Bagaimana Mempelajari Alkitab

Pelajaran 5, Triwulan 2, 25 April - 1 Mei 2026

img rest_in_christ
Bagikan Pelajaran ini
Download PDF

Sabat Sore, April 25

Ayat Hafalan:

Demikianlah firmanKu yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” KJV - Yesaya 55:11


Sebagai kekuatan pendidikan, Alkitab lebih berharga daripada tulisan semua filsuf dari sepanjang zaman. Dalam beragam gaya dan subjeknya, ada sesuatu yang menarik dan mendidik setiap pikiran, untuk menaikkan setiap minat. Cahaya wahyu bersinar terang ke masa lalu yang jauh, di mana catatan sejarah manusia yang tidak memancarkan seberkas cahayapun. Ada puisi yang telah membangkitkan kekaguman dan keheranan dunia. Dalam keindahan yang mempesona, dalam keagungan yang luhur dan khidmat, dan dalam kesedihan yang menyentuh, karya ini tak tertandingi oleh karya-karya jenius manusia yang paling cemerlang sekalipun. Terdapat logika yang kuat dan keterampilan yang penuh semangat. Di dalamnya digambarkan perbuatan baik orang-orang mulia, contoh kebajikan secara pribadi dan kehormatan secara umum, pelajaran tentang kesalehan dan kesucian.” CT 428.3

“Tidak ada yang lebih ampuh untuk membangkitkan pikiran dan memperkuat kecerdasan selain mempelajari firman Tuhan. Tidak ada buku lain yang sebegitu ampuh untuk mengangkat pikiran, untuk memberi kekuatan pada kemampuan bertindak selain daripada kebenaran-kebenaran Alkitab yang luas dan mulia. Jika firman Tuhan dipelajari sebagaimana mestinya, manusia akan memiliki keluasan pikiran, kemuliaan karakter, dan keteguhan tujuan yang jarang terlihat di zaman ini. Pencarian kebenaran akan memberi imbalan kepada pencarinya di setiap langkah, dan setiap penemuan akan membuka bidang yang lebih kaya untuk penyelidikannya.” CT 460.1

Minggu, 26 April

Waktu


Bacalah kembali Yohanes 15: 1-8. Apakah yang Yesus sampaikan tentang tinggal di dalam Dia, dan mengapa hal ini begitu penting bagi iman kita?

“Ribuan pendeta yang melayani di mimbar kurang memiliki kualitas pikiran dan karakter yang penting karena mereka tidak tekun mempelajari Kitab Suci. Mereka puas dengan pengetahuan yang dangkal tentang kebenaran-kebenaran yang sarat dengan makna yang mendalam; dan mereka lebih memilih untuk terus berjalan, kehilangan banyak hal dalam segala hal, daripada mencari harta karun yang tersembunyi dengan tekun. CT 460.2

“Manusia berubah sesuai dengan apa yang mereka renungkan. Jika pikiran dan urusan yang biasa-biasa saja menyita perhatian, maka orang tersebut pun akan menjadi biasa-biasa saja. Jika ia terlalu lalai sehingga hanya memperoleh pemahaman yang dangkal tentang kebenaran, ia tidak akan menerima berkat-berkat yang melimpah yang dengan senang hati akan Allah anugerahkan kepadanya. Adalah hukum pikiran bahwa ia akan menyempit atau meluas sesuai dengan dimensi hal-hal yang menjadi akrab baginya. Kekuatan mental pasti akan menyusut dan kehilangan kemampuannya untuk memahami makna mendalam dari firman Tuhan kecuali jika digunakan dengan penuh semangat dan tekun untuk mencari kebenaran. Pikiran akan meluas jika digunakan untuk menelusuri hubungan antar topik dalam Alkitab, membandingkan ayat dengan ayat, dan hal-hal rohani dengan hal-hal rohani. Harta pemikiran yang paling berharga menanti siswa yang rajin. CT 460.3

“Pengetahuan tentang Allah tidak dapat diperoleh tanpa usaha keras dan doa memohon hikmat. Banyak orang meyakini bahwa harta karun yang tak ternilai dari Kerajaan Allah dan Kristus terkandung dalam Firman-Nya. Mereka juga tahu bahwa tidak ada harta duniawi yang dapat diperoleh tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Mengapa mereka mengharapkan dapat memahami makna Kitab Suci tanpa belajar dengan tekun?” CT 461.

“Semua pengikut Kristus yang sejati menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya. Kehidupan mereka menjadi kesaksian bahwa pekerjaan yang baik telah dikerjakan di dalam diri mereka oleh Roh Allah, dan buah yang mereka hasilkan adalah untuk kekudusan. Kehidupan mereka mulia dan suci. Perbuatan yang benar adalah buah yang tak terbantahkan dari kesalehan yang sejati, dan mereka yang tidak menghasilkan buah semacam ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki pengalaman dalam hal-hal yang berkaitan dengan Allah. Mereka tidak berada di dalam Pokok Anggur. Yesus berkata, “Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat menghasilkan buah dengan sendirinya, kecuali ia tinggal di dalam pokok anggur; demikian pula kamu, kecuali kamu tinggal di dalam Aku. Akulah Pokok Anggur, kamu adalah ranting-ranting-Nya: barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia akan menghasilkan buah yang banyak; sebab tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Yohanes 15:4, 5. CT 329.1

“Mereka yang ingin menjadi penyembah Allah yang sejati harus menyingkirkan segala bentuk penyembahan berhala…Kita tidak akan dapat bertumbuh dalam kehidupan rohani Kristen sebelum kita menyingkirkan segala sesuatu yang memisahkan kita dari Allah.” CT 329.2

Senin, 27 April

Suatu Tempat


Yesus adalah teladan sempurna kita dalam segala hal, termasuk dalam hal saat teduh secara pribadi bersama Allah. Apakah yang dikatakan Markus 1: 35 tentang waktu Yesus bersama Allah?

“Dalam kehidupan yang sepenuhnya didedikasikan untuk kebaikan sesama, Sang Juruselamat merasa perlu untuk menjauh dari keramaian dan kerumunan orang yang mengikuti-Nya hari demi hari. Ia harus menjauh sejenak dari kehidupan yang penuh aktivitas tanpa henti dan interaksi dengan kebutuhan manusia, untuk mencari kesunyian dan persekutuan yang tak terputus dengan Bapa-Nya. Sebagai salah satu dari kita, yang turut merasakan kebutuhan dan kelemahan kita, Ia sepenuhnya bergantung pada Allah, dan di tempat doa yang sunyi Ia mencari kekuatan ilahi, agar Ia dapat maju dengan siap menghadapi tugas dan ujian. Di dunia yang penuh dosa, Yesus menanggung pergumulan dan siksaan jiwa. Dalam persekutuan dengan Allah, Ia dapat melepaskan beban kesedihan yang menghimpit-Nya. Di sini Ia menemukan penghiburan dan sukacita. RC 118.3

“Dalam diri Kristus, seruan umat manusia sampai kepada Bapa yang penuh belas kasihan. Sebagai manusia, Ia memohon di hadapan takhta Allah hingga kemanusiaan-Nya dipenuhi oleh arus surgawi yang menghubungkan kemanusiaan dengan keilahian. Melalui persekutuan yang tak henti-hentinya, Ia menerima hidup dari Allah, agar Ia dapat memberikan hidup kepada dunia. Pengalaman-Nya harus menjadi milik kita.” RC 118.4

Apakah yang dikatakan 1 Tawarikh 16: 11 tentang bagaimana kita harus mencari wajah-Nya?

“Ketika Yesus masih berada di dunia, Ia mengajarkan murid-murid-Nya cara berdoa. Ia menuntun mereka untuk menyampaikan kebutuhan sehari-hari mereka kepada Allah, dan menyerahkan segala kekhawatiran mereka kepada-Nya. Dan jaminan yang Ia berikan kepada mereka bahwa permohonan mereka akan didengar, juga merupakan jaminan bagi kita.”AG 290.2

“Sediakanlah tempat untuk berdoa secara pribadi. Yesus memiliki tempat-tempat khusus untuk bersekutu dengan Allah, dan kita pun seharusnya demikian. Kita perlu sesering mungkin menyendiri di suatu tempat, sekecil apa pun itu, di mana kita dapat berduaan dengan Allah.... AG 290.3

“Di tempat doa yang tersembunyi, di mana tak ada mata selain mata Allah yang dapat melihat, tak ada telinga selain telinga-Nya yang dapat mendengar, kita dapat mencurahkan keinginan dan kerinduan terdalam kita kepada Bapa yang penuh belas kasihan, dan dalam keheningan jiwa, suara yang tak pernah gagal menjawab seruan kebutuhan manusia itu akan berbicara kepada hati kita....” AG 290.4

Selasa, 28 April

Pendalaman Alkitab


Read Joshua 1:4–6 and Hebrews 6:17, 18. At that moment, the Promised Land was exactly that, a promise. Yet, God calls it an inheritance. What does it mean to be the heirs of God’s promises?

Janganlah pernah mempelajari Alkitab tanpa permintaan doa. Roh Suci sendiri dapat membuat kita merasa pentingnya perkara-perkara yang mudah dimengerti, atau mencegah kita dari memutarbalikkan kebenaran yang sulit dimengerti. Adalah tugas malaikat-malaikat surgawi untuk menyediakan hati untuk mengerti firman Allah sehingga kita terpesona akan keindahannya, dinasihati oleh amaran-amarannya, atau digerakkan atau dikuatkan oleh janji-janjinya. Kita harus menjadikan permohonan pemazmur itu menjadi permohonan kita, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” (Mazmur 119:18). Pencobaan seringkah tampaknya tidak dapat dilawan karena, melalaikan doa dan mempelajari Alkitab, orang yang dicobai itu tidak dapat mengingat janji-janji Allah dan menghadapi Setan dengan senjata Alkitab. Tetapi malaikat-malaikat ada di sekeliling mereka yang mau diajar dalam perkara-perkara Ilahi; dan pada waktu yang sangat diperlukan, malaikat-malaikat itu akan membawa kepada ingatan mereka kebenaran-kebenaran yang diperlukan. Dengan demikian, “Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas Tuhan.” (Yesaya 59:19). KA 631.2

Kebenaran yang jelas sekali dinyatakan di dalam Alkitab, telah ditanggapi dengan keragu-raguan dan ketidakjelasan oleh kaum terpelajar, yang dengan berpura-pura memiliki hikmat yang besar, mengajarkan bahwa Alkitab itu mempunyai arti rohani yang penuh mistik dan rahasia yang tidak kelihatan dalam bahasa yang digunakan. Orang-orang ini adalah guru-guru palsu. Kepada golongan seperti inilah Yesus menyatakan “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.” (Markus 12:24). Bahasa Alkitab harus dijelaskan sesuai dengan artinya yang sebenarnya, kecuali menggunakan lambang atau gambar. Kristus telah berjanji, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” (Yohanes 7:17). Jikalau manusia menerima Alkitab sebagaimana ia dibaca, jikalau tidak ada guru-guru palsu yang menyesatkan dan membingungkan pikiran mereka, pekerjaan akan tercapai yang membuat malaikat-malaikat senang, dan yang akan membawa ke pihak Kristus ribuan orang yang sekarang sedang mengembara dalam kesalahan. KA 630.2

Kita harus menggunakan seluruh kuasa pikiran untuk mempelajari Alkitab, dan mengerahkan pengertian kita untuk mengerti, sejauh yang dapat dipahami manusia fana, perkara-perkara yang dalam mengenai Allah. Na-mun kita tidak boleh lupa bahwa penurutan dan kepatuhan seorang anak adalah roh yang benar seorang pelajar. Hal-hal sulit di dalam Alkitab tidak pernah dapat diatasi dengan metode yang sama yang digunakan menangani masalah-masalah falsafah. Kita tidak boleh mempelajari Alkitab dengan bergantung kepada diri sendiri sebagaimana yang dilakukan banyak orang dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan. Tetapi dengan bergantung kepada Allah di dalam doa, dan dengan kerinduan yang sungguh-sungguh untuk mengetahui kehendak-Nya. Kita harus datang dengan roh kerendahan hati dan dapat diajar untuk memperoleh pengetahuan dari YANG AKU ADA yang agung itu. Jika tidak, malaikat-malaikat jahat akan membutakan pikiran kita sedemikian rupa dan mengeraskan hati kita sehingga kita tidak akan dipengaruhi oleh kebenaran itu. KA 630.3

Rabu, 29 April

Berkat Ganda


Miller mengakui di depan umum imannya dalam agama yang pernah dibencinya... Ia memutuskan untuk mempelajari Alkitab untuk dirinya sendiri, dan memastikan kalau-kalau setiap pertentangan tidak bisa diselaraskan. GC 319.3

Dengan mengesampingkan semua pendapat dan komentar, ia membandingkan ayat alkitab dengan ayat alkitab dengan bantuan referensi-referensi pada tepi halaman-halaman alkitab dan konkordans. Ia belajar dengan cara teratur dan sistematis. Ia mulai dengan buku Kejadian, membacanya ayat demi ayat. Ia tidak terburu-buru mempelajarinya sampai arti beberapa paragraf terungkap sehingga dengan demikian ia tidak malu. Bilamana ia menemukan sesuatu yang tidak jelas, kebiasaannya ialah membandingkan ayat dengan ayat lain yang tampaknya ada hubungan dengan masalah yang dipertimbangkan. Setiap kata dibiarkan mempunyai kedudukannya yang sebenarnya pada pokok masalah dalam ayat itu, dan jika pandangannya sesuai dengan paragraf tambahan, maka tidak ada lagi kesulitan. Dengan demikian, bilamana ia menemukan paragraf yang sulit dimengerti, maka ia menemukan keterangan di bagian-bagian lain Alkitab. Sementara ia belajar dengan doa yang sungguh-sungguh untuk penerangan Ilahi, maka yang dulunya gelap kepada pengertiannya dibuat menjadi terang dan jelas. Ia mengalami kebenaran kata-kata pemazmur, “Bila tersingkap firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.” Mazmur 119:130. GC 320.1

Dengan kemauan yang sungguh-sungguh ia mempelajari buku-buku Daniel dan Wahyu, dengan menggunakan prinsip penafsiran yang sama seperti pada buku-buku lainnya, dan ia temukan dengan penuh sukacita bahwa lambang-lambang nubuatan dapat dimengerti. Ia melihat bahwa nubuatan-nubuatan yang sebegitu jauh telah digenapi, telah digenapi secara harfiah. Bahwa semua angka, kiasan-kiasan, perumpamaan-perumpamaan, ibarat dan sebagainya, dijelaskan baik dalam hubungannya yang langsung maupun istilah di mana ia dinyatakan, diartikan dalam buku-buku lain, dan dengan demikian bilamana diterangkan, akan dimengerti secara harfiah. “Dengan demikian saya merasa puas,” katanya, “bahwa Alkitab itu adalah sebuah sistem kebenaran yang sudah dinyatakan, yang diberikan dengan jelas dan sederhana, sehingga para musafir pun tidak akan salah mengertinya walaupun ia bodoh,“—Bliss, “Memoirs of Wm. Miller,” hlm. 70. Mata rantai demi mata rantai kebenaran berhasil dihubungkannya, sementara langkah demi langkah ia telusuri garis-garis nubuatan. Malaikat-malaikat Surga memimpin pikirannya, dan membukakan pengertian kepada Alkitab. GC 320.2 

Bacalah Yesaya 50: 4. Apakah yang ayat ini ajarkan kepada kita tentang memiliki hubungan dengan Allah, dan bagaimana hal itu bisa berdampak pada hubungan kita dengan orang lain?

 “Para pendeta yang benar-benar menjadi wakil Kristus adalah orang-orang yang rajin berdoa. Dengan ketulusan dan iman yang tak terbantahkan, mereka akan memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dan keteguhan hati dalam menjalankan tugas serta menghadapi cobaan, dan agar bibir mereka dikuduskan oleh sentuhan bara api yang menyala dari mezbah, sehingga dapat menyampaikan firman Allah kepada umat. ‘Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah orang yang berpengetahuan, agar aku tahu bagaimana mengucapkan kata yang tepat pada waktunya kepada orang yang letih lesu: Ia membangunkan aku setiap pagi, Ia membangunkan telingaku untuk mendengarkan seperti orang yang berpengetahuan.’” 4T 529.2

Kamis, 30 April

Begitu Manis!


Apakah arti dari "Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu"? (Mazmur 119:104) Mengapa gagasan ini penting untuk memahami apa yang dilakukan oleh belajar Alkitab bagi kita?

“Adalah hukum pikiran bahwa ia secara bertahap menyesuaikan diri dengan pokok-pokok yang menjadi fokus latihannya. Jika hanya disibukkan dengan hal-hal sepele, pikiran akan menjadi kerdil dan lemah. Jika tidak pernah dituntut untuk menghadapi masalah-masalah sulit, pada akhirnya ia hampir kehilangan kemampuan untuk berkembang. Sebagai sumber pendidikan, Alkitab adalah tak tertandingi. Dalam firman Allah, pikiran menemukan bahan renungan yang paling mendalam dan aspirasi yang paling luhur. Alkitab adalah sejarah paling mendidik yang dimiliki manusia. Ia datang segar dari mata air kebenaran abadi, dan tangan ilahi telah menjaga kemurniannya sepanjang masa. Ia menerangi masa lalu yang jauh, di mana penelitian manusia berusaha sia-sia untuk menembusnya. Dalam firman Allah, kita menyaksikan kuasa yang meletakkan dasar bumi dan yang membentangkan langit. Hanya di sini kita dapat menemukan sejarah umat manusia, yang tak ternoda oleh prasangka atau kesombongan manusia. Di sini tercatat perjuangan, kekalahan, dan kemenangan para tokoh terbesar yang pernah dikenal dunia. Di sini, masalah-masalah besar tentang kewajiban dan takdir diuraikan. Tirai yang memisahkan dunia yang terlihat dari dunia yang tak terlihat telah terangkat, dan kita menyaksikan pertarungan antara kekuatan-kekuatan yang bertentangan, yaitu kebaikan dan kejahatan, mulai dari masuknya dosa yang pertama hingga kemenangan akhir kebenaran dan keadilan; dan semua itu hanyalah sebuah pengungkapan akan sifat Allah. Dalam perenungan yang penuh hormat terhadap kebenaran-kebenaran yang disajikan dalam firman-Nya, pikiran pelajar dibawa ke dalam persekutuan dengan pikiran yang tak terbatas. Studi semacam itu tidak hanya akan menyempurnakan dan memuliakan karakter, tetapi juga pasti akan memperluas dan memperkuat daya pikir. CE 65.1

“Ajaran Alkitab memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap kesejahteraan manusia dalam segala aspek kehidupan ini. Ia menjabarkan prinsip-prinsip yang menjadi landasan kemakmuran suatu bangsa—prinsip-prinsip yang terkait erat dengan kesejahteraan masyarakat, dan yang menjadi penopang keluarga—prinsip-prinsip yang tanpanya tidak seorang pun dapat mencapai kegunaan, kebahagiaan, dan kehormatan dalam kehidupan ini, atau dapat berharap untuk memperoleh kehidupan abadi di masa depan. Tidak ada posisi dalam hidup, tidak ada fase pengalaman manusia, yang tidak memerlukan ajaran Alkitab sebagai persiapan yang penting. Jika dipelajari dan ditaati, firman Allah akan menghasilkan manusia-manusia dengan kecerdasan yang lebih kuat dan aktif daripada yang dapat dihasilkan oleh penerapan yang paling mendalam terhadap semua subjek yang ditangani oleh filsafat manusia. Firman Allah akan menghasilkan manusia-manusia yang memiliki kekuatan dan keteguhan karakter, persepsi yang tajam, dan penilaian yang sehat—manusia-manusia yang akan menjadi kehormatan bagi Allah dan berkat bagi dunia.” CE 66.1

Jumat, 1 Mei

Pendalaman

“Dengan mempelajari Kitab Suci, kita mengenal Allah dan dipimpin untuk memahami hubungan kita dengan Kristus, Penebus Dosa, Penjamin bagi umat manusia yang telah jatuh. Tak seorang pun dibiarkan dalam kegelapan mengenai apa yang disetujui atau tidak disetujui oleh Allah.” CT 429.1

“Alkitab berisi petunjuk mengenai karakter yang harus dimiliki oleh anak-anak Allah. ‘Berbahagialah orang yang suci hatinya,’ demikian tertulis, ‘karena mereka akan melihat Allah.’ Matius 5:8. ‘Berusahalah untuk hidup damai dengan semua orang dan untuk hidup kudus, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.’ Ibrani 12:14. “Saudara-saudara yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, dan belum nyata apa yang akan kita jadikan; tetapi kita tahu, bahwa apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi seperti Dia; sebab kita akan melihat Dia sebagaimana adanya. Dan setiap orang yang mempunyai pengharapan ini kepada-Nya, ia menyucikan dirinya, sama seperti Dia adalah suci.” 1 Yohanes 3:2, 3. CT 429.2

“Pengetahuan yang sangat penting ini harus disampaikan kepada anak-anak dan orang-orang muda kita, bukan dengan cara yang sewenang-wenang dan otoriter, melainkan sebagai wahyu ilahi, sebagai ajaran yang bernilai tertinggi, yang sangat penting bagi kedamaian mereka saat ini di dunia yang penuh gejolak dan perselisihan ini, serta sebagai persiapan untuk kehidupan kekal di masa depan di dalam Kerajaan Allah. Kemudian, serahkanlah Firman Suci itu ke tangan mereka. Doronglah mereka untuk menyelidiki halaman-halamannya. Di sana mereka akan menemukan harta karun yang tak ternilai harganya. Dan dengan menerima Kristus sebagai roti hidup, mereka memiliki jaminan kehidupan kekal.” CT 429.3