EnglishBahasa Indonesia中文 (Chinese)DeutschEspañolFrançaisFilipinoItaliano한국어 (Korean)MagyarPortuguês BrasileiroRomânăрусскийSwahili

Pelajaran 4, Triwulan 3, 18-24 Juli 2026

Dosa di dalam Jemaat

Theme

Sabat Sore, July 18

Ayat Hafalan:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” KJV - 1 Korintus 6:19-20
“Apabila pria dan wanita sungguh-sungguh bertobat, mereka dengan penuh kesadaran akan menjunjung tinggi undang-undang kehidupan yang sudah ditanamkan Allah di dalam dirinya, dengan demikianlah mereka berusaha menghindarkan kelemahan jasmani, pikiran dan moral. Ketaatan terhadap undang-undang ini haruslah menjadi urusan pribadi. Kita sendirilah yang harus menanggung akibat-akibat buruk pelanggaran hukum tersebut. Kita mempertanggung-jawabkan kebiasaan dan tindakan kita kepada Allah. Oleh karena itu pertanyaan kita bukanlah, “Apakah yang akan dikatakan oleh dunia?” melainkan, “Sementara mengaku seorang Kristen, bagaimanakah saya akan melayani tubuh saya yang dikaruniakan Allah ini? Apakah saya akan bekerja untuk kebaikan duniawi dan rohani tertinggi saya dengan menjaga tubuh saya sebagai bait bagi Roh Kudus yang berdiam di dalam diri saya, atau haruskah saya mengorbankan diri saya kepada ide-ide dan praktik-praktik dunia?” 6T 369.3
“Pemuasan hawa nafsu yang rendah akan menyebabkan sangat banyak orang menutup mata mereka terhadap terang, karena mereka takut akan melihat dosa-dosa yang tidak rela mereka tinggalkan. Namun, semua orang dapat melihat jika mereka mau. Jika mereka memilih kegelapan daripada terang, kesalahan mereka tidaklah menjadi lebih ringan. Mengapa pria dan wanita tidak membaca dan memperoleh pengertian mengenai hal-hal yang begitu jelas mempengaruhi kekuatan jasmani, intelektual, dan moral mereka? Allah telah memberikan kepadamu suatu tempat kediaman untuk dipelihara dan dijaga dalam keadaan yang sebaik-baiknya bagi pelayanan dan kemuliaan-Nya. Tubuhmu bukanlah milikmu sendiri. 'Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milikmu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu dan dengan rohmu, yang adalah milik Allah.' 'Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia; sebab bait Allah itu kudus, dan bait itu adalah kamu.” 2T 352.2

Minggu, 19 Juli

Kesenjangan antara Iman dan Praktik

Bacalah 1 Korintus 5: 1–13. Apakah situasi memalukan yang digambarkan Paulus dalam perikop ini, dan mengapa hal itu sangat meresahkan?
“Sekarang, apakah kejahatan-kejahatan ini ada atau tidak, tetapi Paulus mempunyai pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasinya. “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” [1 Korintus 4:1, 2.] Sekali lagi rasul itu berbicara. “Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, ... Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku — sama seperti aku hadir — telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.” [1 Korintus 5:1-3.] 5LtMs, Lt 17, 1887, par. 10
“Kita tahu bahwa Paulus telah menyampaikan kepadanya keadaan jemaat-jemaat tersebut. Allah telah memberinya terang dan pengetahuan mengenai tata tertib yang harus dijaga di dalam jemaat-jemaat, kejahatan yang akan muncul dan yang harus diperbaiki dan ditangani dengan tegas sesuai dengan tingkat keparahannya. Tuhan telah menyatakan kepada Paulus kemurnian, pengabdian, dan kesalehan yang harus dijaga di dalam jemaat, dan hal-hal yang bertentangan dengan ini, ia tahu harus ditegur sesuai dengan terang yang diberikan Allah kepadanya.” 5LtMs, Lt 17, 1887, par. 11
“Tema utama yang harus selalu diingat oleh orang-orang adalah kehadiran dan kerja sama ilahi, yang diungkapkan oleh Kristus dalam kata-kata, “Karena itu, jadilah sempurna, seperti Bapamu yang di surga sempurna adanya. Kasihilah musuhmu, berbuat baiklah kepada orang yang membenci kamu, dan doakanlah orang yang menganiaya dan memfitnah kamu, supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga; sebab Ia membuat matahari-Nya terbit atas orang jahat dan orang baik, dan menurunkan hujan atas orang yang benar dan orang yang tidak benar.” “Karena itu, jadilah pengikut Allah, sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya, dan hiduplah dalam kasih, seperti Kristus juga telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan kurban kepada Allah sebagai bau yang harum. Tetapi percabulan, segala kecemaran, atau keserakahan, janganlah sekali-kali disebut di antara kamu, sebagaimana layaknya orang-orang kudus; juga perkataan kotor, omong kosong, atau canda yang tidak pantas; tetapi hendaklah kamu mengucap syukur.” 1888 1699.1
“Hendaklah seluruh pasal ini dipelajari oleh mereka yang mengaku percaya akan kebenaran untuk zaman ini. Bukalah hati kepada kasih karunia Kristus. Sementara kita meratapi kesalahan-kesalahan yang menyedihkan, marilah kita menerima pelajaran-pelajaran berharga yang telah diberikan Tuhan Yesus kepada kita. Allah menuntut setiap hati dipenuhi dengan kasih yang murni, bersih, kudus, dan seperti Kristus.” 1888 1700.1

Senin, 20 Juli

Menangani Masalah Skandal

Bacalah kembali 1 Korintus 5: 1–13. Bagaimanakah Paulus memberitahu mereka untuk menangani situasi ini?
Anggota-anggota sidang di Korintus dikelilingi oleh penyembahan berhala dan hawa nafsu dalam bentuk yang paling memikat. Sementara rasul itu berada dengan mereka, pengaruh-pengaruh ini hanya sedikit mempunyai kuasa atas mereka. Iman Paulus yang kuat, doanya yang tekun dan perkataan nasihatnya yang sungguh-sungguh, dan lebih dari semuanya, kehidupannya yang saleh telah menolong mereka untuk menyangkal diri demi Kristus lebih daripada menikmati kesenangan-kesenangan dosa. AA 299.2
Tetapi sesudah keberangkatan Paulus, keadaan yang tak menyenangkan terjadi; lalang-lalang yang telah ditaburkan oleh musuh kelihatan di antara gandum, dan tak lama kemudian lalang itu mulai membuahkan hasil-hasil yang jahat. Inilah suatu saat ujian yang keras terhadap sidang Korintus. Rasul itu tidak ada lagi bersama dengan mereka untuk membangkitkan semangat mereka dan menolong mereka dalam usahanya untuk hidup selaras dengan Allah, dan sedikit demi sedikit banyak orang menjadi kurang waspada dan bersikap acuh tak acuh, dan membiarkan rasa dan kecenderungan alami mengendalikan mereka. Ia yang telah demikian sering mendorong mereka kepada cita-cita kesucian dan kebenaran yang tinggi tidak lebih lama dengan mereka, dan tidak sedikit, pada waktu pertobatan mereka, telah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan jahat mereka, kembali kepada dosa penyembahan berhala yang merendahkan itu. AA 299.3
Paulus telah menulis dengan singkat kepada sidang, memberi amaran kepada mereka untuk “jangan bersatu” dengan anggota-anggota yang tetap teguh melakukan percabulan; tetapi banyak dari antara orang-orang percaya memutarbalikkan arti dari rasul itu, mendalihkan perkataannya, dan memaafkan diri mereka sendiri untuk tidak mengindahkan petunjuknya. AA 300.1
Di antara kejahatan-kejahatan yang lebih serius yang telah berkembang di antara orang-orang percaya di Korintus, adalah tentang kembalinya banyak kebiasaan-kebiasaan dari kekafiran yang merendahkan diri. Seorang yang bertobat dari keadaan yang begitu murtad sehingga jalannya yang tak bermoral adalah suatu pelanggaran dari standar moral yang paling rendah yang dipegang oleh dunia kafir. Rasul itu memohon kepada sidang untuk menyingkirkan dari antara mereka, “orang yang melakukan kejahatan.” “Tidak tahukah kamu,” ia menasihati mereka, “bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi.” AA 303.2

Selasa, 21 Juli

Melindungi Identitas Jemaat

Bacalah 1 Korintus 5: 3, 12, 13 dan 1 Korintus 6: 1–13. Apakah yang coba diajarkan Paulus kepada jemaat Korintus dan kita?
Setan tetap berusaha untuk memasukkan ketidakpercayaan, perbuatan mengasingkan diri, dan kebencian di antara umat Allah. Kita akan sering digoda untuk merasa bahwa hak-hak kita dilanggar, meskipun tidak ada alasan sebenarnya untuk perasaan-perasaan seperti itu. Mereka yang kasihnya untuk diri sendiri adalah lebih kuat daripada kasih mereka kepada Kristus dan pekerjaan-Nya akan mengutamakan minat mereka sendiri dan akan mengambil jalan yang berguna sekali untuk menjaga dan mempertahankan mereka. Sedangkan banyak orang yang kelihatan orang Kristen yang sungguh-sungguh dihalangi oleh kesombongan dan menghormati diri sendiri untuk tidak pergi seorang diri kepada mereka yang mereka pikir berada dalam kesalahan, supaya mereka boleh berbicara dengan mereka dalam Roh Kristus dan berdoa bersama-sama satu dengan yang lain. Bila mereka memikirkan diri sendiri dilukai oleh saudara-saudaranya, beberapa akan pergi ke pengadilan gantinya mengikuti peraturan Juruselamat. KR 257.1
Orang-orang Kristen tidak seharusnya naik banding ke pengadilan sipil untuk membereskan perbedaan paham yang mungkin timbul di antara anggota-anggota sidang. Perbedaan seperti itu harus dibereskan antara mereka sendiri, atau oleh sidang, sesuai dengan petunjuk Kristus. Meskipun ketidakadilan mungkin telah dilakukan, para pengikut Yesus yang lemah lembut dan rendah hati itu akan membiarkan “ditipu” daripada membuka kepada dunia dosa-dosa saudaranya di dalam sidang. KR 257.2
Penuntutan perkara di antara saudara-saudara adalah kehinaan kepada pekerjaan kebenaran. Orang-orang Kristen yang pergi ke pengadilan satu dengan yang lain membeberkan kesalahan sidang itu untuk tertawaan bagi musuh-musuh dan menyebabkan kuasa kegelapan mendapat kemenangan. Mereka sedang melukai Kristus sekali lagi dan menyebabkan Dia dipermalukan dengan terang-terangan. Oleh melupakan kekuasaan gereja, mereka menunjukkan hinaan kepada Allah, yang memberikan kuasanya kepada sidang. KR 258.1
Dalam suratnya kepada orang Korintus Paulus berusaha menunjukkan kepada mereka kuasa Kristus menjaga mereka dari kejahatan. Ia mengetahui bahwa kalau mereka tunduk kepada syarat-syarat yang diletakkan, mereka akan menjadi kuat dalam kekuatan Yang Mahakuasa. Sebagai alat untuk menolong mereka memecahkan perhambaan dosa dan untuk menyempurnakan kesucian dalam takut akan Allah, Paulus mendesakkan kepada mereka tuntutan-tuntutan tentang Dia kepada siapa mereka telah menyerahkan kehidupan mereka pada waktu pertobatan mereka. “Kamu adalah Kristus punya,” ia menerangkan. “Bahwa kamu bukan milik kamu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.” KR 258.2

Rabu, 22 Juli

Penawar terhadap Percabulan

Bacalah 1 Tesalonika 4: 1–8. Apakah yang dikatakan perikop ini tentang hubungan antara pengudusan dan menjauhkan diri dari percabulan?
Dalam kecemasannya bahwa orang-orang percaya di Tesalonika harus berjalan dalam takut akan Allah, rasul itu memohon dengan mereka untuk menyatakan kesalehan yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. “Kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.” “Karena Allah kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.” AA 262.1
Rasul itu merasa bahwa ia mempunyai tanggung jawab yang luas untuk keselamatan rohani dari orang-orang yang bertobat di bawah pekerjaannya. Kerinduannya bagi mereka ialah agar mereka boleh bertambah-tambah dalam pengetahuan satu-satunya akan Allah yang benar, dan Yesus Kristus, yang telah diutus-Nya. Sering dalam pelayanannya ia bertemu dengan rombongan kecil dari pria dan wanita yang mengasihi Yesus, dan menundukkan kepala mereka di dalam doa, meminta kepada Allah untuk mengajar mereka bagaimana caranya mempertahankan suatu kehidupan yang dihubungkan dengan Dia. Sering ia berembuk dengan mereka mengenai metode yang terbaik untuk memberikan kepada orang lain terang kebenaran Injil. Dan sering, bila dipisahkan dari mereka untuk siapa ia telah bekerja, ia memohon kepada Allah untuk menjaga mereka dari kejahatan dan menolong mereka untuk menjadi misionaris yang sungguh-sungguh dan aktif. AA 262.2
“Hati yang tidak disucikan sangatlah jahat. Memanjakan dosa menggelapkan penglihatan rohani dan menumpulkan serta melemahkan kemampuan jiwa untuk memahami. Rasa bersalah, kebobrokan, dan rasa malu yang merupakan akibat dari perbuatan cabul menajiskan seluruh manusia dan membawa kehinaan pada tujuan kebenaran yang berharga. Ketidakbahagiaan dan kehinaan yang mengikutinya memiliki hubungan erat dengan kematian dan neraka dan tidak dapat diperkirakan. Dunia dinajiskan oleh penduduknya. Pelanggaran hukum Allah-lah yang merusak citra Allah dalam diri manusia. Itu merusak seluruh kodrat kita. Itu mengacaukan dan merendahkan setiap kekuatan dan kemampuan keberadaan kita. Dunia hampir mencapai batas kejahatannya, tetapi yang akan mendatangkan pembalasan terberat adalah praktik kejahatan di balik kedok kesalehan.” 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 36
“Penebus dunia tidak pernah menolak pertobatan yang sejati, betapapun besarnya kesalahan itu, tetapi Ia melontarkan kecaman yang membara terhadap orang-orang Farisi dan orang-orang munafik yang buahnya adalah duri dan semak berduri. Ada lebih banyak harapan bagi orang berdosa yang terang-terangan daripada bagi golongan ini. Kutukan Allah menimpa orang yang berpura-pura, seperti yang digambarkan dalam pohon ara yang tidak berbuah. Juruselamat manusia melihat bait jiwa—yang telah Ia tebus dengan darah-Nya sendiri—direndahkan, dinodai, dan dicemari dengan perbuatan kegelapan dan dosa, ruang-ruang suci yang semestinya mencerminkan keagungan Allah telah berubah menjadi sarang perampok, sarang pencuri. Jiwa yang telah ditangisi, dimohon, dan ditanggung kesabarannya menjadi terkutuk dan hancur, sebuah monumen murka pembalasan.” 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 37
“‘Agar setiap orang di antara kamu tahu bagaimana menguasai tubuhnya dengan cara yang kudus dan terhormat, bukan untuk hawa nafsu, seperti orang-orang kafir yang tidak mengenal Allah.’ 1 Tesalonika 4:4. ‘Pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali. Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.’ 2 Tesalonika 2:8-12.” 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 38

Kamis, 23 Juli

Menikah dan Lajang

Bacalah 1 Korintus 6: 19–7: 9. Bagaimanakah perikop ini memberi pencerahan tentang bagaimana seseorang dapat mempraktikkan perintah untuk "menjauhi percabulan" (1 Kor. 6: 18)?
Rasul itu dengan jelas menggariskan akibat berbalik dari kehidupan kemurnian dan kesucian kepada kebiasaan-kebiasaan yang rusak dari kekafiran. “Janganlah sesat!” ia menulis; “orang cabul, penyembah berhala, orang berzina . . . pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.” Ia minta kepada mereka untuk mengendalikan nafsu dan selera yang rendah. “Tidak tahukah kamu,” ia bertanya, “bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah.” AA 306.3
Sementara Paulus mempunyai pemberian intelek yang tinggi, kehidupannya menyatakan kuasa kebijaksanaan yang jarang terjadi, yang memberikan kepadanya kecepatan pandangan dan simpati dari hati, dan membawa dia berhubungan rapat dengan orang-orang lain, menyanggupkan dia untuk bangkit kepada sifat yang lebih baik dan mengilhami mereka untuk kehidupan yang lebih tinggi. Hatinya dipenuhi dengan kasih yang sungguh-sungguh untuk orang-orang percaya di Korintus. Ia mengharapkan untuk melihat mereka menyatakan kesalehan yang di dalam yang akan menguatkan mereka terhadap pencobaan. Ia mengetahui bahwa pada setiap langkah dalam jalan orang Kristen mereka akan ditentang oleh perkumpulan Setan, dan mereka harus melibatkan diri dalam pertentangan-pertentangan setiap hari. Mereka harus menjaga terhadap langkah yang diam-diam dari musuh, memaksa mundur kebiasaan-kebiasaan yang salah dan kecenderungan-kecenderungan bawaan, dan selalu berjaga untuk berdoa. Paulus mengetahui bahwa hasil orang Kristen yang lebih tinggi dapat dicapai oleh banyak doa dan tetap berjaga-jaga, dan hal ini ia berusaha tanamkan ke dalam pikiran mereka. Tetapi mereka mengetahui juga bahwa dalam Kristus yang disalibkan mereka diberikan cukup kuasa untuk mempertobatkan jiwa, dan disesuaikan dengan kuasa Ilahi untuk menyanggupkan mereka melawan segala pencobaan kepada kejahatan. Dengan iman kepada Allah sebagai baju zirah mereka, dan dengan perkataan-Nya sebagai senjata peperangan mereka, mereka akan diperlengkapi dengan kuasa yang akan menyanggupkan mereka untuk mengesampingkan serangan-serangan musuh. AA 307.1
Orang-orang percaya di Korintus memerlukan pengalaman yang lebih dalam tentang perkara-perkara Allah. Mereka tidak mengetahui sepenuhnya apa artinya memandang kemuliaan-Nya dan diubahkan dari tabiat kepada tabiat. Mereka telah melihat cahaya yang pertama dari fajar yang mula-mula dari kemuliaan itu. Keinginan Paulus untuk mereka ialah bahwa mereka dapat diisi dengan kepenuhan Allah, mengikuti untuk mengenal Dia yang bergerak maju bagaikan pagi, dan terus belajar tentang Dia sampai mereka harus tiba ke dalam terang yang sempurna dari suatu iman Injil yang sempurna. AA 307.2

Jumat, 24 Juli

Pendalaman

“Mengapa begitu banyak orang acuh tak acuh terhadap peringatan yang diberikan sejak zaman Petrus hingga sekarang, sehingga mereka tertipu dan terjerat? “Tetapi ada juga nabi-nabi palsu di antara umat, sama seperti akan ada guru-guru palsu di antara kamu, yang secara diam-diam (bukan terang-terangan) akan membawa ajaran sesat yang membinasakan, bahkan menyangkal Tuhan yang telah menebus mereka, dan mendatangkan kebinasaan yang segera atas diri mereka sendiri.” 2 Petrus 2:1. Tidak ada cara lain di mana Kristus dapat disangkal secara tegas selain melalui perbuatan-perbuatan jahat dan percabulan yang mendatangkan murka Allah atas anak-anak yang tidak taat oleh mereka yang mengaku sebagai pengikut-Nya. “Dan banyak orang akan mengikuti jalan mereka yang jahat; karena merekalah kebenaran akan dihujat.” Ayat 2. Golongan yang dimaksud disini bukanlah mereka yang secara terang-terangan mengaku tidak memiliki iman kepada Kristus. Yang dimaksud adalah orang-orang yang mengaku percaya akan kebenaran, tetapi dengan keburukan karakter mereka mencemarkan kebenaran, sehingga kebenaran itu dihujat. “Dan karena keserakahan, mereka akan mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol: penghakiman mereka sudah lama tidak tertunda, dan hukuman mereka tidak tertidur.” Ayat 3. “Tetapi mereka ini, seperti binatang yang diciptakan untuk ditangkap dan dimusnahkan, berbicara jahat tentang hal-hal yang tidak mereka mengerti; dan mereka akan binasa dalam kebusukan mereka; dan akan menerima upah ketidakbenaran, seperti mereka yang menganggap kesenangan untuk berpesta pora di siang hari. Mereka adalah noda dan cela, bersenang-senang dengan tipu daya mereka sendiri sementara mereka berpesta dengan kamu; mata mereka penuh dengan perzinahan, dan mereka tidak dapat berhenti dari dosa; mereka menyesatkan jiwa-jiwa yang tidak stabil: hati mereka telah dilatih dengan praktik-praktik ketamakan; anak-anak terkutuk: yang telah meninggalkan jalan yang benar dan tersesat, mengikuti jalan Bileam bin Beor, yang mencintai upah ketidakbenaran. ... 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 40
“‘Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat. Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.’” 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 41
Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu. Ayat 12-19.” 3LtMs, Ms 9, 1880, par. 42

Untuk pelajaran lebih lanjut, silakan hubungi:

contact@advancedsabbathschool.org

Lompat Ke

Sabat SoreMingguSeninSelasaRabuKamisJumat 🏠 Home

Hubungi Kami

WhatsApp: (+62)812-8772-7543WhatsApp: (+63)961-954-0737

Bagikan

Display Settings

Reading Font
Text Size
Theme