korintus lamban mempelajari pelajaran-pelajaran yang ia coba ajarkan kepada mereka. Pengetahuan mereka dalam perkara rohani tidak seimbang dengan hak dan kesempatan mereka. Bila mereka telah maju dalam pengalaman Kristen, dan sanggup mengerti dan mempraktikkan kebenaran-kebenaran yang lebih dalam dari perkataan itu, mereka sedang berdiri di mana murid-murid itu berdiri bila Kristus mengatakan kepada mereka, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggung-nya.” Yohanes 16:12. Kecemburuan, sangka-sangka jahat, dan dakwaan telah menutup hati dari banyak orang percaya di Korintus terhadap pekerjaan sepenuhnya daripada Roh Kudus, yang “menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” 1 Korintus 2:10. Betapa bijaksana keadaan mereka dalam perkara-perkara duniawi sehingga mereka adalah bayi-bayi dalam pengetahuan akan Kristus. KR 228.3
Adalah pekerjaan Paulus untuk menasihati orang-orang yang bertobat di Korintus tentang dasar-dasar, abjad dari iman Kristen. Ia telah diharuskan untuk menasihati mereka seperti mereka yang tidak tahu tentang cara kerja kuasa Ilahi ke atas hati mereka. Pada waktu itu mereka tidak sanggup mengerti rahasia keselamatan; karena “manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” Ayat 14. Paulus telah berusaha untuk menaburkan benih, namun harus diairi oleh orang lain. Mereka yang mengikuti dia harus menjalankan pekerjaan dari batas di mana ia meninggalkannya, memberikan terang rohani dan pengetahuan pada waktu yang tepat, seperti sidang itu sanggup menahannya. KR 229.1

Rabu, 15 Juli

Pelayanan seperti Kristus

Bacalah 1 Korintus 4: 1, 2. Apakah yang diajarkan perikop ini tentang pandangan yang benar yang harus dimiliki seseorang mengenai para pemimpin manusia?
“...Akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai” (1 Korintus 4:2). Jikalau kejujuran merupakan suatu prinsip kehidupan bisnis yang penting, maka tidakkah kita harus mengakui kewajiban kita pada Allah—kewajiban yang menggarisbawahi setiap kewajiban lain? Ed 139.1
Dengan jabatan kita sebagai penatalayan, kita ditempatkan di bawah kewajiban, bukan hanya pada Allah tetapi juga pada manusia. Terhadap kasih Penebus yang tak terhingga setiap manusia berhutang atas karunia hidup. Makanan dan pakaian serta tempat tinggal, tubuh, pikiran dan jiwa—semuanya dibeli dengan darah-Nya. Dan dengan kewajiban bersyukur dan pelayanan yang diberikan sedemikian rupa, Kristus mengikatkan kita kepada sesama kita manusia. Ia memohon kepada kita, “...Layanilah seorang akan yang lain oleh kasih” (Galatia 5:13).”... Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40). Ed 139.2
“Aku berhutang,” kata Paulus, “baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar” (Roma 1:14). Begitulah juga kita seharusnya. Dengan semua yang telah membahagiakan hidup kita di atas yang lainnya, kita ditempatkan di bawah kewajiban terhadap setiap manusia yang kita dapat tolong. Ed 139.3
Kebenaran-kebenaran ini bukanlah untuk lemari bahkan bukan untuk ruang hitung. Barang-barang yang kita tangani bukanlah milik kita sendiri, dan jangan sampai bukti ini tak kelihatan lagi, Kita hanyalah penatalayan, dan atas pelaksanaan kewajiban kita pada Allah dan manusia bergantung baik kesejahteraan sesama kita manusia maupun kesejahteraan diri kita sendiri, untuk kehidupan sekarang dan untuk kehidupan yang akan datang. Ed 139.4
Bacalah Filipi 2: 5–8. Bagaimanakah ayat ini membantu kita memahami ungkapan "pikiran Kristus" (1 Kor. 2: 16)?
“Dengan bersedia menjadi manusia, Kristus menunjukkan kerendahan hati yang menjadi keajaiban bagi makhluk-makhluk surgawi. Tindakan bersedia untuk menjadi manusia tidak akan menjadi penghinaan jika bukan karena kenyataan bahwa Kristus sudah ada sebelumnya dalam kedudukan yang mulia. Kita harus membuka pemahaman kita untuk menyadari bahwa Kristus menanggalkan jubah kerajaan-Nya, mahkota raja-Nya, kekuasaan-Nya yang tinggi, dan mengenakan keilahian-Nya dengan kemanusiaan, agar Ia dapat bertemu manusia di tempat ia berada, dan membawa kepada keluarga manusia kekuatan moral untuk menjadi putra dan putri Allah. Untuk menebus manusia, Kristus menjadi taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib.” 1SM 243.
“Pemazmur berkata, “Masuknya firman-Mu memberikan terang; itu memberikan pengertian kepada orang yang sederhana” (Mazmur 119:130). Ketika kebenaran hanya bekerja pada hati nurani, itu menimbulkan banyak kegelisahan; tetapi ketika kebenaran diundang ke dalam hati, seluruh diri ditundukkan kepada Yesus Kristus. Bahkan pikiran pun ditaklukkan, karena pikiran Kristus bekerja di mana kehendak tunduk pada kehendak Allah. “Hendaklah pikiran yang ada di dalam Kristus Yesus itu ada di dalam kamu” (Filipi 2:5). Barangsiapa yang dibebaskan Tuhan, ia benar-benar merdeka, dan ia tidak dapat dibawa ke dalam perbudakan dosa.—Manuscript 67, 1894.” 1MCP 324.3

Kamis, 16 Juli

Gaya Hidup yang Mencerminkan Salib

Bacalah 2 Korintus 11: 23–28 dan Kolose 1: 24. Apakah yang diajarkan ayat ini kepada kita tentang apa artinya menderita demi Kristus?
“Kisah-kisah sejarah ini sangatlah penting. Tidak ada kelompok yang lebih berkepentingan mendalam terhadapnya selain kaum muda. Musa melepaskan prospek menjadi raja, dan Paulus melepaskan keuntungan berupa kekayaan serta kehormatan di tengah bangsanya, demi menjalani hidup yang penuh beban dalam pelayanan bagi Allah. Bagi banyak orang, kehidupan tokoh-tokoh ini tampak sebagai kehidupan yang penuh pelepasan dan pengorbanan. Benarkah demikian? Musa menganggap celaan demi Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar daripada harta benda di Mesir. Ia menganggapnya demikian karena memang begitulah kenyataannya. Paulus menyatakan: ‘Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap sebagai kerugian demi Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap sebagai kerugian, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, jauh lebih mulia daripada segalanya: oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku dapat memperoleh Kristus.’” Filipi 3:7, 8. Ia merasa puas dengan pilihannya. Ed 68.3
“Dalam berbagai pekerjaannya yang berat, Paulus juga ditopang oleh kuasa kehadiran-Nya yang menguatkan. ‘Segala perkara dapat kutanggung,’ katanya, ‘di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.’ ‘Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya atau pedang? ... Sebaliknya, dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain apa pun (terjemahan Rotherham), tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.’” Filipi 4:13; Roma 8:35-39.
“Namun, ada sukacita di masa depan yang dinantikan Paulus sebagai upah atas jerih payahnya—sukacita yang sama yang membuat Kristus rela menanggung salib dan mengabaikan kehinaan—yaitu sukacita karena melihat buah dari pekerjaannya. "Apakah pengharapan atau sukacita atau mahkota kemegahan kami?" tulisnya kepada jemaat di Tesalonika. "Bukankah kamu sendiri di hadapan Tuhan kita Yesus Kristus pada saat kedatangan-Nya? Sebab kamulah kemuliaan dan sukacita kami." 1 Thessalonians 2:19, 20. Ed 70.1
Siapakah yang dapat mengukur dampak karya hidup Paulus bagi dunia? Dari sekian banyak pengaruh baik yang meringankan penderitaan, menghibur duka, membendung kejahatan, serta mengangkat kehidupan dari sikap mementingkan diri sendiri dan hawa nafsu—lalu memuliakannya dengan harapan akan keabadian—betapa besarnya bagian yang berasal dari jerih payah Paulus dan rekan-rekan sekerjanya, saat mereka membawa Injil Anak Allah dalam perjalanan yang tak banyak disadari dari Asia menuju pesisir Eropa? Ed 70.2
Betapa berharganya bagi seseorang untuk menjadi alat Allah dalam menggerakkan pengaruh-pengaruh yang membawa berkat! Betapa bernilainya hal itu di kekekalan kelak saat menyaksikan buah dari karya hidup semacam itu! Ed 70.3

Jumat, 17 Juli

Pendalaman

“Lalu, karena anak-anak Allah adalah satu di dalam Kristus, bagaimana Yesus memandang kasta, perbedaan sosial, pemisahan manusia dari sesamanya karena warna kulit, ras, kedudukan, kekayaan, kelahiran, atau pencapaian? Rahasia persatuan ditemukan dalam kesetaraan orang-orang percaya di dalam Kristus. Alasan semua perpecahan, perselisihan, dan perbedaan terletak pada keterpisahan dari Kristus. Kristus adalah pusat yang seharusnya menjadi tujuan semua orang; karena semakin dekat kita mendekati pusat, semakin dekat kita akan bersatu dalam perasaan, simpati, dan kasih, bertumbuh dalam karakter dan citra Yesus. Di hadapan Allah tidak ada perbedaan perlakuan.” 1SM 259.2
“Yesus mengetahui betapa sia-sianya kemegahan duniawi, dan Ia tidak mempedulikan penampilannya. Dalam martabat jiwa-Nya, keagungan karakter-Nya, keluhuran prinsip-Nya, Ia jauh di atas tren-tren dunia yang sia-sia. Meskipun nabi menggambarkan Dia sebagai “yang dihina dan ditolak oleh manusia; seorang yang penuh kesedihan dan yang terbiasa dengan penderitaan” (Yesaya 53:3), Ia sebenarnya bisa saja dihormati sebagai yang tertinggi di antara para bangsawan di bumi. Kalangan terkemuka dalam masyarakat manusia akan mendekati-Nya, seandainya Ia mau menerima dukungan mereka, tetapi Ia tidak menginginkan pujian manusia, melainkan bergerak tanpa terpengaruh oleh manusia. Kekayaan, kedudukan, pangkat duniawi dalam segala ragam dan perbedaan kebesaran manusia, semuanya hanyalah tingkatan kecil bagi Dia yang telah meninggalkan kehormatan dan kemuliaan surga, dan yang tidak memiliki kemegahan duniawi, tidak menikmati kemewahan, dan tidak menampilkan perhiasan apa pun selain kerendahan hati.” 1SM 259.3
“Orang-orang yang rendah hati, mereka yang terbelenggu kemiskinan, tertekan oleh kekhawatiran, terbebani oleh kerja keras, tidak dapat menemukan alasan dalam hidup dan teladan-Nya yang akan membuat mereka berpikir bahwa Yesus tidak memahami penderitaan mereka, tidak mengetahui tekanan yang mereka alami, dan tidak dapat bersimpati kepada mereka dalam kekurangan dan kesedihan mereka. Kesederhanaan hidup-Nya sehari-hari selaras dengan kelahiran dan keadaan-Nya yang rendah hati. Putra Allah yang tak terbatas, Tuhan kehidupan dan kemuliaan, turun dalam kerendahan hati ke dalam kehidupan orang-orang yang paling rendah, agar tidak seorang pun merasa dirinya dikucilkan dari hadirat-Nya. Ia menjadikan diri-Nya dapat dijangkau oleh semua orang. Ia tidak memilih segelintir orang istimewa untuk bergaul dan mengabaikan yang lain. Roh Allah berduka ketika sifat konservatif memisahkan manusia dari sesamanya, terutama ketika hal itu ditemukan di antara mereka yang mengaku sebagai anak-anak-Nya.” 1SM 260.1
“Kristus datang untuk memberikan kepada dunia contoh tentang bagaimana kemanusiaan yang sempurna dapat terwujud ketika bersatu dengan keilahian. Ia mempersembahkan kepada dunia sebuah dimensi baru keagungan dalam perwujudan belas kasihan, kasih sayang, dan cinta-Nya. Ia memberikan kepada manusia penafsiran baru tentang Allah. Sebagai kepala umat manusia, Ia mengajarkan manusia pelajaran tentang ilmu pemerintahan ilahi, di mana Ia mengungkapkan kebenaran rekonsiliasi antara belas kasihan dan keadilan. Rekonsiliasi antara belas kasihan dan keadilan tidak melibatkan kompromi dengan dosa, atau mengabaikan tuntutan keadilan apa pun; tetapi dengan memberikan kepada setiap atribut ilahi tempat yang telah ditetapkan, belas kasihan dapat dijalankan dalam penghukuman manusia yang berdosa dan tidak bertobat tanpa menghancurkan kemurahan hatinya atau kehilangan karakter belas kasihnya, dan keadilan dapat dijalankan dalam mengampuni pelanggar yang bertobat tanpa melanggar integritasnya.” 1SM 260.2

Untuk pelajaran lebih lanjut, silakan hubungi:

contact@advancedsabbathschool.org

Lompat Ke

Sabat SoreMingguSeninSelasaRabuKamisJumat 🏠 Home

Hubungi Kami

WhatsApp: (+62)812-8772-7543WhatsApp: (+63)961-954-0737

Bagikan

Display Settings

Reading Font
Text Size
Theme