EnglishBahasa Indonesia中文 (Chinese)DeutschEspañolFrançaisFilipinoItaliano한국어 (Korean)MagyarPortuguês BrasileiroRomânăрусскийSwahili

Pelajaran 8, Triwulan 3, 15-21 Agustus 2026

Kuasa Kebangkitan Kristus

Theme

Sabat Sore, 15 Agustus

Ayat Hafalan:

“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sia juga kepercayaan kamu... Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” KJV — 1 Korintus 15:13-17
“Dengan demikian murid-murid mengkhotbahkan kebangkitan Kristus. Banyak dari mereka yang menunggu untuk mendengarkan kesaksian ini, dan bila mereka mendengarnya mereka percaya. Itu membawa kepada pikiran mereka perkataan yang telah diucapkan oleh Kristus, dan mereka berdiri pada barisan orang-orang yang menerima Injil. Benih yang sudah ditaburkan oleh Juruselamat bertumbuh dan mengeluarkan buah.” AA 60.2
“Sementara murid-murid itu berbicara kepada orang banyak, datanglah imam-imam, kepala pengawal Bait Allah, dan orang-orang Saduki. Mereka sangat kesal karena murid-murid itu mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa melalui Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.” AA 60.3
“Sesudah kebangkitan Kristus, imam-imam telah menyebarkan berita bohong ke mana-mana bahwa tubuh-Nya telah dicuri oleh murid-muridNya ketika pengawal Roma tertidur. Tidaklah mengherankan bahwa mereka merasa tidak senang bila mereka mendengar Petrus dan Yohanes mengkhotbahkan kebangkitan Dia yang mereka telah bunuh. Terutama orang Saduki sangat bangkit amarahnya. Mereka merasa bahwa doktrin yang paling mereka sukai berada dalam bahaya, dan nama baik mereka dipertaruhkan.” AA 60.4
“Orang-orang yang baru bertobat kepada iman yang baru bertambah dengan cepatnya, dan baik orang Farisi maupun orang Saduki sepakat bahwa jika guru-guru yang baru ini dibiarkan dengan tidak dikendalikan, pengaruh mereka sendiri akan berada dalam bahaya yang lebih besar daripada bila Yesus berada di dunia ini. Oleh sebab itu, pemimpin bait suci itu, dengan pertolongan sejumlah orang Saduki, menahan Petrus dan Yohanes, memenjarakan mereka, karena sudah terlambat pada hari itu bagi mereka untuk diperiksa.” AA 60.5

Minggu, 16 Agustus

Memaklumkan Kebangkitan Kristus

Bacalah 1 Korintus 15: 1–4; Lukas 24: 44–47; dan Roma 1: 1–4. Apakah kesamaan dari ayat-ayat ini?
Sesudah ia dibaptiskan, Paulus berbuka puasa dan tinggal “dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.” Dengan beraninya ia menyatakan Yesus dari Nazaret adalah Mesias yang sudah lama ditunggu-tunggu, yang “telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; . . . telah dikuburkan dan . . . telah dibangkitkan pada hari yang ketiga,” sesudah mana Ia kelihatan kepada kedua belas murid dan orang-orang lain. “Dan yang paling akhir dari semuanya,” Paulus menambahkan, “Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.” 1 Korintus 15:3, 4, 8. Argumennya dari nubuatan amat meyakinkan, dan usahanya amatlah terang disertai kuasa Allah, sehingga orang Yahudi menjadi bingung dan tidak sanggup menjawab dia. AA 123.1
Pada malam itu, Kristus memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada murid-murid-Nya agar tidak ada keraguan dalam benak mereka bahwa Dia adalah Kristus. ‘Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku,’ kata-Nya, ‘bahwa Akulah ini; rabalah Aku dan lihatlah; karena roh tidak mempunyai daging dan tulang seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.... Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu: bahwa semua yang tertulis tentang Aku dalam hukum Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur harus digenapi. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci, dan berkata kepada mereka: ‘Demikianlah tertulis: bahwa Kristus harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.’ —Manuscript 113, 1897.” CTr 298.6
Imam-imam dan penguasa-penguasa melihat Kristus dipuja lebih dari mereka. Sementara orang-orang Saduki, yang tidak percaya akan kebangkitan, mendengar rasul-rasul menyatakan bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati, mereka amat marah, menyadari bahwa kalau rasul-rasul dibiarkan untuk mengkhotbahkan tentang Juruselamat yang sudah bangkit, dan melakukan mukjizat dalam nama-Nya, doktrin bahwa tidak akan ada kebangkitan akan ditolak oleh semua orang, dan sekte orang-orang Saduki tidak lama lagi akan punah. Orang-orang Farisi amat marah bila mereka melihat bahwa kecenderungan pengajaran murid-murid adalah untuk meruntuhkan upacara-upacara orang Yahudi, dan mengadakan upacara-upacara pengorbanan yang tidak berarti. AA 78.1
Bacalah 1 Korintus 15: 2, 11. Mengapa ayat-ayat ini menempatkan konsep percaya dan berkhotbah secara berdampingan? Apakah hubungan antara keduanya?
Kata-kata ini diucapkan ketika Paulus sedang mendekati akhir hidupnya, saat pekerjaannya akan segera berakhir. Jemaat yang dituju memiliki karakteristik unik yang, menurut pandangan Tuhan, memerlukan penanganan yang tegas. Agama kita tidak mungkin bisa berubah-ubah. Injil harus diberitakan dan diterima secara pribadi. Sekadar pemberitaan tidaklah cukup. Harus ada penerimaan kebenaran yang disertai pengertian mendalam di dalam hati; penerimanya harus teguh memegang kebenaran itu dan dengan tekun menyampaikannya kepada orang lain. Kebenaran itu harus dipraktikkan dalam segala hal dengan berpegang teguh pada Firman kehidupan, “yang olehnya kamu juga diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. [Ayat 2.] 12LtMs, Lt 69, 1897, par. 5

Senin, 17 Agustus

Kristus Bangkit, Satu-satunya Pengharapan Kita!

Bacalah 1 Korintus 15: 9–19. Apakah yang akan hilang dari kita jika Kristus tidak dibangkitkan?
Dalam merosotnya standar moral di antara orang-orang percaya di Korintus, banyak yang sudah mundur dari dasar kepercayaan mereka. Beberapa di antaranya telah menyimpang terlalu jauh sehingga menyangkal doktrin tentang kebangkitan. Paulus menghadapi orang-orang yang mempunyai pengajaran yang tidak masuk akal itu dengan suatu kesaksian yang jelas dari hal bukti kebangkitan Kristus yang tidak perlu diragukan. Dia menyatakan bahwa Kristus, setelah kematian-Nya, “telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci,” sesudah itu, Dia menampakkan diri kepada Kefas, dan kemudian kepada keduabelas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus; kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir semuanya Ia menampakkan diri kepadaku.” AA 319.5
Dengan kuasa yang meyakinkan rasul itu menyatakan keagungan kebenaran tentang kebangkitan. “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati,” demikian argumennya “maka Kristus juga tidak akan dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah juga pemberitaan kami dan juga imanmu. Lebih daripada itu kami ternyata berdusta kepada Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, jika seandainya orang mati tidak dibangkitkan. Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah imanmu; kamu masih hidup di dalam dosa. Maka binasalah juga mereka yang telah meninggal di dalam Kristus. Jika dalam hidup ini saja kita menaruh pengharapan pada Kristus, maka kitalah orang yang paling malang dari segala manusia. Namun sekarang Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, dan menjadi buah sulung dari orang-orang yang telah meninggal.” AA 320.1
Rasul itu telah membawa pikiran saudara-saudara di Korintus terhadap kemenangan-kemenangan yang diperoleh dalam hal kebangkitan, bila semua orang saleh telah dibangkitkan, sejak dari waktu itu mereka akan hidup selama-lamanya bersama Allah. Rasul itu menyatakan, “Sesungguhnya, aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua diubahkan, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubahkan. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut di manakah sengatmu?.... Tetapi syukurlah kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” AA 320.2

Selasa, 18 Agustus

Kristus, Buah Sulung

Bacalah 1 Korintus 15: 20–23. Apakah artinya mengatakan bahwa Yesus adalah "buah sulung"?
Kristus bangkit dari antara orang mati sebagai buah sulung dari mereka yang tidur. Ialah yang dilambangkan dengan berkas yang diunjuk dan kebangkitan-Nya terjadi tepat pada hari ketika berkas yang diunjuk itu dipersembahkan di hadapan Tuhan. Selama lebih dari seribu tahun upacara simbolis ini telah diadakan. Dari ladang penuaian mayang mula mula dari gandum yang masak dikumpulkan, dan ketika orang banyak pergi ke Yerusalem untuk Paskah, seberkas buah sulung diunjuk sebagai suatu persembahan syukur di hadapan Tuhan. Nanti sesudah buah sulung ini dipersembahkan, barulah sabit dapat digunakan untuk menyabit gandum, dan gandum ini dikumpulkan ber berkas-berkas. Berkas yang dipersembahkan kepada Allah melambangkan panen. Demikian juga Kristus, buah sulung itu, melambangkan panen rohani yang besar yang akan dikumpulkan untuk kerajaan Allan Kebangkitan-Nya melambangkan dan menjamin kebangkitan segala orang benar yang sudah mati “Karena jika kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.” 1 Tes. 4:14. KSZ2 437.3
Ketika Kristus bangkit, Ia membawa banyak tawanan dari kubur. Gempa bumi pada saat kematian-Nya telah membuka kubur mereka, dan ketika Ia bangkit, mereka keluar dengan Dia. Merekalah yang telah bekerja bersama-sama dengan Allah, dan yang dengan mengorbankan jiwa mereka sendiri telah memberikan kesaksian tentang kebenaran. Sekarang mereka harus menjadi saksi bagi-Nya yang telah membangkitkan mereka dari antara orang mati. KSZ2 438.1
Selama masa kerja-Nya, Yesus telah membangkitkan orang mati. Ia telah membangkitkan anak laki-laki seorang janda di Nain. dan anak perempuan seorang penghulu dan Lazarus. Tetapi orang-orang ini tidak berpakaikan sifat baka. Sesudah mereka dibangkitkan, mereka masih di bawah kuasa maut. Tetapi mereka yang keluar dari kubur pada saat kebangkitan Kristus dibangkitkan kepada hidup kekal. Mereka naik dengan Dia sebagai tanda kemenangan-Nya atas maut dan kubur. Orang-orang ini, kata Kristus, tidak lagi menjadi tawanan Setan; Aku telah menebus mereka. Aku telah membawa mereka dari kubur sebagai buah sulung kuasa-Ku, untuk beserta dengan Aku ke mana Aku ada, tidak pernah lagi melihat kematian atau mengalami kesusahan. KSZ2 438.2
Orang-orang ini masuk ke dalam kota, dan kelihatan kepada banyak orang, menyatakan bahwa Kristus sudah bangkit dan antara orang mati, dan kami bangkit dengan Dia. Demikianlah kebenaran kebangkitan yang suci itu telah diabadikan. Orang saleh yang sudah bangkit memberikan kesaksian tentang kebenaran perkataan, “Orang-orang-Mu yang mau akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula.” Kebangkitan mereka merupakan suatu gambaran tentang kegenapan nubuatan, “Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak sorai! Sebab embun Tuhan ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.” Yes. 26:19. KSZ2 438.3

Rabu, 19 Agustus

Tubuh Kebangkitan

Bacalah 1 Korintus 15: 36–41. Bagaimanakah ayat ini menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam 1 Korintus 15: 35?
Kebangkitan Yesus merupakan contoh kebangkitan terakhir bagi semua orang yang tidur dalam Dia. Wajah Juruselamat yang sudah bangkit, perilaku-Nya, pembicaraan-Nya, semuanya dikenal oleh murid-murid-Nya. Sebagaimana Yesus bangkit dari antara orang mati, demikian juga mereka yang tidur dalam Dia akan bangkit lagi. Kita akan mengenal sahabat-sahabat kita, sebagaimana murid-murid mengenal Yesus. Mungkin mereka cacat, berpenyakit, atau buruk rupa tubuhnya dalam hidup yang fana ini dan mereka bangkit dalam kesehatan dan kesejajaran yang sempurna; meskipun demikian dalam tubuh yang dipermuliakan identitas mereka akan dipelihara dengan sempurnanya. Pada waktu itu kita akan mengetahui sebagaimana kita juga telah diketahui. 1 Korintus 13:12. Pada wajah yang bercahaya dengan terang yang bersinar dari wajah Yesus, kita akan mengenal raut muka orang-orang yang kita kasihi. DA 804.1
Di sini [Yehezkiel 37:1-12] kita melihat bagaimana orang mati akan dibangkitkan: Pertama, tulang-tulang dikumpulkan dan disambungkan satu sama lain. Berikutnya, daging ditambahkan, lalu dibalut dengan kulit, dan akhirnya napas diberikan ke dalamnya. Dalam Kitab Kejadian, kita diberitahu bahwa tubuh Adam dibentuk dari tanah liat, kemudian napas dihembuskan ke dalam lubang hidungnya dan ia menjadi makhluk yang hidup. Dengan memadukan udara dan tanah liat, manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Demikianlah Kitab Suci menyatakan bahwa kebangkitan pada hakikatnya adalah suatu penciptaan kembali. Manusia menerima tubuh baru yang berasal dari tubuh yang lama; namun, agar tetap menjadi pribadi yang sama—yang pernah hidup, mati, lalu dihidupkan kembali—ia pastilah dikaruniai pengetahuan intelektual serta ingatan akan pengalaman hidupnya yang terdahulu. Sungguh, orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang mati tidak mengetahui apapun selama mereka berada di dalam kubur. Pengkhotbah 9:5, 6.
Yehezkiel 37:13, 14 – “Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.”
Dia tidak hanya akan membangkitkan umat-Nya dari kubur, tetapi juga akan membawa mereka masuk ke tanah Israel. Orang mati hidup kembali memang merupakan suatu mukjizat, namun tidak jauh lebih hebat dibandingkan saat seekor ulat membenamkan diri ke dalam tanah atau membungkus dirinya dalam kepompong—atau semacamnya—lalu masuk ke dalam keadaan tidak sadar, mengubah wujudnya, dan menjadi kupu-kupu indah yang terbang melayang di udara, alih-alih merayap di atas tanah. Keajaiban ini dan berbagai keajaiban lainnya tidak lagi dipandang sebagai mukjizat semata-mata karena merupakan kejadian sehari-hari yang lumrah. Jika pada mulanya Allah mampu menciptakan bumi dari ketiadaan, Dia tentu jauh lebih mudah menciptakan kembali manusia; apalagi dalam proses ini, Dia setidaknya sudah memiliki tulang-belulang manusia serta pengetahuan intelektual mereka mengenai yang baik dan yang jahat.

Kamis, 20 Agustus

Kemenangan Akhir atas Maut

Bacalah 1 Korintus 15: 54–57. Apakah yang dikatakan ayat ini kepada kita tentang kemenangan akhir kita atas maut?
“Betapa berharganya bagi mereka yang sedang kehilangan orang-orang terkasih di dunia ini, iman dan harapan mereka pada janji-janji Allah yang membuka bagi mereka kehidupan kekal di masa depan! Pengharapan mereka dapat tertuju pada kenyataan-kenyataan yang tak terlihat dari dunia yang akan datang. Kristus telah bangkit dari kematian sebagai buah sulung. Pengharapan dan iman menguatkan jiwa untuk melewati bayang-bayang gelap kubur, dengan keyakinan penuh bahwa mereka akan bangkit menuju kehidupan kekal pada fajar kebangkitan. Surga Allah, rumah bagi orang-orang yang diberkati! Di sana, semua air mata akan dihapus dari setiap wajah! Ketika Kristus datang untuk kedua kalinya, untuk “dihormati di hadapan semua orang yang percaya” (2 Tesalonika 1:10), maut akan ditelan dalam kemenangan, dan tidak akan ada lagi penyakit, tidak ada lagi kesedihan, tidak ada lagi maut! Sebuah janji yang indah telah diberikan kepada kita: “Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, supaya mereka berhak atas pohon kehidupan dan boleh masuk melalui gerbang-gerbang ke dalam kota itu” (Wahyu 22:14). Bukankah janji ini sungguh indah dan menghibur bagi mereka yang mengasihi Allah? TMK 362.2
“Kebangkitan Yesus merupakan gambaran dari kebangkitan akhir bagi semua orang yang telah meninggal dalam Dia. Tubuh Sang Juruselamat yang telah bangkit, sikap-Nya, serta nada suara-Nya, semuanya sudah tidak asing lagi bagi para pengikut-Nya. Demikian pula, mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan bangkit kembali. Kita akan mengenal teman-teman kita sebagaimana para murid mengenal Yesus. Meskipun mereka mungkin pernah cacat, sakit, atau rusak penampilannya dalam kehidupan fana ini, namun dalam tubuh mereka yang telah dibangkitkan dan dimuliakan, identitas pribadi mereka akan terjaga dengan sempurna, dan kita akan mengenali, dalam wajah yang bersinar terang oleh cahaya yang memancar dari wajah Yesus, ciri-ciri wajah orang-orang yang kita kasihi.” TMK 362.3
“Sang Pemberi Hidup akan membangkitkan umat-Nya yang telah ditebus-Nya pada kebangkitan pertama, dan hingga saat kemenangan itu tiba, ketika sangkakala terakhir berbunyi dan pasukan yang sangat besar itu muncul menuju kemenangan kekal, setiap orang kudus yang sedang tertidur akan dijaga dalam keamanan dan dilindungi layaknya permata yang berharga, yang dikenal oleh Allah dengan namanya.” TMK 362.4

Jumat, 21 Agustus

Pendalaman

Identitas pribadi kita terpelihara dalam kebangkitan, meskipun bukan berupa partikel materi atau bahan-bahan fisik yang sama dengan yang masuk ke dalam kubur. Pekerjaan Allah yang ajaib merupakan suatu misteri bagi manusia. Roh—yakni karakter manusia—dikembalikan kepada Allah untuk dipelihara di sana. Dalam kebangkitan, setiap orang akan memiliki karakternya sendiri. Pada waktu-Nya sendiri, Allah akan memanggil orang mati untuk bangkit, mengaruniakan kembali napas kehidupan, dan memerintahkan tulang-tulang kering untuk hidup. Wujud yang sama akan muncul kembali, namun bebas dari penyakit dan segala cacat. Ia hidup kembali dengan ciri-ciri pribadi yang sama, sehingga sahabat dapat mengenali sahabatnya. Tidak ada hukum Allah di alam yang menunjukkan bahwa Allah mengembalikan partikel materi yang persis sama yang membentuk tubuh sebelum kematian. Allah akan mengaruniakan tubuh yang berkenan bagi-Nya kepada orang-orang benar yang telah meninggal. Hvn 40.1
“Paulus mengilustrasikan hal ini dengan biji-bijian yang ditaburkan di ladang. Biji yang ditanam itu membusuk, namun dari situ tumbuhlah biji yang baru. Zat alami dari biji yang membusuk itu tidak pernah dibangkitkan kembali dalam wujud semula, melainkan Allah memberikan kepadanya tubuh yang sesuai dengan kehendak-Nya. Tubuh manusia akan dibentuk dari materi yang jauh lebih mulia, karena hal itu merupakan ciptaan baru, suatu kelahiran baru. Ia ditaburkan sebagai tubuh jasmani, dan dibangkitkan sebagai tubuh rohani.”—Ms 76, 1900 dikutip dalam The S.D.A. Bible Commentary 6:1093.” Hvn 40.2

Untuk pelajaran lebih lanjut, silakan hubungi:

contact@advancedsabbathschool.org

Lompat Ke

Sabat SoreMingguSeninSelasaRabuKamisJumat 🏠 Home

Hubungi Kami

WhatsApp: (+62)812-8772-7543WhatsApp: (+1)840-888-9396

Bagikan

Display Settings

Reading Font