002 indonesia002 indonesia002 indonesia002 indonesia002 indonesia

Kebangkitan Musa

Pelajaran 13, Triwulan ke-4, 18-24 Des. 2021

img rest_in_christ
Bagikan pelajaran ini
005 facebook
001 twitter
004 whatsapp
007 telegram

Sabat Sore - 18 Desember

Ayat Hafalan:

"Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: Kiranya Tuhan menghardik engkau!" - Yudas 1:9


Di atas Gunung Pisgah lima belas abad sebelumnya, Musa telah berdiri sambil memandang ke Tanah Perjanjian. Tetapi karena dosanya di Meriba, ia tidak diperkenankan memasukinya. Kegembiraan memimpin umat Israel ke dalam warisan nenek moyang mereka tidak diberikan kepadanya. Permohonannya yang penuh kepedihan, "Biarlah aku menyeberang dan melihat negeri yang baik yang di seberang Sungai Yordan, tanah pegunungan yang baik itu, dan Gunung Libanon" (UI. 3:25), tidak dikabulkan. Harapan yang selama empat puluh tahun telah menerangi kegelapan pengembaraan di padang belantara harus diingkari. Kubur di padang belantara menjadi tujuan tahun-tahun kerja keras dan kesusahan yang membebani hati. Tetapi Ia yang "dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan" (Ef. 3:20) dalam tindakan ini telah menjawab doa hamba-Nya. Musa melalui kuasa kematian, tetapi ia tidak tinggal di dalam kubur. Kristus Sendiri memanggil dia keluar kepada kehidupan. Setan penggoda itu telah menuntut tubuh Musa karena dosanya, tetapi Kristus Juruselamat membangkitkan dia dari kubur. Yudas 9. DA 421.3

Minggu - 19 Desember

Dosa Musa: Bagian 1

Bilangan 20:1-13

Kesalahan apakah yang dilakukan Musa yang menyebabkan dia ditolak masuk ke dalam Tanah Perjanjian? Bilangan 20:8, 11, 12


Musa telah menunjukkan sikap tidak percaya kepada Allah. . “Apakah kami harus membawa air?” tanya Musa, seolah-olah Tuhan tidak akan melakukan apa yang telah dijanjikanNya. ““Engkau berdua tidak percaya kepadaKu,” kata Tuhan kepada kedua bersaudara ini, “dan tiada menguduskan Daku di hadapan bangsa Israel.” Pada saat air tidak ada, iman mereka terhadap kegenapan janji Allah telah digoyahkan oleh persungutan dan pemberontakan bangsa itu. Generasi yang pertama telah ditetapkan untuk binasa di padang belantara oleh sebab tidak percaya mereka, tetapi roh yang sama itu nampak di dalam diri anak-anak mereka. Akankah mereka ini juga gagal untuk menerima janji itu? Merasa letih dan kecewa, Musa dan Harun tidak mengadakan usaha apapun untuk membendung arus perasaan orang banyak itu. Jikalau mereka telah menyatakan iman yang tidak goyah kepada Allah, maka mereka akan dapat mengatasi persoalan itu di hadapan orang banyak dengan satu cara yang sedemikian rupa sehingga akan menyanggupkan mereka menahan ujian itu. Oleh tindakan yang cepat dan tegas daripada wewenang yang telah diberikan kepada mereka sebagai pemimpin-pemimpin, maka mereka akan dapat mengatasi persungutan itu. Tugas merekalah untuk melaksanakan segala usaha menurut kesanggupan mereka, untuk menciptakan satu keadaan yang lebih baik sebelum meminta agar Allah mengerjakannya bagi mereka. Andaikata persungutan di Kades dengan cepat diatasi, betapa banyaknya kejahatan-kejahatan yang telah dapat dicegah! PP 417.4

“Lebih dari itu, Musa dan Harun telah menggunakan wewenang yang menjadi hak Allah sendiri. Perlunya campur tangan ilahi menjadikan peristiwa itu sebagai sesuatu yang khidmat, dan pemimpin-pemimpin bangsa Israel harus menggunakan kesempatan ini untuk memberikan kesan kepada bangsa itu akan sikap hormat kepada Allah dan untuk menguatkan iman mereka dalam kuasa dan kebajikanNya. Pada waktu dengan marah mereka berseru, “Haruskah kami keluarkan air dari dalam batu ini?”  mereka menempatkan diri pada tempat Allah, seolah-olah kuasa itu ada pada diri mereka, manusia yang penuh dengan nafsu dan kelemahan-kelemahan. Merasa jemu oleh karena persungutan-persungutan yang terus menerus dan pemberontakan bangsa itu, Musa telah kehilangan pandangan akan Penolongnya itu, dan tanpa kekuatan ilahi ia telah dibiarkan untuk menodai catatan hidupnya dengan satu perbuatan yang menunjukkan kelemahan manusia. Orang yang sebenarnya dapat berdiri teguh, suci dan tidak mementingkan diri sampai kepada akhir pekerjaannya ternyata telah dikalahkan. Allah telah dihina di hadapan perhimpunan itu, dimana sebenarnya Ia harus dihormati dan ditinggikan.” PP 418.2

Senin - 20 Desember

Dosa Musa: Bagian 2

Ulangan 31:2; 34:4

Pelajaran penting apakah yang gagal disampaikan Musa kepada anak-anak Israel?


“Oleh tindakannya yang kasar Musa telah meniadakan kuasa dari pelajaran yang telah direncanakan Allah untuk diberikan kepada mereka. Batu karang itu, yang menjadi lambang Kristus, telah dipukul satu kali, sebagaimana Kristus harus dipersembahkan satu kali. Untuk kali yang kedua, yang diperlukan hanyalah berbicara kepada batu karang itu, sebagaimana kita cukup meminta saja berkat-berkat dalam nama Yesus. Oleh memukul batu karang itu untuk kedua kalinya, maka gambaran yang indah dari Kristus itu telah dirusakkan.” PP 418.1 

Pelajaran apa lagi yang dapat kita pelajari dari apa yang terjadi pada Musa?


“Musa telah berbicara dari perasaan jengkel; kata-katanya merupakan ekspresi dari nafsu manusia gantinya kemarahan yang suci karena Tuhan telah dipermalukan. "Dengarlah sekarang, orang-orang pemberontak," katanya. Tuduhan ini benar, akan tetapi kebenaran tidak boleh diucapkan dalam nafsu atau ketidaksabaran. Musa mendukakan Roh Allah dan hanya mendatangkan kerugian bagi bangsa itu dengan mempersalahkan mereka.” RH December 31, 1903, par. 18

“Dari pengalaman Musa, Tuhan ingin umatNya belajar bahwa ketika mereka berbuat sesuatu yang menonjolkan diri sendiri, maka pekerjaan-Nya diabaikan dan Dia dihina. Tuhan akan bekerja melawan mereka yang bekerja melawan Dia. Nama-Nya, dan hanya Dialah yang harus ditinggikan di bumi.” RH August 23, 1906, par. 9

“Selama lebih dari dua puluh tahun hal-hal aneh telah muncul diantara kita pada waktu yang berbeda-beda. Mereka yang telah menjadi tidak setia, yang tidak meninggikan prinsip-prinsip kebenaran, sekarang haruslah mencari Tuhan dengan kerendahan jiwa yang dalam dan bertobat, agar Allah dapat menyembuhkan pelanggaran mereka.” RH August 23, 1906, par. 10

Selasa - 21 Desember

Kematian Musa

Ulangan 34:1-12

Why couldn’t the Lord remit Moses’ punishment and grant him a home in the promise land?


“Pehukuman yang pahit dan sangat memalukan segera dijatuhkan. “Tuhan berfirman kepada Musa dan Harun, Karena kamu tidak percaya kepada-Ku, untuk menguduskan Aku di mata orang Israel, maka janganlah kamu membawa orang-orang ini ke tanah yang telah Kuberikan kepada mereka.” Israel yang memberontak, harus mati sebelum menyeberangi Sungai Yordan. Seandainya Musa dan Harun mengikuti harga diri, atau memanjakan roh kegeraman, maka kesalahan mereka akan jauh lebih besar lagi. Tetapi mereka tidak dituntut dengan dosa yang disengaja itu; mereka telah dikalahkan oleh godaan mendadak, dan mereka segera menyesal dengan sepenuh hati. Tuhan menerima pertobatan mereka, meskipun Dia tidak dapat menghapus hukuman karena kerusakan yang diakibatkan dosa mereka di antara umat. Tuhan mengampuni Musa, tetapi Dia tidak dapat memberikan apa yang sangat dia rindukan,—sebuah rumah di tanah perjanjian.” RH December 31, 1903, par. 19

“Setan telah berusaha untuk mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk menuduh Musa di hadapan malaikat-malaikat. Ia bersorak-sorai atas keberhasilannya dalam memimpin dia menjadikan Allah tidak senang, dan ia mengatakan kepada malaikat-malaikat bahwa ia dapat mengalahkan Juruselamat dunia apabila Ia akan datang untuk menebus manusia. Karena pelanggarannya, Musa sampai di bawah kuasa Setan–yaitu kekuasaan maut. Ia tetap berdiri teguh, Tuhan dapat membawanya ke Tanah Perjanjian, lalu kemudian dapat mengangkatnya ke sorga tanpa mengalami kematian.” EW 164.1

Rabu - 22 Desember

- Kebangkitan Musa

Yudas 9

Kapankah Musa dibangkitkan?


“Musa telah melewati kematian, akan tetapi Mikhael telah datang dan memberinya hidup sebelum tubuhnya menemui kerusakan.  Setan mencoba mempertahankan tubuhnya itu dengan menyatakan bahwa tubuh itu adalah miliknya; tetapi Mikhael membangkitkan Musa dan membawanya ke surga. Setan dengan sengit mengecam Allah, dengan mencela Dia sebagai pihak yang tidak adil dalam mengizinkan mangsanya diambil daripadanya; namun Kristus tidak menegur musuh-Nya itu, walaupun karena melalui percobaannya hamba Allah itu telah jatuh. Dia dengan rendah hati mengarahkannya kepada Bapa-Nya dengan berkata, “Tuhan menegur engkau.” EW 164.2

“Yesus telah mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa ada sebagian orang yang berdiri bersama-Nya yang tidak akan mengalami kematian hingga mereka menyaksikan kerajaan Allah datang dengan kuasa. Pada waktu transfigurasi itu janji ini digenapi. Di sana wajah Yesus berubah dan bersinar seperti matahari. Jubah-Nya putih berkilauan. Musa hadir di sana untuk melambangkan orang-orang yang akan dibangkitkan dari kematian pada waktu kedatangan Yesus yang kedua. Dan Elia, yang telah diubahkan tanpa mengalami kematian, melambangkan orang-orang yang akan diubahkan kepada kekekalan pada waktu kedatangan Kristus yang kedua dan akan diubahkan ke surga tanpa mengalami kematian. Murid-murid itu melihat dengan heran dan takut akan keagungan yang luar biasa dari Yesus dan akan awan yang menaungi mereka, dan mendengar suara Allah dalam keagungan yang mengerikan, berkata, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.’” EW 164.3

“Musa di atas bukit transfigurasi itu adalah saksi untuk kemenangan Kristus atas dosa dan kematian. Ia melambangkan orang-orang yang akan bangkit dari kubur pada waktu kebangkitan orang-orang benar. Elia, yang telah diubahkan ke surga tanpa menyaksikan kematian, melambangkan orang-orang yang akan tetap hidup di bumi ini pada waktu kedatangan Kristus yang kedua, dan akan “diubahkan, dalam sesaat, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir;” bilamana “yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa,” dan “yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.” 1 Korintus 15:51-53. Yesus berpakaian terang surgawi sebagaimana Dia tampak ketika Dia datang “kedua kalinya tanpa adanya dosa untuk keselamatan.” Karena Dia akan datang “dalam kemuliaan Bapa-Nya bersama dengan malaikat-malaikat kudus.” Ibrani 9:28; Mark. 8:38. Janji Sang Juruselamat kepada murid-murid-Nya kini digenapi. Di atas bukit itu kerajaan kemuliaan di masa depan dilambangkan dalam bentuk miniaturnya – Kristus Sang Rajanya, Musa lambang dari orang-orang suci yang dibangkitkan, dan Elia dari orang-orang yang diubahkan.” DA 421.4

Kamis - 23 Desember

Kebangkitan Bagi Kita Semua

1 Korintus 15:13-22

Ada Berapa Banyak Kebangkitan ?


Daniel 12:1,2—Maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhael, Penghulu besar itu yang akan membela segala bani bangsamu : maka akan terjadi suatu masa kesusahan, yang sedemikian itu belum pernah terjadi semenjak berdirinya sesuatu bangsa sampai kepada masa itu : maka pada masa itu segala bangsamu kelak akan diluputkan, yaitu setiap orang yang didapati tertulis namanya di dalam buku.Maka banyak orang dari mereka yang tidur di dalam lebu bumi akan dibangkitkan, sebagian kepada hidup yang kekal, dan sebagian kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal.

Di sini kepada kita diceritakan bahwa di dalam masa kesukaran itu mereka ini akan bangkit, sebagian untuk hidup selama-lamanya dan sebagiannya untuk mati kembali.

Sadarkah anda sekarang bahwa bukan hanya masa kesukaran besar itu yang telah dekat di depan pintu, melainkan juga kebangkitan istimewa ini? Dapatkah anda betul-betul melihat bahwa di dalam masa kesusahan besar itu, sementara orang-orang suci yang hidup sedang dilindungi orang-orang mati ini yang bangkit “bagi kehidupan kekal” juga dilepaskan dari kubur-kubur mereka? Yakinkah anda bahwa masa kesusahan besar ini adalah di dalam ‘hari Tuhan yang besar dan mengerikan’, yaitu hari yang diumumkan oleh nabi Elia yang dijanjikan? Adakah Saudara betul-betul mengetahui bahwa ia akan mengembalikan hati bapa-bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya? Supaya jangan Tuhan memalu “bumi dengan suatu kutuk.” Maleakhi 4 : 5, 6. Apakah anda menyaksikan bahwa nabi itu muncul pada sesuatu hari dimana ia akan dapat mengembalikan segala perkara, segala perkara yang telah hilang karena dosa, termasuk pula Kerajaan itu? Tahukah anda bahwa kebangkitan Daniel 12 bukanlah kebangkitan yang sama dengan kebangkitan pada 1 Tesalonika dan Wahyu 20 : 5?

1 Tesalonika 4 : 16 - Karena Tuhan sendiri akan turun dari surga dengan suatu sorak, dengan suara penghulu malaikat, dan dengan bunyi sangkakala Allah : maka segala orang yang telah mati di dalam Kristus akan bangkit dahulu.

Wahyu 20 : 4 – 6 – Maka aku tampak tahta-tahta, dan mereka yang duduk di atasnya, dan Penghakiman telah diserahkan kepada mereka : dan lagi aku tampak jiwa-jiwa dari mereka yang telah dipancung kepalanya sebab menjadi saksi bagi Yesus, dan firman Allah, dan yang tidak menyembah binatang itu, atau pun patungnya, atau pun menerima tandanya pada dahi-dahi mereka, atau pun di tangannya; maka mereka hidup dan memerintah bersama Kristus seribu tahun lamanya. Tetapi segala orang mati lainnya tiada hidup balik sebelum genap masa seribu tahun itu. Inilah kebangkitan yang pertama itu . Berbahagialah dan kuduslah dia yang memperoleh bagian dalam kebangkitan pertama itu : terhadap yang sedemikian mati yang kedua tidak akan berkuasa atas mereka : tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan akan memerintah bersama Dia seribu tahun lamanya.

Rasul Paulus ternyata membicarakan dari hal kebangkitan yang sama dengan yang dibicarakan oleh rasul Yohanes sebab di dalamnya hanya orang-orang suci yang dibangkitkan. Gambaran Paulus dan Yohanes itu membuat jelas bahwa mereka ini bangkit pada permulaan masa seribu tahun itu. Ini dari kenyataan-kenyataan dapat kita saksikan, bahwa mereka itu hidup bersama Kristus seribu tahun lamanya, dan bahwa mereka dijemput untuk bertemu dengan Tuhan di angkasa, bahwa mereka dalam perjalanan untuk hidup bersama Kristus sepanjang masa seribu tahun itu, bukan Kristus bersama mereka.

Kini untuk menggariskan semua kebangkitan itu satu demi satu, maka kita harus memperhitungkan juga Kebangkitan yang dari buku Yeheskiel itu.

Yeheskiel 37 : 1, 11 – 14 – “Tangan Tuhan berada di atasku, lalu membawa aku keluar di dalam Roh Tuhan, lalu didudukkannya aku di tengah-tengah lembah yang penuh dengan tulang-tulang orang mati. ..... Kemudian firman-Nya kepadaku, hai Anak Manusia, bahwa tulang-tulang ini adalah segenap bangsa Israel; bahwasanya, kata mereka itu, Tulang-tulang kami sudah kering, dan harapan kami sudah hilang : kami telah putus sama sekali bagian kami. Sebab itu bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, demikianlah firman Tuhan Allah; Tengoklah hai umat-Ku, Aku hendak membuka segala kuburmu, dan membangkitkan kamu keluar dari kubur-kuburmu, lalu menghantarkan kamu ke dalam negeri Israel. Maka akan diketahui olehmu bahwa Akulah Tuhan, apabila sudah Aku membuka segala kuburmu, hai umat-Ku, lalu menghantarkan kamu naik keluar dari kubur-kuburmu, dan akan menaruh Roh-Ku di dalammu, maka kamu akan hidup, dan Aku akan menempatkan kamu di dalam negerimu sendiri : pada masa itu kelak diketahui olehmu bahwa akulah Tuhan telah berfirman dan telah berbuat begitu, demikianlah firman Tuhan.”

Di dalam kebangkitan ini hanyalah umat Allah sendiri, yaitu Israel, yang akan bangkit tanpa seorang berdosa pun di antaranya. Lagi pula, mereka ini tidak menemui Tuhan di angkasa; mereka dibawa ke negeri Israel, yaitu Palestina. Olehnya itu, maka kebangkitan ini, bukanlah kebangkitan yang sama seperti pada 1 Tesalonika, atau pada Wahyu, atau pun pada Daniel pasal 12. Ini harus merupakan suatu kebangkitan tersendiri.

Marilah kita kembali kepada –


Daniel 12 : 1 – 3 - “Maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhael, Penghulu besar itu yang akan membela segala bani bangsamu : maka akan terjadi suatu masa kesusahan, yang sedemikian itu belum pernah terjadi semenjak berdirinya sesuatu bangsa sampai kepada hari itu : maka pada masa itu segala bangsamu kelak akan diluputkan, yaitu setiap orang yang didapati tertulis namanya di dalam buku. Maka banyak orang dari mereka yang tidur di dalam lebu bumi akan dibangkitkan, sebagian kepada hidup yang kekal, dan sebagian kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal. Maka mereka yang bijaksana akan bersinar-sinar seperti cerahnya terang di langit; dan mereka yang membalikkan banyak orang kepada kebenaran akan seperti bintang-bintang kekal selama-lamanya.”

Di dalam tiga ayat ini terdapat dengan jelas beberapa perkara : (1). Hanya mereka yang nama-namanya telah terdaftar di dalam kitab-kitab akan luput; oleh karena itu tidak terdapat seorang ‘bodoh’ pun di antaranya; (2). Tetapi, orang-orang yang bangkit itu, adalah bercampur, baik yang bodoh maupun yang bijaksana muncul keluar bersama-sama; (3). Ucapan yang berbunyi, ”maka mereka yang bijaksana (mengandung arti bahwa sebagian di antaranya adalah orang-orang bodoh) akan bersinar-sinar bagaikan cerahnya terang di langit” menunjukkan bahwa “orang-orang yang bijaksana” ini adalah dari antara mereka yang bangkit itu; (4). Bahwa jika orang-orang bijaksana itu adalah dari antara orang-orang yang dibangkitkan dan mereka membalikkan banyak orang kepada kebenaran, maka mereka harus dibangkitkan di dalam masa kasihan, yaitu dalam masa penyelamatan.

“Tugasmu, tugasku, tidak akan berhenti dengan hidup ini. Untuk sementara kita boleh beristirahat di dalam kubur, tetapi, apabila panggilan datang, maka kita kelak, di dalam kerajaan Allah, akan menyandang tugas kita sekali lagi.” Testimonies, vol. 7, p. 17.

Disamping ketiga kebangkitan ini: Daniel 12:2,3 ; Yeheskiel 37:1. 11-14, dan 1 Tesalonika 4:16, ada dua kebangkitan yang lain. Kebangkitan bagi orang jahat setelah milenium, Wahyu 20:13 dan kebangkitan dari Matius 27:52,53.

Jumat - 24 Desember

Pelajaran Lanjutan

“Dalam kebijaksanaan-Nya Tuhan telah menyembunyikan tempat di mana Dia menguburkan Musa. Allah telah menguburkan dia, dan Allah telah membangkitkan Musa dan membawanya ke surga. Rahasia ini untuk mencegah penyembahan berhala. Dia menentang mereka yang memberontak ketika dia aktif dalam pelayanannya, yang mereka provokasi sampai hampir tidak dapat dipikul oleh manusia, dia sudah hampir disembah seperti Allah sesudah mereka dipisahkan oleh kematian. Untuk maksud yang sama Dia telah menyembunyikan hari kelahiran Kristus yang tepat, supaya hari itu tidak akan menerima penghormatan yang seharusnya diberikan kepada Kristus sebagai Penebus dunia ini -- Dia yang dapat menerima, dipercayakan, dan yang dapat diandalkan, sebab Dialah yang dapat menyelamatkan dengan sepenuhnya semua orang yang datang kepada-Nya. Pemujaan jiwa itu haruslah ditujukan kepada Yesus sebagai Anak Allah Yang Mahakuasa.” AH 477.3

Whatsapp: (+63)961-954-0737,  (+62)812-8772-7543
contact@threeangelsherald.org