EnglishBahasa Indonesia中文 (Chinese)DeutschEspañolFrançaisFilipinoItaliano한국어 (Korean)MagyarPortuguês BrasileiroRomânăрусскийSwahili

Pelajaran 5, Triwulan 3, 25 - 31 Juli 2026

Semua untuk Kemuliaan Allah

Theme

Sabat Sore, 25 Juli

Ayat Hafalan:

“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” KJV - 1 Korintus 10:31
“Paulus mendorong saudara-saudaranya untuk bertanya kepada diri mereka sendiri pengaruh apakah yang akan ditimbulkan oleh perkataan dan perbuatan mereka terhadap orang lain. Ia menasihati agar mereka tidak melakukan apa pun, betapa pun hal itu pada dirinya sendiri tampak tidak bersalah, yang dapat dianggap sebagai persetujuan terhadap penyembahan berhala atau yang dapat melukai hati nurani mereka yang lemah imannya. ‘Karena itu, jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. Janganlah kamu menimbulkan batu sandungan, baik kepada orang Yahudi, maupun kepada orang bukan Yunani, maupun kepada jemaat Allah.’” AA 316.2
Kata-kata amaran Rasul kepada Jemaat Korintus dipakai setiap waktu khususnya pada zaman kita ini. Oleh menyembah berhala, berarti bukan hanya sekadar menyembah berhala-berhala, tetapi melayani diri sendiri, cinta kepelesiran, memanjakan selera dan hawa nafsu. Seorang yang nampaknya beriman dalam Kristus, seorang yang menyombongkan kebenaran, bukanlah membuat seseorang menjadi Kristen. Suatu agama yang hanya mencari kepuasan mata, telinga, dan selera, atau mendukung pemanjaan diri sendiri bukanlah agama Kristus. AA 317.1

Minggu, 26 Juli

Pengetahuan vs Kasih

Bacalah 1 Korintus 8: 1–13. Mengapa Paulus membandingkan pengetahuan dengan kasih, dan apa konteksnya di sini? Poin apakah yang sedang ia sampaikan?
Masing-masing harus merasa bahwa di atas pundaknya terletak suatu kewajiban untuk mencapai puncak kebesaran pengetahuan. Sementara tidak ada yang harus menjadi sombong oleh sebab pengetahuan yang mereka peroleh, adalah kesempatan semua orang untuk menikmati kepuasan mengetahui bahwa dengan setiap langkah kemajuan mereka menjadi lebih sanggup menghormati dan memuliakan Allah. Mereka dapat menimba dari mata air yang tidak pernah kering, Sumber semua hikmat dan pengetahuan. GW 279.2
Setelah memasuki sekolah Kristus, pelajar disiapkan untuk terlibat dalam pencarian pengetahuan tanpa menjadi pening karena ketinggian yang ia sedang daki. Sementara ia maju terus dari kebenaran kepada kebenaran, sambil memperoleh pandangan yang lebih jelas dan lebih terang tentang hukum ilmu pengetahuan dan hukum alam yang ajaib, ia terpesona atas pernyataan kasih Allah yang ajaib kepada manusia. Ia melihat dengan mata yang cerdas akan kesempurnaan, pengetahuan, dan hikmat Allah yang terbentang dengan tak terbatas. Ketika pikirannya menjadi besar dan luas, aliran terang yang jernih mengalir ke dalam jiwanya. Semakin banyak ia minum dari mata air pengetahuan, semakin murni dan menyenangkan renungannya terhadap Allah yang tak terbatas, dan semakin besar kerinduannya terhadap hikmat yang cukup untuk memahami secara mendalam tentang Allah. GW 279.3
Ahli filsafat mengesampingkan terang keselamatan, sebab hal itu mempermalukan teori-teorinya yang sombong; orang duniawi enggan menerimanya, sebab itu akan memisahkan dia dari berhala-berhala duniawi. Paulus melihat bahwa tabiat Kristus harus dipahami sebelum manusia dapat mengasihi Dia atau memandang salib dengan mata iman. Di sinilah harus mulai pelajaran itu yang akan menjadi ilmu pengetahuan dan nyanyian orang-orang tebusan selama masa kekekalan. Dalam terang salib saja dapatlah nilai yang benar dari jiwa manusia dinilai. AA 273.1
Pengaruh yang memurnikan dari rahmat Allah mengubah watak alami manusia. Surga tidak akan dirindukan oleh pikiran yang bersifat jasmani; hati mereka yang alami dan belum disucikan itu akan merasa tidak ada penarikan kepada tempat yang suci, jika itu mungkin bagi mereka untuk memasuki, mereka tidak akan mendapat sesuatu yang cocok. Kecenderungan yang mengendalikan hati alamiah harus ditaklukkan oleh anugerah Kristus sebelum manusia yang telah jatuh dilayakkan untuk memasuki surga dan menikmati persekutuan malaikat-malaikat yang suci. Bila manusia mati kepada dosa dan dihidupkan kembali kepada kehidupan yang baru dalam Kristus, kasih Ilahi memenuhi hatinya; pengertiannya disucikan; ia minum dari mata air kesukaan dan pengetahuan yang tidak habis-habisnya, dan terang dari hari yang kekal menerangi jalannya, karena Terang kehidupan senantiasa menyertainya. AA 273.2

Senin, 27 Juli

Kasih yang Tidak Mementingkan Diri

Bacalah 1 Korintus 9: 1–6. Bagaimanakah perikop ini memberikan contoh praktis tentang arti penyangkalan diri karena kasih?
Sementara Paulus mempunyai kemampuan intelek yang tinggi, kehidupannya menyatakan kuasa kebijaksanaan yang jarang terjadi, yang memberikan kepadanya ketajaman pandangan dan simpati dari hati, dan membawa dia berhubungan rapat dengan orang-orang lain, menyanggupkan dia untuk membangkitkan sifat yang lebih baik dan mengilhami mereka untuk kehidupan yang lebih tinggi. Hatinya dipenuhi dengan kasih yang sungguh-sungguh untuk orang-orang percaya di Korintus. Ia mengharapkan untuk melihat mereka menyatakan kesalehan yang di dalam yang akan menguatkan mereka terhadap pencobaan. Ia mengetahui bahwa pada setiap langkah dalam jalan orang Kristen mereka akan ditentang oleh perkumpulan Setan, dan mereka harus melibatkan diri dalam pertentangan-pertentangan setiap hari. Mereka harus menjaga terhadap langkah yang diam-diam dari musuh, memaksa mundur kebiasaan-kebiasaan yang salah dan kecenderungan-kecenderungan bawaan, dan selalu berjaga untuk berdoa. Paulus mengetahui bahwa hasil orang Kristen yang lebih tinggi dapat dicapai oleh banyak doa dan tetap berjaga-jaga, dan hal ini ia berusaha tanamkan ke dalam pikiran mereka. Tetapi mereka mengetahui juga bahwa dalam Kristus yang disalibkan mereka diberikan cukup kuasa untuk mempertobatkan jiwa, dan disesuaikan dengan kuasa Ilahi untuk menyanggupkan mereka melawan segala pencobaan kepada kejahatan. Dengan iman kepada Allah sebagai baju zirah mereka, dan dengan perkataan-Nya sebagai senjata peperangan mereka, mereka akan diperlengkapi dengan kuasa yang akan menyanggupkan mereka untuk mengesampingkan serangan-serangan musuh. KR 258.4
Orang-orang percaya di Korintus memerlukan pengalaman yang lebih dalam tentang perkara-perkara Allah. Mereka tidak mengetahui sepenuhnya apa artinya memandang kemuliaan-Nya dan diubahkan dari tabiat kepada tabiat. Mereka telah melihat cahaya yang pertama dari fajar yang mula-mula dari kemuliaan itu. Keinginan Paulus untuk mereka ialah supaya mereka dapat diisi dengan kepenuhan Allah, mengikuti untuk mengenal Dia yang bergerak maju bagaikan pagi, dan terus belajar tentang Dia sampai mereka harus tiba ke dalam terang yang sempurna dari suatu iman Injil yang sempurna. KR 259.1
Sementara Paulus dengan hati-hati menaruh di hadapan orang-orang yang bertobat ajaran yang jelas tentang Alkitab mengenai dukungan yang benar akan pekerjaan Allah, dan sementara ia mengklaim dirinya sendiri seorang pelayan Injil “mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan” (1 Korintus 9:6) pada pekerjaan duniawi sebagai alat untuk menyokong diri sendiri, namun pada beberapa waktu selama pekerjaannya dalam pusat peradaban yang besar, ia melakukan pekerjaan tangan untuk biayanya sendiri. KR 291.1
Di antara orang Yahudi pekerjaan badani tidak dianggap aneh atau merendahkan derajat. Melalui Musa orang-orang Ibrani telah diajar untuk melatih anak-anak mereka untuk kebiasaan-kebiasaan yang tekun, dan hal itu dianggap sebagai dosa untuk membiarkan orang-orang muda bertumbuh dalam keadaan tidak mengetahui akan pekerjaan badani. Meskipun seorang anak harus dididik untuk jabatan yang suci, suatu pengetahuan tentang kehidupan yang praktis dianggap penting. Tiap-tiap orang muda, apakah orang tuanya kaya atau miskin, diajarkan beberapa kerajinan tangan. Orangtua yang lalai menyediakan pendidikan seperti itu bagi anak-anaknya mereka dipandang sebagai menyimpang dari petunjuk Tuhan. Sesuai dengan kebiasaan ini, mula-mula Paulus mempelajari pekerjaan membuat tenda. KR 291.2

Selasa, 28 Juli

Belajar dari Masa Lalu

Bacalah 1 Korintus 10: 7–11. Dosa-dosa apa yang dilakukan umat Israel di padang gurun, dan mengapa hak-hak istimewa yang diberikan kepada mereka membuat dosa-dosa mereka semakin buruk?
Paulus menunjukkan kepada orang-orang Korintus akan pengalaman orang Israel dulu kala, atas berkat-berkat sebagai upah penurutan, dan pehukuman sebagai akibat pelanggaran-pelanggaran mereka. Dia mengingatkan mereka cara yang menakjubkan dalam mana orang-orang Ibrani telah dipimpin keluar dari Mesir di bawah pemeliharaan tiang awan pada siang dan tiang api pada malam hari. Dengan demikian mereka dipimpin menyeberang Laut Merah dengan selamat, sementara orang-orang Mesir mencoba menyeberang dengan cara yang sama, mereka semuanya hanyut tenggelam. Oleh pemeliharaan atau perbuatan ini Allah telah mengakui bangsa Israel sebagai sidang-Nya. Mereka ‘’semua telah memakan makanan rohani yang sama, dan semua sudah meminum minuman rohani yang sama; karena mereka telah meminum dari Batu Karang rohani yang mengikuti mereka, dan Batu Karang itu ialah Kristus.” Dalam semua perjalanan orang-orang Ibrani ini Kristus adalah pemimpin yang telah dilukai oleh karena pelanggaran-pelanggaran manusia, sebagai saluran agar keselamatan itu boleh dialirkan kepada semua orang. KR 265.2
Sungguhpun demikian, Allah berkenan kepada semua bangsa Ibrani, namun karena keinginan mereka yang kuat terhadap kemewahan yang telah ditinggalkan di Mesir, dan oleh karena dosa dan pemberontakan mereka, sehingga pehukuman Allah menimpa mereka. Rasul itu memerintahkan orang-orang percaya di Korintus untuk mengindahkan pelajaran yang telah dialami bangsa Israel. “Sekarang segala perkara ini telah menjadi contoh bagi kita,” dia menyatakan, “dengan maksud supaya kita tidak bernafsu mengikuti perkara-perkara yang jahat, sebagaimana mereka itu telah bernafsu kuat.” Dia menunjukkan bahwa cinta kesenangan dan kepelesiran itu telah menyediakan jalan untuk dosa-dosa, panggilan menjadi suatu tanda penurutan kita yang sungguh-sungguh kepada Allah. Maka duduklah bangsa Israel untuk makan minum dan berpesta-pora, kemudian bangunlah mereka dan bersukaria, karena mereka telah melepaskan diri daripada takut akan Allah, demikian perasaan mereka pada waktu pemberian Taurat itu; dan dibuatlah patung seekor anak lembu melambangkan Allah, kemudian mereka menyembah patung itu. Setelah menikmati pesta-pora yang sangat mewah dalam hubungan menyembah dewa Baal, sehingga banyak orang-orang Ibrani yang telah terjerumus melalui sifat mereka yang tak bermoral. Murka Allah bangkit, dan atas perintah-Nya “dua puluh tiga ribu” tewas kena bala dalam sehari. KR 265.3
Rasul meminta dengan sangat kepada orang-orang Korintus, “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa dia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” Patutkah mereka menjadi sombong dan bergantung atas pikiran sendiri, menolak untuk berjaga-jaga dan berdoa, mereka akan jatuh dalam dosa yang keji, menurunkan kutuk daripada Allah kepada mereka. Paulus menghendaki agar mereka jangan menyerah kepada kemurungan atau kekecewaan. Dia memberikan kepada mereka kepastian: “Sebab Allah dan karena itulah Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan menjadi jalan keluar kepadamu, sehingga kamu dapat menanggungnya.” KR 266.1
Paulus mendorong saudara-saudaranya agar mereka bertanya kepada diri mereka sendiri apakah pengaruh kata-kata dan perbuatan mereka itu kepada orang lain tidak berarti apa-apa, namun tidak terdapat kesalahan di dalamnya, yang mungkin seolah-olah menyetujui penyembahan berhala atau melukai hati yang syak dan yang mungkin orang lemah iman.” Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.” KR 266.2
Kata-kata amaran Rasul kepada Jemaat Korintus dipakai setiap waktu khususnya pada zaman kita ini. Oleh menyembah berhala, berarti bukan hanya sekadar menyembah berhala-berhala, tetapi melayani diri sendiri, cinta kepelesiran, memanjakan selera dan hawa nafsu. Seorang yang nampaknya beriman dalam Kristus, seorang yang menyombongkan kebenaran, bukanlah membuat seseorang menjadi Kristen. Suatu agama yang hanya mencari kepuasan mata, telinga, dan selera, atau mendukung pemanjaan diri sendiri bukanlah agama Kristus. KR 267.1

Rabu, 29 Juli

Peringatan terhadap Penyembahan Berhala

Bacalah 1 Korintus 10: 5–22. Mengapa kita harus menjauh dari penyembahan berhala?
Hukum yang kedua melarang perbaktian kepada Allah yang benar dengan patung-patung atau yang menyerupainya. Banyak bangsa kafir menyatakan bahwa patung-patung mereka itu hanyalah sekadar gambaran atau lambang oleh mana Allah itu disembah, tetapi Allah telah menyatakan bahwa perbaktian seperti itu adalah dosa. Usaha untuk menggambarkan Pribadi Yang Kekal itu oleh benda-benda materi akan merendahkan dasar pemikiran manusia tentang Allah. Pikiran kita, bila dipalingkan dari kesempurnaan Tuhan yang tidak terbatas itu, akan tertarik kepada benda yang dijadikan gantinya kepada Khalik itu. Dan apabila pandangannya tentang Allah telah direndahkan, maka demikian juga manusia itu akan menjadi merosot martabatnya. PP 306.1
“Sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu.” Hubungan yang intim dan suci antara Allah dengan umat-Nya dilambangkan sebagai satu pernikahan. Oleh karena penyembahan berhala merupakan perzinahan rohani, maka rasa tidak senang Allah terhadap hal itu dengan tepat sekali disebut sebagai kecemburuan. PP 306.2
“Semangat penyembahan berhala kafir masih merajalela dewasa ini, meskipun di bawah pengaruh ilmu pengetahuan dan pendidikan, semangat itu telah mengambil bentuk yang lebih halus dan menarik. Setiap hari semakin banyak bukti menyedihkan bahwa iman pada firman nubuat yang pasti semakin berkurang, dan sebagai gantinya takhayul dan sihir setan sedang memikat pikiran manusia. Semua orang yang tidak sungguh-sungguh menyelidiki Kitab Suci dan menyerahkan setiap keinginan dan tujuan hidup kepada ujian yang tak pernah salah itu, semua orang yang tidak mencari Tuhan dalam doa untuk mengetahui kehendak-Nya, pasti akan menyimpang dari jalan yang benar dan jatuh ke dalam tipu daya Setan.” CCh 320.3
“Orang mabuk dihina dan dikatakan bahwa dosanya akan membuatnya tidak masuk surga, sementara kesombongan, keegoisan, dan ketamakan tidak ditegur. Tetapi ini adalah dosa-dosa yang sangat menyinggung Allah. Ia “menentang orang yang sombong,” dan Paulus memberi tahu kita bahwa ketamakan adalah penyembahan berhala. Mereka yang terbiasa dengan kecaman terhadap penyembahan berhala dalam firman Allah akan segera melihat betapa beratnya pelanggaran dosa ini.” 5T 337.2
Zakharia 13:1, 2 — "Pada hari itu [pada hari terjadinya dukacita yang besar] akan dibuka sebuah mata air bagi isi rumah Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk dosa dan kenajisan. Dan akan terjadi pada hari itu, firman TUHAN semesta alam, bahwa Aku akan menghapus nama-nama berhala dari negeri itu, dan nama-nama itu tidak akan diingat lagi; dan Aku juga akan mengusir para nabi dan roh jahat dari negeri itu."
Dua hal kini tampak jelas dalam ayat-ayat ini: (1) bahwa isi rumah Daud harus ada sebelum mata air penyucian dibuka; (2) bahwa penyucian dimulai dengan menghapus nama-nama berhala, dan mengusir nabi-nabi palsu dan roh-roh jahat dari negeri itu.
Berhala-berhala ini adalah jenis yang berbicara; mereka adalah manusia. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah pelayan-pelayan gereja yang mengkhotbahkan diri mereka sendiri alih-alih Kristus, dan yang dipuja-puja oleh anggota awam. Akibatnya, anggota awam secara buta mengikuti mereka, dan apa pun keputusan yang dibuat oleh “berhala-berhala” mereka mengenai apa itu Kebenaran dan apa yang salah, apa itu dosa dan apa yang benar, itulah keputusan yang dilakukan oleh anggota awam. Oleh karena itu, “berhala-berhala” ini menciptakan situasi yang mirip dengan yang diciptakan oleh para imam, ahli Taurat, dan orang Farisi pada masa kedatangan Kristus yang pertama. Akibatnya, para penyembah berhala tidak bersusah payah untuk menyelidiki pekabaran-pekabaran baru secara pribadi, dan dengan demikian mereka secara bodoh mengikuti manusia gantinya Kristus dan Kebenaran-Nya yang terus berkembang. Mereka ini, bersama dengan para nabi palsu dan roh-roh jahat, akan lenyap dari negeri ini.

Kamis, 30 Juli

Mengatasi Penyembahan Berhala

Bacalah Markus 10: 17–22 dan Markus 12: 28–31. Apakah kesamaan kedua perikop ini, dan bagaimana keduanya berlaku pada situasi dalam 1 Korintus 10?
“Kristus memberi orang ini suatu ujian. Ia memanggil dia untuk memiliki antara harta surga dan kebesaran duniawi. Harta surga sudah dipastikan kepadanya, jika ia mau mengikuti Kristus. Tetapi diri sendiri harus diserahkan, kemauannya harus diberikan untuk dikendalikan oleh Kristus. Kesucian Allah ditawarkan kepada penghulu muda itu. Ia mendapat kesempatan untuk menjadi seorang anak Allah, serta menjadi ahli waris bersama - sama dengan Kristus terhadap harta surga. Tetapi ia harus memikul salib, dan mengikut Juruselamat dengan jalan penyangkalan diri. DA 519.5
“Perkataan Kristus sesungguhnya merupakan undangan bagi penghulu itu, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.” Yosua 24:15. Pilihan terserah kepadanya.” DA 520.1
“Kedudukannya yang tinggi serta hartanya sedang mempengaruhi tabiatnya kepada kejahatan. Jika dipelihara dalam hati, hal itu akan menggantikan Allah dalam kasih-Nya. Menahan sedikit atau banyak dari Allah berarti menahan sesuatu yang akan mengurangi kekuatan dan kesanggupan akhlaknya; karena jika perkara - perkara dunia ini dipelihara dalam hati, meskipun tampaknya tidak menetu dan tidak pantas, namun akan sangat berpengaruh.” DA 520.2
“Dan karena segenap hukum diringkaskan dalam kasih akan Allah dan manusia, akibatnya ialah tidak ada satu ajaran yang dapat dilanggar tanpa melanggar prinsip ini. Dengan demikian Kristus mengajarkan kepada para pendengar-Nya bahwa hukum Allah bukan merupakan banyak ajaran yang terpisah - pisah; menganggap yang satu lebih penting, sedangkan yang lain kurang penting, dan boleh dilupakan begitu saja. Tuhan kita mengemukakan keempat hukum yang pertama serta keenam yang terakhir sebagai suatu keseluruhan ilahi, dan mengajarkan bahwa kasih kepada Allah akan ditunjukkan oleh penurutan akan segala hukumNya. DA 607.3
“Ahli Taurat yang telah menanyai Yesus sangat mahir akan hukum itu, dan keheran - heranan mendengar perkataan-Nya. Ia tidak mengharapkan Dia menyatakan suatu pengetahuan yang begitu dalam dan saksama tentang Alkitab. Ia telah mendapat suatu pandangan yang lebih luas tentang prinsip - prinsip yang menjadi dasar ajaran yang suci itu. Dihadapan imam-imam dan penghulu - penghulu yang telah berhimpun dengan jujur ia mengakui bahwa Kristus telah memberikan tafsiran yang benar terhadap hukum.” DA 607.4

Jumat, 31 Juli

Pendalaman

“Pena inspirasi, yang setia pada tugasnya, menceritakan kepada kita tentang dosa-dosa yang menimpa Nuh, Lot, Musa, Abraham, Daud, dan Salomo, dan bahwa bahkan semangat Elia yang kuat pun goyah di bawah godaan selama pencobaan yang mengerikan. Ketidaktaatan Yunus dan penyembahan berhala Israel dicatat dengan setia. Penyangkalan Petrus terhadap Kristus, perselisihan tajam antara Paulus dan Barnabas, kegagalan dan kelemahan para nabi dan rasul, semuanya diungkapkan oleh Roh Kudus, yang menyingkap tabir dari hati manusia. Di hadapan kita terbentang kehidupan orang-orang percaya, dengan segala kesalahan dan kebodohan mereka, yang dimaksudkan sebagai pelajaran bagi semua generasi setelah mereka. Jika mereka tanpa kelemahan, mereka akan lebih dari manusia, dan sifat berdosa kita akan putus asa untuk mencapai titik keunggulan seperti itu. Tetapi melihat di mana mereka berjuang dan jatuh, di mana mereka kembali bersemangat dan menang melalui kasih karunia Allah, kita mendapat dorongan, dan dipimpin untuk mengatasi rintangan yang diletakkan oleh sifat manusia yang merosot di jalan kita.” 1TT 438.1
“Allah selalu setia menghukum kejahatan. Ia mengutus para nabi-Nya untuk memperingatkan orang-orang yang bersalah, mengecam dosa-dosa mereka, dan menjatuhkan hukuman atas mereka. Mereka yang mempertanyakan mengapa firman Allah mengungkapkan dosa-dosa umat-Nya dengan begitu jelas sehingga menjadi bahan cemoohan dan penyesalan orang-orang kudus, hendaknya mempertimbangkan bahwa semuanya itu ditulis untuk pengajaran mereka, agar mereka dapat menghindari kejahatan yang tercatat dan hanya meneladani kebenaran orang-orang yang melayani Tuhan.” 1TT 438.2
“Kita membutuhkan pelajaran-pelajaran seperti yang diberikan Alkitab kepada kita, karena dengan terungkapnya dosa tercatat pula hukuman yang mengikutinya. Kesedihan dan penyesalan orang yang bersalah, dan ratapan jiwa yang menderita karena dosa, datang kepada kita dari masa lalu, memberi tahu kita bahwa manusia pada waktu itu, seperti halnya sekarang, membutuhkan belas kasihan pengampunan Allah. Ini mengajarkan kita bahwa meskipun Dia adalah Pemberi Hukum atas kejahatan, Dia juga mengasihani dan mengampuni orang berdosa yang bertobat.” 1TT 438.3

Untuk pelajaran lebih lanjut, silakan hubungi:

contact@advancedsabbathschool.org

Lompat Ke

Sabat SoreMingguSeninSelasaRabuKamisJumat 🏠 Home

Hubungi Kami

WhatsApp: (+62)812-8772-7543WhatsApp: (+1)840-888-9396

Bagikan

Display Settings

Reading Font
Text Size
Theme