Dalam kecemasannya bahwa orang-orang percaya di Tesalonika harus berjalan dalam takut akan Allah, rasul itu memohon dengan mereka untuk menyatakan kesalehan yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. “Kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.” “Karena Allah kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.” AA 262.1
Rasul itu merasa bahwa ia mempunyai tanggung jawab yang luas untuk keselamatan rohani dari orang-orang yang bertobat di bawah pekerjaannya. Kerinduannya bagi mereka ialah agar mereka boleh bertambah-tambah dalam pengetahuan satu-satunya akan Allah yang benar, dan Yesus Kristus, yang telah diutus-Nya. Sering dalam pelayanannya ia bertemu dengan rombongan kecil dari pria dan wanita yang mengasihi Yesus, dan menundukkan kepala mereka di dalam doa, meminta kepada Allah untuk mengajar mereka bagaimana caranya mempertahankan suatu kehidupan yang dihubungkan dengan Dia. Sering ia berembuk dengan mereka mengenai metode yang terbaik untuk memberikan kepada orang lain terang kebenaran Injil. Dan sering, bila dipisahkan dari mereka untuk siapa ia telah bekerja, ia memohon kepada Allah untuk menjaga mereka dari kejahatan dan menolong mereka untuk menjadi misionaris yang sungguh-sungguh dan aktif. AA 262.2
“Hati yang tidak disucikan sangatlah jahat. Memanjakan dosa menggelapkan penglihatan rohani dan menumpulkan serta melemahkan kemampuan jiwa untuk memahami. Rasa bersalah, kebobrokan, dan rasa malu yang merupakan akibat dari perbuatan cabul menajiskan seluruh manusia dan membawa kehinaan pada tujuan kebenaran yang berharga. Ketidakbahagiaan dan kehinaan yang mengikutinya memiliki hubungan erat dengan kematian dan neraka dan tidak dapat diperkirakan. Dunia dinajiskan oleh penduduknya. Pelanggaran hukum Allah-lah yang merusak citra Allah dalam diri manusia. Itu merusak seluruh kodrat kita. Itu mengacaukan dan merendahkan setiap kekuatan dan kemampuan keberadaan kita. Dunia hampir mencapai batas kejahatannya, tetapi yang akan mendatangkan pembalasan terberat adalah praktik kejahatan di balik kedok kesalehan.” 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 36
“Penebus dunia tidak pernah menolak pertobatan yang sejati, betapapun besarnya kesalahan itu, tetapi Ia melontarkan kecaman yang membara terhadap orang-orang Farisi dan orang-orang munafik yang buahnya adalah duri dan semak berduri. Ada lebih banyak harapan bagi orang berdosa yang terang-terangan daripada bagi golongan ini. Kutukan Allah menimpa orang yang berpura-pura, seperti yang digambarkan dalam pohon ara yang tidak berbuah. Juruselamat manusia melihat bait jiwa—yang telah Ia tebus dengan darah-Nya sendiri—direndahkan, dinodai, dan dicemari dengan perbuatan kegelapan dan dosa, ruang-ruang suci yang semestinya mencerminkan keagungan Allah telah berubah menjadi sarang perampok, sarang pencuri. Jiwa yang telah ditangisi, dimohon, dan ditanggung kesabarannya menjadi terkutuk dan hancur, sebuah monumen murka pembalasan.” 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 37
“‘Agar setiap orang di antara kamu tahu bagaimana menguasai tubuhnya dengan cara yang kudus dan terhormat, bukan untuk hawa nafsu, seperti orang-orang kafir yang tidak mengenal Allah.’ 1 Tesalonika 4:4. ‘Pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali. Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.’ 2 Tesalonika 2:8-12.” 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 38