Warga Kerajaan Surga

Pelajaran 7, Triwulan 1, 7–13 Februari 2026

img rest_in_christ
Share this Lesson
Download PDF

Sabat Sore, 7 Februari

Memory Text:

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” KJV - Filipi 4:6


“Hendaklah setiap orang yang mengaku sebagai anak Raja Surgawi senantiasa berusaha untuk mewakili prinsip-prinsip kerajaan Allah. Hendaklah setiap orang mengingat bahwa dalam roh, perkataan, dan perbuatan, ia harus setia dan benar kepada semua ajaran dan perintah Tuhan. Kita harus menjadi warga kerajaan Kristus yang setia dan dapat dipercaya, agar mereka yang bijak secara duniawi dapat memiliki gambaran yang benar tentang kekayaan, kebaikan, belas kasihan, kelembutan, dan kesopanan warga kerajaan Allah.” RH 24 Oktober 1907, par. 11

Di dalam penggalian dunia Yahudi dan kafir, rasul-rasul itu bekerja, membawa batu-batu untuk diletakkan di atas pondasi. Dalam suratnya kepada orang-orang percaya di Efesus, Paulus berkata, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” Efesus 2:19-22. AA 596.1

Minggu, 8 Februari

Panutan


Bacalah Filipi 3: 17-19. Bagaimanakah panutan yang baik dan buruk digambarkan dalam ayat-ayat ini? Apakah kunci yang diberikan untuk membedakan antara keduanya?

 “Amaran mengenai bahaya yang mengancam umat Allah ini diberikan oleh Dia yang Maha Tahu. Musuh-musuh salib Kristus akan mengenakan pakaian terang. Demikianlah yang terjadi pada zaman Paulus. Dan karena rasul itu melihat pengaruh yang mereka miliki, ia memperingatkan jemaat dengan tangisan agar tidak memberi mereka dukungan; karena mereka adalah musuh-musuh salib Kristus. “Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.” [Ayat 19.]” 12LtMs, Ms 89, 1897, par. 3

“Ada banyak hal yang salah yang kita biarkan berlalu tanpa kita sadari, padahal melalui percakapan kita yang saleh, kita dapat memberikan teladan perbuatan benar yang akan menjadi teguran keras bagi para pelaku kejahatan. Kita tidak boleh membiarkan teladan kita seolah-olah menyetujui perbuatan salah. Ada surga yang harus diraih dan neraka yang harus dihindari. Di gereja-gereja besar yang dipenuhi orang percaya... ada bahaya khusus untuk menurunkan standar. Di mana banyak orang berkumpul bersama, sebagian lebih cenderung menjadi lalai dan acuh tak acuh daripada jika mereka terisolasi dan dibiarkan berdiri sendiri. Tetapi bahkan dalam keadaan yang sulit sekalipun, kita dapat berjaga-jaga dalam doa dan memberikan teladan dalam percakapan yang saleh yang akan menjadi kesaksian yang kuat bagi kebenaran.... Kita tidak boleh mengucapkan kata-kata yang akan mengecilkan hati sesama peziarah di jalan kekristenan. Kristus telah memberikan hidup-Nya agar kita dapat hidup bersama-Nya dalam kemuliaan. Sepanjang kekekalan, Ia akan menanggung di tangan-Nya bekas paku yang kejam yang memakukan-Nya di kayu salib Kalvari....” HP 299.4

Senin, 9 Februari

“Berdirilah Juga dengan Teguh dalam Tuhan”


Bacalah Filipi 3: 20, 21. Bagaimanakah Paulus menggambarkan dengan jelas seperti apa “kewarganegaraan” Kristen itu?

 “Identitas pribadi kita terpelihara dalam kebangkitan, meskipun bukan partikel materi atau zat material yang sama seperti yang masuk ke dalam kubur. Karya-karya Allah yang menakjubkan adalah misteri bagi manusia. Roh, karakter manusia, dikembalikan kepada Allah, untuk dipelihara di sana. Dalam kebangkitan, setiap orang akan memiliki karakternya sendiri. Allah pada waktu-Nya sendiri akan memanggil orang mati, memberikan nafas kehidupan kembali, dan memerintahkan tulang-tulang kering untuk hidup. Bentuk yang sama akan muncul, tetapi akan bebas dari penyakit dan setiap cacat. Ia hidup kembali dengan ciri-ciri individual yang sama, sehingga sahabat akan mengenali sahabatnya. Tidak ada hukum Allah dalam alam yang menunjukkan bahwa Allah mengembalikan partikel materi yang sama persis yang membentuk tubuh sebelum kematian. Allah akan memberikan kepada orang mati yang benar, tubuh yang akan menyenangkan-Nya.” Mar 301.2

Kebangkitan Yesus merupakan jenis kebangkitan terakhir bagi semua orang yang tidur dalam Dia. Wajah Juruselamat yang sudah bangkit, perilaku-Nya, pembicaraan-Nya, semuanya dikenal oleh murid-murid-Nya. Sebagaimana Yesus bangkit dari antara orang mati, demikian juga mereka yang tidur dalam Dia akan bangkit kembali. Kita akan mengenal sahabat-sahabat kita, sebagaimana murid-murid mengenal Yesus. Mungkin mereka bercacat, berpenyakit, atau buruk rupa tubuhnya dalam hidup yang fana ini, dan mereka bangkit dalam kesehatan dan kesejajaran yang sempurna; meskipun demikian dalam tubuh yang dimuliakan itu, identitas mereka akan dipelihara dengan sempurnanya. Pada waktu itu, kita akan mengetahui sebagaimana kita juga telah diketahui. 1 Korintus 13:12. Pada wajah yang bercahaya dengan terang yang bersinar dari wajah Yesus, kita akan mengenali garis-garis wajah orang-orang yang kita kasihi. DA 804.1

“Tubuh yang ditabur dalam kebusukan akan dibangkitkan dalam kekekalan. Yang ditabur dalam kehinaan akan dibangkitkan dalam kemuliaan; yang ditabur dalam kelemahan akan dibangkitkan dalam kekuatan; yang ditabur sebagai tubuh jasmani akan dibangkitkan sebagai tubuh rohani. Tubuh-tubuh yang fana dihidupkan oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu.” 2SM 270.4

“Kristus mengklaim semua orang yang telah percaya kepada nama-Nya sebagai milik-Nya. Kuasa yang menghidupkan dari Roh Kristus yang berdiam dalam tubuh yang fana mengikat setiap jiwa yang percaya kepada Yesus Kristus. Mereka yang percaya kepada Yesus adalah kudus di hati-Nya; karena hidup mereka tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Perintah akan datang dari Pemberi Hidup, “Bangunlah dan bernyanyilah, hai kamu yang berdiam di dalam debu, sebab embunmu seperti embun tumbuh-tumbuhan, dan bumi akan mengeluarkan orang-orang mati” (Yesaya 26:19). 2SM 271.1

“Sang Pemberi kehidupan akan memanggil harta milik-Nya yang telah ditebus dalam kebangkitan pertama, dan sampai saat kemenangan itu, ketika sangkakala terakhir akan berbunyi dan pasukan besar akan keluar untuk meraih kemenangan kekal, setiap orang kudus yang tertidur akan dijaga dengan aman dan akan dilindungi seperti permata yang berharga, yang dikenal Allah namanya. Oleh kuasa Juruselamat yang berdiam di dalam mereka ketika mereka hidup dan karena mereka turut mengambil bagian dalam sifat ilahi, mereka dibangkitkan dari kematian.” 2SM 271.2

Suara yang berseru dari salib, “Sudah selesai” kedengaran di antara orang mati. Suara itu menembusi dinding kubur, dan memanggil orang yang tidur untuk bangkit. Demikianlah akan terjadi bila suara Kristus akan kedengaran dari surga. Suara itu akan menembus kubur dan membuka pintu kubur, dan orang mati dalam Kristus akan bangkit. Pada waktu Juruselamat bangkit, beberapa kubur terbuka, tetapi ketika Ia datang kedua kali, semua orang mati yang mulia itu akan mendengar suara-Nya, dan akan keluar kepada hidup yang mulia dan baka. Kuasa yang sama yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati akan membangkitkan jemaat-Nya, dan memuliakannya dengan Dia, jauh lebih tinggi daripada segala pemerintah dan segala penguasa, dan jauh lebih tinggi daripada setiap orang yang ternama, bukan saja di dunia ini, tetapi juga di dunia yang akan datang. DA 787.2

Selasa, 10 Februari

Bersukacitalah Senantiasa dalam Tuhan


Bacalah Filipi 4: 4-7. Bagaimanakah kita dapat mengalami “damai sejahtera Allah”?

Setiap pagi, serahkan dirimu dan anak-anakmu kepada Allah untuk hari itu. Jangan menghitung bulan atau tahun; itu bukan milikmu. Hanya satu hari singkat yang diberikan kepadamu. Bekerjalah selama jam-jamnya untuk Tuhan, seolah-olah itu adalah hari terakhirmu di bumi. Serahkanlah semua rencanamu kepada Allah, untuk dilaksanakan atau ditinggalkan, sesuai dengan kehendak-Nya. Terimalah rencana-Nya, bukan rencanamu sendiri, meskipun penerimaannya memerlukan pengorbanan rencana-rencana yang sangat kamu cintai. Dengan demikian, hidupmu akan dibentuk semakin mirip dengan teladan ilahi; dan damai sejahtera Allah, yang melampaui segala pengertian, akan menjaga hati dan pikiranmu melalui Kristus Yesus.” Filipi 4:7. CCh 152.6

Agama yang tulen memuliakan pikiran, menghaluskan perasaan, menyucikan pertimbangan, dan menjadikan yang empunya dia mendapat bahagian akan kesucian dan pengaruh Surga. Hal itu membawa malaikat- malaikat mendekat, dan makin lama pengaruhnya memisahkan pengaruh daripada roh dan pengaruh dunia. Agama memasuki semua tindakan dan hubungan kehidupan dan memberi kita “roh pikiran yang sehat,” dan hasilnya adalah kebahagiaan dan kedamaian. CH 629.3

Bagaimanakah ayat-ayat berikut memperluas pemahaman kita akan damai sejahtera Allah? Mzm. 29: 11; Yes. 9: 6; Luk. 2: 14; Yoh. 14: 27; 1 Kor. 14: 33.

Kristus mengatakan tentang diri-Nya sendiri, “ Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” Matius 10:34. Raja Damai, namun Ia adalah penyebab perpisahan. Ia yang datang untuk memasyhurkan kabar yang gembira dan untuk menciptakan pengharapan dan kesukaan dalam hati anak-anak manusia, membuka suatu persengketaan yang membakar dalam dan membangkitkan nafsu yang hebat di dalam hati manusia. Dan Ia mengamarkan pengikut-pengikut-Nya: “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan.” “Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.” “Dan kamu akan diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh.” Yohanes 16:33; Lukas 21:12, 16. KR 71.1

Rabu, 11 Februari

Pikirkanlah Semuanya Itu


Bacalah Filipi 4: 8, 9. Tindakan spesifik apakah yang didorong dalam ayat-ayat ini?

 “Pekerjaan khusus Setan di akhir zaman ini adalah untuk menguasai pikiran kaum muda, merusak pikiran, dan membangkitkan nafsu; karena ia tahu bahwa dengan melakukan hal itu ia dapat menuntun kepada perbuatan-perbuatan yang tidak suci, dan dengan demikian semua kemampuan pikiran yang mulia akan merosot, dan ia dapat mengendalikannya sesuai dengan maksudnya sendiri. Semua orang adalah agen moral yang bebas, dan sebagai agen-agen moral yang bebas mereka harus melatih pikiran mereka untuk berjalan di jalur yang benar. Tugas pertama bagi mereka yang ingin melakukan reformasi adalah membersihkan imajinasi. Renungan kita haruslah yang akan mengangkat pikiran. “Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” [Filipi 4:8.] Di sinilah terdapat bidang yang luas dimana pikiran dapat menjelajah dengan aman. Jika Setan berusaha mengalihkannya kepada hal-hal yang rendah dan sensual, kembalikanlah. Ketika khayalan-khayalan yang jahat berusaha menguasai pikiranmu, larilah ke takhta kasih karunia, dan berdoalah memohon kekuatan dari surga. Melalui kasih karunia Kristus, kita dapat menolak pikiran-pikiran yang tidak murni. Yesus akan menarik pikiran, memurnikan pikiran, dan membersihkan hati dari setiap dosa yang tersembunyi. “Senjata peperangan kita bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah; ... meruntuhkan segala khayalan dan segala sesuatu yang meninggikan diri melawan pengetahuan Allah, dan menawan setiap pikiran untuk taat kepada Kristus.” [2 Korintus 10:4, 5.]” CTBH 136.1

Kita mempunyai suatu pekerjaan untuk melawan pencobaan. Mereka yang tidak mau menjadi mangsa alat-alat Iblis harus menjaga dengan baik segala jalan yang menuju kepada jiwa; mereka harus menjauhkan diri dari membaca, melihat atau mendengar hal-hal yang akan membangkitkan pikiran yang kotor. Pikiran jangan dibiarkan melayang-layang semaunya kepada perkara-perkara yang dihadapkan oleh musuh kita. “Waspadalah,” kata rasul Petrus, ”...jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.” 1 Petrus 1:13-15. Paulus berkata, “Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Filipi 4:8. Ini memerlukan doa yang tekun dan kewaspadaan yang terus-menerus. Kita harus ditolong oleh kuasa Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita, yang akan mengangkat pikiran kita ke atas, dan mengisinya dengan hal-hal yang suci dan bersih. Dan kita harus mempelajari firman Allah dengan sungguh-sungguh. “Dengan apakah orang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” “Dalam hatiku,” kata pemazmur, “aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Mazmur 119: 9, 11. PP 460.2

Kamis, 12 Februari

Kunci Kepuasan Hidup


Bacalah Filipi 4: 10-13, 19. Kunci apa sajakah yang Paulus ungkapkan untuk kehidupan yang bahagia dan memuaskan?

“Yesus, Penebus kita, berjalan di bumi dengan martabat seorang raja; namun Ia lemah lembut dan rendah hati. Ia adalah terang dan berkat di setiap rumah karena Ia membawa sukacita, harapan, dan keberanian. Oh, semoga kita dapat merasa puas dengan lebih sedikit keinginan hati, lebih sedikit berjuang untuk hal-hal yang sulit diperoleh untuk memperindah rumah kita, sementara hal yang Allah hargai melebihi permata, yaitu roh yang lemah lembut dan tenang, tidak dihargai. Anugerah kesederhanaan, kelemahlembutan, dan kasih sayang yang sejati akan menjadikan rumah yang paling sederhana sekalipun sebagai surga. Lebih baik menanggung setiap ketidaknyamanan dengan gembira daripada berpisah dengan kedamaian dan kepuasan.” 4T 622.1

“Ada orang-orang yang gelisah, yang seandainya mereka pindah ke tempat tinggal baru, mereka tetap akan merasa tidak puas, karena roh ketidakpuasan ada di dalam hati mereka, dan perubahan tempat tidak membawa perubahan hati. Karakter mereka belum dimurnikan dan dimuliakan oleh Roh Kristus. Mereka perlu belajar tentang kepuasan. Mereka tidak mempelajari sebab dan akibat. Mereka tidak berusaha memahami ujian karakter dalam Alkitab, yang sangat penting untuk kesuksesan sejati.” FE 495.2

“Agama tidak hanya dikenakan sebagai jubah di rumah Tuhan, tetapi prinsip keagamaan harus menjadi ciri seluruh kehidupan. Mereka yang minum dari mata air kehidupan tidak akan, seperti orang duniawi, menunjukkan keinginan yang kuat akan perubahan dan kesenangan. Dalam tingkah laku dan karakter mereka akan terlihat ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan yang telah mereka temukan di dalam Yesus dengan setiap hari meletakkan kebingungan dan beban mereka di kaki-Nya. Mereka akan menunjukkan bahwa ada kepuasan dan bahkan sukacita dalam jalan ketaatan dan kewajiban.” 4T 432.2

Jumat, 13 Februari

Pendalaman

 Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, agar mereka berhak atas pohon kehidupan dan dapat masuk melalui gerbang-gerbang ke dalam kota. TMK 353.1

“‘Apa pun yang ditabur seseorang, itulah yang akan dia tuai’ (Galatia 6:7). Aku ingin menabur untuk waktu dan kekekalan. Hatiku lapar dan haus akan kebenaran. Aku ingin hidupku tersembunyi di dalam Kristus Yesus, agar benih yang kutabur menghasilkan tuaian yang benar. Aku sangat merasakan hal ini terhadap diriku sendiri, karena setiap hari, baik dalam perkataan maupun perbuatan, aku menabur lalang atau gandum. Aku ingin menabur untuk waktu dan kekekalan. Aku telah menjalani hampir seluruh masa hidupku yang telah ditentukan, dan tuaian apa yang akan kudapat? Aku menginginkan kepercayaan yang tenang dan teguh kepada Yang Mahatinggi. Aku telah merasakan perlindungan-Nya dengan cara yang luar biasa ketika mengikuti jalan kewajiban. Aku ingin pergi ke kubur seperti seikat gandum yang matang sepenuhnya. Aku tidak ingin ada keluhan di hatiku; hanya rasa syukur yang harus ada di sana. Belas kasihan Allah dan kasih sayang-Nya harus dijaga, bukan sebagai sesuatu yang dilupakan, tetapi sebagai sesuatu yang sangat berharga sehingga tidak boleh dilupakan. Sebagai saksi mata keagungan-Nya, kita dapat meninggikan dan memuji nama-Nya yang kudus. Kita bersama-Nya di gunung yang kudus. TMK 353.2

“Setiap saat adalah sangat berharga dan penuh dengan konsekuensi yang abadi. Kita hidup di dunia yang penuh dengan penampilan luar yang menipu dan membohongi seperti buah apel Sodom. Oh, betapa Tuhan memandang tipu daya dan kemunafikan yang ada di dunia kita! Jika kita tidak dapat melihat sekilas sinar terang Matahari Kebenaran, di atas dan di balik awan, kita mungkin akan merasa putus asa, tetapi Yesus hidup....” TMK 353.3

“Disiplin di sekolah Kristus akan menyebabkan gereja bersandar pada lengan Kekasihnya. Orang-orang yang ditebus Tuhan akhirnya akan datang ke Sion dengan nyanyian dan sukacita yang abadi di atas kepala mereka, dalam kemenangan yang gemilang. Seluruh malaikat akan bersukacita atas mereka dengan nyanyian. Tetapi apakah yang menjadi syarat-syarat kewarganegaraan kita? ‘Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, agar mereka berhak atas pohon kehidupan dan dapat masuk melalui gerbang ke kota itu.’” TMK 353.4