“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. ” KJV - Kolose 1:15-17
“Oh, betapa besarnya keistimewaan yang dimiliki oleh mereka yang percaya dan melakukan firman Kristus! Pengetahuan tentang Kristus sebagai penanggung dosa, sebagai penebusan atas kejahatan-kejahatan kita, yang memungkinkan kita hidup dalam kehidupan yang kudus. Pengetahuan ini adalah perlindungan bagi kebahagiaan umat manusia. Setan mengetahui bahwa tanpa pengetahuan ini kita akan berada dalam kebingungan dan kehilangan kekuatan kita. Iman kita kepada Allah akan hilang, dan kita akan menjadi terperdaya setiap tipu daya musuh. Ia telah menyusun rencana-rencana licik untuk menghancurkan manusia. Tujuannya adalah untuk membuang bayangan neraka yang mengerikan, seperti kain kafan kematian, di antara Allah dan manusia, agar ia dapat menyembunyikan Yesus dari pandangan kita, sehingga ia dapat menyebabkan kita melupakan pelayanan kasih dan belas kasihan, memutus kita dari pengetahuan yang lebih dalam tentang kasih dan kuasa Allah yang besar kepada kita, dan menghalangi setiap sinar terang dari surga.” 1SM 264.1
“Hanya Kristus sendiri yang mampu mewakili Keilahian. Dia yang telah berada di hadapan Bapa sejak semula, Dia yang merupakan gambaran sempurna dari Allah yang tak terlihat, cukup Dia saja yang menyelesaikan pekerjaan ini. Tidak ada deskripsi verbal yang dapat mengungkapkan Allah kepada dunia. Melalui kehidupan yang murni, kehidupan yang penuh kepercayaan dan penyerahan diri kepada kehendak Allah, kehidupan yang penuh kerendahan hati yang bahkan serafim tertinggi di surga pun akan gentar, Allah sendiri harus diungkapkan kepada umat manusia. Untuk melakukan ini, Juruselamat kita mengenakan kemanusiaan pada keilahian-Nya. Dia menggunakan kemampuan manusia, karena hanya dengan mengadopsi kemampuan ini Dia dapat dipahami oleh umat manusia. Hanya kemanusiaan yang dapat menjangkau kemanusiaan. Dia menghidupkan karakter Allah melalui tubuh manusia yang telah Allah persiapkan bagi-Nya. Dia memberkati dunia dengan menghidupkan kehidupan Allah dalam daging manusia, sehingga menunjukkan bahwa Dia memiliki kuasa untuk mempersatukan umat manusia dengan keilahian.” 1 SM 264.2
Bacalah Kejadian 1: 26, 27; Kejadian 5: 3; 1 Korintus 15: 49; 2 Korintus 3: 18; dan Ibrani 10: 1. Rangkumlah berbagai makna “gambar” dalam ayat-ayat ini. Bagaimanakah makna tersebut berbeda dari gambaran Yesus sebagai gambar Allah?
“Dengan mengambil wujud manusia, Kristus datang untuk menjadi satu dengan manusia, dan pada saat yang sama untuk menyatakan Bapa surgawi kita kepada manusia yang berdosa. Dia yang telah berada di hadapan Bapa sejak semula, Dia yang merupakan gambaran yang nyata dari Allah yang tak kelihatan, adalah satu-satunya yang mampu menyatakan karakter Keilahian kepada umat manusia. Dalam segala hal Ia dijadikan sama seperti saudara-saudara-Nya. Ia menjadi daging sama seperti kita. Ia lapar, haus, dan lelah. Ia ditopang oleh makanan dan disegarkan oleh tidur. Ia berbagi nasib manusia; namun Ia adalah Anak Allah yang tak bercela. Ia adalah orang asing dan pengembara di bumi—di dunia, tetapi bukan dari dunia; dicobai dan diuji seperti pria dan wanita saat ini dicobai dan diuji, namun menjalani hidup yang bebas dari dosa. Lemah lembut, penuh belas kasihan, simpatik, selalu memperhatikan orang lain, Ia mewakili karakter Allah, dan senantiasa terlibat dalam pelayanan bagi Allah dan manusia.” MH 422.2
Bacalah Matius 11: 27 dan Yohanes 1: 1, 2, 14, 18. Apakah yang membuat Yesus satu-satunya yang dapat menyatakan Bapa?
“Juruselamat berfirman: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus, yang telah Engkau utus.” Dan Allah menyatakan melalui nabi: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” 5T 737.1
“Tidak seorang pun, tanpa pertolongan ilahi, dapat mencapai pengetahuan tentang Allah ini. Rasul berkata bahwa “dunia dengan hikmatnya tidak mengenal Allah.” Kristus “ada di dunia, dan dunia diciptakan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal Dia.” Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya: “Tidak seorang pun mengenal Anak, selain Bapa; tidak seorang pun mengenal Bapa, selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Dalam doa-Nya yang terakhir bagi para pengikut-Nya, sebelum memasuki kegelapan Getsemani, Juruselamat menengadah ke surga, dan dengan belas kasihan akan ketidaktahuan manusia yang jatuh, Ia berkata: ‘Ya Bapa yang adil, dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau.’ ‘Aku telah menyatakan nama-Mu kepada manusia yang telah Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.’” 5T 737.2
Bacalah Kolose 1: 15-17. Apakah alasan yang Paulus berikan untuk menyebut Yesus sebagai “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan” ?
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Colossians 1:18. FH 342.1
“Kristus mengasihi jemaat dan menyerahkan diri-Nya untuknya, supaya Ia menguduskan dan menyucikannya dengan air pembasuhan firman, dan supaya Ia mempersembahkan jemaat itu kepada diri-Nya sendiri sebagai jemaat yang mulia, tanpa noda, tanpa kerutan, atau hal semacam itu, melainkan agar jemaat itu kudus dan tanpa cela.” FH 342.2
“Ketika Allah memberikan Anak-Nya kepada dunia, Ia menjadikan mungkin bagi laki-laki dan perempuan untuk menjadi sempurna dengan menggunakan setiap kemampuan diri mereka untuk kemuliaan Allah. Di dalam Kristus, Ia memberikan kepada mereka kekayaan kasih karunia-Nya dan pengetahuan tentang kehendak-Nya....” FH 342.3
“Gereja masih berjuang di dunia yang tampaknya berada dalam kegelapan tengah malam, dan bahkan semakin memburuk. Sementara tuntutan akan “Demikianlah firman Tuhan” yang jelas tetap diabaikan oleh unsur duniawi di dalam gereja, suara hamba-hamba Allah yang setia harus diperkuat untuk menyampaikan pekabaran peringatan yang serius. Perbuatan-perbuatan yang seharusnya menjadi ciri gereja yang berjuang dan perbuatan-perbuatan gereja yang telah memiliki terang kebenaran untuk zaman ini tidaklah sesuai. Tuhan memanggil anggota gereja untuk mengenakan pakaian kebenaran Kristus yang indah.... FH 342.4
“Allah membutuhkan pria dan wanita yang mau bekerja dalam kesederhanaan Kristus untuk membawa pengetahuan kebenaran kepada mereka yang memerlukan kuasa pengubahan-Nya. Pekabaran tentang kebenaran Kristus harus diberitakan dari ujung bumi yang satu ke ujung yang lain. Umat harus dibangkitkan untuk mempersiapkan jalan Tuhan. Pekabaran malaikat ketiga—pekabaran belas kasihan terakhir kepada dunia yang hendak binasa—begitu suci, begitu mulia. Biarlah kebenaran keluar sebagai pelita yang menyala. Misteri-misteri yang ingin dilihat oleh malaikat-malaikat, yang ingin diketahui oleh nabi-nabi, raja-raja, dan orang-orang benar, gereja Allah harus memberitakannya.” FH 342.5
“Pengorbanan Kristus yang luar biasa bagi dunia menjadi bukti bahwa pria dan wanita dapat diselamatkan dari kejahatan. Jika mereka memutuskan hubungan dengan Setan dan mengakui dosa-dosa mereka, ada harapan bagi mereka. Orang-orang—yang berdosa, buta, dan sengsara—dapat bertobat dan diubahkan, dan hari demi hari membentuk karakter yang serupa dengan karakter Kristus. Manusia dapat ditebus, dilahirkan kembali, dan dapat belajar untuk hidup di hadapan dunia dengan kehidupan yang berharga dan serupa dengan Kristus.” —The Review and Herald, April 22, 1909.” FH 342.6
Bacalah Efesus 1: 22 dan Kolose 2: 10. Apakah arti "kepala" dalam ayat-ayat ini? Apakah yang Paulus maksudkan ketika ia menyebut Yesus "kepala gereja” (Ef. 5: 23)?
“Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus.” “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus,” dan “Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” 1 Kor. 11:3; Ef. 1:22, 23. Didirikan di atas Kristus sebagai dasarnya, jemaat itu harus mentaati Kristus sebagai kepalanya. Jemaat itu tidak seharusnya bergantung pada manusia, atau dikendalikan oleh manusia. Banyak orang menuntut bahwa suatu jabatan dengan tanggung jawab besar dalam sidang memberi mereka wewenang untuk mendiktekan apa yang harus dipercayai oleh orang lain dan apa yang harus mereka lakukan. Tuntutan ini tidak dibenarkan Allah. Juruselamat menyatakan, “Kamu sekalian ini bersaudara.” Semuanya mudah terkena pencobaan, dan ada kemungkinan berbuat kekeliruan. Kita tidak dapat bergantung pada makhluk yang terbatas untuk mendapat bimbingan. Gunung Batu iman ialah hadirat Kristus di dalam jemaat. Padanyalah yang paling lemah sekalipun boleh bergantung, dan mereka yang menganggap diri paling kuat sekalipun akan terbukti paling lemah, kecuali mereka menjadikan Kristus menjadi kesanggupan bagi mereka. “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri,” Tuhan bagaikan “Gunung Batu yang pekerjaan-Nya sempurna.” “Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya.” Yer. 17:5; UI. 32:4; Mzm. 2:12. KSZ2 22.3
Suatu amaran terhadap pengajaran palsu terdapat dalam surat Paulus kepada jemaat di Kolose. PI 268.3
Hati-hatilah supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab di dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan keAllahan. Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia, Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa” (Kolose 2:2-10). PI 268.4
Saya disuruh untuk mengatakan kepada umat kita, marilah kita mengikut Kristus. Jangan lupa bahwa Ialah teladan kita dalam segala hal. Dengan aman kita dapat meniadakan gagasan yang tidak terdapat dalam pengajaran-Nya. Saya mengimbau para pendeta kita supaya memastikan bahwa kaki mereka telah tertancap di atas panggung kebenaran kekal. Waspadalah bagaimana engkau mengikuti dorongan, lalu menyebutnya Roh Kudus. Ada orang yang berada dalam bahaya karena melakukan hal ini. Firman Allah mendorong kita supaya sehat dalam iman, dapat memberikan alasan kepada setiap orang yang bertanya, alasan pengharapan yang ada pada kita. PI 269.1
Bacalah 1 Korintus 12: 12-27. Disini, Paulus juga menggambarkan gereja sebagai sebuah "tubuh." Aspek apa sajakah tentang gereja yang disampaikan melalui metafora ini?
“Betapa berharganya pelajaran yang diajarkan oleh Kitab Suci ini! Harus ada penerapan nyata dari berbagai karunia dalam satu tubuh, di mana Kepala-Nya adalah Yesus Kristus. Janganlah ada anggota tubuh Kristus yang memiliki sikap merasa cukup diri. Karena dua anggota tidak menjalankan peran yang sama, janganlah satu anggota berkata kepada anggota lain, ‘Aku tidak membutuhkan engkau.’ Di antara anggota tubuh, tidak boleh ada persaingan, penilaian, atau perbandingan antara satu karunia dengan karunia lainnya. Banyak karunia yang dibutuhkan, namun semua adalah anggota dari satu tubuh.” 16LtMs, Ms 128, 1901, par. 9
Bacalah Kolose 1: 18. Apakah hubungan antara gagasan Kristus sebagai kepala dan Dia sebagai “yang menjadi awal”?
“Kata-kata ini memberikan kesempatan yang luar biasa bagi setiap anggota gereja. Di sini, saudara-saudara, dijelaskan tugasmu. Kristus adalah kepalamu. Roh-Nya yang mengendalikan tindakanmu akan menuntunmu untuk mewujudkan belas kasihan, kelembutan, dan kasih, kesabaran, kebaikan, dan ketabahan, yang akan mengungkapkan kepada orang lain bahwa Kristus berdiam di dalam diri mereka.” 17LtMs, Ms 18, 1902, par. 15
“Apakah kita mau memenuhi harapan Kristus bagi kita? Ia telah menyediakan surga penuh berkat bagi semua orang yang datang kepada-Nya dan bekerja sesuai kehendak-Nya. Saudara-saudari, apa yang telah kita tunjukkan?” 17LtMs, Ms 18, 1902, par. 16
“Setelah menciptakan kita, Kristus begitu mengasihi kita sehingga Ia rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri agar Ia dapat menanggung dosa-dosa kita. Lalu, bagaimana mungkin kita tidak mengasihi-Nya sebagai balasannya? Sepanjang hidup-Nya yang penuh penderitaan dan kesusahan, Ia menanggung hukuman ilahi yang seharusnya kita tanggung. Setelah membayar harga yang begitu mahal untuk penebusan kita, apakah Ia tidak akan memberi kita pertolongan, kasih karunia, dan kekuatan yang diperlukan untuk meraih kemenangan?” 16LtMs, Ms 102, 1901, par. 26
“Dia yang telah memberikan Kristus kepada kita telah menyediakan segala sumber daya surga untuk kita. Dengan iman yang hidup, kita harus menggenggam tangan kuasa yang tak terbatas, yang mampu menjaga kita dari kejatuhan. Kita berhak untuk mengklaim berkat Allah. Kita berhak untuk meminta kepada-Nya hal-hal yang kita butuhkan. Dia dimuliakan ketika kita menyerahkan pemeliharaan jiwa kita kepada-Nya sebagai Pencipta yang setia. Adalah hak istimewa kita untuk bebas di dalam Kristus; karena Dia telah memberikan hidup-Nya untuk membebaskan kita.” 16LtMs, Ms 102, 1901, par. 27
“Aku ingin menunjukkan kepadamu betapa pentingnya memiliki Roh Kudus Allah untuk menolongmu dalam setiap keadaan darurat. Aku telah memilih untuk berada di bawah panji Pangeran Immanuel yang berlumuran darah. Aku telah memilih untuk menaati perintah-perintah Allah, dan hidup, dan untuk menjaga hukum-Nya seperti menjaga biji mata. Aku telah memilih untuk menaati semua tuntutan Allah. Jika Kristus memberikan hidup-Nya untukku, mengapa aku tidak memberikan hidupku kepada-Nya? Apakah hidupku lebih berharga daripada hidup-Nya? Oh, aku hanya memiliki hidup yang terbatas, namun Dia berjanji bahwa Dia akan bekerja untuk keselamatan hidup itu!” 16LtMs, Ms 102, 1901, par. 28
Bacalah Kolose 1: 19, 20. Pendamaian apakah yang terjadi melalui salib, dan seberapa luas cakupannya?
“Kita telah diajarkan oleh Allah mengenai rencana penebusan yang agung. Ini seharusnya menjadi alasan kita untuk bersyukur dengan sungguh-sungguh. Janji-janji Allah tidak akan pernah gagal jika kita senantiasa berjaga-jaga dalam doa. Setelah mempelajari jalan yang mulia, kita harus dikuduskan, tubuh, jiwa, dan roh. Kita harus dimurnikan dan dibersihkan melalui pembasuhan Firman. Adalah hak istimewa setiap orang untuk berlandaskan dan teguh dalam iman. Tidak seorang pun yang menjalankan iman yang bekerja melalui kasih dan memurnikan jiwa akan tergoyahkan dari pengharapan Injil.” ST September 4, 1901, par. 7
“Memupuk kebaikan dalam hati adalah pekerjaan yang anehnya banyak orang abaikan. Mereka yang hatinya disucikan dan dibersihkan tidak akan mengikuti praktik-praktik yang buruk. Tetapi nafsu jahat memenuhi hati yang digerakkan oleh keegoisan. Keegoisan membawa kepada penindasan, dan ketika tindakan penindasan diulang, pikiran menjadi rusak, dan gagal membuat keputusan yang benar. ST September 4, 1901, par. 8
“Dalam hal apa pun, Kristus tidak akan bertindak dengan cara yang tidak adil atau tidak setia. “Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Allah memanggil orang-orang Kristen yang bijaksana, yaitu pria dan wanita yang dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak-Nya. Ia memanggil pria dan wanita yang melalui perbuatan baik mereka menunjukkan bahwa kebenaran telah membawa perubahan dalam hidup mereka. ST September 4, 1901, par. 9
“Hamba-hamba Allah seharusnya setiap hari memperoleh pengetahuan yang lebih dalam tentang-Nya, dan pengetahuan ini seharusnya memberikan kedalaman rohani pada pemahaman mereka. Tuhan berkenan ketika mereka yang terhubung dengan-Nya dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak-Nya. Setiap hari mereka seharusnya bertumbuh dalam kasih karunia dan pemahaman rohani, diperkuat dengan kekuatan sesuai dengan kuasa-Nya yang mulia. Mereka harus bertambah dalam kesigapan rohani, agar dapat memberikan kekuatan kepada orang-orang yang mereka layani.” ST September 4, 1901, par. 10
“Sejak kenaikan-Nya, Kristus telah melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi melalui utusan-utusan yang dipilih-Nya, melalui merekalah Ia berbicara kepada anak-anak manusia dan melayani kebutuhan mereka. Kepala Gereja yang agung mengawasi pekerjaan-Nya melalui perantaraan orang-orang yang diangkat oleh Allah untuk bertindak sebagai wakil-Nya.” LHU 288.2
“Kedudukan mereka yang telah dipanggil Allah untuk bekerja dalam firman dan ajaran demi pembangunan gereja-Nya adalah suatu tanggung jawab yang berat. Sebagai pengganti Kristus, mereka dipanggil untuk memohon kepada pria dan wanita untuk berdamai dengan Allah, dan mereka hanya dapat memenuhi misi mereka jika mereka menerima hikmat dan kuasa dari atas.” LHU 288.3
“Para pelayan Kristus adalah penjaga rohani umat yang dipercayakan kepada mereka. Pekerjaan mereka diibaratkan seperti pekerjaan penjaga. Pada zaman dahulu, para penjaga sering ditempatkan di tembok kota, di mana, dari tempat yang strategis, mereka dapat mengawasi pos-pos penting yang harus dijaga, dan memberi peringatan tentang kedatangan musuh. Keselamatan semua orang di dalam kota bergantung pada kesetiaan mereka. Pada selang waktu tertentu, mereka diharuskan untuk saling memanggil, untuk memastikan bahwa semua orang terjaga dan tidak ada bahaya yang menimpa siapa pun. Seruan penyemangat atau peringatan diteruskan dari satu ke yang lain, masing-masing mengulangi seruan itu sampai bergema di seluruh kota....” LHU 288.4