Peran Alkitab

Pelajaran 4, Triwulan 2, 18–24 April 2026

img rest_in_christ
Share this Lesson
Download PDF

Sabat Sore, 18 April

Memory Text:

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” KJV - Ibrani 4:12


“Mempelajari Alkitab akan memperkuat intelektual. Pemazmur berkata, “Firman-Mu memberikan terang, dan pengertian kepada orang yang sederhana.” (Mazmur 119:130.) Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah, “Haruskah Alkitab menjadi buku yang paling penting di sekolah-sekolah kita?” Alkitab adalah buku yang berharga, buku yang luar biasa. Alkitab adalah harta karun yang berisi permata berharga. Alkitab adalah sejarah yang membukakan kepada kita abad-abad lampau. Tanpa Alkitab, kita akan dibiarkan menduga-duga dan dongeng- dongeng mengenai kejadian-kejadian di masa lalu. Dari semua buku yang telah membanjiri dunia, betapapun berharganya buku-buku itu, Alkitab adalah Kitab dari segala kitab, dan paling layak untuk dipelajari dan diperhatikan dengan saksama. Alkitab tidak hanya memberikan sejarah penciptaan dunia ini, tetapi juga deskripsi tentang dunia yang akan datang. Alkitab berisi petunjuk mengenai keajaiban alam semesta, dan mengungkapkan kepada kita pemahaman Sang Pencipta langit dan bumi. Alkitab menjabarkan sistem teologi dan filsafat yang sederhana dan lengkap. Mereka yang tekun mempelajari firman Tuhan, dan yang mentaati petunjuk-petunjuknya, serta mencintai kebenaran-kebenarannya yang sederhana, akan mengalami kemajuan dalam pikiran dan perilaku. Ini adalah karunia Tuhan yang seharusnya membangkitkan rasa syukur yang paling tulus di setiap hati; karena ini adalah wahyu Tuhan kepada manusia.” CE 105.2

Alkitab adalah buku yang mengungkapkan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan. Di dalamnya terdapat segala yang dibutuhkan untuk keselamatan jiwa, dan pada saat yang sama, Alkitab dirancang untuk memperkuat dan mendisiplinkan pikiran. Jika digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah kita, Alkitab akan terbukti jauh lebih efektif daripada buku lain di dunia, dalam membimbing dengan hikmat perkara-perkara hidup ini, dan menolong jiwa naik pada tangga kemajuan yang menjangkau surga. Tuhan memperhatikan kita sebagai makhluk intelektual, dan Dia telah memberi kita firman-Nya sebagai pelita bagi kaki kita dan cahaya bagi jalan kita. “Masuknya firman-Mu memberi terang; itu memberi pengertian kepada orang yang sederhana.” (Mazmur 119:130). Bukan hanya membaca firman saja yang akan mencapai hasil yang dirancang oleh Surga, tetapi kebenaran yang diungkapkan dalam firman Tuhan harus menemukan jalan masuk ke dalam hati, jika kebaikan yang dimaksudkan tercapai.” CE 108.1

Minggu, 19 April 

Senjata yang Paling Kuat


Bahkan ketika hubungan kita dengan Allah naik turun dan sangat tidak konsisten, Allah tetap setia dan tidak berubah, seperti yang dikatakan dalam Ratapan 3: 22, 23. Apakah yang Anda perhatikan dalam ayat-ayat ini, dan bagaimanakah perbandingannya dengan sifat manusia kita?

“Allah telah menyatakan perhatian-Nya pada manusia yang jatuh dengan mengaruniakan mereka Juruselamat. Ia berjanji untuk tidak meluapkan murka-Nya terhadap kejahatan anak-anak-Nya, tidak mengecam mereka dalam kemurkaan-Nya yang hebat, sampai setiap kesempatan telah diberikan kepada mereka selama masa percobaan. Dan bahkan ketika mereka menolak peringatan-Nya, pekabaran-pekabaran undangan-Nya, penyampaian kebenaran-Nya; ketika mereka terus berdosa di hadapan terang dan bukti, Ia tetap tidak akan melampiaskan kemarahan-Nya yang besar kepada mereka. Ia menyerahkan seluruh penghakiman kepada Anak-Nya, yang telah Ia berikan sebagai korban penebusan dosa bagi dunia.” RH December 1, 1896, par. 16

“Allah mempunyai kerinduan yang mendalam untuk menyelamatkan orang-orang yang telah ditebus dengan darah Kristus dari akibat pasti dari perbuatan yang salah; karena dosa, jika terus dilakukan, akan mendatangkan murka Anak Domba yang ditolak itu. Belas kasihan yang berlimpah dan cuma-cuma diberikan dalam karunia kebenaran Kristus. Mereka yang menghina karunia yang berharga ini, yang menghina dan menolak Juruselamat, yang menolak undangan, “Biarlah ia berpegang pada kekuatan-Ku, supaya ia berdamai dengan Aku; dan ia akan berdamai dengan Aku,” menolak tawaran sifat-sifat karakter yang akan menjadikan mereka anak-anak Allah. Sebab “banyak orang yang menerima Dia, kepada mereka Ia memberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada mereka yang percaya kepada nama-Nya [Nama apa?—Immanuel, Anak Allah]: yang lahir bukan dari darah, bukan dari kehendak daging, bukan dari kehendak manusia, tetapi dari Allah.” Dan Firman itu telah menjadi daging dan tinggal di antara kita (dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa), penuh dengan kasih karunia dan kebenaran.” RH December 1, 1896, par. 17

“Firman adalah guru kita. Semua orang yang menjadi pelaku firman, dengan tulus dan jujur akan melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan Anak Tunggal Bapa, yang penuh kasih karunia dan kebenaran. Maka sesungguhnya ada kelahiran baru, perubahan karakter. Kita semua telah menerima kepenuhan-Nya, dan kasih karunia demi kasih karunia. Ini menjadikan kita surat-surat yang hidup, yang dikenal dan dibaca oleh semua orang. Barangsiapa menerima kesaksian-Nya, ia telah membubuhkan meterai bahwa Allah itu benar. Sebab Dia yang diutus Allah berbicara firman Allah; karena Allah tidak memberikan Roh dengan ukuran tertentu kepada-Nya. Bapa mengasihi Anak dan telah memberikan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia mempunyai hidup kekal; dan barangsiapa tidak percaya kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, tetapi murka Allah tetap ada padanya.” RH December 1, 1896, par. 18

Senin, 20 April 

Kitab Suci, Otoritas


Otoritas dan fungsi Alkitab dinyatakan dengan jelas di dalam halamannya sendiri. Bacalah dan salinlah 2 Timotius 3:15-17. Perhatikan apa yang ayat-ayat ini katakan tentang fungsi Alkitab.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah menjadi sempurna dan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. 2 Tim. 3:16, 17.

Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. 2 Pet. 2:20, 21.

Secara tegas, seluruh Kitab Suci (bukan hanya sebagiannya) adalah diilhami. Secara negatif, tidak ada satu pun bagiannya yang ditafsirkan secara pribadi, karena Kitab Suci bukan berasal dari manusia, melainkan dari Allah. Dan Kitab Suci hanya dapat ditafsirkan oleh manusia jika dan ketika Roh Allah menetapkannya. Oleh karena itu, setiap huruf dan ayat dalam Kitab Suci dan penafsirannya adalah hasil ilham, dan dengan demikian sepenuhnya bermanfaat untuk menuntun hamba Allah secara doktrinal, untuk menegur dan mengoreksinya, serta untuk mengajarnya dengan benar, menuju kesempurnaan iman dan perbuatan.

Oleh karena itu, marilah kita berjanji kepada Tuhan bahwa mulai sekarang kita tidak akan menerima atau mengemukakan sebagai kebenaran yang diwahyukan penafsiran pribadi apa pun terhadap Kitab Suci. Dan untuk mematuhi janji suci ini kepada Tuhan dengan sepenuh hati, tentu saja kita harus terlebih dahulu memahami wujud daripada ilham itu.

Firman Allah adalah standar tabiat. Dalam memberikan firman ini kepada kita, Allah menempatkan kita pada keadaan memiliki setiap kebenaran penting bagi keselamatan. Beribu-ribu orang telah menimba air dari sumur kehidupan ini, namun persediaannya tidak pernah habis. Beribu-ribu orang telah menaruh Tuhan di hadapan mereka, dan dengan memandang diubahkan menjadi citra yang sama. Tetapi para penyelidik ini tidak menghabiskan tema mahabesar dan kudus ini. Beribu-ribu orang lagi yang dapat terlibat dalam pekerjaan menyelidiki rahasia keselamatan itu. GW 250.4

Sementara pekerja mempelajari kehidupan Kristus, dan sifat misi-Nya direnung-renungkan, maka setiap penyelidikan baru akan mengungkapkan sesuatu yang lebih dalam dan menarik daripada yang pernah diungkapkan. Pokok pelajaran itu tidak pernah akan habis. Pelajaran tentang penjelmaan Kristus, pengorbanan mendamaikan dan pekerjaan pengantaraan-Nya, akan mengerahkan pikiran pelajar yang rajin selama waktu berlangsung; dan sambil memandang ke surga dengan tahun-tahunnya yang tak terhitung, ia akan berseru, “Agunglah rahasia ibadah kita!” (I Timotius 3:16). GW 251.1

Selasa, 21 April 

Kebenaran Alkitab


Bacalah perlahan tiga ayat berikut, lalu bacalah sekali lagi untuk kedua kalinya. Apakah yang Anda perhatikan dari pesan-pesan ini?

Yohannes 17:17 – “Jika dipelajari dan ditaati, firman Allah bekerja dalam hati, menaklukkan setiap sifat yang tidak kudus. Roh Kudus datang untuk mempertobatkan orang dari dosa dan iman yang bertunas dalam hati bekerja oleh kasih kepada Kristus, menyesuaikan kita dalam tubuh, jiwa dan roh, kepada peta-Nya sendiri. Lalu Allah dapat menggunakan kita untuk melakukan kehendak-Nya. Kuasa yang diberikan kepada kita bekerja dari dalam ke luar, memimpin kita untuk menyampaikan kepada orang lain kebenaran yang telah disampaikan kepada kita. COL 100.1

Kebenaran-kebenaran firman Allah memenuhi keperluan yang besar dan praktis dari manusia - pertobatan jiwa perantaraan iman. Azas-azas yang besar ini jangan dikira terlalu murni dan suci untuk dibawa ke dalam kehidupan setiap hari. Itu adalah kebenaran-kebenaran yang mencapai sorga dan berlaku selama-lamanya, namun pengaruhnya yang teramat penting harus dijalin dalam pengalaman manusia. Ia harus menembusi segala perkara-perkara yang besar dan kecil dari kehidupan ini. COL 100.2

Jika diterima dan dimasukkan ke dalam hati, ragi kebenaran itu akan mengatur kehendak hati, membersihkan pikiran dan menghaluskan pembawaan. Ia meningkatkan kecakapan pikiran serta tenaga jiwa. Ia memperbesar kemampuan untuk merasa, untuk mengasihi. COL 101.1

Amsal 30:5, 6 – “Kita tidak melakukan kehendak Allah ketika kita menebak-nebak hal-hal yang telah Dia putuskan untuk tidak diungkapkan kepada kita. Pertanyaan yang perlu kita pelajari adalah: “Apa itu kebenaran, kebenaran untuk masa ini, yang harus dijaga, dicintai, dihormati, dan ditaati?” Para pemuja ilmu pengetahuan telah mengalami kegagalan dan kekecewaan dalam upaya mereka untuk menemukan Allah. Yang perlu mereka tanyakan saat ini adalah: ‘Apa kebenaran yang akan memungkinkan kita meraih keselamatan jiwa kita?’” 8T 317.1

Mazmur 12:6 – “Dalam firman-Nya, Allah telah mempercayakan kepada manusia pengetahuan yang diperlukan untuk keselamatan. Kitab Suci harus diterima sebagai wahyu yang otentik dan tidak dapat salah mengenai kehendak-Nya. Kitab Suci adalah tolok ukur karakter, penyingkap ajaran-ajaran, dan ujian bagi pengalaman. “Setiap Kitab Suci yang diilhamkan oleh Allah juga bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk memperbaiki, untuk mendidik dalam kebenaran; agar hamba Allah menjadi sempurna, diperlengkapi sepenuhnya untuk setiap pekerjaan yang baik.” 2 Timotius 3:16, 17, R.V. GC vii.1

Bacalah 1 Tesalonika 2: 13; Mazmur 33: 4–5; dan Efesus 1: 13. Apakah pesan yang Anda temukan di sana?

“Alkitab adalah suara Allah yang berbicara kepada kita, sama nyatanya seolah-olah kita dapat mendengarnya dengan telinga kita sendiri. Firman Allah yang hidup tidak hanya tertulis, tetapi juga diucapkan. Apakah kita menerima Alkitab sebagai wahyu Allah? Jika kita menyadari pentingnya Firman ini, dengan rasa takjub yang mendalam kita akan membukanya, dan dengan kesungguhan yang besar kita akan menyelidiki ajarannya. Membaca dan merenungkan Kitab Suci akan dianggap sebagai pertemuan dengan Yang Mahatinggi. HP 134.2

“Firman Allah adalah pesan bagi kita untuk ditaati, sebuah kitab yang harus dibaca dengan tekun, dan dengan semangat yang rela menerima kebenaran-kebenaran yang ditulis untuk peringatan bagi mereka yang hidup di akhir zaman. Ia tidak boleh diabaikan demi buku lain apa pun.... Ketika kita membuka Alkitab, marilah kita membandingkan hidup kita dengan tuntutannya, mengukur karakter kita dengan standar moral kebenaran yang agung.” HP 134.3

Rabu, 22 April 

Klaim Alkitab


Apakah nasihat Daud dalam Mazmur 119: 11, dan bagaimanakah Anda dapat mengikutinya? (Lihat juga Ibrani 4: 12.)

 Alkitab adalah peraturan iman dan doktrin kita. Tidak ada lagi yang lebih diperhitungkan untuk menguatkan pikiran dan mengukuhkan kecerdasan selain mempelajari firman Allah. Tidak ada buku lain yang begitu kuat untuk mengangkat pikiran atau mengukuhkan kemampuan, seperti kebenaran Alkitab yang luas dan meninggikan derajat. Jikalau firman Allah dipelajari sebagaimana seharusnya, manusia akan memiliki pikiran yang luas, tabiat yang mulia, dan ketetapan maksud yang sudah jarang kelihatan pada zaman ini. GW 249.2

Beribu-ribu orang yang melayani mimbar kurang dalam kemampuan pikiran dan tabiat yang penting oleh sebab mereka tidak menerapkan kepada diri mereka sendiri pelajaran Kitab Suci itu. Mereka sudah puas dengan pengetahuan kebenaran firman Allah yang dangkal, dan mereka lebih suka terus kehilangan banyak dalam setiap cara lebih baik daripada dengan rajin menyelidiki harta yang tersembunyi. GW 249.3

Kehidupan Allah, yang memberi kehidupan kepada dunia, terdapat dalam firman-Nya. Bahwa dengan firman-Nya Yesus menyembuhkan penyakit dan membuang Setan. Oleh firman-Nya Ia mendiamkan laut dan membangkitkan orang mati; dan orang memberikan kesaksian bahwa perkataan-Nya adalah dengan kuasa. Ia mengucapkan firman Allah sebagaimana Ia mengucapkan-Nya kepada semua penulis Perjanjian Lama. Segenap Alkitab adalah penyataan tentang Kristus. Itulah satu-satunya sumber kuasa kita. GW 250.2

Firman ini bukannya menekan aktivitas, malahan membuka saluran bagi aktivitas orang yang menyelidikinya dengan penuh kesadaran. Tidak dibiarkan-Nya manusia dalam ketidakpastian, tanpa tujuan, tetapi menempatkan di hadapan mereka yang tertinggi dari semua cita-cita, – yaitu menarik jiwa kepada Kristus. Itu memberi lampu di tangan yang menerangi jalan ke surga. Itu menceritakan tentang kekayaan yang tak terselidiki, harta yang tak terkira. GW 250.3

Firman Allah adalah standar tabiat. Dalam memberikan firman ini kepada kita, Allah menempatkan kita pada keadaan memiliki setiap kebenaran penting bagi keselamatan. Beribu-ribu orang telah menimba air dari sumur kehidupan ini, namun persediaannya tidak pernah habis. Beribu-ribu orang telah menaruh Tuhan di hadapan mereka, dan dengan memandang diubahkan menjadi citra yang sama. Tetapi para penyelidik ini tidak menghabiskan tema mahabesar dan kudus ini. Beribu-ribu orang lagi yang dapat terlibat dalam pekerjaan menyelidiki rahasia keselamatan itu. GW 250.4

Kamis, 23 April 

Keadaan Hati


Kemampuan kita untuk menerima pengajaran dari Firman Allah (Ayub 22:22) sangat bergantung pada keadaan hati kita saat kita datang kepada Alkitab. Bagaimanakah 1 Korintus 2: 14 menjelaskan hal ini?

“Bacalah juga pasal ketiga dari buku ini, dan pelajari serta doakan kata-kata ini. Sebagai umat, iman dan praktik kita perlu dikuatkan oleh Roh Kudus. Tidak boleh ada kekuasaan yang mengatur yang memaksa manusia untuk menaati perintah pikiran yang terbatas. “Berhentilah kamu dari manusia, yang nafasnya ada di hidungnya,” perintah Tuhan. Dengan mengarahkan pikiran manusia untuk bergantung pada kebijaksanaan manusia, kita menempatkan tabir antara Allah dan manusia, sehingga tidak ada penglihatan akan Dia yang tidak terlihat. TM 483.2

“Dalam pengalaman pribadi kita, kita harus diajar oleh Allah. Apabila kita mencari Dia dengan hati yang tulus, kita akan mengakui kepada-Nya cacat-cacat tabiat kita; dan Ia telah berjanji untuk menerima semua orang yang datang kepada-Nya dengan kerendahan hati dan ketergantungan penuh. Barangsiapa menyerahkan diri kepada tuntutan Allah akan memiliki hadirat Kristus yang tetap tinggal, dan persekutuan ini akan menjadi sesuatu yang sangat berharga baginya. Dengan berpegang pada hikmat Ilahi, ia akan luput dari kebinasaan yang ada di dunia oleh hawa nafsu. Hari demi hari ia akan belajar semakin penuh bagaimana membawa kelemahannya kepada Dia yang telah berjanji menjadi penolong yang selalu hadir pada setiap waktu kesusahan.” TM 483.3

Jadi, sikap kita terhadap Alkitab dan cara kita membacanya sangat penting dalam hal pertumbuhan hubungan dengan Allah. Bagaimanakah Paulus menjelaskan hal ini dalam 1 Tesalonika 2: 13?

“Alkitab adalah suara Tuhan yang berbicara kepada kita sama pastinya seolah-olah kita dapat mendengar-Nya dengan telinga kita. Firman Allah yang hidup tidak hanya tertulis, tetapi juga diucapkan. Apakah kita menerima Alkitab sebagai firman Allah? Jika kita menyadari pentingnya Firman ini, dengan kekaguman seperti apa kita akan membukanya, dan dengan kesungguhan seperti apa kita akan menyelidiki ajaran-ajarannya. Membaca dan merenungkan Kitab Suci akan dianggap sebagai audiensi dengan Yang Mahatinggi. HP 134.2

“Firman Tuhan adalah pesan bagi kita untuk ditaati, sebuah kitab yang harus dibaca dengan tekun, dan dengan semangat yang mau menerima kebenaran yang tertulis untuk peringatan bagi mereka yang akan menghadapi akhir zaman. Firman Tuhan tidak boleh diabaikan demi kitab lain.... Ketika kita membuka Alkitab, marilah kita membandingkan hidup kita dengan tuntutannya, mengukur karakter kita dengan standar moral kebenaran yang agung. HP 134.3

“Kehidupan Kristus, yang memberi hidup kepada dunia, ada dalam Firman-Nya. Melalui firman-Nya Yesus menyembuhkan penyakit dan mengusir setan; melalui firman-Nya Ia menenangkan laut dan membangkitkan orang mati; dan orang-orang bersaksi bahwa firman-Nya penuh kuasa. Ia mengucapkan Firman Allah, seperti yang telah Ia ucapkan kepada semua nabi dan guru Perjanjian Lama. Seluruh Alkitab adalah manifestasi Kristus. Itulah sumber kekuatan kita.” HP 134.4

Jumat, 24 April 

Pendalaman

“Alkitab tidak dimuliakan sesuai kedudukannya, namun betapa pentingnya kitab ini bagi jiwa manusia. Dalam menelusuri halaman-halamannya, kita bergerak melalui pemandangan-pemandangan yang agung dan kekal. Kita melihat Yesus, Anak Allah, datang ke dunia kita, dan terlibat dalam pertentangan misterius yang mengalahkan kuasa kegelapan. Oh betapa menakjubkan, betapa hampir tak terbayangkan, bahwa Allah yang Mahakuasa mau mengizinkan penghinaan terhadap Anak-Nya yang terkasih! Biarlah setiap pelajar Kitab Suci merenungkan fakta agung ini, maka ia tidak akan keluar dari perenungan tersebut tanpa diangkat, dimurnikan, dan dimuliakan.” FE 131.1

“Alkitab adalah buku yang mengungkapkan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan. Kitab ini berisi segala sesuatu yang dibutuhkan untuk keselamatan jiwa, dan pada saat yang sama, Alkitab dirancang untuk memperkuat dan mendisiplinkan pikiran. Jika digunakan sebagai buku pelajaran di sekolah-sekolah kita, Alkitab akan terbukti jauh lebih efektif daripada buku manapun di dunia ini, dalam memberikan bimbingan bijaksana dalam urusan kehidupan ini, serta dalam membantu jiwa menapaki tangga kemajuan yang mencapai surga. Tuhan memperhatikan kita sebagai makhluk yang berakal budi, dan Dia telah memberi kita firman-Nya sebagai pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. “Masuknya firman-Mu memberi terang; itu memberi pengertian kepada orang yang sederhana.” Bukan hanya membaca firman saja yang akan mencapai hasil yang dirancang oleh Surga, tetapi kebenaran yang diungkapkan dalam firman Tuhan harus menemukan jalan masuk ke dalam hati, jika kebaikan yang dimaksudkan tercapai.” FE 131.2

“Orang-orang yang paling terpelajar dalam ilmu pengetahuan tidak selalu menjadi instrumen yang paling efektif untuk digunakan Tuhan. Ada banyak yang mendapati diri mereka disingkirkan, dan mereka yang kurang beruntung dalam memperoleh pengetahuan dari buku-buku, menggantikan tempat mereka, karena yang terakhir ini memiliki pengetahuan tentang hal-hal praktis yang penting untuk penggunaan kehidupan sehari-hari; sementara mereka yang menganggap diri mereka terpelajar, seringkali berhenti menjadi pelajar, merasa diri cukup, dan merasa tidak perlu untuk diajar, bahkan oleh Yesus, yang merupakan guru terbesar yang pernah dikenal dunia. Mereka yang telah bertumbuh dan berkembang, yang kemampuan penalaran mereka telah ditingkatkan melalui pencarian mendalam akan Kitab Suci, agar mereka dapat mengetahui kehendak Tuhan, akan berada pada posisi yang bermanfaat; karena firman Tuhan telah masuk ke dalam kehidupan dan karakter mereka. Firman itu harus melakukan pekerjaan khususnya, bahkan sampai membelah sendi dan sumsum, dan membedakan pikiran dan niat hati. Firman Tuhan harus menjadi makanan yang dengannya orang Kristen harus bertumbuh kuat dalam roh dan akal budi, agar ia dapat berjuang untuk kebenaran dan keadilan.” FE 132.1